12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
October 14, 2021
in Opini
Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

Ilustrasi diolah dari gambar di Google

Saat pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Indonesia atau negara lainnya, masyarakat selalu ada polarisasi. Ada yang pilih pasangan A dan ada yang pilih pasangan B begitu seterusnya. Hal yang lumrah masing-masing pendukung mengatakan yang terbaik tentang calon yang diusungnya. Sayangnya ini membuat pendukung cenderung mencari sumber data yang membuat calonnya terlihat semakin kuat, padahal ada data lain yang mungkin melemahkan calon yang diusung. Namun para pendukung lebih cenderung menggunakan data-data yang sesuai dengan keinginannya. Inilah yang disebut Confirmation bias.

Confirmation bias tidak hanya terjadi pada kasus tersebut namun juga termasuk dalam bidang pasar modal, pandemi COVID 19 saat pendukung teori-teori tertentu cenderung menutup mata dan telinga terhadap data-data yang ada dari sisi yang berlawanan, hingga industri otomotif. Sehingga hal ini akan mempengaruhi kedua belah pihak. Confirmation bias didefinisikan sebagai perilaku sesorang yang cenderung hanya memperhatikan informasi yang sejalan dengan pemikirannya saja.

Berkaca dari hal itu, mari kita kupas perang antara Tesla dan Toyota. Toyota merupakan perusahaan besar dari Jepang yang mendunia sekitar tahun 1980-an. Produk yang ada di lapangan sering berseliweran di jalan-jalan atau di garasi rumah kita. Kualitas dan efisiensinya yang lebih bagus dibandingkan mobil Amerika membuat Toyota mendunia.

Dalam buku Toyota Way  oleh Jeffrey K Linker disebutkan bahwa Toyota memiliki konsistensi dalam hal produk dan prosesnya dengan penjualan lebih dari 6 juta mobil per tahun dengan keuntungan tahunan per Maret 2003 sebesar 8,13 miliar dolar. Berdasarkan laporan tahunan Toyota Maret tahun 2020 menunjukkan penjualan bersih sebesar 2.171,3 miliar yen, menurun 43,6 miliar yen (2%) dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan keuntungannya dari tahun 2018 hingga tahun 2020 mengalami penurunan tiap tahun yaitu 173.816 miliar yen turun menjadi 150,187 miliar yen di tahun 2020.

Lalu apa hubungannya dengan adanya kemungkinan bias confirmation? Hal ini terkait dengan pernyataan dari Presiden Toyota dalam The Wall Street Journal. Akio Toyoda mengatakan bahwa jika Jepang tergesa-gesa memutuskan untuk menggunakan mobil listrik maka akan menimbulkan runtuhnya bisnis industri mobil serta menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan. Selain itu menurutnya kebanyakan sumber lisrik dari membakar batu bara dan gas alami sehingga semakin banyak karbondioksida yang didapat serta harga baterai yang mahal. Hal ini respon dari laporan lokal di awal Desember dimana pemerintah Jepang akan tidak mengijinkan mobil berbahan bakar gas mulai tahun 2035.

Padahal listrik tidak hanya dihasilkan melalui batu bara maupun gas alam, tapi juga bisa melalui sumber energi terbarukan yang masih dikembangkan atau sudah dikembangkan seperti sinar matahari, angin, air, dan-lain-lain.Selain itu saat ini biaya baterai kendaraan listrik turun di bawah 100 dolar per kWh untuk pertama kalinya yang kemungkinan ke depan bisa lebih murah lagi.Selain itu mobil yang dikembangkan Toyota adalah mobil hibrid yang belum tentu diijinkan tahun 2035 di Jepang sehingga menguatkan kemungkinan mengapa CEO Toyota menyerang pernyataan pemerintah untuk beralih segera ke mobil listrik.

Sementara itu, Tesla merupakan merk kendaraan listrik yang pertama kali berkembang sejak tahun 2003 di Amerika Serikat. Tesla menjadi terkenal karena performanya yang dikatakan bagus untuk lingkungan dan konsumsi bahan bakar yang sedikit. Di tahun 2019 pasar Tesla di China mencapai 0,2-0,5% namun diprediksi semakin kompetitif semakin hari. Dari tahun 2018 ke 2019 terjadi peningkatan produksi kendaraan dari energi terbarukan di China dari 126 juta menjadi 160-170 juta.

Gambar. Produksi Kendaraan dari Energi Terbarukan di China

CEO Tesla, Elon Musk, berpikir sebaliknya yaitu cahaya matahari dan angin akan menjadi sumber energi terbaharukan yang sangat potensial untuk disimpan di baterai. Kendaraan mobil listrik biayanya 35% lebih rendah dibandingkan kendaraan dengan bahan bakar minyak. Diperkirakan mobil sedan kecil menghabiskan biaya 6.957 dolar untuk dikendarai sejauh 15.000 mil. Sedangkan dengan mobil listrik hanya menghabiskan rata-rata 540 dolar dengan jarak yang sama.

Kedua pemimpin perusahaan otomotif ini memiliki pandangan yang berbeda terkait kendaraan listrik dengan kendaraan dari bahan bakar minyak. CEO Toyota beranggapan mobil listrik berakibat buruk terhadap lingkungan dengan kemungkinan ada pengurangan lapangan pekerjaan jika dilakukan secara dini. Sedangkan CEO Tesla beranggapan justru dengan mobil listrik dengan sumber energi terbarukan merupakan peluang mengurangi polusi global dan menghemat biaya. Lapangan kerja akan teralihkan ke proses pembuatan dan pengolahan energi terbarukan, penyimpanan, hingga pemasaran energy terbarukan yang efektif dan efisien.

Menurut penelitian dari Park dkk (2010) tindakan confirmation bias menyebabkan overconfidence/terlalu yakin. Masalahnya kemudian adalah kesalahan dalam mengambil keputusan dan tidak terkontrol dengan baik. Untuk mengurangi bias confirmation yang menghasilkan overconvidence seperti jangan meremehkan risiko penurunan dengan menunjukkan penelitian praktisi akademisi.

Tanda warning ini mulai terlihat dari penurunan keuntungan Toyota dari 3 tahun terakhir. Begitu pula Tesla bukanlah pemain solo dalam industri kendaraan dari bahan bakan listrik, masih banyak produsen-produsen lain yang sudah mulai membuka kesempatan untuk menyalip dan memanfaatkan momentum. Siapakah yang tergelincir? Atau malah keduanya semakin lari makin cepat? Semoga tidak mengalami overconfidence yang pada akhirnya berakhir dalam catatan buku-buku masa lalu yang tinggal kenangan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [2] : Nasionalisme, Islamisme, Marxisme

Next Post

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post
Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co