25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Proses Kreatif Angelina Ayuni Praise: Metode Atas-Bawah, Menyeimbangkan Ketubuhan yang Terbalut Kebudayaan

Dian Ayu Lestari by Dian Ayu Lestari
September 10, 2022
in Persona
Proses Kreatif Angelina Ayuni Praise: Metode Atas-Bawah, Menyeimbangkan Ketubuhan yang Terbalut Kebudayaan

“Bayangkan bahwa bagian tubuh dari pinggang hingga ke bawah kita lumpuh, tidak bisa bergerak sama sekali. Lalu kembalilah bergerak dengan hanya memfokuskan bagian atas tubuh masing-masing”

Angelina Ayuni Praise dalam sesi Sharing Method di Pura Gunung Kawi

Kira-kira begitulah bunyi instruksi Angelina Ayuni Praise (Yuni), pada sharing method yang diberikannya pada Rabu, 20 Juli 2022 di Hotel Amatara Agung Raka, Ubud, Bali, dalam kegiatanTemu Seni Tari, Indonesia Bertutur 2022 yang diadakan oleh Kemendikbud.

Saya menyimak dan memperhatikan dengan cukup serius kegiatan sharing method darimasing-masing peserta dari awal hingga akhir. Yah, ini kesempatan bagi saya, mencuri-curi ilmu yang mungkin bisa saya terapkan pada latihan-latihan teater yang masih saya tekuni.

Angelina Ayuni Praise dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Tiga peserta yang ditunjuk oleh Yuni yakni, Gede Agus Krisna Dwipayana (Bali), Ayu Permata Sari (Lampung), dan Yezyurini Forinti (Maluku). Pada awalnya, peserta yang ditunjuk menarikan tarian tradisi khas dari masing-masing daerah. Semuanya menari dengan lincah, menggerakan seluruh bagian tubuh atas dan bawah. Hingga pada akhirnya,

Yuni memberikan instruksi untuk mematikan total bagian bawah tubuh (dari pinggang hingga telapak kaki), dan meminta mereka tetap melanjutkan tariannya dengan hanya mengaktifkan bagian atas tubuhnya. Ketiga penari seketika mengikuti arahan, bersimpuh pada lantai, seolah-olah kaki mereka memang tidak bisa difungsikan seperti biasanya.

I Komang Adi Pranata (kiri) dan Angelina Ayuni Praise (kanan) dalam sesi Sharing Method di Amatara Agung Raka, Ubud

Saya semakin fokus, kemudian menangkap kesamaan tentang bagaimana liukkan tangan, pinggang, leher, dan kepala yang ternyata terlihat semakin kuat. Apakah mungkin karena yang terfokus untuk dilihat adalah bagian atas saja sehingga para penari berusaha memperlihatkan itu dengan semakin jelas? Atau malah dikarenakan bagian bawah yang tidak difungsikan sebagaimana mestinya, membuat bagian atas tubuh semakin bekerja ekstra, dan membuat pergerakkannya menjadi semakin tegas?

Alis saya mengkerut menerka jawaban.

Malam hari, setelah selesai semua kegiatan yang cukup padat, saya meminta waktu Yuni untuk ngobrol tentang proses kreatifnya hingga menjadi salah satu koreografer. Melalui kecintaanya pada seni tari, dan adanya kesadaran tentang belum adanya salah seorang pun yang berani ataupun berniat melanjutkan pendidikan pada ranah kesenian—khususnya seni tari—di daerahnya, membuat ia merasa tertantang untuk merantau, mencari ilmu, dan pengalaman di luar daerah asalnya. Ia memilih Institute Kesenian Jakarta.

Terlahir di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, membuatnya terbiasa dengan budaya tari timur: memiliki kecenderungan gerak yang lebih menonjolkan kelincahan tubuh bagian bawah. Budaya tari timur yang identik dengan konsep tari pesta, menurutnya justru tidak memiliki pakem-pakem khusus untuk melatih tubuh bagian atas. Sayangnya, tidak ada rekan yang bisa diajaknya berdiskusi tentang ketubuhan dan konsep yang ia amati. Pada akhirnya, ia membawa memori ketubuhan yang masih sebatas gerak tari tradisional.

Angelina Ayuni Praise (tengah) dan tiga peserta lainnya dalam persiapan presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Keadaan itu menyulut rasa tidak percaya dirinya ketika diharuskan bersanding bersama mahasiswa lainnya selama menempuh pendidikan. Ia menyadari bahwa kosa bentuk yang dimiliki tubuhnya tidak seberagam teman-temannya. Walau demikian, di dalam proses belajarnya, ia menemukan metode gerak atas-bawah yang membantunya untuk mengakali bagaimana ketubuhannya yang masih bergerak tak terlepas dari budayanya selama ini.

Ya, metode atas-bawah: tentang bagaimana kesadaran gerak tidak hanya pada bagian bawah tubuh saja, namun secara bergantian juga harus difokuskan untuk bisa menyeimbangkan keseluruhan tubuh.

Angelina Ayuni Praise dalam persiapan presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Kebiasaan yang selama ini ada, ternyata juga dirasa mempengaruhi proses penghapalan gerak. Keterbiasaan akan bagian bawah tubuh yang bergerak dominan, membuatnya semakin mudah menghapal gerakan-gerakan yang melibatkan kaki. Berbanding terbailiklah dengan kemampuan dalam menghapal gerak bagian atas tubuhnya.

Ia merasa bahwa ternyata, kurangnya pengalaman gerak yang melibatkan bagian tubuh dari pinggang hingga bagian atas selama ini, membuat ia lebih susah untuk mengingat gerakan yang diberikan. Hingga pada akhirnya, ia merasa bahwa metode atas-bawah ini juga bisa menjadi jembatan untuk kembali menyetarakan kemampuan otaknya dalam mengingat gerak-gerakan kompleks.

Dalam kesempatan ngobrol bersama dengan Angelina Ayuni Praise, saya tak ingin melewatkan kesempatan untuk menanyakan tentang isu yang ia tekuni. Mata Yuni saat itu sedikit memicing—mengingat garapan karya yang telah diproduksinya—selanjutnya terjadilah obrolan yang semakin menarik untuk saya simak makin jauh.

Jujur, Saya sebelumnya tidak terlalu mengenal tentang Suku Manggarai. Tapi melalui obrolan itu, saya menjadi tahu bahwa ternyata, adat di daerah asal Yuni sangatlah kental. Upacara Wuat Wa’i adalah salah satu upacara yang diambil sebagai contoh gambaran oleh Yuni. Upacara ini merupakan upacara yang dilaksanakan untuk memberikan doa kepada sanak-keluarga (masyarakat setempat) yang akan merantau ke luar daerah, baik melanjutkan pendidikan atau bekerja.

Angelina Ayuni Praise dalam sesi presentasi pertunjukan di Mandala Wisata, Desa Bedulu

Doa semacam permohonan kelancaran dan kesuksesan bagi siapa saja yang akan merantau. Dari tradisi itulah pada akhirnya menginspirasi Yuni untuk menciptakan karya yang ingin mengatakan bahwa bagaimana tradisi tersebut juga bisa gagal. Yang saya pahami, ia memiliki ketertarikan untuk mengambil ide-ide konsep yang bersinggungan dengan adat dan tradisi yang selama ini hidup berdampingan dengan dirinya. Segala sesuatunya:  baik-buruk, berhasil-tidak berhasil, kembali pada diri masing-masing.

Yuni yang saat ini tengah sibuk mengelola sanggar, juga sebagai pengajar mata pelajaran tari di SMK N 3 Komodo, pada akhirnya tidak bisa lagi melanjutkan untuk mengeksekusi ide-ide semacam itu selepas menyelesaikan pendidikannya di IKJ.  Hal ini dikarenakan aturan-aturan yang begitu mengikat di daerahnya.

Contoh kecilnya, bagaimana ia terinspirasi melalui gerakan tari Caci atas salah satu karyanya, tapi ia tak berani menyuarakan narasi di balik garapan karena adanya ketakutan menyinggung masyarakat yang memaknai tari Caci sebagai sebuah tari tradisi yang memiliki nilai spiritual tinggi. Selain itu, orang tuanya khawatir, dan berharap Yuni tidak ditimpa masalah ataupun nasib buruk karena kegilaan ide.

Atas semua itu, Yuni memilih kembali berkarya dengan tetap menghargai dan tidak menentang lagi tradisi yang ada di daerahnya. Ia lebih berfokus untuk membuka mata anak-anak muda di daerahnya untuk berani ke luar daerah mencari pengalaman, sekaligus sebagai pengembangan potensi diri yang dimiliki.

Tiba-tiba saya teringat instruksi Yuni pada sesi Sharing Method: “Bayangkan bahwa bagian tubuh dari pinggang hingga ke bawah kita lumpuh, tidak bisa bergerak sama sekali. Lalu kembalilah bergerak dengan hanya memfokuskan bagian atas tubuh masing-masing.” [T]

  • BACA artikel lain tentang Temu Seni Tari Indonesia Bertutur
  • Tags: Indonesia Bertuturseni tariTemu Seni Tari
    ShareTweetSendShareSend
    Previous Post

    Kastil Perpustakaan | Cerpen Dikablek

    Next Post

    Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna

    Dian Ayu Lestari

    Dian Ayu Lestari

    Lahir di Singaraja, 22 Juni 2000 dan sedang menempuh pendidikan di Undiksha Singaraja dengan prodi Manajemen. Kini aktif di Teater Kampus Seribu Jendela

    Related Posts

    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    by Yohana Purnama Fajar
    September 2, 2026
    0
    Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

    “Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

    Read moreDetails

    Rumah Kata di Jalan Nangka

    by Angga Wijaya
    July 9, 2026
    0
    Rumah Kata di Jalan Nangka

    SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

    Read moreDetails

    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    by Jaswanto
    June 24, 2026
    0
    Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

    GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

    Read moreDetails

    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    by Dede Putra Wiguna
    June 2, 2026
    0
    Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

    SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

    Read moreDetails

    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    by Dede Putra Wiguna
    May 30, 2026
    0
    Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

    TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

    Read moreDetails

    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    by I Gede Made Surya Darma
    May 22, 2026
    0
    Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

    Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

    Read moreDetails

    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    by Nyoman Budarsana
    May 20, 2026
    0
    Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

    CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

    Read moreDetails

    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    by Dede Putra Wiguna
    May 4, 2026
    0
    Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

    DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

    Read moreDetails

    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    by Dede Putra Wiguna
    April 27, 2026
    0
    Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

    DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

    Read moreDetails

    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    by Made Adnyana Ole
    April 21, 2026
    0
    I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

    PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

    Read moreDetails
    Next Post
    Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna

    Tari Panji Masutasoma: Memaknai Kemerdekaan, Memerdekakan Makna-makna

    Please login to join discussion

    Ads

    POPULER

    • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

      22 shares
      Share 22 Tweet 0
    • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

      0 shares
      Share 0 Tweet 0
    • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

      5 shares
      Share 5 Tweet 0
    • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

      0 shares
      Share 0 Tweet 0

    ARTIKEL TERKINI

    Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
    Ulas Musik

    Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

    DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

    by Putu Gangga Pradipta
    September 25, 2026
    Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
    Esai

    Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

    SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

    by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
    September 25, 2026
    Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
    Esai

    Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

    Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

    by Tri Nugroho Adi
    September 25, 2026
    Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
    Esai

    Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

    SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

    by Doni Sugiarto Wijaya
    September 24, 2026
    Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
    Esai

    Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

    BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

    by Petrus Imam Prawoto Jati
    September 24, 2026
    Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
    Ulas Film

    Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

    SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

    by Yoga Wismantara
    September 24, 2026
    Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
    Ulas Film

    Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

    PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

    by Arya Dhamma Nanda
    September 24, 2026
    Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
    Khas

    Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

    “YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

    by Jaswanto
    September 24, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

    Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

    by I Made Pria Dharsana
    September 24, 2026
    Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
    Budaya

    Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

    DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

    by tatkala
    September 23, 2026
    Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
    Opini

    Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

     Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

    by I Made Pria Dharsana
    September 23, 2026
    Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
    Politik

    Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

    PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

    by Dede Putra Wiguna
    September 23, 2026

    TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

    • Penulis
    • Tentang & Redaksi
    • Kirim Naskah
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Desclaimer

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Beranda
    • Feature
      • Khas
      • Tualang
      • Persona
      • Historia
      • Milenial
      • Kuliner
      • Pop
      • Gaya
      • Pameran
      • Panggung
    • Berita
      • Ekonomi
      • Pariwisata
      • Pemerintahan
      • Budaya
      • Hiburan
      • Politik
      • Hukum
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Pendidikan
      • Pertanian
      • Lingkungan
      • Liputan Khusus
    • Kritik & Opini
      • Esai
      • Opini
      • Ulas Buku
      • Ulas Film
      • Ulas Rupa
      • Ulas Pentas
      • Kritik Sastra
      • Kritik Seni
      • Bahasa
      • Ulas Musik
    • Fiksi
      • Cerpen
      • Puisi
      • Dongeng
    • English Column
      • Essay
      • Fiction
      • Poetry
      • Features
    • Penulis
    • Buku
      • Buku Mahima
      • Buku Tatkala

    Copyright © 2016-2025, tatkala.co