14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Saksi PKB Sejak 1979: Mie Ayam Racikan ala Parman

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 30, 2022
in Khas
Saksi PKB Sejak 1979: Mie Ayam Racikan ala Parman

Foto: Mie Ayam Bakso Pak Parman di areal Taman Budaya Provinsi Bali

Kamis, 9 Juni 2022, beberapa hari menjelang Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV tahun 2022.  Parman (63) mengumpulkan sejumlah kayu rusuk, reng dan triplek. Bahan-bahan itu ia temukan di sekitaran rumahnya. Ada juga yang ia beli di toko bangunan.

Selama 3 hari, sebelum hari Minggu 12 Juni 2022, ia harus merampungkan tiga meja makan yang bentuknya memanjang, satu meja pajangan dan beberapa printilan untuk kebutuhan stan kulinernya di sisi selatan Taman Budaya Provinsi Bali, tempat PKB digelar.

“Tiga hari saya libur untuk mempersiapkan kebutuhan meja,” kata Parman kepada tatkala.co saat mengunjungi stannya di sela-sela pelaksanaan PKB, Rabu, 29 Juni 2022.

Tentu saja ia harus mempersiapkan stand baru agar tampak lebih segar. Apalagi, mejanya yang sudah lama diakui sudah rusak semua. “Jadi saya buat saja sendiri, tidak apa-apa, sekalian merayakan PKB yang diadakan secara langsung,” ujarnya.

Parman menceritakan cerita lucu saat pembukaan PKB. Sebelumnya ia mengetahui jika Pak Presiden Jokowi-lah yang akan hadir untuk membuka acara. Biasanya, kalau ada Presiden, sejumlah kuliner tidak diizinkan berjualan. Namun kabar ketidakdatangan Pak Presiden telat sampai ke telinganya.

Ketika tiba-tiba ia tahu Pak Presiden tak jadi membuka PKB, ia pun bergegas menyiapkan dagangan agar bisa berjualan ketika pembukaan. Karena, saying sekali, ramainya pengunjung saat pembukaan tidak dimanfaatkan dengan baik. Itu adalah berkah rezeki untuknya.

“Saya nggak tahu e, kalau yang membuka bukan Presiden. Aduh, saat itu, cepat-cepat saya dan istri menata ke sini (ke stan Taman Budaya). Ruaaaameee yang datang, sampai macet orang berjalan,” jelasnya sambil tertawa.

Foto: Mie Ayam Bakso Pak Parman di areal Taman Budaya Provinsi Bali

Bagi kawan-kawan seniman yang biasa latihan di Taman Budaya, Bali atau dosen, mahasiswa Institute Seni Indonesia Denpasar, Parman adalah seorang pedagang mie ayam bakso khas Solo yang murah senyum dan senang bercerita.

Setiap hari ia akan berkeliling di sekitar area Taman Budaya, tepatnya di bawah pohon Jepun  depan Wantilan, atau di dekat Sungai sekitar area Museum. Banyak pegawai Taman Budaya yang menjadi langganannya, Parman mengakui, karena kedekatan itulah ia selalu mendapat izin untuk berjualan di PKB, termasuk tahun 2022 ini.

Siang itu sekitar pukul 11.00 wita, hari Selasa 28 Juni 2022, Parman tampak sibuk menata teh kemasan botol di atas meja, dilanjutkan dengan menata botol air mineral, menata mie yang sudah ditakar, bakso dan sayur hijau. Sedari tadi kompornya mengepulkan asap, tercium aroma kaldu ayam menyeruak ke hidung pengunjung yang melewati area kuliner. Tidak sedikit orang yang menengok ke arah stan, Parman pun melempar senyum sambil menyapa lantang

“Silahkan mie ayam baksonya,” sapanya

Kalau ada pelanggan yang mengenal Parman, biasanya mereka akan menyapa dengan bahasa Bali pergaulan.

“Engken kabar ci Man, nyak lais?” sapa seorang yang lewat. Artinya, “Bagaimana kabarmu Man, sudah laku dagangannya?”

“Kene-kene gen! Mie malu,” balas Parman. Begini-begini saja. Ayo, makan mie dulu sini.

Parman fasih berbahasa Bali, hanya saja logatnya masih terdengar beraksen bahasa Jawa.  Terang saja demikian, sebab Parman sudah berjualan mie dari tahun 1976 di area Taman Budaya. Sekian puluh tahun berjualan mie sambil melihat lika-liku sejarah perjalanan pembangunan Taman Budaya, menjadi penting untuk dicatat dari sudut pandang seorang Parman. Ia menjelaskan saat itu (1976) Taman Budaya hanya ada gedung Kriya, Museum dan gedung ISI Denpasar yang berukuran kecil. Di gedung Ksirarnawa sekarang, dulunya adalah kebun kelapa, dan lapangan.

“Dulu sungainya kecil, tapi airnya jernih. Saya dan beberapa kawan jika usai berjualan pasti mandi di sungai sebelum pulang,” kenangnya sambil mengerjakan mie orderan pelanggan.

Selain itu, Parman pun menjadi satu dari sekian banyak orang yang menyaksikan perjalanan Pesta Kesenian Bali dari tahun 1979 hingga sekarang. Dari pedagang-pedagang yang membludak di area panggung dan meluber di sepanjang jalan area Taman Budaya, hingga terpusat seperti sekarang. Waktu itu sedikit pedagang Bali yang berjualan, didominasi oleh pedagang Jawa, dari pedagang asong, bakso, makanan, mainan dan lain sebagainya.

“Saya lupa tahunnya, sempat juga di PKB, diberlakukan aturan yang boleh berjualan hanya kuliner khas daerah Bali. Waktu aturan itu, saya jualan di luar, dekat Kalangan Ayodya, tapi di pintu luar” ujarnya

Menurut seorang pelanggan, Magrayena, yang saat itu sedang menikmati mie ayam bakso- Pak Parman mengatakan, belum lengkap rasanya jika tidak makan mie ayam Parman kalau ke Taman Budaya. Dulu semasa SMAnya Magrayena selalu latihan teater di Wantilan, setelah latihan ia akan membeli mie ayam Pak Parman.

“Lima belas ribu, ada mie yang berlimpah, bakso, telur, dan sayur hijau. Semuanya kayak gunung di mangkok saya, ya gimana nggak puas. Dan rasanya dari dulu sama, Kalau ke PKB saya beli ini dulu, baru jalan-jalan,” ujarnya.

Barangkali mie ayam bakso Pak Parman, semacam racikan “sejarah” Taman Budaya yang tertuang dalam hidangan kuliner. Jika ke PKB sempatkan mengunjungi stannya dekat gedung Ksirarnawa, di antara pedagang sate kakul, serombotan, ayam betutu dan tipat cantok.[T]

Tags: Pesta Kesenian Bali 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Next Post

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co