12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Made Adnyana (Tanpa Ole): Menulis Ulasan Musik Harus Netral

Jaswanto by Jaswanto
June 4, 2022
in Khas
Made Adnyana (Tanpa Ole): Menulis Ulasan Musik Harus Netral

Made Adnyana

Musik. Melodi, harmoni, ritme, dan timbre. Tidak ada yang tahu kapan  Homo sapiens mulai mengenal seni dan musik. Namun para arkeolog memperkirakan sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Percaya saja, toh kita juga tidak paham ilmunya.

Sedangkan teori pra sejarah musik didasarkan pada temuan situs arkeologi paleolitik—-bahasa aneh yang “terpaksa” penulis gunakan supaya terlihat intelek. Seruling merupakan alat musik yang banyak diutamakan pada zaman pra sejarah. Di Jepang ada shakuhachi. Lalu ada seruling Divje Babe (namanya aneh-aneh) yang terbuat dari tulang paha beruang gua, yang diperkirakan sudah digunakan sekitar 40.000 tahun yang lalu.

Di Lembah Sungai Indus, India, berbagai jenis seruling dan alat musik yang terbuat dari dawai atau senar telah ada sejak zaman dulu (tahun?). India, dalam sejarah musik, dipercaya sebagai peradaban yang memiliki tradisi musik tertua di dunia—-musik yang berasal dari kitab Weda. Namun, penemuan terbesar dan tertua dari alat musik pra sejarah justru berlokasi di Cina, yang bisa dilacak balik antara 7.000 dan 6.600 SM. Sedangkan lagu-lagu Hurri adalah kumpulan musik tertulis dalam tulisan kuno yang digali dari Hurrian di kota Ugarit yang diperkirakan telah ada sekitar 1.400 SM.

Sudah cukup “sok tahu”-nya tentang sejarah musik. Mari kita bergeser ke forum Tatkala May May May yang diselenggarakan media tatkala.co di Rumah Belajar Mahima, Singaraja. Pada Minggu, 22 Mei 2022, seorang wartawan, dosen, dan penulis musik, Made Adnyana, berbagi ilmu dan cerita tentang penulisan musik dengan tajuk “Belajar Menulis Ulasan Musik Bersama Made Adnyana”.

Yang menarik, ada dua “Made Adnyana” di forum itu. Bedanya, yang satu “Made Adnyana” saja; sedangkan satunya lagi “Made Adnyana Ole”. Memang benar, pada kesempatan kali ini, Made Adnyana Ole, tokoh tukang cerita dan tukang berita ini, yang juga sosok pendiri media tatkala.co, bertindak langsung sebagai moderator. Klop sudah. Dua sahabat, sama-sama memiliki nama “Made Adnyana”; sama-sama tokoh, duduk bersama dalam satu forum, maka sudah dapat dibayangkan bagaimana suasana diskusinya.

Dan benar, Made Adnyana (tanpa Ole), membuka diskusi dengan sangat bagus, tanpa bertele-tele (seperti tulisan ini), langsung pada inti, pokok bahasan diskusi.

“Siapa pun bisa jadi penyanyi. Makanya penyanyi tidak akan ada habisnya. Dan ini bahan yang selalu menarik untuk ditulis,” kata Adnyana, sekali lagi, tanpa Ole.

Mengulas lagu atau dalam bahasa lainnya meresensi, adalah sebuah kegiatan membahas, mengkritik, menilai, dan mengungkapkan isi yang ada dalam  lagu dengan bentuk sinopsis, kritikan atau data-data mengenai suatu karya.

Kalau menurut Irzal Amin dalam Terampil Menulis Sinopsis dan Resensi Karya Sastra (2021), resensi dapat digolongkan sebagai salah satu cabang kerja kritik karya seni. “Karena nilai aktualisnya sangat penting, biasanya resensi akan dimuat dalam surat kabar atau majalah. Resensi menilai kelebihan dan kekurangan karya seni dalam tiga kategori yaitu kesan pribadi (impresionistik), standar nilai seni sezaman (juducial), dan segi teknis artis yang membawakannya.”

Sementara menurut Made Adnyana, dalam menulis seni seperti musik, berbeda dengan menulis karya ilmiah yang memiliki pakem, struktur tulisan. Ia berpendapat bahwa menulis musik itu mengalir saja, “jangan terpaku pada teori apa!” ujarnya. Tetapi, ia menegaskan, “bukan berarti kemudian kita sama sekali tidak punya bekal apa untuk menulis musik.”

Made Adnyana lahir dari keluarga pecinta musik. Kakaknya pecinta lagu-lagu The Beatles. Kedua orang tuanya pecinta Titiek Sandhora. Sedangkan Om-nya, penggemar lagu-lagu India. “Tiap hari musik aja yang didengar. Makanya sebelum SD, belum bisa baca, saya sudah tahu lagu-lagu D’Lloyd, The Panbers.”

Berawal dari suka mendengarkan musik, Made Adnyana akhirnya menjadi seorang penulis musik.

Made Adnyana dan Made Adnyana Ole

Lebih lanjut, Adnyana mengatakan bahwa harga yang harus dibayar seseorang sebelum mulai menulis musik adalah; menyukai musik terlebih dahulu. Perkara teknis bisa dipelajari belakangan. Untuk belajar soal teknis penulisan musik, seorang Made Adnyana bahkan meluangkan waktu untuk menonton Akademi Fantasi yang disiarkan Indosiar. “Bukan (untuk) melihat pesertanya, (tapi) saya suka mendengar komentarnya Trie Utami. Karena dari sana saya belajar (berkomentar).”

Dalam menulis ulasan musik, hal terpenting menurut Made Adnyana adalah “jangan pernah alergi terhadap satu jenis musik.” Artinya, penulis ulasan musik yang baik harus melepaskan diri dari fanatisme genre. “Jadi penulis ulasan musik itu harus netral. Netral artinya kita harus menyukai semua.” Ini memang susah. Kalau dari awal kita suka jazz, misalnya, pasti bakal kerepotan menulis tentang rock. Atau sebaliknya. Tapi coba posisikan diri sebagai pendengar, penulis, penikmat yang “sedang” mencari tahu tentang musikalitas band atau penyanyi itu. Lepaskan fanatisme itu, Saudara. Lepaskan!

Ulasan musik selalu disajikan melalui sudut pandang penulis. Ketika seorang penulis musik tidak menyukai suatu karya musik, apa pun alasannya, maka boleh jadi dia akan menulis buruk tentang karya tersebut. Begitu pun sebaliknya. Meski pada satu sisi, ulasan musik juga dituntut menyajikan keberimbangan opini dan fakta-fakta objektif tentang suatu karya. Ketika seorang penulis ulasan musik menuliskan penilaian negatif atas karya tersebut, seharusnya tidak berhenti pada aspek celaan atau penilaian permukaan semata. Penulis ulasan yang baik justru membutuhkan pemaparan argumen yang komprehensif untuk menjelaskan alasan baik/buruk sebuah karya.

Bagaimana Mengemas dan Menarasikan Desa Wisata?

Sebagai seorang penulis ulasan musik, Adnyana mengungkapkan bahwa dalam seni tidak ada kasta tinggi-rendah. “Seni itu semua memiliki ke khasan, kenikmatan masing-masing.”

Penilaian tinggi-rendah seni musik ini terekam dengan baik dalam Jurnalisme Musik dan Selingkar Wilayahnya (2018) karya Idhar Resmadi. Pada tahun 1970-an, terdapat dua genre musik yang saat itu tumbuh besar di Indonesia yaitu rock dan dangdut. Dari sini kemudian muncul istilah “Kampungan versus Gedongan”. Majalah Aktuil, menurut Idhar, “punya peran besar dalam membentuk selera anak muda agar menyukai musik rock sebagai musik keren dan gaul atau musik gedongan.”

Sementara pada era yang sama, “dangdut sering dimunculkan di halaman-halaman Aktuil dan media cetak populer lainnya yang cenderung mengejek atau mengolok dangdut sebagai kampungan dan kolot,” lanjut Idhar dalam bukunya.

Ulasan musik mencakup wilayah-wilayah seperti teknis musik (ritme, akor, melodi, dan lirik) hingga pertunjukan musik (dekorasi panggung, latar panggung, tata lampu, kostum, hingga gerakan tari).

Sebagai moderator, Made Adnyana—-kali ini dengan “Ole”—-menyampaikan kesimpulan sementara sebelum sesi diskusi, “penulis ulasan musik itu sama seperti penulis lain. Artinya, dia harus membekali ilmu-ilmu tentang musik terutama, juga ilmu-ilmu lain; ilmu politik, sosial, lingkungan, psikologi, filsafat. Kalau penyanyi lebih banyak bermain musik; kalau penulis musik lebih banyak membaca. Selain membaca buku ya membaca situasi; membaca perkembangan politik sekarang itu seperti apa pengaruhnya dengan musik.”

Menulis musik sama pentingnya dengan menulis seni yang lain. Dalam tulisanya Apakah Ulasan Musik Masih Penting?, Aris Setyawan menyampaikan, “ulasan musik—atau jika tulisan itu lebih panjang, mendalam, dan komprehensif bisa disebut sebagai kritik musik—itu penting. Kenapa? Karena ia berperan layaknya legislatif yang mengawasi dan menjaga musik sebagai eksekutif agar bekerja dengan sebaik-baiknya.”

Maka menuliskan ulasan musik. Perkara apakah ulasan musik itu kemudian diamini oleh pembaca yang lantas mendengarkan album musik yang diulas atau tidak, itu urusan belakangan. Ya namanya juga panduan kan? Ia tidak selalu harus dituruti. Yang jelas, dengan mengulas musik, kita telah melakukan sesuatu yang penting: berbagi ilmu pengetahuan. Ya, musik adalah bentuk ilmu pengetahuan, bukan sekadar sebuah hiburan semata. Itu.[T]

Tonton video selengkapnya…

Tags: musikTatkala May May May 2022
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pemberdayaan Sumberdaya Arkeologi Sebagai Wisata Alternatif di Nusa Penida

Next Post

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Balada Surat Cinta

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Balada Surat Cinta

Puisi-puisi Gimien Artekjursi | Balada Surat Cinta

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co