3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberian Pangan Kepada Masyarakat | PPKM Ala Tabanan Music Addiction

Julio Saputra by Julio Saputra
July 13, 2021
in Khas
Pemberian Pangan Kepada Masyarakat | PPKM Ala Tabanan Music Addiction

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Sejak pukul 15.00 Wita, orang-orang datang satu per satu dan berkumpul di sekitar Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Delod Peken, Tabanan, menjadikan suasana Minggu, 11 Juli 2021 di tempat tersebut berbeda dari biasanya. Sambil tetap memakai masker dan menjaga jarak satu sama lain, mereka duduk berteduh dari matahari sore yang menyengat. Usut punya usut, mereka di sana sedang menunggu kedatangan dari Tabanan Music Addiction yang akan mengadakan PPKM alias Pemberian Pangan Kepada Masyarakat, sebuah bantuan yang sekiranya bisa sedikit membantu di masa pandemi.

Barulah, beberapa saat kemudian, 10 orang pemuda datang, membawa 90 porsi pangan dan sembako yang sudah diikat rapi menjadi satu. Kontan saja, kehadiran mereka diserbu masyarakat yang sudah menunggu. Salah seorang dari 10 pemuda tersebut kemudian mengatur situasi agar kondusif. Ia mengarahkan masyarakat untuk menjaga jarak, kemudian masyarakat pun diatur agar berbaris rapi untuk menerima seikat porsi pangan dan sembako. Satu orang hanya boleh menerima satu porsi saja. Tidak berlangsung lama, 90 porsi pangan dan sembako tersebut sudah habis dibagikan. Gerakan sosial membagikan pangan dan sembako kepada masyarakat umum itu sukses dilakukan.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction {foto: Yoga Wex]

Munculnya Ide Membentuk PPKM

Yoga Wex, salah seorang anggota dari Tabanan Music Addiction mengatakan bahwa gerakan tersebut adalah salah satu urun daya mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang mewabah sejak tahun 2020, terlebih sejak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat diterapkan oleh pemerintah pada 3 Juli 2021 membuat banyak warga mengeluh karena kesulitan bekerja. Bahkan, sejak 10 Juli 2021, sektor non esensial juga diharuskan tutup dan 100 persen bekerja dari rumah. Sementara pedagang yang menyediakan kebutuhan makanan dan minuman hanya diizinkan buka hingga pukul 20.00 Wita . Tentu saja kedua hal tersebut sangat berdampak kepada masyarakat.

“Ada banyak orang yang terdampak, tidak hanya terdampak pandemi, tapi juga terdampak PPKM. Teman-teman kami banyak yang menjadi pelaku UMKM, dan mereka juga terdampak. Karena kami tahu bagaimana dampak dari pandemi dan PPKM ini, akhirnya kami membuat sebuah gerakan sosial yang harapannya dapat membantu sesama. Dari rakyat untuk rakyat” ujarnya santai namun serius.

Menurut penuturannya, di luar sana ada banyak masyarakat yang harus tetap bekerja agar kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi, terutama masyarakat kecil yang bekerja di sektor informal. Kemampuan ekonomi yang mereka miliki mau tidak mau mengharuskan mereka untuk tetap bekerja hanya agar kebutuhan dapur dapat terisi.

Dari sanalah, Tabanan Music Addiction kemudian berkeinginan untuk membuat sebuah gerakan sosial untuk membantu kebutuhan ekonomi masyarakat kecil dan pekerja sektor informal yang terdampak. Gerakan tersebut akhirnya dinamai PPKM – Pemberian Pangan Pada Masyarakat. Banyak orang yg menilai nama tersebut seperti menjadi bentuk kritik kepada pemerintah yang seolah-olah mengingatkan bahwa pemerintah harusnya terlibat dalam pemberian pangan dan sembako tersebut, bukan hanya masyarakat umum.

Seminggu sebelum gerakan tersebut diadakan, anggota Tabanan Music Addiction menggalang dana dari uang saku mereka sendiri, kemudian mensurvei harga dan membeli sembako. Uang tersebut juga mereka gunakan untuk membeli sayur mayur yang di tanam para petani lokal di Kabupaten Tabanan.

“Hitung-hitung juga membantu meringankan para petani yang yang terancam kerugian akibat pandemi. Apalagi, sayur mayur yang ditanam juga sedang memasuki masa panen. Jadi kami beli itu semua, kami bayar dengan harga normal, termasuk ongkos kirimnya ke Tabanan. Kasihan juga kalau sayur-sayur itu busuk” ujarnya.

Di samping itu, beberapa UMKM ikut berdonasi menyumbangkan sembako, beras, telur, mie dan berbagai sayuran. Ada juga Perpustakaan Jalanan yang mendonasikan beras yang dulu juga pernah membuat gerakan sosial serupa.

Sehari sebelum pangan dan sembako tersebut dibagikan, mereka semua berkumpul di tempat milik salah seorang anggota Tabanan Music Addiction. Di sana, dari sore sampai larut malam, mereka mengemas pangan, sembako, dan sayur tersebut menjadi satu porsi yang minimalis dan mudah untuk dibagikan. Satu porsi tersebut terdiri dari beras, telur, mie instan, dan beberapa macam sayur mayur, seperti kol, timun, wortel, sawi, prei, pokcoy, lobak, kembang kol, labu siam, dan sebagainya. Mereka menargetkan pangan dan sembako tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pekerja harian, buruh, pemulung, lansia, atau masyarakat lainnya yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Berbagai Respon Positif

Gerakan sosial PPKM yang mereka buat tentu saja menuai banyak respon positif dari berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran Tabanan Music Addiction hari itu juga disambut dengan baik oleh orang-orang sekitar. Kebetulan, aksi sosial yang berfokus pada masyarakat kecil dan tidak mampu terdampak Covid-19 belum begitu banyak dilaksanakan sejak PPKM diberlakukan, terutama di Kabupaten Tabanan. Kabar tentang kegiatan mereka pun akhirnya dibagikan oleh beberapa akun info di media sosial. Warganet langsung memberi dukungan dan pujian. Banyak yang menulis kata semangat, juga doa-doa panjang umur dan sehat selalu, atau mengucapkan terima kasih dengan berbagai emotikon. Bahkan, beberapa orang, supplier, dan UMKM juga berkeinginan untuk mendonasikan pangan dan sembako untuk kegiatan selanjutnya.

“Secara nominal, jumlah dana yang kami kumpulkan sejujurnya boleh dikatakan tidak terlalu banyak. Satu porsi tersebut mungkin jika dikalkulasikan harganya hanya Rp 20.000. Namun hal tersebut menjadi sangat berarti bagi mereka-mereka yang membutuhkan. Sedikit jumlahnya, banyak artinya.” imbuh Yoga.

Masyarakat yang menerima pangan dan sembako tersebut benar-benar berterima kasih kepada Tabanan Music Addiction. Bahkan menurut penuturan Yoga, ia dan teman-temannya sebenarnya datang terlambat, tidak sesuai dengan waktu yang diberitakan. Namun, masyarakat tersebut rela menunggu, dan dari sana mereka yakin bahwa masyarakat tersebut tentu saja sangat membutuhkan pangan dan sembako yang mereka bagikan.

Nah, sama seperti gerakan atau komunitas aksi sosial lainnya, Tabanan Music Addiction juga harus melewati beberapa kendala yang ada, terutama saat menargetkan orang-orang yang berhak menerima pembagian pangan dan sembako.

“Karena paket sembako yang disediakan tidak terlalu banyak, dan tentu di tengah-tengah situasi sekarang ini banyak yang ingin menerima bantuan.”

Hal lain yang menjadi kendala bagi mereka adalah kesibukan masing-masing. Ada yang masih harus harus bekerja meski hari Minggu, sehingga mereka harus benar-benar meluangkan dan mengatur waktu untuk bersama-sama turun ke jalan membagikan pangan dan sembako tersebut.

“Itulah mengapa kita datang terlambat, karena masih banyak yang harus kami persiapkan. Namun, dari kendala-kendala yang kami hadapi, kami bisa mengonsep gerakan sosial yang lebih baik lagi ke depannya.” ujar Yoga dengan sangat bijak.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Rencana Ke Depan

Ke depannya, selama pandemi dan PPKM masih berlangsung, Tabanan Music Addiction berencana untuk tetap menyalurkan pangan dan sembako kepada masyarakat kecil dan kurang mampu yang terdampak pandemi khususnya di Kabupaten Tabanan. Lokasi yang mereka tuju beragam, tidak hanya di satu tempat saja namun berpindah-pindah tempat. Tujuannya tentu saja agar jangkauan mereka lebih luas, sehingga orang-orang yang menerima bantuan pangan dan sembako tidak itu-itu saja.

 Mereka juga dengan senang hati menerima gandeng tangan siapa pun yang hendak ikut membantu mendonasikan pangan dan sembako, atau juga dalam bentuk lain, seperti uang dan sebagainya.

“Namun kami berharap donasi yang diberikan sudah dalam bentuk pangan dan sembako, agar lebih transparan karena kami juga tidak mau dicurigai sebagai kelompok yang mencari untung di tengah pandemi dan PPMK ini.” ujarnya lagi.

 Mereka juga berharap besar gerakan mereka tidak menuai masalah, mengingat mereka mengadakan gerakan sosial di masa-masa PPKM yang membatasi ruang dan gerak diberlakukan. Mereka juga berharap semakin banyak komunitas atau kelompok yang mengadakan gerakan sosial serupa, terutama dari pihak pemerintah. Menurutnya, membagikan bantuan pangan dan sembako adalah salah satu tugas pemerintah di masa-masa pandemi yang sedang mewabah saat ini. [T]

Tags: pandemipanganPPKM Darurat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [1]

Next Post

Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co