3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
October 14, 2021
in Opini
Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

Ilustrasi diolah dari gambar di Google

Saat pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Indonesia atau negara lainnya, masyarakat selalu ada polarisasi. Ada yang pilih pasangan A dan ada yang pilih pasangan B begitu seterusnya. Hal yang lumrah masing-masing pendukung mengatakan yang terbaik tentang calon yang diusungnya. Sayangnya ini membuat pendukung cenderung mencari sumber data yang membuat calonnya terlihat semakin kuat, padahal ada data lain yang mungkin melemahkan calon yang diusung. Namun para pendukung lebih cenderung menggunakan data-data yang sesuai dengan keinginannya. Inilah yang disebut Confirmation bias.

Confirmation bias tidak hanya terjadi pada kasus tersebut namun juga termasuk dalam bidang pasar modal, pandemi COVID 19 saat pendukung teori-teori tertentu cenderung menutup mata dan telinga terhadap data-data yang ada dari sisi yang berlawanan, hingga industri otomotif. Sehingga hal ini akan mempengaruhi kedua belah pihak. Confirmation bias didefinisikan sebagai perilaku sesorang yang cenderung hanya memperhatikan informasi yang sejalan dengan pemikirannya saja.

Berkaca dari hal itu, mari kita kupas perang antara Tesla dan Toyota. Toyota merupakan perusahaan besar dari Jepang yang mendunia sekitar tahun 1980-an. Produk yang ada di lapangan sering berseliweran di jalan-jalan atau di garasi rumah kita. Kualitas dan efisiensinya yang lebih bagus dibandingkan mobil Amerika membuat Toyota mendunia.

Dalam buku Toyota Way  oleh Jeffrey K Linker disebutkan bahwa Toyota memiliki konsistensi dalam hal produk dan prosesnya dengan penjualan lebih dari 6 juta mobil per tahun dengan keuntungan tahunan per Maret 2003 sebesar 8,13 miliar dolar. Berdasarkan laporan tahunan Toyota Maret tahun 2020 menunjukkan penjualan bersih sebesar 2.171,3 miliar yen, menurun 43,6 miliar yen (2%) dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan keuntungannya dari tahun 2018 hingga tahun 2020 mengalami penurunan tiap tahun yaitu 173.816 miliar yen turun menjadi 150,187 miliar yen di tahun 2020.

Lalu apa hubungannya dengan adanya kemungkinan bias confirmation? Hal ini terkait dengan pernyataan dari Presiden Toyota dalam The Wall Street Journal. Akio Toyoda mengatakan bahwa jika Jepang tergesa-gesa memutuskan untuk menggunakan mobil listrik maka akan menimbulkan runtuhnya bisnis industri mobil serta menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan. Selain itu menurutnya kebanyakan sumber lisrik dari membakar batu bara dan gas alami sehingga semakin banyak karbondioksida yang didapat serta harga baterai yang mahal. Hal ini respon dari laporan lokal di awal Desember dimana pemerintah Jepang akan tidak mengijinkan mobil berbahan bakar gas mulai tahun 2035.

Padahal listrik tidak hanya dihasilkan melalui batu bara maupun gas alam, tapi juga bisa melalui sumber energi terbarukan yang masih dikembangkan atau sudah dikembangkan seperti sinar matahari, angin, air, dan-lain-lain.Selain itu saat ini biaya baterai kendaraan listrik turun di bawah 100 dolar per kWh untuk pertama kalinya yang kemungkinan ke depan bisa lebih murah lagi.Selain itu mobil yang dikembangkan Toyota adalah mobil hibrid yang belum tentu diijinkan tahun 2035 di Jepang sehingga menguatkan kemungkinan mengapa CEO Toyota menyerang pernyataan pemerintah untuk beralih segera ke mobil listrik.

Sementara itu, Tesla merupakan merk kendaraan listrik yang pertama kali berkembang sejak tahun 2003 di Amerika Serikat. Tesla menjadi terkenal karena performanya yang dikatakan bagus untuk lingkungan dan konsumsi bahan bakar yang sedikit. Di tahun 2019 pasar Tesla di China mencapai 0,2-0,5% namun diprediksi semakin kompetitif semakin hari. Dari tahun 2018 ke 2019 terjadi peningkatan produksi kendaraan dari energi terbarukan di China dari 126 juta menjadi 160-170 juta.

Gambar. Produksi Kendaraan dari Energi Terbarukan di China

CEO Tesla, Elon Musk, berpikir sebaliknya yaitu cahaya matahari dan angin akan menjadi sumber energi terbaharukan yang sangat potensial untuk disimpan di baterai. Kendaraan mobil listrik biayanya 35% lebih rendah dibandingkan kendaraan dengan bahan bakar minyak. Diperkirakan mobil sedan kecil menghabiskan biaya 6.957 dolar untuk dikendarai sejauh 15.000 mil. Sedangkan dengan mobil listrik hanya menghabiskan rata-rata 540 dolar dengan jarak yang sama.

Kedua pemimpin perusahaan otomotif ini memiliki pandangan yang berbeda terkait kendaraan listrik dengan kendaraan dari bahan bakar minyak. CEO Toyota beranggapan mobil listrik berakibat buruk terhadap lingkungan dengan kemungkinan ada pengurangan lapangan pekerjaan jika dilakukan secara dini. Sedangkan CEO Tesla beranggapan justru dengan mobil listrik dengan sumber energi terbarukan merupakan peluang mengurangi polusi global dan menghemat biaya. Lapangan kerja akan teralihkan ke proses pembuatan dan pengolahan energi terbarukan, penyimpanan, hingga pemasaran energy terbarukan yang efektif dan efisien.

Menurut penelitian dari Park dkk (2010) tindakan confirmation bias menyebabkan overconfidence/terlalu yakin. Masalahnya kemudian adalah kesalahan dalam mengambil keputusan dan tidak terkontrol dengan baik. Untuk mengurangi bias confirmation yang menghasilkan overconvidence seperti jangan meremehkan risiko penurunan dengan menunjukkan penelitian praktisi akademisi.

Tanda warning ini mulai terlihat dari penurunan keuntungan Toyota dari 3 tahun terakhir. Begitu pula Tesla bukanlah pemain solo dalam industri kendaraan dari bahan bakan listrik, masih banyak produsen-produsen lain yang sudah mulai membuka kesempatan untuk menyalip dan memanfaatkan momentum. Siapakah yang tergelincir? Atau malah keduanya semakin lari makin cepat? Semoga tidak mengalami overconfidence yang pada akhirnya berakhir dalam catatan buku-buku masa lalu yang tinggal kenangan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [2] : Nasionalisme, Islamisme, Marxisme

Next Post

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails
Next Post
Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co