16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bersama Gurat Institute, Inilah Lika-liku Menulis Ulasan Seni Rupa

Jaswanto by Jaswanto
June 10, 2022
in Khas
Bersama Gurat Institute, Inilah Lika-liku Menulis Ulasan Seni Rupa

Vincent, Dewa Purwita, dan Susanta

Seni rupa. Apa yang ada dalam bayangan Anda? Lukisan, patung, ukiran, atau sekumpulan karya seni yang terdapat di galeri-galeri seni? Tidak salah, memang. Namun seni rupa tak hanya itu saja, tetapi juga instalasi di jalan, dekorasi-dekorasi,  hingga berbagai macam perabot rumah juga bisa termasuk karya seni rupa. Di Indonesia, karya seni rupa meluber saking banyaknya.

Sudah sejak zaman dulu, tepatnya pada masa zaman batu tua (phaleolitikum), manusia praaksara sudah menciptakan karya seni rupa berupa kapak batu kasar—waktu itu sepertinya tubuh manusia memang tinggi-tinggi dan besar-besar. Dalam tulisannya Melihat Indonesia Melaui Seni, Feby Anggraini mengatakan: “Seiring berkembangnya waktu manusia praaksara mulai mengenal karya seni lukis. Mereka melukis di dinding dan langit-langit gua. Hal tersebut membuktikan bahwa perkembangan zaman juga diikuti oleh perkembangan seni rupa.”

Di negara yang kita cintai ini, seni rupa mengalami perkembangan yang sangat pesat. Banyak orang yang “berlomba-lomba” menciptakan karya seni rupa, mulai dari seni pahat, seni lukis, seni patung, seni kriya, hingga seni desain dan media art. Dari banyak orang yang menciptakan karya seni rupa tentu mereka juga mempunyai tujuan masing-masing, dari yang hanya ingin namanya tenar hingga ada juga yang ingin memperkenalkan kreatifitas bangsanya kepada bangsa-bangsa lain.

Pada masa kemajuan teknologi, di tengah-tengah gelombang percepatan ilmu dan teknologi tersebut, maka terbuka pula ruang kebebasan seniman untuk berekspresi secara total, para seniman tidak terbatasi lagi oleh ruang, waktu, media, dan konsep. Seniman dapat menggelar karyanya di ruang manapun, di alam terbuka ataupun di dalam ruang galeri yang tertutup.

Dengan melimpahnya jumlah seniman seni rupa, yang benar-benar seniman atau yang hanya ngaku seniman, maka di sinilah peran tulisan ulasan seni rupa itu sangat penting.

Pembicara dan peserta foto bersama usai belajar bersama menulis ulasan seni rupa

Untuk mengetahui lebih jelas bagaimana menulis ulasan seni rupa, mari kita rehat sejenak, eh, maksudnya, mari kita bergeser sejenak ke acara Tatkala May May May, Kamis, 26 Mei 2022, di Rumah Belajar Mahima. Kali ini media tatkala.co menghadirkan tiga (calon) empu seni rupa Bali. Artinya, dengan kata lain, mereka ini bukan seniman jadi-jadian—atau ngaku seniman.

Pertama ada Made Susanta Dwitanaya; lalu ada Dewa Gde Purwita Sukahet; kemudian ada sosok perupa muda, Vincent Chandra. Mereka bertiga dari Gurat Institute, sebuah lembaga yang memiliki banyak program dalam pengembangan seni rupa secara luas, termasuk kuratorial, penulisan dan arsip seni rupa. Para perupa top ini diundang tatkala.co dalam diskusi yang mengambil tema “Belajar Bersama: Penulisan Seni Rupa”. Diskusi dipandu oleh tokoh kita, Made Adnyana Ole, empunya tatkala.co.

Diskusi yang berlangsung dua jam lebih ini dibuka oleh Made Susanta Dwitanaya. Susanta mengaku mulai terpantik di dunia penulisan seni rupa pada saat ia masih kuliah. “… ketika Pak Hardiman (dosen Susanta) mengajarkan kritik seni. Kok seru bisa menuliskan seni rupa. Namun sebelum mengikuti mata kuliah ini (sebenarnya) saya sudah membaca tulisan seni di koran-koran, terutama di Kompas.”

Pada akhir perkuliahannya, saat prodi Seni Rupa membuat pameran tentang bulian, dosennya yang bernama Hardiman, mengajaknya untuk menjadi asisten kurator. “Awalnya dari nulis resensi, menulis reportasi tentang seni rupa, tiba-tiba diminta untuk terlibat dalam kerja kurasi,” kata Susanta.

Dalam kerja kurasi, menurut Susanta, seorang kurator harus memiliki keahlian dalam menulis.

Seorang kurator secara intelektual memang harus memberikan pertanggungjwaban kepada publik mengenai karya seperti apa yang ditampilkan dan layak dibicarakan. Selain itu, ia juga harus menyebarluaskan pengetahuan mengenai benda-benda koleksi yang ditanganinya kepada khalayak umum maupun khusus melalui pameran dan penerbitan karya-karya tulis yang relevan dengan bidang yang ditanganinya. Maka benar apa kata Susanta bahwa seorang kurator harus memiliki keahlian dalam menulis.

“Sejak awal kerja seorang kurator itu menulis. Dari dunia kurasi ini saya mendapatkan pengalaman-pengalan menulis. Menulis gagasan-gagasan seniman, tema-tema kurasi, melihat berbagai persoalan seni rupa.”

Made Adnyana (Tanpa Ole): Menulis Ulasan Musik Harus Netral

Sementara itu, Dewa Gde Purwita Sukahet, menyampaikan bahwa sejak SD ia sudah suka mengarang. Dewa menekankan bahwa menulis adalah kerja membaca. “Saya kemudian merasa kalau untuk bisa menulis secara lebih gampang memang harus membaca,” kata seniman berkumis khas itu.

Sedangkan dalam konteks seni rupa, ia berpendapat, seorang penulis ulasan seni rupa tak boleh hanya membaca teks saja, tetapi juga harus membaca seni rupa itu sendiri—entah itu seni rupa secara umum maupun khusus. “Dari sanalah ketemu hal-hal unik di sekitar kita.”

Menurut Dewa, seperti disampaikan di awal tulisan ini, seni rupa tak hanya sekumpulan karya seni yang terdapat di galeri-galeri seni, tetapi juga instalasi di jalan, dekorasi-dekorasi, hingga berbagai macam perabot rumah juga bisa termasuk karya seni rupa.

Selanjutnya, perupa sekaligus penulis muda, Vincent Chandra, mengaku belajar menulis secara organik. Dorongan menulis dari teman-temannya membuatnya semakin bersemangat. Untuk menumbuhkan minat menulis ulasan seni rupa, Vencent mengatakan, “lebih banyak mengajak ngobrol supaya muncul banyak kegelisahan dan kemauan itu.”

Vincent juga mengungkapkan tentang beberapa tahapan dalam menulis ulasan seni rupa, mulai dari deskripsi, analisis, interpretasi, sampai evaluasi.

Susanta juga menyampaikan soal teknis penulisan kuratorial. Sekadar informasi, dalam workshop penulisan kuratorial pameran seni Jurusan/Program Studi Tata Kelola Seni FSR ISI Yogyakarta bersama Farah Wardani, Kurator Seni & Direktur Biennale Jakarta, pada Oktober 2020 lalu, disampaikan bahwa “teks kuratorial adalah hal penting dalam sebuah rangkaian pameran seni rupa. Banyak sekali hal dasar yang harus dimengerti dalam penulisan gagasan/ide/konsep sebuah pameran. Cara penyampaian konsep pameran agar audience mengerti salah satunya juga dengan teks kuratorial. Problematika pemilihan diksi dan tata tulis, pemilihan kalimat dan isi kuratorial menjadi masalah yang sering dihadapi oleh penulisan kuratorial.”

“Ada macam-macam pendekatan ulasan karya seni rupa. Ada analisis formal, ada aspek kesejarahan, ada konteks sosial dan lain sebagainya yang terkandung dalam karya (ulasan seni rupa) tersebut. Jadi, kalau tulisan kuratorial itu dia lebih memediasi sifatnya. Memaparkan apa gagasan dan bagaimana karya-karya seniman itu merespon tema. Prosesnya seperti itu,” jelas Susanta.

Sedangkan Dewa Gde Purwita Sukahet, dalam menulis ulasan seni rupa tak terlepas dari subjektivitas penulis, kajian seni, metode atau teori yang penulis pelajari, dan tentu saja melihat ke lapangan.

Membedah Walli Jing-Kang dan Teka-Teki di Dalamnya

Sementara itu, sebagai penulis dan perupa muda, Vincent, berpendapat jika berhadapan dengan karya seni ia merasa berhadapan dengan dunia intuisi seniman.

Akhirnya kita mengetahui, bahwa menikmati karya seni dengan membuat ulasan seni rupa termasuk dari upaya mengapresiasi para seniman. Seni memiliki arti karya yang bermutu dan memiliki nilai. Dengan demikian apresiasi seni adalah penilaian terhadap karya seni mulai dari mengenali, memberi nilai, hingga menghargainya.

Meminjam kata Feby Anggraini: “Kemajuan bangsa juga bisa dilihat dari budayanya, salah satu di antaranya adalah karya seni.” [T]

_____

Simak video selengkapnya dan jangan lupa like dan subscribe

Tags: LiterasiSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Next Post

PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co