13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengalaman adalah Referensi | Catatan Rajangan Barung Teater Kalangan

Agus Noval Rivaldi by Agus Noval Rivaldi
May 12, 2022
in Khas
Pengalaman adalah Referensi | Catatan Rajangan Barung Teater Kalangan

Peserta dan panitia Rajangan Barung di Komunitas Mahima

Teater Kalangan membuka open call bertajuk “Rajangan Barung”. Program ini bertujuan dan berangkat pada fokus menyoal mengajak para koreografer dan penari di Bali untuk menulis kritik/ulasan pertunjukan, proses kreatif seniman, sekaligus menuangkan gagasan praktik artistiknya ke dalam bentuk proposal karya.

Program ini akan berjalan intens dimulai pada bulan Mei dan September 2022 di Bali. Pada program “Rajangan Barung” ditunjukan khusus bagi kalangan koreografer dan penari di Bali. Rangkai program pertama adalah workshop yang berfokus pada dua kegiatan penulisan. Pada program kedua setelah mengikuti workshop, para peserta terpilih akan mengikuti program pengembangan riset dan produksi pertunjukan yang muaranya akan dipresentasikan sebagai karya tumbuh pada 2023 mendatang.

“Rajangan Barung” merupakan serangkaian program karya tumbuh yang diinisiasi Teater Kalangan dalam rangka mendorong kemungkinan pengembangan praktik lintas disiplin pertunjukan seniman muda di Bali. Konteks “Rajangan Barung” mengadaptasi gagasan yang hadir di balik istilah “Rajangan”, yang dalam Bahasa Indonesia artinya racikan, serta “Barung” yang merujuk pada budaya mebarung di Bali. Sekaligus menjadi ajang timbang pertunjukan antar seniman dalam rangka mengukur proses dan capaian karyanya masing-masing.

Program ini diharapkan mampu menjadi ruang produksi dan interaksi beragam pengetahuan serta dapat membuka jejaring ekosistem kajian dan produksi pertunjukan yang lebih kritis, cair, sekaligus reparative terhadap kemungkinan isu yang berkembang dalam kenyataan Bali hari ini.

Kemudian pada tanggal 6-8 Mei kemarin, para peserta terpilih dan beberapa peserta tamu mengikuti kegiatan pertamanya. Berlokasi di Singaraja, para peserta terpilih banyak menghabiskan waktunya di Rumah Belajar Komunitas Mahima.

Soal Mengulas Karya dari Persepsi | Catatan Singkat-Santai Tim Publikasi Rajangan Barung

Dan beberapa melakukan persinggahan menuju tempat-tempat para narasumber yang sudah dipilih. Dari rentan waktu tiga hari tersebut banyak agenda yang para peserta lakukan. Setelah para peserta datang dan sampai di Mahima para peserta disambut sekaligus dipaparkan soal program yang akan dijalankan selama tiga hari mendatang.

Pada hari pertama tanggal 6 Mei, ketika para peserta datang dan sudah cukup untuk beristirahat. Pemateri pertama diisi oleh Made Adnyana Ole atau yang saya akrab panggil Pak Ole. Adalah sastrawan, jurnalis sekaligus pimpinan redaksi media jurnalisme warga bernama tatkala.co. Diskusi yang terjadi banyak menceritakan pengalamannya menulis sebagai jurnalis, serta kemungkinan lain bentuk tulisan yang bisa dikerjakan nanti selama workshop berlangsung.

Kebetulan hari pertama juga saya hadir dan mendengarkan langsung pemaparan yang diberikan oleh Made Adnyana Ole, meskipun tidak semua ceritanya saya tangkap tapi ada beberapa hal-hal penting yang saya amini sebagai pembelajaran. Selain begitu banyak cerita Pak Ole yang sangat menarik dan unik selama perjalanan menulis ulasan pertunjukan atau menulis liputan, Pak Ole juga memberikan keterangan kesalahan kecil yang sering dilakukan penulis.

Kita sering kali terjebak Ketika menulis selalu membutuhkan referensi besar dan sedikit gawat, semacam mecantumkan teori, nama pengarang, judul buku dan bahkan halamannya. Sering kali pada ruang-ruang akademis misalnya, kegiatan menulis menjadi hal yang sangat serius. Harus menyiapkan jiwa yang kuat, 10 gelas kopi, bertumpuk judul buku teori dan hal-hal yang memusingkan penulisnya sendiri.

Ketika Pak Ole menceritakan pengalaman selama menulis hal yang sederhana dan menyenangkan, saya teringat waktu dulu masih duduk di bangku sekolah dasar. Biasanya setelah selesai libur panjang semester atau libur hari raya, hari pertama masuk sekolah pada pelajaran Bahasa Indonesia guru saya selalu menugaskan muridnya untuk menceritakan pengalamnnya kembali selama liburan. Sedetail-detailnya dan seinget-ingetnya, versi masing-masing. Saya ingat bagaimana saya menuliskan perjalanan liburan itu begitu menyenangkan, begitu bersemangat seolah-olah liburan saya lah yang paling mengesankan di banding kawan-kawan saya di kelas.

Tandang Kunjung Melihat Seniman Bekerja | Catatan Singkat-Asyik Tim Publikasi Rajangan Barung

Momen itu yang kemudian sudah tidak saya dapatkan kembali ketika saya menduduki tingkat sekolah yang semakin dewasa. Sampai akhirnya saya mendengar cerita kawan saya yang duduk di bangku kuliah, bagaimana sebenarnya dia sangat ingin menulis. Tapi diberatkan oleh referensi yang dia rujuk itu berangkat dari mana, saya berpikir mungkin itu adalah pola latihan menulis yang terjadi di bangku kuliah.

Kemudian pada workshop pertama yang diberikan oleh Pak Ole, hal itu mungkin bisa menjadi tidak dipikirkan kembali. Karena bagi Pak Ole, referensi itu bisa datang dari mana saja termasuk pengalaman, mendengar music, menonton, cerita orang terdahulu dan kenyataan di lapangan. Bagi Pak Ole menulis tentang ulasan pertunjukan adalah menulis pengalaman kembali paska menonton pertunjukan. Bagaimana kita memberikan pandangan yang mungkin tidak ditangkap oleh orang lain. Menuliskan kembali apa-apa saja kelebihan dan kekurangan selama menonton pertunjukan tersebut.

Demikian juga untuk menulis apapun, termasuk menulis tentang proses kreatif seniman atau proses kreatif sendiri. Bagaimana yang terpenting adalah cara menyampaikan gagasan dengan baik dan banyak dapat dimengerti orang lain. Tidak harus berat-berat dan gunakanlah kemampuan bahasa yang kita miliki. Meskipun memang ada tulisan yang memang berat dan itu suatu waktu dibutuhkan, tapi untuk melatihnya saya rasa kerja-kerja sederhana seperti ini dapat dilakukan.

Workshop hari pertama berjalan begitu hangat, menyenangkan dan menambah banyak wawasan. Terlihat para peserta terpilih dan peserta tamu banyak yang berbagi pengalaman atau sekedar bertanya dalam teknis kepenulisan. Ya tentu saja, masalah yang saya ceritakan tadi jadi pertanyaan salah satu peserta. Workshop dan diskusi berjalan selama dua jam, dan setelah itu para peserta dipersilahkan untuk istirahat makan malam dan mandi.

Malam harinya, sekitar jam 7 malam. Para peserta kembali berkumpul dan melaksanakan kegiatan selanjutnya. Yaitu menonton bareng dokumentasi pertunjukan para narasumber yang akan mengisi pada hari selanjutnya. Ada tiga dokumentasi pertunjukan yang disaksikan; pertunjukan dari Gasti Made Aryana seorang dalang wayang dan penulis yang akrab dipanggi Jro Dalang Sembroli. Pertunjukan dari Kadek Sonia Piscayanti seorang sastrawan, sutradara teater dan akademisi. Dan yang ketiga ada pertunjukan dari Putu Satria Kusuma seorang sutradara teater, filmmaker dan penulis.

Yang Tertangkap Yang Kehilangan | Catatan Singkat dan Foto Esai Tim Publikasi Rajangan Barung

Setelah menyaksikan dokumentasi pertunjukan selama kurang lebih dua jam, penonton dijelaskan sedikit tentang biografi para narasumber dan apa tujuan dari memperkenalkan karya-karya mereka. Setelah itu kegiatan selesai dan peserta diperlsilahkan untuk bersantai, lanjut mengobrol atau langsung istirahat. Saya dan kawan-kawan peserta mengobrol santai sebentar, setelah itu saya memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena esoknya harus bekerja. Pun para peserta esoknya harus melanjutkan kegiatan Rajangan Barung.

Pada hari kedua, pagi hari sekali para peserta bersiap-siap untuk menuju ke lokasi para narasumber tersebut. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Yang kemudian setiap kelompoknya menuju ke lokasi narasumber berproses, untuk mengais informasi tentang narasumber sekaligus menanyakan bagaimana proses kreatif narasumber. Tapi saya yang sebagai anggota Teater Kalangan, tidak ikut menjadi pendamping seperti teman-teman Teater Kalangan lainnya. Karena keharusan untuk bekerja dan menuju kantor, jadi saya hanya mendengar cerita dari kawan-kawan dan peserta. Kegiatan tersebut berlangsung kurang lebih dari jam 9 pagi hingga 3 sore hari.

Setelah itu para peserta balik lagi ke Rumah Belara Komunitas Mahima untuk melanjutkan diskusi temuan para peserta selama mengais informasi ke narasumber. Temuannya bisa banyak bentuk, bisa berupa data, hasil wawancara, foto dan video, cerita serta pengalaman pribadi selama mengikuti program.

Kemudian Pak Ole memfasilitatori temuan para peserta menjadi satu alur cerita yang bisa dijadikan tulisan untuk lebih lanjut. Setelah itu para peserta menuliskan temuannya itu berlanjut menjadi sebuah alur cerita yang matang. Ada yang menulis sambal santai di Mahima, ada yang keluar menikmati suasana kota Singaraja. Menuliskan temuan masing-masing para peserta lakukan sampai dirasa selesai menurutnya masing-masing.

Di hari ketiga atau hari terakhir para peserta pada program workshop pertama ini, saya sama sekali tidak bisa hadir karena ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Saya sedikit sedih karena sebagai anggota Teater Kalangan, saya malah tidak memberi banyak partisipan selama kegiatan berlangsung selian hanya menjadi tim hore di bidang apa saja.

Tapi saya percaya, dari dua hari itu saja sudah cukup menggambarkan bagaimana sebenarnya pengalamanpun adalah hal yang besar untuk dapat dituliskan kembali menjadi sesuatu. Agar kita terbiasa untuk menuliskannya, agar kita terbiasa untuk menceritakan kembali apa yang kita lihat, dengar dan saksikan.

 Saya sangat setuju bahwa referensi itu datang dari mana-mana, dari menonton, mendengar cerita, membaca buku atau melihat fenomena kenyataan hari ini di sekitar tanpa membutuhkan teori yang berat. Meskipun nanti ketika kita menuliskan pengalaman kita dan dibaca oleh orang yang terbiasa menulis menggunakan teori, lalu kita dipertanyakan soal teori apa yang kita pakai. Kita akan sama-sama saling pandang dan tertawa. Dan jangan lupa untuk menjadikan itu juga sebagai sebuah pengalaman. [T]

Tags: Komunitas MahimaRajangan BarungTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Macam-macam Usaha Sukses Orang Buleleng di Denpasar: Siobak, Rujak, Kopi dan Advertising

Next Post

Merasa Orang Paling Sabar di Muka Bumi? Cobalah Jalur Lintasan Pantura Situbondo

Agus Noval Rivaldi

Agus Noval Rivaldi

Adalah penulis yang suka menulis budaya dan musik dari tahun 2018. Tulisannya bisa dibaca di media seperti: Pop Hari Ini, Jurnal Musik, Tatkala dan Sudut Kantin Project. Beberapa tulisannya juga dimuat dalam bentuk zine dan dipublish oleh beberapa kolektif lokal di Bali.

Related Posts

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails
Next Post
Merasa Orang Paling Sabar di Muka Bumi? Cobalah Jalur Lintasan Pantura Situbondo

Merasa Orang Paling Sabar di Muka Bumi? Cobalah Jalur Lintasan Pantura Situbondo

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co