12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
June 10, 2022
in Khas
PKB 2022 Tidak Dibuka Presiden | Lah, Memangnya Kenapa Jika Tak Dibuka Presiden?

Foto ilustrasi | FB/Dinas Kebudayaan Bali

“Pak, apakah ada alasan tertentu, kenapa Presiden Jokowi digantikan oleh Mendagri?” ujar seorang wartawan saat sesi tanya jawab Jumpa Pers terkait Pesta Kesenian Bali di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Jumat 10 Juni 2022.

Kemudian pertanyaan itu dijawab oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. I Gede Arya Sugiartha, bahwa jajarannya tidak mengetahui asalan ketidakdatangan Presiden, mungkin saja ada prioritas penting yang harus didahulukan.

Seorang Presiden pasti memiliki kesibukan yang luar biasa, dan untuk menjawab pertanyaan itu bukan menjadi kewenangannya sebagai Kepala Dinas Kebudayaan.

Sejam setelah jumpa pers itu, saya melihat berita di kanal media online. Dan banyak media memberitakan  tentang Presiden Jokowi yang tidak jadi membuka PKB tahun 2022, termasuk media tatkala.co ini.

Mendagri Tito Karnavian (Bukan Presiden) Buka Pesta Kesenian Bali, Minggu 12 Mei

Lah lalu? Pang engken kone harus dibuka jak Pak Presiden? Biar bagaimana harus dibuka Pak Presiden?

Kemudian saya menelpon seorang kawan seniman, yang sedang menyiapkan garapan untuk pentas di PKB tahun 2022 ini. Saya memberitahunya bahwa yang membuka PKB adalah Mendagri, bukan Presiden. Apakah baginya itu hal penting?

“Jong, gini ya, ini aku masih ruwet mengurus pementasan, yang penting kan acaranya jalan, tidak dibatalkan. Care nak ngalih pemangku, kalau pemangku A nggak bisa nganteb banten, alih pemangku len, sing telah stok pemangkune,” ujarnya di telpon sambil tertawa.

Iya, benar juga, PKB akan tetap dibuka tanggal 12 Juni dan berlangsung hingga sebulan ke depan. Pembukaan masih tetap di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala, Denpasar.

Uang pembinaan tetap mengucur sesuai jadwal termin. Masyarakat Bali juga tetap akan datang ke PKB, pedagang makanan di sekitar Art Centre tetap menyiapkan dagangannya, pemilik rumah sekitar Art Centre yang memiliki halaman agak luas pasti akan bersih-bersih untuk menyiapkan halamannya jadi tempat parkir, dan yang paling saya suka para pedagang baju, mainan seperti bianglala, kora-kora, lempar gelang, lempar bola  di area Banjar Kedaton, juga senang ada PKB offline lagi.

Akan ada kunjungan selama sebulan penuh, setelah 2 tahun terakhir dihalang pandemi.

Eh, mohon maaf, yang saya sebutkan semuanya pedagang-pedagang, bukan berarti saya tidak menonton pertunjukan saat PKB. Tapi, biasanya, setelah menonton ya kan harus cari yang relaks, santai dan menyenangkan. Agar saat nonton lagi, badan dan jiwa untuk menulis hasil tontonan tetap terjaga. Masak iya nonton full penuh, saya yang pusing nanti.

Tapi maksud saya, begini. Karena ada PKB jadi semua lini masyarakat ikut tergerak. Setiap komponennya memiliki benang simpul saling ikat, tidak akan terlepaskan, kalau lepas, dia akan terganti dengan komponen lain. Apalagi hanya soal ketidakdatangan Pak Presiden ke PKB, sepertinya simpul-simpul itu tidak akan pupus begitu saja.

Eh atau jangan-jangan Presiden Jokowi, sedang ingin buat kejutan? Seperti saat saya nonton konser Efek Rumah Kaca di Soundrenaline beberapa tahun lalu. Media waktu itu santer memberitakan Cholil Mahcmud tidak bisa menghadiri konser. Saya dan beberapa teman datang menonton dengan muka agak mesem, tapi di pertengahan, eh, Cholil keluar panggung. Wahai gimmick gimmick yang menyenangkan.

Siapa tahu, Presiden nanti datang menyelinap di antara kontingen parade. Waaah jadi bahan berita yang mengejutkan dan sekalian juga menaikkan karir dalam dunia politik. Kadang-kadang hal ekstrem juga diperlukan untuk meninggikan pamor, bener nggak sih?

Tapi masak iya sekelas Pak Jokowi ngeprank?  Nah sing engken, siapa tahu benar.

Di lain sisi, jika melihat perjalanan PKB diselenggarakan dari tahun 1979 – 2022 tidak sepenuhnya Presiden  datang untuk membuka acara. Misalnya 1979-1998 Presiden Soeharto hanya datang dua kali  yakni pada tahun 1987 dan 1995. Selebihnya yang datang adalah Menko Kesra, Bu Tien, Mendikbud, dan Wakil Presiden.

Nah kalau Presiden Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Pak Jokowi, memang cukup sering datang ke PKB untuk membuka.

Informasi PKB Bisa Diperoleh dengan Mudah

Yang lebih penting daripada itu adalah  seluruh informasi agenda PKB dapat diakses ke teman-teman awam, masyarakat Bali secara menyeluruh. Memang banner, baliho, spanduk, PKB sudah menghiasi beberapa sudut kota beberapa minggu sebelum pembukaan. Agenda pemasangan spanduk ini, merupakan aktifitas yang berulang setiap tahun. Lalu keseluruhan informasi pertunjukan biasanya ada di banner yang di pasang di area Art Centre.

Tahun 2022, semua informasi bisa diakses secara digital. Wah ini enak, bisa nyebar di grup WA banjar dan keluarga. Saya mengontak beberapa kawan dipesan WA, agar mencari informasi katalog PKB 2022, di internet.

Ini saya berikan tampilan layar percakapan saya dengan beberapa teman:

Teman saya yang terakhir, baginya tidak perlu jadwal. Ke sana saja, jalan-jalan, kalau ada ya bersyukur  dapat nonton pementasan. Kalau sepi, ya menikmati suasana.

Memang benar, hari ini segala sesuatunya berjalan dengan teknologi, termasuk penyebaran katalog digital. Bukannya saya pesimis semua warga akan dapat mengakses ini, teman-teman yang saya minta tolong itu, semuanya kawan-kawan yang sudah terbiasa dengan gawai , internet, plus kesadaran penggunaan yang tepat.

Kalau ayah dan ibu saya di rumah, pencaharian di dunia digital, ibaratnya seperti menyelam di laut tanpa membawa tabung oksigen. Bisa susah nafas, bingung, panik dan akhirnya nggak jadi nyelam.

Informasi terkait PKB biasanya ia dapat dari tongkrongan di Banjar, di pasar, saat sedang ngopi santai bersama teman-teman gangnya, atau group WA keluarga. Nah apalagi jika daerah saya mewakili PKB, waah itu jadi bahan obrolan hangat dan panas, setiap orang berkomentar tentang estetika yang luwung. Kalau tidak ada perwakilan dari daerah saya tinggal, Ayah saya biasanya tak begitu hirau atas deretan pertunjukan di PKB, apalagi soal ketidakdatangan Pak Jokowi tadi. Ampura dulu, pasti be sing merunguang.

Penting juga tu, ada pasukan khusus yang menyelam ke akar, dalam penyebaran informasi PKB. Pasukan greliya group WA keluarga, tugasnya memberi penjelasan pementasan lengkap dengan keunggulan, bahasanya harus persuasif mendidik, agar calon penonton merasa perlu

untuk datang. Agar tak datang atas dasar perintah atasan, biasanya yang datang yang model gini, mencari ketua kelompoknya agar absen lebih dulu, lalu ngeloyor entah kemana. Yang penting absen kedatangan sudah di isi.

Untuk buku agenda dapat di unduh melalui link : cut.ly/agenda-pkb2022. Atau scan barkode di :

Tags: baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2022Presiden Jokowi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bersama Gurat Institute, Inilah Lika-liku Menulis Ulasan Seni Rupa

Next Post

Puisi-puisi Wayan Widi | Menulis Hari Raya

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Wayan Widi | Menulis Hari Raya

Puisi-puisi Wayan Widi | Menulis Hari Raya

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co