13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membedah Walli Jing-Kang dan Teka-Teki di Dalamnya

Jaswanto by Jaswanto
June 1, 2022
in Khas
Membedah Walli Jing-Kang dan Teka-Teki di Dalamnya

Manik Sukadana

Manik Sukadana senyam-senyum di kursi kayu itu. Wajahnya memancarkan kegembiraan¾walaupun sedikit tampak gusar dan berdebar. Ia memegang sebuah bulpoin dan buku catatan. Meyakinkan diri sendiri, bahwa malam itu ia tidak sedang bermimpi.

Ya, malam itu, tepatnya hari Sabtu, 21 Mei 2022, pada acara Tatkala May May May yang digelar tatkala.co di Rumah Belajar Mahima, adalah malam yang menggembirakan, khususnya bagi Manik. Apa pasal? Novel pertamanya yang berjudul Kota Kabut Walli Jing-Kang, dibedah. Memang, salah satu kegembiraan seorang penulis adalah saat karyanya dibicarakan, diapresiasi, dan dianggap penting. Penluis pikir, Makik pun demikian.

Pada kesempatan kali ini, tatkala.co menghadirkan dua pembicara untuk membedah Walli Jing-Kang dan teka-teki di dalamnya. Pembedah pertama, Komang Adnyana, seorang sastrawan; dan kedua, IK Eriadi Ariana atau Jero Penyarikan Duuran Batur, seorang jurnalis. Sementara itu, Anak Agung Ayu Rahatri Ningrat bertugas sebagai moderator.

Foto: Moderator Rahatri dan dua pembedah, Komang Adnyana dan IK Eriadi (Jero Penyarikan Duuran Batur)

Menurut Komang Adnyana, tema yang diangkat Manik ini sangat jarang di dunia sastra Bali¾novel Kota Kabu Walli Jing-Kang memang bertemakan kolosal. “Bagi saya, topik ini menarik untuk digali. Dan berungtung ada Manik yang menuliskan,” kata sastrawan muda ini membuka diskusi.

“Sebagai sebuah novel debut, Manik melampaui ekspektasi awal saya. Penulisannya cukup rapi. Secara ringkas, isu utama yang saya soroti adalah strategi bertutur filosofis yang dipakai sama Manik Sukadana. Di novel ini, isu-isu yang dibahas (berkaitan) dengan isu-isu kemanusiaan, ekologisme, religiusitas. Dan ini disampaikan dengan gaya bertutur filosofis,” tambahnya.

Dalam acara yang bertajuk “Bedah Bedih di Warung Kopi Gajah Mada”, Guna Yasa, seorang pemerhati lontar, juga mengatakan bahwa novel debutnya Manki ini mengandung tiga topik utama, yaitu: Makna Filosofis, Humanis dan Magis Ekologis.

Lebih lanjut, Adnyana menjelaskan tentang bahwa gaya bertutur filosofis ini agak riskan karena begitu banyak dialog; banyak petuah filosofis yang di sampaikan antar beberapa tokoh. Dan dialog itu beberapa kali berulang. Sebenarnya, menurut Adnyana, strategi ini sangat berisiko kebosanan pembaca, tetapi dalam novel ini, Manik cukup berhasil mengakalinya. “Meskipun sebenarnya bisa diperkuat lagi.”

Manik (paling kanan) bersama para pembedah

Kemudian untuk ceritanya sendiri, menurut Adnyana, novel ini memiliki alur cerita yang sederhana. Ada seorang raja yang diserang, lalu mengusi, bertahan, dan merencanakan penyerangan kembali untuk merebut kota Walli Jing-Kang. “Tapi di balik itu, ada yang menarik karena ada kandungan sejarah yang mencoba digali di situ¾walaupun saya agak menjaga jarak dari kaitannya dengan tempat yang mungkin bisa dirujuk (dalam sejarah),” jelas Adnyana.

“Saya menanggapi novel ini sebagai sebuah cerita yang utuh. Sebuah cerita baru yang mengandung nilai-nilai yang penting untuk dicermati.”

Sementara itu, Jero Penyarikan menyampaikan hal yang agak berbeda dengan Adnyana dalam membaca novel yang hampir 300 halaman ini. Menurut Jero, saat membaca novel kolosal ini, ia agak susah menghilangkan perspektifnya terhadap sejarah dalam novel tersebut.

“Karena banyak sekali anasir-anasir yang terkait dengan (sejarah) Kintamani,” Kata penulis buku Ekologisme Batur itu.

Pendapat ini juga pernah disampaikan Guna Yasa. Kata Guna Yasa, sebagaimana dikutip dalam tulisan Jong Santiasa Putra, Manik dan Kabut yang Dicarinya, pengarang berusaha untuk mengacu pada sejarah di Kintamani, terhadap satu cerita Jaya Pangus dan Kang Cing Wi, konfrontasi ini dihadirkan dalam satu penyusunan nama daerah, kisah yang hampir menyerupai, serta deskripsi wilayah yang sangat dekat dengan Kawasan Kintamani.

Bagi Jero Penyarikan, daftar istilah Bali yang ditulis Manik dalam novelnya juga sangat membantu pembaca di luar Bali. Walupun, menurutnya, di sisi lain itu juga bisa menyulitkan pembaca di luar Bali karena harus membolak-balik halaman. “Banyak sekali istilah-istilah Bali yang digunakan. Dalam novel ini, anasir Balinya sangat kuat. Padahal, sebenarnya bisa mencari padanan kata dalam Bahasa Indonesia. Misalnya, damuh, bisa diterjemahkan dengan embun. Pakuleman, tempat tidur. Kemudian tiying, bambu.”

Walupun Jero Penyarikan menganggap bahwa istilah Bali dalam novel ini di satu sisi menyulitkan pembaca, tetapi di sisi lain hal ini jurtu dianggap sebagai kekuatan novel karena banyak merekam istilah Bali. Artinya, secara tidak langsung, Manik mencoba mengabadikan istilah-istilah Bali dalam novelnya.

Selanjutnya, yang membuat Jero tidak dapat mengelak dari sejarah saat membaca novel Kota Kabut Walli Jing-Kang ini, adalah banyaknya kosa kata yang merujuk pada daerah yang bersejarah¾dan kebetulan memang, Jero Penyarikan dan Manik Sukadana berasal dari derah yang sama, Bangli. “Misalnya, Wali Dwipa, dalam pemikiran saya pasti Bali Dwipa. Atau Cintamani Mal. Alas Metaum.”

Selain banyak merujuk pada tempat-tempat di Bangli, Jero juga mengungkapkan bahwa dalam novel ini juga banyak merujuk pada kosakata-kosakata yang terkait dengan irisan sejarah Bali Kuna. Misalnya kata masaka, yang menurut Jero bisa disepadankan dengan kata uang. “Jadi pajak itu dalam prasasti Bali Kuna dibayar dengan masaka.”

Secara umum, Jero Penyarikan sangat menikmati saat membaca novel ini.

Kedek Sonia Piscayanti urun pendapat terkait novel yang sedang didiskusikan. “Pertama, kesan saya membaca novel Manik itu adalah Manik itu sabar, bahasanya mengalir, dia memberikan perspektif lain dari novel-novel yang pernah saya baca.”

Menurut Sonia, novel ini menarik karena menggunakan medium-medium pengobatan menjadi bagian dari konflik. Hal ini, kata Sonia, seperti relevan dengan kondisi pandemi saat ini. “Siapa yang memegang obat dialah yang menang.” Dalam novel ini, menurut Sonia, obat-obatan itu menjadi sangat sentral.

Para peserta bedah novel Kota Kabut Walli Jing Kang

Tidak hanya memuji, Sonia juga mengutarakan kritiknya terhadap pendalaman karakter. Sonia beranggapan bahwa karakter dalam novel tidak bisa lepas dari karakter Manik sebagai pengarang. “Suara semua tokoh, rasanya, bagi saya itu suara Manik,” ujar tuan rumah Mahima ini.

Terlepas dari apa yang disampaikan oleh Komang Adnyana dan Jero Penyarikan, Manik Sukadana sebagai penulis menegaskan bahwa novel ini bukan novel sejarah. “Karena saya tidak ingin mengatakan bahwa novel ini sebagai novel sejarah,” kata Manik saat memberikan sekapur sirih di akhir diskusi.

Di akhir diskusi, Manik menyampaikan bahwa masih ada delapan novel lagi yang sedang dipersiapkannya. Luar biasa. Sambil menunggu Manik menyelesaikan satu per satu tulisannya, silakan Anda nikmati dulu novel pertamanya, Kota Kabut Walli Jing-Kang. Pahami, bicarakan, dan pecahkan teka-teki di dalamnya. Selamat, Manik.[T]

Simak video selengkapnya

Tags: novelsastraTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jarak, Pecahan Narasi Kota dalam Anthembawu

Next Post

Gong Kebyar Legendaris | Sekaa Gong Gunung Sari dari Peliatan, Mendunia Sejak 1930-an

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Gong Kebyar Legendaris | Sekaa Gong Gunung Sari dari Peliatan, Mendunia Sejak 1930-an

Gong Kebyar Legendaris | Sekaa Gong Gunung Sari dari Peliatan, Mendunia Sejak 1930-an

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co