2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersama Gurat Institute, Inilah Lika-liku Menulis Ulasan Seni Rupa

Jaswanto by Jaswanto
June 10, 2022
in Khas
Bersama Gurat Institute, Inilah Lika-liku Menulis Ulasan Seni Rupa

Vincent, Dewa Purwita, dan Susanta

Seni rupa. Apa yang ada dalam bayangan Anda? Lukisan, patung, ukiran, atau sekumpulan karya seni yang terdapat di galeri-galeri seni? Tidak salah, memang. Namun seni rupa tak hanya itu saja, tetapi juga instalasi di jalan, dekorasi-dekorasi,  hingga berbagai macam perabot rumah juga bisa termasuk karya seni rupa. Di Indonesia, karya seni rupa meluber saking banyaknya.

Sudah sejak zaman dulu, tepatnya pada masa zaman batu tua (phaleolitikum), manusia praaksara sudah menciptakan karya seni rupa berupa kapak batu kasar—waktu itu sepertinya tubuh manusia memang tinggi-tinggi dan besar-besar. Dalam tulisannya Melihat Indonesia Melaui Seni, Feby Anggraini mengatakan: “Seiring berkembangnya waktu manusia praaksara mulai mengenal karya seni lukis. Mereka melukis di dinding dan langit-langit gua. Hal tersebut membuktikan bahwa perkembangan zaman juga diikuti oleh perkembangan seni rupa.”

Di negara yang kita cintai ini, seni rupa mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak orang yang “berlomba-lomba” menciptakan karya seni rupa, mulai dari seni pahat, seni lukis, seni patung, seni kriya, hingga seni desain dan media art. Dari banyak orang yang menciptakan karya seni rupa tentu mereka juga mempunyai tujuan masing-masing, dari yang hanya ingin namanya tenar hingga ada juga yang ingin memperkenalkan kreatifitas bangsanya kepada bangsa-bangsa lain.

Pada masa kemajuan teknologi, di tengah-tengah gelombang percepatan ilmu dan teknologi tersebut, maka terbuka pula ruang kebebasan seniman untuk berekspresi secara total, para seniman tidak terbatasi lagi oleh ruang, waktu, media, dan konsep. Seniman dapat menggelar karyanya di ruang manapun, di alam terbuka ataupun di dalam ruang galeri yang tertutup.

Dengan melimpahnya jumlah seniman seni rupa, yang benar-benar seniman atau yang hanya ngaku seniman, maka di sinilah peran tulisan ulasan seni rupa itu sangat penting.

Pembicara dan peserta foto bersama usai belajar bersama menulis ulasan seni rupa

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana menulis ulasan seni rupa, mari kita rehat sejenak, eh, maksudnya, mari kita bergeser sejenak ke acara Tatkala May May May, Kamis, 26 Mei 2022, di Rumah Belajar Mahima. Kali ini media tatkala.co menghadirkan tiga (calon) empu seni rupa Bali. Artinya, dengan kata lain, mereka ini bukan seniman jadi-jadian—atau ngaku seniman.

Pertama ada Made Susanta Dwitanaya; lalu ada Dewa Gde Purwita Sukahet; kemudian ada sosok perupa muda, Vincent Chandra. Mereka bertiga dari Gurat Institute, sebuah lembaga yang memiliki banyak program dalam pengembangan seni rupa secara luas, termasuk kuratorial, penulisan dan arsip seni rupa. Para perupa top ini diundang tatkala.co dalam diskusi yang mengambil tema “Belajar Bersama: Penulisan Seni Rupa”. Diskusi dipandu oleh tokoh kita, Made Adnyana Ole, empunya tatkala.co.

Diskusi yang berlangsung dua jam lebih ini dibuka oleh Made Susanta Dwitanaya. Susanta mengaku mulai terpantik di dunia penulisan seni rupa pada saat ia masih kuliah. “… ketika Pak Hardiman (dosen Susanta) mengajarkan kritik seni. Kok seru bisa menuliskan seni rupa. Namun sebelum mengikuti mata kuliah ini (sebenarnya) saya sudah membaca tulisan seni di koran-koran, terutama di Kompas.”

Pada akhir perkuliahannya, saat prodi Seni Rupa membuat pameran tentang bulian, dosennya yang bernama Hardiman, mengajaknya untuk menjadi asisten kurator. “Awalnya dari nulis resensi, menulis reportasi tentang seni rupa, tiba-tiba diminta untuk terlibat dalam kerja kurasi,” kata Susanta.

Dalam kerja kurasi, menurut Susanta, seorang kurator harus memiliki keahlian dalam menulis.

Seorang kurator secara intelektual memang harus memberikan pertanggungjwaban kepada publik mengenai karya seperti apa yang ditampilkan dan layak dibicarakan. Selain itu, ia juga harus menyebarluaskan pengetahuan mengenai benda-benda koleksi yang ditanganinya kepada khalayak umum maupun khusus melalui pameran dan penerbitan karya-karya tulis yang relevan dengan bidang yang ditanganinya. Maka benar apa kata Susanta bahwa seorang kurator harus memiliki keahlian dalam menulis.

“Sejak awal kerja seorang kurator itu menulis. Dari dunia kurasi ini saya mendapatkan pengalaman-pengalan menulis. Menulis gagasan-gagasan seniman, tema-tema kurasi, melihat berbagai persoalan seni rupa.”

Made Adnyana (Tanpa Ole): Menulis Ulasan Musik Harus Netral

Sementara itu, Dewa Gde Purwita Sukahet, menyampaikan bahwa sejak SD ia sudah suka mengarang. Dewa menekankan bahwa menulis adalah kerja membaca. “Saya kemudian merasa kalau untuk bisa menulis secara lebih gampang memang harus membaca,” kata seniman berkumis khas itu.

Sedangkan dalam konteks seni rupa, ia berpendapat, seorang penulis ulasan seni rupa tak boleh hanya membaca teks saja, tetapi juga harus membaca seni rupa itu sendiri—entah itu seni rupa secara umum maupun khusus. “Dari sanalah ketemu hal-hal unik di sekitar kita.”

Menurut Dewa, seperti disampaikan di awal tulisan ini, seni rupa tak hanya sekumpulan karya seni yang terdapat di galeri-galeri seni, tetapi juga instalasi di jalan, dekorasi-dekorasi, hingga berbagai macam perabot rumah juga bisa termasuk karya seni rupa.

Selanjutnya, perupa sekaligus penulis muda, Vincent Chandra, mengaku belajar menulis secara organik. Dorongan menulis dari teman-temannya membuatnya semakin bersemangat. Untuk menumbuhkan minat menulis ulasan seni rupa, Vencent mengatakan, “lebih banyak mengajak ngobrol supaya muncul banyak kegelisahan dan kemauan itu.”

Vincent juga mengungkapkan tentang beberapa tahapan dalam menulis ulasan seni rupa, mulai dari deskripsi, analisis, interpretasi, sampai evaluasi.

Susanta juga menyampaikan soal teknis penulisan kuratorial. Sekadar informasi, dalam workshop penulisan kuratorial pameran seni Jurusan/Program Studi Tata Kelola Seni FSR ISI Yogyakarta bersama Farah Wardani, Kurator Seni & Direktur Biennale Jakarta, pada Oktober 2020 lalu, disampaikan bahwa “teks kuratorial adalah hal penting dalam sebuah rangkaian pameran seni rupa. Banyak sekali hal dasar yang harus dimengerti dalam penulisan gagasan/ide/konsep sebuah pameran. Cara penyampaian konsep pameran agar audience mengerti salah satunya juga dengan teks kuratorial. Problematika pemilihan diksi dan tata tulis, pemilihan kalimat dan isi kuratorial menjadi masalah yang sering dihadapi oleh penulisan kuratorial.”

“Ada macam-macam pendekatan ulasan karya seni rupa. Ada analisis formal, ada aspek kesejarahan, ada konteks sosial dan lain sebagainya yang terkandung dalam karya (ulasan seni rupa) tersebut. Jadi, kalau tulisan kuratorial itu dia lebih memediasi sifatnya. Memaparkan apa gagasan dan bagaimana karya-karya seniman itu merespon tema. Prosesnya seperti itu,” jelas Susanta.

Sedangkan Dewa Gde Purwita Sukahet, dalam menulis ulasan seni rupa tak terlepas dari subjektivitas penulis, kajian seni, metode atau teori yang penulis pelajari, dan tentu saja melihat ke lapangan.

Membedah Walli Jing-Kang dan Teka-Teki di Dalamnya

Sementara itu, sebagai penulis dan perupa muda, Vincent, berpendapat jika berhadapan dengan karya seni ia merasa berhadapan dengan dunia intuisi seniman.

Akhirnya kita mengetahui, bahwa menikmati karya seni dengan membuat ulasan seni rupa termasuk dari upaya mengapresiasi para seniman. Seni memiliki arti karya yang bermutu dan memiliki nilai. Dengan demikian apresiasi seni adalah penilaian terhadap karya seni mulai dari mengenali, memberi nilai, hingga menghargainya.

Meminjam kata Feby Anggraini: “Kemajuan bangsa juga bisa dilihat dari budayanya, salah satu di antaranya adalah karya seni.” [T]

_____

Simak video selengkapnya dan jangan lupa like dan subscribe

Tags: LiterasiSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Next Post

PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co