4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tandang Kunjung Melihat Seniman Bekerja | Catatan Singkat-Asyik Tim Publikasi Rajangan Barung

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
May 9, 2022
in Khas
Tandang Kunjung Melihat Seniman Bekerja | Catatan Singkat-Asyik Tim Publikasi Rajangan Barung

Hari ke dua, Sabtu, 7 Mei 2022 program Rajangan Barung berlanjut. Peserta di bagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok mendapat kesempatan untuk berbincang dengan satu seniman. Teknisnya kelompok tersebut akan mengunjungi studio, mengobrol bersama, berdiskusi, tukar gagasan, kemudian hasil temuannya tersebut menjadi satu tulisan mendalam terkait proses kreatif, praktek artistik, atau pengalaman seniman.

Tiga seniman tersebut ialah Kadek Sonia Piscayanti (Sastrawan, Sutradara Teater dan Akademisi), Gusti Made Aryana a.k.a Aji Dalang Sembroli (Dalang dan Penulis) dan Putu Satria Kusuma (sutradara teater, filmaker dan penulis). 

Foto: Gusti Made Aryana

Dari pukul 09.00 Wita kawan-kawan menuju rumah seniman. Gusti Made Aryana di Bakti Seraga, Putu Satria Kusuma di Banyuning sementara Kadek Sonia Piscayanti memilih untuk mengajak kawan-kawan peserta ke Bale Agung – rumah kecilnya. Saya yang bertugas untuk merekam, mengabadikan serta menulis singkat kegiatan ini, cukup menarik untuk berlompatan dari satu tempat ke tempat lain. Bersama Amrita Dharma dan Bertrand Rangga saya disibukkan dengan urusan jadwal, take cepat, mencatat apa yang terlintas serta pintar-pintar memilih waktu  karena sangat berhubungan dengan momen yang kami dapatkan.

Untung para kawan kordinator Agus Wiratama, Dedek Surya dan Sumahardika cukup tanggap  untuk mengabari saya terkait kegiatan yang dilakukan di masing-masing pos. Serta yang membuat bigung adalah kami buta jalan tikus di Singaraja. Jadi menuju ke  tempat hanya berdasakan google map atau endapan perasaan atas ingatan jalan. Ya tentu berulang kali tersesat, namun momen memang nampaknya sengaja berpihak kepada kami. Jeg maan gen adegan yang menarik. 

Foto: Peserta Rajangan Barung di rumah Putu Satria Kusuma

Satu peristiwa tersebut saat kami mengunjungi  Kawasan Bale Agung, ke kelompok Kadek Sonia Piscayanti. Saya terus mengontak Agus Wiratama untuk segera membagikan lokasi. Tapi mungkin karena Agus sedang serius jadi kordinator, dia membagi lokasi saat ia sedang berjalan-jalan di sekitar rumah Bu Sonia. Sial kami tersesat, masuk ke gang-gang rumah orang, semua mata memandang kami, bahkan dua orang bapak-bapak keluar dari rumah, memandang kami dari jauh. Saya tersenyum, mereka tidak membalas, oke sip, saya keluarkan jurus pura-pura menelpon. Lalu melipir keluar gang. 

Langsung saya kontak Agus, Agus melihat kendaraan kami, ia dan kelompok memakai kamen karena akan memasuki daerah pura. Neeeh salah kostum lagi kami bertiga. Amri dan Bertrand dengan cekatan mengeluarkan gear, merekam dan mengabadikan gambar. Sebelumnya sudah saya sampaikan, highlight hari ini adalah para peserta yang mengunjungi studio.

Dalam ketersesatan itu , saya sendiri terpukau melihat rumah-rumah lawas, serta ukiran di pura yang kami kunjungi. Memiliki ukiran khas Singaraja yang rimbit, detail serta ukuran kuri yang gigantik. Kepala boma miring ke kanan, apakah ada artinya? Sementara para kawan peserta mendengar pemaparan Bu Sonia, ada yang sambil mencatat, ada yang merekam, ada pula yang mengabadikan gambar sekitar. 

“Amri, saya minta gambarnya natural yah, gigannya ini harus diambil juga” kata saya pada Amri 

“Siap, Kak Jong”Jawabnya – langsung sat set sot bekerja 

Foto: Peserta Rajangan Barung bersama Kadek Sonia Piscayanti (tengah) di Pura Desa Buleleng

Kemudian perjalanan berlanjut ke rumah Bu Sonia semasa muda, saya sendiri hanya sekali saja sempat berkunjung ke sana. Kali ini saya bisa memperhatikan tata letak bangunan, pohon yang tumbuh menjulang, serta kaca-kaca jendela dan pintu yang nampak tua. Bu Sonia banyak bercerita tentang perjalanan berkeseniannya  bahwa di sanalah embrio komunitas Mahima terbentuk, yang awalnya berupa kegiatan-kegiatan sastra sederhana menjadi seperti sekarang. 

“Kegiatan Mahima  memang kegiatan yang berasal dari rumah, biasanya di belakang ini, saya dulu musikalisasi puisi , sama teman-teman” ujar Bu Sonia, sambil menunjuk ke belakang dari tempat duduknya. 

Di rumah Bu Sonia, para peserta melakukan diskusi sambil duduk lesehan, beralaskan karpet hijau, sambil diwarnai sejumlah pertanyaan, jawaban, dan tentu saja kudapan kue lukis dan kopi panas. Saya menyeruput kopi, lalu melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Ke rumah Putu Satria Kusuma, di Banyuning. 

Kami datang langsung menuju area belakang rumah Pak Putu Satria, tampak ia sedang berbincang serius  dengan kawan peserta. Duduk melingkar di sebuah bangunan  yang dindingnya berwarna merah, sejumlah properti yang pernah yang ia gunakan untuk pentas dipasang di dinding – memperhitungakn estetika dan terukur, antara properti satu, dengan yang lain. Pak Putu tampak bersemangat menjelaskan pengalamannya terkait kegiatan teaternya, mulai dari managemen kampung, pementasan bentuk, pementasan aktor, peristiwa keaktoran hingga sejumlah polemik lomba kesenian.

Foto: Putu Satria Kusuma

Satu hal yang menarik dari perjalanannya adalah bagaimana ia memandang estetita karyanya yang dulu. Yang seringkali dipengaruhi dengan estetika keindahan, simetris, dialog yang kuat, rekayasa laku aktor. Namun hari ini estetika itu ia anggap kurang, dan ingin mencari estetika tanpa mengacu pada hal-hal di atas, ia ingin bentuk lain, bentuk keberantakan namun bukan berdasarkan kengawuran.

“Aku ini berfikir keras untuk kesenianku, mulai dari baca buku, riset lapangan, dikira buat teater mudah. Udah kayak buat tesis”ujarnya serius. 

Selain mendapat jabaran pengalaman berdasarkan diakronik waktu, Pak Putu juga mengajak kawan-kawan peserta untuk membuat pertunjukan singkat. Kami beranjak ke studio di depan. Tim dokumentasi bergegas mengganti lensa, mempersiapkan memori, sementara saya menyiapkan gawai – siaga satu, menangkap momen untuk IG story Teater Kalangan. Benar saja, para kawan peserta diajak membuat satu bentuk pementasan kecil, dengan mengandalkan  konteks ruang, improvisasi, suara dan tubuh. 

Tampak Bryan Ferguson mengambil buku, satu persatu ia hantam ke kepalanya, lalu buku diserahkan ke Krisna Satya, buku dibawa oleh Kesi dan Risna. Ada arahan dari Pak Putu, 

“Baca teksnya, jangan ada pengindahan, lebih keras, keras bacanya” titah sang sutradara

Masing-masing peserta merespon dengan cekatan, terjadilah satu pertunjukan singkat. Mungkin 4 kali di ulang, dengan sejumlah arahan, dan perbaikan, tapi setiap jeda, Pak Putu menjelaskan sejumlah kemungkinan dan refrensi dari pertunjukan yang pernah ia lihat atau baca. Bagi saya laku perintah seperti yang Pak Putu lakukan, merupakan satu bentuk respon tubuh yang terkukung dalam satu batasan. Batasan itu dieksplorasi melalui tubuh, kata, ekspresi serta ruang yang mereka temui secara langsung. Tentu tubuh tidak siap, akhirnya yang dipertunjukan adalah irisan tubuh endap dengan reaksi tubuh yang baru saja mengalami pengalaman baru. 

“Saya merasa saya belum terbiasa dengan kata-kata, biasanya bermain tubuh, jadi masih mencari” ujar Krisna Satya yang sempat merespon buku-buku dengan cara membawanya dan menyekatnya di antara dagu dan badan.

Foto: Gusti Made Aryana  atau AJi Dalang Sembroli

Sejam lagi program studio akan selesai, saya dan tim beranjak ke Gusti Made Aryana  atau AJi Dalang Sembroli. Mobil melaju cepat, sempat kebingungan memilih gang, karena kami bertiga lupa gang yang mana menuju rumahnya. Suara Aji sedang  ngedalang menyambut kedatangan kami. Amri langsung bekerja, Bertrand cepat mengambil kuda-kuda untuk mencet sutter . Aji Dalang rupanya sedang menunjukan satu adegan rapat di awal pertunjukan. Suara Aji menyedot perhatian peserta, tidak ada yang bergerak, semua menyimak ke arah kelir. Cukilan pementasan itu, juga diiringi gender. Ah saya jadi melihat Aji Dalang sedang latihan. Langka ini. 

“Bli Jong sudah joh sajan ini critanya dari tadi,” kata Yogi salah satu peserta menyapa saya.

Memang begitu jika Aji Dalang bercerita, ia saya kenal sebagai sosok yang murah ilmu. Apapun yang ia punya, akan dibagikan tanpa suatu kepentingan. Saya sering bermain ke rumah AJi Dalang, untuk bertukar pikiran, mencari satu bentuk karya pedalangan dari cara pandang berbeda, hingga bercerita tentang kebudayaan-kebudayaan seni pedalangan di Bali  selatan dan utara. Sudah saya tebak, Aji pasti sangat terbuka dengan kegiatan semacam ini, dan ia sangat senang bertemu dengan kawan baru. 

“Dari dulu saya sudah tahu Yogi, dari beberapa kawan dan baca di FB. Akhirnya kita ketemu, ini mungkin karma baik saya” ujar Aji Dalang kepada Yogi.

Pukul 15.00 Wita, program berkunjung selesai. Semua kelompok kembali ke rumah belajar Mahima. Saya juga bergegas, tim back up data. Hari yang melelahkan, setelah program hari ke dua, kawan –  kawan peserta akan menulis dan membicangkan temuannya ke fasilitator. [T][Foto-foto: Dok Teater Kalangan]

Tags: Jero Dalang SembroliKadek Sonia PiscayantiPutu Satria KusumaRajangan BarungTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Soal Mengulas Karya dari Persepsi | Catatan Singkat-Santai Tim Publikasi Rajangan Barung

Next Post

Film Pendek “Putu, Berbeda Tetap Keluarga”: Merawat Tradisi, Menjunjung Toleransi

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Film Pendek “Putu, Berbeda Tetap Keluarga”: Merawat Tradisi, Menjunjung Toleransi

Film Pendek “Putu, Berbeda Tetap Keluarga”: Merawat Tradisi, Menjunjung Toleransi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co