2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Made Adnyana (Tanpa Ole): Menulis Ulasan Musik Harus Netral

Jaswanto by Jaswanto
June 4, 2022
in Khas
Made Adnyana (Tanpa Ole): Menulis Ulasan Musik Harus Netral

Made Adnyana

Musik. Melodi, harmoni, ritme, dan timbre. Tidak ada yang tahu kapan  Homo sapiens mulai mengenal seni dan musik. Namun para arkeolog memperkirakan sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Percaya saja, toh kita juga tidak paham ilmunya.

Sedangkan teori pra sejarah musik didasarkan pada temuan situs arkeologi paleolitik—-bahasa aneh yang “terpaksa” penulis gunakan supaya terlihat intelek. Seruling merupakan alat musik yang banyak diutamakan pada zaman pra sejarah. Di Jepang ada shakuhachi. Lalu ada seruling Divje Babe (namanya aneh-aneh) yang terbuat dari tulang paha beruang gua, yang diperkirakan sudah digunakan sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Di Lembah Sungai Indus, India, berbagai jenis seruling dan alat musik yang terbuat dari dawai atau senar telah ada sejak zaman dulu (tahun?). India, dalam sejarah musik, dipercaya sebagai peradaban yang memiliki tradisi musik tertua di dunia—-musik yang berasal dari kitab Weda. Namun, penemuan terbesar dan tertua dari alat musik pra sejarah justru berlokasi di Cina, yang bisa dilacak balik antara 7.000 dan 6.600 SM. Sedangkan lagu-lagu Hurri adalah kumpulan musik tertulis dalam tulisan kuno yang digali dari Hurrian di kota Ugarit yang diperkirakan telah ada sekitar 1.400 SM.

Sudah cukup “sok tahu”-nya tentang sejarah musik. Mari kita bergeser ke forum Tatkala May May May yang diselenggarakan media tatkala.co di Rumah Belajar Mahima, Singaraja. Pada Minggu, 22 Mei 2022, seorang wartawan, dosen, dan penulis musik, Made Adnyana, berbagi ilmu dan cerita tentang penulisan musik dengan tajuk “Belajar Menulis Ulasan Musik Bersama Made Adnyana”.

Yang menarik, ada dua “Made Adnyana” di forum itu. Bedanya, yang satu “Made Adnyana” saja; sedangkan satunya lagi “Made Adnyana Ole”. Memang benar, pada kesempatan kali ini, Made Adnyana Ole, tokoh tukang cerita dan tukang berita ini, yang juga sosok pendiri media tatkala.co, bertindak langsung sebagai moderator. Klop sudah. Dua sahabat, sama-sama memiliki nama “Made Adnyana”; sama-sama tokoh, duduk bersama dalam satu forum, maka sudah dapat dibayangkan bagaimana suasana diskusinya.

Dan benar, Made Adnyana (tanpa Ole), membuka diskusi dengan sangat bagus, tanpa bertele-tele (seperti tulisan ini), langsung pada inti, pokok bahasan diskusi.

“Siapa pun bisa jadi penyanyi. Makanya penyanyi tidak akan ada habisnya. Dan ini bahan yang selalu menarik untuk ditulis,” kata Adnyana, sekali lagi, tanpa Ole.

Mengulas lagu atau dalam bahasa lainnya meresensi, adalah sebuah kegiatan membahas, mengkritik, menilai, dan mengungkapkan isi yang ada dalam  lagu dengan bentuk sinopsis, kritikan atau data-data mengenai suatu karya.

Kalau menurut Irzal Amin dalam Terampil Menulis Sinopsis dan Resensi Karya Sastra (2021), resensi dapat digolongkan sebagai salah satu cabang kerja kritik karya seni. “Karena nilai aktualisnya sangat penting, biasanya resensi akan dimuat dalam surat kabar atau majalah. Resensi menilai kelebihan dan kekurangan karya seni dalam tiga kategori yaitu kesan pribadi (impresionistik), standar nilai seni sezaman (juducial), dan segi teknis artis yang membawakannya.”

Sementara menurut Made Adnyana, dalam menulis seni seperti musik, berbeda dengan menulis karya ilmiah yang memiliki pakem, struktur tulisan. Ia berpendapat bahwa menulis musik itu mengalir saja, “jangan terpaku pada teori apa!” ujarnya. Tetapi, ia menegaskan, “bukan berarti kemudian kita sama sekali tidak punya bekal apa untuk menulis musik.”

Made Adnyana lahir dari keluarga pecinta musik. Kakaknya pecinta lagu-lagu The Beatles. Kedua orang tuanya pecinta Titiek Sandhora. Sedangkan Om-nya, penggemar lagu-lagu India. “Tiap hari musik aja yang didengar. Makanya sebelum SD, belum bisa baca, saya sudah tahu lagu-lagu D’Lloyd, The Panbers.”

Berawal dari suka mendengarkan musik, Made Adnyana akhirnya menjadi seorang penulis musik.

Made Adnyana dan Made Adnyana Ole

Lebih lanjut, Adnyana mengatakan bahwa harga yang harus dibayar seseorang sebelum mulai menulis musik adalah; menyukai musik terlebih dahulu. Perkara teknis bisa dipelajari belakangan. Untuk belajar soal teknis penulisan musik, seorang Made Adnyana bahkan meluangkan waktu untuk menonton Akademi Fantasi yang disiarkan Indosiar. “Bukan (untuk) melihat pesertanya, (tapi) saya suka mendengar komentarnya Trie Utami. Karena dari sana saya belajar (berkomentar).”

Dalam menulis ulasan musik, hal terpenting menurut Made Adnyana adalah “jangan pernah alergi terhadap satu jenis musik.” Artinya, penulis ulasan musik yang baik harus melepaskan diri dari fanatisme genre. “Jadi penulis ulasan musik itu harus netral. Netral artinya kita harus menyukai semua.” Ini memang susah. Kalau dari awal kita suka jazz, misalnya, pasti bakal kerepotan menulis tentang rock. Atau sebaliknya. Tapi coba posisikan diri sebagai pendengar, penulis, penikmat yang “sedang” mencari tahu tentang musikalitas band atau penyanyi itu. Lepaskan fanatisme itu, Saudara. Lepaskan!

Ulasan musik selalu disajikan melalui sudut pandang penulis. Ketika seorang penulis musik tidak menyukai suatu karya musik, apa pun alasannya, maka boleh jadi dia akan menulis buruk tentang karya tersebut. Begitu pun sebaliknya. Meski pada satu sisi, ulasan musik juga dituntut menyajikan keberimbangan opini dan fakta-fakta objektif tentang suatu karya. Ketika seorang penulis ulasan musik menuliskan penilaian negatif atas karya tersebut, seharusnya tidak berhenti pada aspek celaan atau penilaian permukaan semata. Penulis ulasan yang baik justru membutuhkan pemaparan argumen yang komprehensif untuk menjelaskan alasan baik/buruk sebuah karya.

Bagaimana Mengemas dan Menarasikan Desa Wisata?

Sebagai seorang penulis ulasan musik, Adnyana mengungkapkan bahwa dalam seni tidak ada kasta tinggi-rendah. “Seni itu semua memiliki ke khasan, kenikmatan masing-masing.”

Penilaian tinggi-rendah seni musik ini terekam dengan baik dalam Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya (2018) karya Idhar Resmadi. Pada tahun 1970-an, terdapat dua genre musik yang saat itu tumbuh besar di Indonesia yaitu rock dan dangdut. Dari sini kemudian muncul istilah “Kampungan versus Gedongan”. Majalah Aktuil, menurut Idhar, “punya peran besar dalam membentuk selera anak muda agar menyukai musik rock sebagai musik keren dan gaul atau musik gedongan.”

Sementara pada era yang sama, “dangdut sering dimunculkan di halaman-halaman Aktuil dan media cetak populer lainnya yang cenderung mengejek atau mengolok dangdut sebagai kampungan dan kolot,” lanjut Idhar dalam bukunya.

Ulasan musik mencakup wilayah-wilayah seperti teknis musik (ritme, akor, melodi, dan lirik) hingga pertunjukan musik (dekorasi panggung, latar panggung, tata lampu, kostum, hingga gerakan tari).

Sebagai moderator, Made Adnyana—-kali ini dengan “Ole”—-menyampaikan kesimpulan sementara sebelum sesi diskusi, “penulis ulasan musik itu sama seperti penulis lain. Artinya, dia harus membekali ilmu-ilmu tentang musik terutama, juga ilmu-ilmu lain; ilmu politik, sosial, lingkungan, psikologi, filsafat. Kalau penyanyi lebih banyak bermain musik; kalau penulis musik lebih banyak membaca. Selain membaca buku ya membaca situasi; membaca perkembangan politik sekarang itu seperti apa pengaruhnya dengan musik.”

Menulis musik sama pentingnya dengan menulis seni yang lain. Dalam tulisanya Apakah Ulasan Musik Masih Penting?, Aris Setyawan menyampaikan, “ulasan musik—atau jika tulisan itu lebih panjang, mendalam, dan komprehensif bisa disebut sebagai kritik musik—itu penting. Kenapa? Karena ia berperan layaknya legislatif yang mengawasi dan menjaga musik sebagai eksekutif agar bekerja dengan sebaik-baiknya.”

Maka menuliskan ulasan musik. Perkara apakah ulasan musik itu kemudian diamini oleh pembaca yang lantas mendengarkan album musik yang diulas atau tidak, itu urusan belakangan. Ya namanya juga panduan kan? Ia tidak selalu harus dituruti. Yang jelas, dengan mengulas musik, kita telah melakukan sesuatu yang penting: berbagi ilmu pengetahuan. Ya, musik adalah bentuk ilmu pengetahuan, bukan sekadar sebuah hiburan semata. Itu.[T]

Tonton video selengkapnya…

Tags: musikTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemberdayaan Sumberdaya Arkeologi Sebagai Wisata Alternatif di Nusa Penida

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Balada Surat Cinta

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Balada Surat Cinta

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Balada Surat Cinta

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co