24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Soal Mengulas Karya dari Persepsi | Catatan Singkat-Santai Tim Publikasi Rajangan Barung

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
May 7, 2022
in Khas
Soal Mengulas Karya dari Persepsi | Catatan Singkat-Santai Tim Publikasi Rajangan Barung

+62813xxxxxx -Krisna Satya
Halo kami sudah sesuai map, tp nggk nyampe (sedikit tersesat)
11.48

Satu pesan Krisna Satya kemudian dijawab oleh dua orang lain di group whatshap. Beberapa jam setelah itu satu persatu kawan-kawan peserta datang.

Jumat, 6 Mei 2022,  merupakan hari pertama lokakarya kepenulisan Rajangan Barung – Teater Kalangan bekerja sama dengan tatkala.co, yang dilaksanakan di rumah belajar Mahima, Singaraja-Buleleng. 

Sedikit terlambat dari waktu yang dijadwalkan, karena menunggu satu peserta – Bryan Ferguson. Tapi menunggu tidak membuat kami bosan, kami memulai percakapan satu sama lain, sebab ini pertama kali bertemu secara langsung, sebelumnya hanya melalui dunia virtual.

Saya mengobrol panjang dengan Yogi Sukawiadnyana, satu peserta tamu dari Negara – Jembrana, ia seorang komposer. Mulai dari garapan yang ia kerjakan,  hingga sejumlah isu-isu terkini soal kekaryaan musik, maklum saya cukup lama tak berjumpa dengannya. 

Sementara yang lain Nyoman Krisna Satya Utama, Anak Agung Gde Dalem Segara Putra, tampak asik berbincang dengan Pak Made Adnyana Ole. Trina Acacia, Dewa Putu Kresna Riawan dan  Aristadewi juga asik ketawa-ketiwi membicarakan perjalanan mereka hingga tiba di Buleleng. 

Bryan Ferguson akhirnya datang, menyapa kita semua lalu duduk-membuka sepatu, lantas memeras kaos kaki. Mungkin menerobos hujan saat menuju perjalanan ke sini, saya tidak sempat bertanya karena mengurus persiapan bersama tim.

Tidak berselang lama setelah kedatangan Bryan, kawan-kawan Mahasiswa STAH Mpu Kuturan datang sebagai peserta .  Langsung saja Rajangan Barung dibuka dengan santai oleh Wayan Sumahardika selaku Project Manager, kemudian Sonia Piscayanti selaku direktur Mahima Institute Indonesia, lalu lanjut bersama Made Adnyana Ole (selanjutnya saya sebut Pak Ole saja ya) sebagai fasilitator kepenulisan.

Format hari pertama sebenarnya diskusi, namun saya lebih merasa seperti sesi berbagi pengalaman yang santai, asik dan menyenangkan. Pak Ole tidak memaparkan materi dengan slide-slide seperti seorang dosen menjelaskan kepada mahasiswanya, melainkan dengan banyak menceritakan pengalamannya sebagai seorang jurnalis, lalu melebar ke cerita-cerita yang berkaitan dengan konteks kepenulisannya. Tapi kemudian kembali lagi ke topik utama, lalu melompat lagi ke peristiwa lain. Seperti cerita-cerita di mukak leneng, atau saat saya dan beberapa kawan duduk melingkar bersama Pak Ole di Mahima pada hari biasa. 

Menurut pengalaman Pak Ole, menulis ulasan pertunjukan, menulis gagasan karya, adalah hal yang penting dilakukan.  Menulis ulasan pertunjukan itu untuk memberi satu pandangan dan kemungkinan baru dari sudut pandang penulis, sementara menulis gagasan karya untuk menjelaskan sejarah pemikiran seorang seniman dalam membentuk satu gagasan/ide menuju ke bentuk pertunjukan. 

Begini, ada satu layer pengalaman Pak Ole yang perlu saya jelaskan, ia adalah seorang jurnalis dan banyak menulis ulasan tentang pertunjukan, terutama pertunjukan tradisi. Ia sering menemukan seniman-seniman tradisi tidak mampu mengartikulasikan karyanya dengan bahasa – tulisan. Peristiwa ini sering ia jumpai saat sinopsis pertunjukan di PKB dibacakan oleh pembawa acara. Bahkan lebih ironisnya sinopsis yang ia jumpai sering hanya berulang dari tahun ke tahun.

Dari sinopsis saja tidak selesai, bagaimana kemudian akan menuliskan karyanya lebih dalam, padahal karya tersebut dikerjakan sendiri, dan berasal dari idenya sendiri. Apalagi………. akan menuliskan karya orang lain, tentu tidak mungkin terjadi, bahkan lebih parahnya sering kali kawan seniman terpesona hanya di wilayah bentuk atau visual, tanpa memiliki keingintahuan atas ruang kritis di balik penciptaan satu karya. 

Maka dari itu seorang penulis harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap satu peristiwa, dalam hal ini peristiwa panggung. Rasa ingin tahu inilah modal dasar sebagai penulis, ditambah lagi dengan latar belakang ilmu pengetahuan  si penulis. Sebab penulis ulasan memiliki satu persepsi tersendiri untuk mengungkapkan makna atau interpretasi yang ia temukan. Persepsi kemudian memberikan satu warna makna yang liyan, bahkan akan berbeda sama sekali dari pencipta karya tersebut. Hanya saja persepsi haruslah memiliki bukti-bukti, alasan-alasan, refrensi untuk menguatkan persepsi menjadi satu daya sudut pandang yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Bagi saya, proses persepsi ini adalah yang paling saya suka, karena setiap orang bisa menggunakan pisau bedah apapun, dari sejarah, tari, teater, analisis sosial, antropologi, makanan dan lain sebagainya. Setiap pengulas tentu datang dengan isi kepala, mereka tidak kosong, dan pengalaman menonton merupakan  peristiwa intim, sifatnya privasi, tidak semua endapan memori pengulas memiliki kesamaan yang sama persis. Jadi pengulas memiliki ruang interpretasi yang ditunggu-tunggu. Siapa yang menunggu ? Nah itu ….

“Tapi kadang kala, si kreator tidak menanggapi pengulas sebagai bahan untuk belajar, banyakan yang ngeles. Padahal itu modal untuk karya selanjutnya, dan melihat karya dari kaca mata pengulas,” kata Pak Ole.  

Khusus untuk menulis ulasan  Pak Ole memberikan satu tahapan yang dapat diikuti alurnya  yaitu deskripsi, analisis, persepsi dan evaluasi. Pada tahapan ini unsur 5W 1H (What, Who, When, Why, Where + How) amat penting seperti karya-karya jurnalis lain.

Persepsi sudah saya jelaskan di atas, yang lain seperti deskripsi berisi tentang apa yang dilihat oleh pengulas saat peristiwa panggung terjadi. Saya juga suka untuk menulis deskripsi lengkap, terutama sejumlah adegan yang membuat saya mengalami perasaan menonton berbeda. Kemudian dari deskripsi akan menemukan bentuk-bentuk, misal bentuk tubuh, nah dapat dilanjut untuk menganalisis dengan teori tertentu atau menyandingkan pengalaman pengulas dengan peristiwa tersebut. Jangan dibayangkan akan menggunakan teori berat-berat , itu bisa juga dilakukan, namun arah yang diinginkan lebih pada analisis kontekstual ruang dan waktu. 

Pak Ole menjelaskan dengan satu contoh kasus geguritan I Cetrung. Mengisahkan burung Cetrung yang biasanya membesarkan anak-anak mereka di antara batang padi. Burung Cetrung akan merangkai padi sedemikian rupa, untuk menaruh telur-telur mereka. Biasanya dari telur hingga anak-anaknya bisa terbang, burung Cetrung membutuhkan waktu 5 bulan.

Dulu sebelum revolusi hijau zaman Soeharto petani di Bali memanen padinya 6-7 bulan sekali. Namun ketika program itu masuk, panen raya hanya berlangsung 3-4 bulan. Alhasil ketika panen raya banyak ditemukan sarang-sarang burung Cetrung berisi anak-anak mereka yang masih berwarna merah. Hingga kemungkinan besar burung Cetrung akan menipis populasinya. Dari geguritan Cetrung dapat ditarik analisis mengenai kebijakan negara, ketahanan pangan, serta mengarah pada ekosistem burung cetrung dalam rantai makanan di sawah. 

Kemudian terakhir evaluasi, dapat berupa pujian atau cacian. Evaluasi dapat digunakan untuk menemukan celah bagi kreator untuk mengetahui kekuatan pentas tersebut. Celah ini dapat berupa hal baik, yang harus terus ditingkatkan, kemudian hal buruk yang kemungkinan dapat digali lebih lanjut, atau dihilangkan. 

Yah. Secara ideal memang begitu, tapi sepengalaman saya menulis ulasan, jika saya menohok karya sang kreator, apalagi karya di luar teater, kawan-kawan yang saya ulas, biasanya langsung membentengi dengan berbagai alasan, intinya tidak mau dikritik karyanya.

Nah kalau saya bertemu dengan kasus begitu, saya langsung melipir saja. Bilang maaf, jika tulisan saya jahat, lalu ngeloyor nonton pertunjukan lainnya. Satu sisi saya  menggerutu, kok nggak ada yang nulis ulasan tentang pertunjukan saya sih….ish… 

Yogi angkat tangan ingin bertanya : 

“Kalau menulis, saya disarankan oleh seorang kawan, agar terus menulis saja, saya pun melakukannya, saya menulis panjang dengan sangat percaya diri, penuh emosi, lalu setelah tulisan jadi, saya baca, kok saya nggak percaya diri lagi ya, kok tulisan saya salah ini kayaknya,” ujar Yogi Sukawiadnyana saat mengisahkan sekaligus menanyakan pengalamannya tersebut. 

Pak Ole menjelaskan bahwa emosi harus ada dalam setiap tulisan, namun tidak semua emosi dapat dituangkan dengan mentah. Tulisan perlu ditata dalam sistem editing dengan keadaan yang tenang dan santai. Setelah menulis panjang dengan emosional, tulisan kemudian dijeda, minum kopi sejenak, menyesap rokok, lalu kembali lagi duduk di depan laptop, untuk menata dan memotong tulisan yang tidak perlu.

“Setelah belajar menulis, tahap selanjutnya adalah tahap memotong – menghapus. Memang semakin banyak kita tahu itu bagus, namun tidak semua informasi dapat mendukung satu gagasan, maka dari itu kita belajar menghilangkan, atau disimpan gagasan itu,” ujar pak Ole.

Waktu menunjukkan pukul 17.00 Wita, saatnya istirahat. Peserta kemudian mandi, istirahat sejenak, ada yang jalan-jalan ke pantai. Sesi kedua berlangsung pukul 19.00 Wita, menonton dokumenter 3 narasumber bekal untuk program hari ke dua. Siapa narasumbernya, besok saja saya ceritakan, di catatan singkat hari kedua . [T]

Tags: LiterasiRajangan Barungseni pertunjukanTeater Kalangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Half Underwater Photography”, Perpaduan Harmonis Keindahan Alam Bawah Laut dan Daratan

Next Post

Tandang Kunjung Melihat Seniman Bekerja | Catatan Singkat-Asyik Tim Publikasi Rajangan Barung

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Tandang Kunjung Melihat Seniman Bekerja | Catatan Singkat-Asyik Tim Publikasi Rajangan Barung

Tandang Kunjung Melihat Seniman Bekerja | Catatan Singkat-Asyik Tim Publikasi Rajangan Barung

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co