14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberian Pangan Kepada Masyarakat | PPKM Ala Tabanan Music Addiction

Julio Saputra by Julio Saputra
July 13, 2021
in Khas
Pemberian Pangan Kepada Masyarakat | PPKM Ala Tabanan Music Addiction

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Sejak pukul 15.00 Wita, orang-orang datang satu per satu dan berkumpul di sekitar Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Delod Peken, Tabanan, menjadikan suasana Minggu, 11 Juli 2021 di tempat tersebut berbeda dari biasanya. Sambil tetap memakai masker dan menjaga jarak satu sama lain, mereka duduk berteduh dari matahari sore yang menyengat. Usut punya usut, mereka di sana sedang menunggu kedatangan dari Tabanan Music Addiction yang akan mengadakan PPKM alias Pemberian Pangan Kepada Masyarakat, sebuah bantuan yang sekiranya bisa sedikit membantu di masa pandemi.

Barulah, beberapa saat kemudian, 10 orang pemuda datang, membawa 90 porsi pangan dan sembako yang sudah diikat rapi menjadi satu. Kontan saja, kehadiran mereka diserbu masyarakat yang sudah menunggu. Salah seorang dari 10 pemuda tersebut kemudian mengatur situasi agar kondusif. Ia mengarahkan masyarakat untuk menjaga jarak, kemudian masyarakat pun diatur agar berbaris rapi untuk menerima seikat porsi pangan dan sembako. Satu orang hanya boleh menerima satu porsi saja. Tidak berlangsung lama, 90 porsi pangan dan sembako tersebut sudah habis dibagikan. Gerakan sosial membagikan pangan dan sembako kepada masyarakat umum itu sukses dilakukan.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction {foto: Yoga Wex]

Munculnya Ide Membentuk PPKM

Yoga Wex, salah seorang anggota dari Tabanan Music Addiction mengatakan bahwa gerakan tersebut adalah salah satu urun daya mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang mewabah sejak tahun 2020, terlebih sejak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat diterapkan oleh pemerintah pada 3 Juli 2021 membuat banyak warga mengeluh karena kesulitan bekerja. Bahkan, sejak 10 Juli 2021, sektor non esensial juga diharuskan tutup dan 100 persen bekerja dari rumah. Sementara pedagang yang menyediakan kebutuhan makanan dan minuman hanya diizinkan buka hingga pukul 20.00 Wita . Tentu saja kedua hal tersebut sangat berdampak kepada masyarakat.

“Ada banyak orang yang terdampak, tidak hanya terdampak pandemi, tapi juga terdampak PPKM. Teman-teman kami banyak yang menjadi pelaku UMKM, dan mereka juga terdampak. Karena kami tahu bagaimana dampak dari pandemi dan PPKM ini, akhirnya kami membuat sebuah gerakan sosial yang harapannya dapat membantu sesama. Dari rakyat untuk rakyat” ujarnya santai namun serius.

Menurut penuturannya, di luar sana ada banyak masyarakat yang harus tetap bekerja agar kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi, terutama masyarakat kecil yang bekerja di sektor informal. Kemampuan ekonomi yang mereka miliki mau tidak mau mengharuskan mereka untuk tetap bekerja hanya agar kebutuhan dapur dapat terisi.

Dari sanalah, Tabanan Music Addiction kemudian berkeinginan untuk membuat sebuah gerakan sosial untuk membantu kebutuhan ekonomi masyarakat kecil dan pekerja sektor informal yang terdampak. Gerakan tersebut akhirnya dinamai PPKM – Pemberian Pangan Pada Masyarakat. Banyak orang yg menilai nama tersebut seperti menjadi bentuk kritik kepada pemerintah yang seolah-olah mengingatkan bahwa pemerintah harusnya terlibat dalam pemberian pangan dan sembako tersebut, bukan hanya masyarakat umum.

Seminggu sebelum gerakan tersebut diadakan, anggota Tabanan Music Addiction menggalang dana dari uang saku mereka sendiri, kemudian mensurvei harga dan membeli sembako. Uang tersebut juga mereka gunakan untuk membeli sayur mayur yang di tanam para petani lokal di Kabupaten Tabanan.

“Hitung-hitung juga membantu meringankan para petani yang yang terancam kerugian akibat pandemi. Apalagi, sayur mayur yang ditanam juga sedang memasuki masa panen. Jadi kami beli itu semua, kami bayar dengan harga normal, termasuk ongkos kirimnya ke Tabanan. Kasihan juga kalau sayur-sayur itu busuk” ujarnya.

Di samping itu, beberapa UMKM ikut berdonasi menyumbangkan sembako, beras, telur, mie dan berbagai sayuran. Ada juga Perpustakaan Jalanan yang mendonasikan beras yang dulu juga pernah membuat gerakan sosial serupa.

Sehari sebelum pangan dan sembako tersebut dibagikan, mereka semua berkumpul di tempat milik salah seorang anggota Tabanan Music Addiction. Di sana, dari sore sampai larut malam, mereka mengemas pangan, sembako, dan sayur tersebut menjadi satu porsi yang minimalis dan mudah untuk dibagikan. Satu porsi tersebut terdiri dari beras, telur, mie instan, dan beberapa macam sayur mayur, seperti kol, timun, wortel, sawi, prei, pokcoy, lobak, kembang kol, labu siam, dan sebagainya. Mereka menargetkan pangan dan sembako tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pekerja harian, buruh, pemulung, lansia, atau masyarakat lainnya yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Berbagai Respon Positif

Gerakan sosial PPKM yang mereka buat tentu saja menuai banyak respon positif dari berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran Tabanan Music Addiction hari itu juga disambut dengan baik oleh orang-orang sekitar. Kebetulan, aksi sosial yang berfokus pada masyarakat kecil dan tidak mampu terdampak Covid-19 belum begitu banyak dilaksanakan sejak PPKM diberlakukan, terutama di Kabupaten Tabanan. Kabar tentang kegiatan mereka pun akhirnya dibagikan oleh beberapa akun info di media sosial. Warganet langsung memberi dukungan dan pujian. Banyak yang menulis kata semangat, juga doa-doa panjang umur dan sehat selalu, atau mengucapkan terima kasih dengan berbagai emotikon. Bahkan, beberapa orang, supplier, dan UMKM juga berkeinginan untuk mendonasikan pangan dan sembako untuk kegiatan selanjutnya.

“Secara nominal, jumlah dana yang kami kumpulkan sejujurnya boleh dikatakan tidak terlalu banyak. Satu porsi tersebut mungkin jika dikalkulasikan harganya hanya Rp 20.000. Namun hal tersebut menjadi sangat berarti bagi mereka-mereka yang membutuhkan. Sedikit jumlahnya, banyak artinya.” imbuh Yoga.

Masyarakat yang menerima pangan dan sembako tersebut benar-benar berterima kasih kepada Tabanan Music Addiction. Bahkan menurut penuturan Yoga, ia dan teman-temannya sebenarnya datang terlambat, tidak sesuai dengan waktu yang diberitakan. Namun, masyarakat tersebut rela menunggu, dan dari sana mereka yakin bahwa masyarakat tersebut tentu saja sangat membutuhkan pangan dan sembako yang mereka bagikan.

Nah, sama seperti gerakan atau komunitas aksi sosial lainnya, Tabanan Music Addiction juga harus melewati beberapa kendala yang ada, terutama saat menargetkan orang-orang yang berhak menerima pembagian pangan dan sembako.

“Karena paket sembako yang disediakan tidak terlalu banyak, dan tentu di tengah-tengah situasi sekarang ini banyak yang ingin menerima bantuan.”

Hal lain yang menjadi kendala bagi mereka adalah kesibukan masing-masing. Ada yang masih harus harus bekerja meski hari Minggu, sehingga mereka harus benar-benar meluangkan dan mengatur waktu untuk bersama-sama turun ke jalan membagikan pangan dan sembako tersebut.

“Itulah mengapa kita datang terlambat, karena masih banyak yang harus kami persiapkan. Namun, dari kendala-kendala yang kami hadapi, kami bisa mengonsep gerakan sosial yang lebih baik lagi ke depannya.” ujar Yoga dengan sangat bijak.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Rencana Ke Depan

Ke depannya, selama pandemi dan PPKM masih berlangsung, Tabanan Music Addiction berencana untuk tetap menyalurkan pangan dan sembako kepada masyarakat kecil dan kurang mampu yang terdampak pandemi khususnya di Kabupaten Tabanan. Lokasi yang mereka tuju beragam, tidak hanya di satu tempat saja namun berpindah-pindah tempat. Tujuannya tentu saja agar jangkauan mereka lebih luas, sehingga orang-orang yang menerima bantuan pangan dan sembako tidak itu-itu saja.

 Mereka juga dengan senang hati menerima gandeng tangan siapa pun yang hendak ikut membantu mendonasikan pangan dan sembako, atau juga dalam bentuk lain, seperti uang dan sebagainya.

“Namun kami berharap donasi yang diberikan sudah dalam bentuk pangan dan sembako, agar lebih transparan karena kami juga tidak mau dicurigai sebagai kelompok yang mencari untung di tengah pandemi dan PPMK ini.” ujarnya lagi.

 Mereka juga berharap besar gerakan mereka tidak menuai masalah, mengingat mereka mengadakan gerakan sosial di masa-masa PPKM yang membatasi ruang dan gerak diberlakukan. Mereka juga berharap semakin banyak komunitas atau kelompok yang mengadakan gerakan sosial serupa, terutama dari pihak pemerintah. Menurutnya, membagikan bantuan pangan dan sembako adalah salah satu tugas pemerintah di masa-masa pandemi yang sedang mewabah saat ini. [T]

Tags: pandemipanganPPKM Darurat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [1]

Next Post

Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co