3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
October 14, 2021
in Opini
Perang Tesla vs Toyota: Sebuah “Confirmation Bias”?

Ilustrasi diolah dari gambar di Google

Saat pemilihan umum presiden dan wakil presiden di Indonesia atau negara lainnya, masyarakat selalu ada polarisasi. Ada yang pilih pasangan A dan ada yang pilih pasangan B begitu seterusnya. Hal yang lumrah masing-masing pendukung mengatakan yang terbaik tentang calon yang diusungnya. Sayangnya ini membuat pendukung cenderung mencari sumber data yang membuat calonnya terlihat semakin kuat, padahal ada data lain yang mungkin melemahkan calon yang diusung. Namun para pendukung lebih cenderung menggunakan data-data yang sesuai dengan keinginannya. Inilah yang disebut Confirmation bias.

Confirmation bias tidak hanya terjadi pada kasus tersebut namun juga termasuk dalam bidang pasar modal, pandemi COVID 19 saat pendukung teori-teori tertentu cenderung menutup mata dan telinga terhadap data-data yang ada dari sisi yang berlawanan, hingga industri otomotif. Sehingga hal ini akan mempengaruhi kedua belah pihak. Confirmation bias didefinisikan sebagai perilaku sesorang yang cenderung hanya memperhatikan informasi yang sejalan dengan pemikirannya saja.

Berkaca dari hal itu, mari kita kupas perang antara Tesla dan Toyota. Toyota merupakan perusahaan besar dari Jepang yang mendunia sekitar tahun 1980-an. Produk yang ada di lapangan sering berseliweran di jalan-jalan atau di garasi rumah kita. Kualitas dan efisiensinya yang lebih bagus dibandingkan mobil Amerika membuat Toyota mendunia.

Dalam buku Toyota Way  oleh Jeffrey K Linker disebutkan bahwa Toyota memiliki konsistensi dalam hal produk dan prosesnya dengan penjualan lebih dari 6 juta mobil per tahun dengan keuntungan tahunan per Maret 2003 sebesar 8,13 miliar dolar. Berdasarkan laporan tahunan Toyota Maret tahun 2020 menunjukkan penjualan bersih sebesar 2.171,3 miliar yen, menurun 43,6 miliar yen (2%) dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan keuntungannya dari tahun 2018 hingga tahun 2020 mengalami penurunan tiap tahun yaitu 173.816 miliar yen turun menjadi 150,187 miliar yen di tahun 2020.

Lalu apa hubungannya dengan adanya kemungkinan bias confirmation? Hal ini terkait dengan pernyataan dari Presiden Toyota dalam The Wall Street Journal. Akio Toyoda mengatakan bahwa jika Jepang tergesa-gesa memutuskan untuk menggunakan mobil listrik maka akan menimbulkan runtuhnya bisnis industri mobil serta menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan. Selain itu menurutnya kebanyakan sumber lisrik dari membakar batu bara dan gas alami sehingga semakin banyak karbondioksida yang didapat serta harga baterai yang mahal. Hal ini respon dari laporan lokal di awal Desember dimana pemerintah Jepang akan tidak mengijinkan mobil berbahan bakar gas mulai tahun 2035.

Padahal listrik tidak hanya dihasilkan melalui batu bara maupun gas alam, tapi juga bisa melalui sumber energi terbarukan yang masih dikembangkan atau sudah dikembangkan seperti sinar matahari, angin, air, dan-lain-lain.Selain itu saat ini biaya baterai kendaraan listrik turun di bawah 100 dolar per kWh untuk pertama kalinya yang kemungkinan ke depan bisa lebih murah lagi.Selain itu mobil yang dikembangkan Toyota adalah mobil hibrid yang belum tentu diijinkan tahun 2035 di Jepang sehingga menguatkan kemungkinan mengapa CEO Toyota menyerang pernyataan pemerintah untuk beralih segera ke mobil listrik.

Sementara itu, Tesla merupakan merk kendaraan listrik yang pertama kali berkembang sejak tahun 2003 di Amerika Serikat. Tesla menjadi terkenal karena performanya yang dikatakan bagus untuk lingkungan dan konsumsi bahan bakar yang sedikit. Di tahun 2019 pasar Tesla di China mencapai 0,2-0,5% namun diprediksi semakin kompetitif semakin hari. Dari tahun 2018 ke 2019 terjadi peningkatan produksi kendaraan dari energi terbarukan di China dari 126 juta menjadi 160-170 juta.

Gambar. Produksi Kendaraan dari Energi Terbarukan di China

CEO Tesla, Elon Musk, berpikir sebaliknya yaitu cahaya matahari dan angin akan menjadi sumber energi terbaharukan yang sangat potensial untuk disimpan di baterai. Kendaraan mobil listrik biayanya 35% lebih rendah dibandingkan kendaraan dengan bahan bakar minyak. Diperkirakan mobil sedan kecil menghabiskan biaya 6.957 dolar untuk dikendarai sejauh 15.000 mil. Sedangkan dengan mobil listrik hanya menghabiskan rata-rata 540 dolar dengan jarak yang sama.

Kedua pemimpin perusahaan otomotif ini memiliki pandangan yang berbeda terkait kendaraan listrik dengan kendaraan dari bahan bakar minyak. CEO Toyota beranggapan mobil listrik berakibat buruk terhadap lingkungan dengan kemungkinan ada pengurangan lapangan pekerjaan jika dilakukan secara dini. Sedangkan CEO Tesla beranggapan justru dengan mobil listrik dengan sumber energi terbarukan merupakan peluang mengurangi polusi global dan menghemat biaya. Lapangan kerja akan teralihkan ke proses pembuatan dan pengolahan energi terbarukan, penyimpanan, hingga pemasaran energy terbarukan yang efektif dan efisien.

Menurut penelitian dari Park dkk (2010) tindakan confirmation bias menyebabkan overconfidence/terlalu yakin. Masalahnya kemudian adalah kesalahan dalam mengambil keputusan dan tidak terkontrol dengan baik. Untuk mengurangi bias confirmation yang menghasilkan overconvidence seperti jangan meremehkan risiko penurunan dengan menunjukkan penelitian praktisi akademisi.

Tanda warning ini mulai terlihat dari penurunan keuntungan Toyota dari 3 tahun terakhir. Begitu pula Tesla bukanlah pemain solo dalam industri kendaraan dari bahan bakan listrik, masih banyak produsen-produsen lain yang sudah mulai membuka kesempatan untuk menyalip dan memanfaatkan momentum. Siapakah yang tergelincir? Atau malah keduanya semakin lari makin cepat? Semoga tidak mengalami overconfidence yang pada akhirnya berakhir dalam catatan buku-buku masa lalu yang tinggal kenangan. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [2] : Nasionalisme, Islamisme, Marxisme

Next Post

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Tumpek Wariga, Ethos Kerja Respek pada Alam

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co