2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membedah Walli Jing-Kang dan Teka-Teki di Dalamnya

Jaswanto by Jaswanto
June 1, 2022
in Khas
Membedah Walli Jing-Kang dan Teka-Teki di Dalamnya

Manik Sukadana

Manik Sukadana senyam-senyum di kursi kayu itu. Wajahnya memancarkan kegembiraan¾walaupun sedikit tampak gusar dan berdebar. Ia memegang sebuah bulpoin dan buku catatan. Meyakinkan diri sendiri, bahwa malam itu ia tidak sedang bermimpi.

Ya, malam itu, tepatnya hari Sabtu, 21 Mei 2022, pada acara Tatkala May May May yang digelar tatkala.co di Rumah Belajar Mahima, adalah malam yang menggembirakan, khususnya bagi Manik. Apa pasal? Novel pertamanya yang berjudul Kota Kabut Walli Jing-Kang, dibedah. Memang, salah satu kegembiraan seorang penulis adalah saat karyanya dibicarakan, diapresiasi, dan dianggap penting. Penluis pikir, Makik pun demikian.

Pada kesempatan kali ini, tatkala.co menghadirkan dua pembicara untuk membedah Walli Jing-Kang dan teka-teki di dalamnya. Pembedah pertama, Komang Adnyana, seorang sastrawan; dan kedua, IK Eriadi Ariana atau Jero Penyarikan Duuran Batur, seorang jurnalis. Sementara itu, Anak Agung Ayu Rahatri Ningrat bertugas sebagai moderator.

Foto: Moderator Rahatri dan dua pembedah, Komang Adnyana dan IK Eriadi (Jero Penyarikan Duuran Batur)

Menurut Komang Adnyana, tema yang diangkat Manik ini sangat jarang di dunia sastra Bali¾novel Kota Kabu Walli Jing-Kang memang bertemakan kolosal. “Bagi saya, topik ini menarik untuk digali. Dan berungtung ada Manik yang menuliskan,” kata sastrawan muda ini membuka diskusi.

“Sebagai sebuah novel debut, Manik melampaui ekspektasi awal saya. Penulisannya cukup rapi. Secara ringkas, isu utama yang saya soroti adalah strategi bertutur filosofis yang dipakai sama Manik Sukadana. Di novel ini, isu-isu yang dibahas (berkaitan) dengan isu-isu kemanusiaan, ekologisme, religiusitas. Dan ini disampaikan dengan gaya bertutur filosofis,” tambahnya.

Dalam acara yang bertajuk “Bedah Bedih di Warung Kopi Gajah Mada”, Guna Yasa, seorang pemerhati lontar, juga mengatakan bahwa novel debutnya Manki ini mengandung tiga topik utama, yaitu: Makna Filosofis, Humanis dan Magis Ekologis.

Lebih lanjut, Adnyana menjelaskan tentang bahwa gaya bertutur filosofis ini agak riskan karena begitu banyak dialog; banyak petuah filosofis yang di sampaikan antar beberapa tokoh. Dan dialog itu beberapa kali berulang. Sebenarnya, menurut Adnyana, strategi ini sangat berisiko kebosanan pembaca, tetapi dalam novel ini, Manik cukup berhasil mengakalinya. “Meskipun sebenarnya bisa diperkuat lagi.”

Manik (paling kanan) bersama para pembedah

Kemudian untuk ceritanya sendiri, menurut Adnyana, novel ini memiliki alur cerita yang sederhana. Ada seorang raja yang diserang, lalu mengusi, bertahan, dan merencanakan penyerangan kembali untuk merebut kota Walli Jing-Kang. “Tapi di balik itu, ada yang menarik karena ada kandungan sejarah yang mencoba digali di situ¾walaupun saya agak menjaga jarak dari kaitannya dengan tempat yang mungkin bisa dirujuk (dalam sejarah),” jelas Adnyana.

“Saya menanggapi novel ini sebagai sebuah cerita yang utuh. Sebuah cerita baru yang mengandung nilai-nilai yang penting untuk dicermati.”

Sementara itu, Jero Penyarikan menyampaikan hal yang agak berbeda dengan Adnyana dalam membaca novel yang hampir 300 halaman ini. Menurut Jero, saat membaca novel kolosal ini, ia agak susah menghilangkan perspektifnya terhadap sejarah dalam novel tersebut.

“Karena banyak sekali anasir-anasir yang terkait dengan (sejarah) Kintamani,” Kata penulis buku Ekologisme Batur itu.

Pendapat ini juga pernah disampaikan Guna Yasa. Kata Guna Yasa, sebagaimana dikutip dalam tulisan Jong Santiasa Putra, Manik dan Kabut yang Dicarinya, pengarang berusaha untuk mengacu pada sejarah di Kintamani, terhadap satu cerita Jaya Pangus dan Kang Cing Wi, konfrontasi ini dihadirkan dalam satu penyusunan nama daerah, kisah yang hampir menyerupai, serta deskripsi wilayah yang sangat dekat dengan Kawasan Kintamani.

Bagi Jero Penyarikan, daftar istilah Bali yang ditulis Manik dalam novelnya juga sangat membantu pembaca di luar Bali. Walupun, menurutnya, di sisi lain itu juga bisa menyulitkan pembaca di luar Bali karena harus membolak-balik halaman. “Banyak sekali istilah-istilah Bali yang digunakan. Dalam novel ini, anasir Balinya sangat kuat. Padahal, sebenarnya bisa mencari padanan kata dalam Bahasa Indonesia. Misalnya, damuh, bisa diterjemahkan dengan embun. Pakuleman, tempat tidur. Kemudian tiying, bambu.”

Walupun Jero Penyarikan menganggap bahwa istilah Bali dalam novel ini di satu sisi menyulitkan pembaca, tetapi di sisi lain hal ini jurtu dianggap sebagai kekuatan novel karena banyak merekam istilah Bali. Artinya, secara tidak langsung, Manik mencoba mengabadikan istilah-istilah Bali dalam novelnya.

Selanjutnya, yang membuat Jero tidak dapat mengelak dari sejarah saat membaca novel Kota Kabut Walli Jing-Kang ini, adalah banyaknya kosa kata yang merujuk pada daerah yang bersejarah¾dan kebetulan memang, Jero Penyarikan dan Manik Sukadana berasal dari derah yang sama, Bangli. “Misalnya, Wali Dwipa, dalam pemikiran saya pasti Bali Dwipa. Atau Cintamani Mal. Alas Metaum.”

Selain banyak merujuk pada tempat-tempat di Bangli, Jero juga mengungkapkan bahwa dalam novel ini juga banyak merujuk pada kosakata-kosakata yang terkait dengan irisan sejarah Bali Kuna. Misalnya kata masaka, yang menurut Jero bisa disepadankan dengan kata uang. “Jadi pajak itu dalam prasasti Bali Kuna dibayar dengan masaka.”

Secara umum, Jero Penyarikan sangat menikmati saat membaca novel ini.

Kedek Sonia Piscayanti urun pendapat terkait novel yang sedang didiskusikan. “Pertama, kesan saya membaca novel Manik itu adalah Manik itu sabar, bahasanya mengalir, dia memberikan perspektif lain dari novel-novel yang pernah saya baca.”

Menurut Sonia, novel ini menarik karena menggunakan medium-medium pengobatan menjadi bagian dari konflik. Hal ini, kata Sonia, seperti relevan dengan kondisi pandemi saat ini. “Siapa yang memegang obat dialah yang menang.” Dalam novel ini, menurut Sonia, obat-obatan itu menjadi sangat sentral.

Para peserta bedah novel Kota Kabut Walli Jing Kang

Tidak hanya memuji, Sonia juga mengutarakan kritiknya terhadap pendalaman karakter. Sonia beranggapan bahwa karakter dalam novel tidak bisa lepas dari karakter Manik sebagai pengarang. “Suara semua tokoh, rasanya, bagi saya itu suara Manik,” ujar tuan rumah Mahima ini.

Terlepas dari apa yang disampaikan oleh Komang Adnyana dan Jero Penyarikan, Manik Sukadana sebagai penulis menegaskan bahwa novel ini bukan novel sejarah. “Karena saya tidak ingin mengatakan bahwa novel ini sebagai novel sejarah,” kata Manik saat memberikan sekapur sirih di akhir diskusi.

Di akhir diskusi, Manik menyampaikan bahwa masih ada delapan novel lagi yang sedang dipersiapkannya. Luar biasa. Sambil menunggu Manik menyelesaikan satu per satu tulisannya, silakan Anda nikmati dulu novel pertamanya, Kota Kabut Walli Jing-Kang. Pahami, bicarakan, dan pecahkan teka-teki di dalamnya. Selamat, Manik.[T]

Simak video selengkapnya

Tags: novelsastraTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jarak, Pecahan Narasi Kota dalam Anthembawu

Next Post

Gong Kebyar Legendaris | Sekaa Gong Gunung Sari dari Peliatan, Mendunia Sejak 1930-an

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Gong Kebyar Legendaris | Sekaa Gong Gunung Sari dari Peliatan, Mendunia Sejak 1930-an

Gong Kebyar Legendaris | Sekaa Gong Gunung Sari dari Peliatan, Mendunia Sejak 1930-an

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co