3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemberian Pangan Kepada Masyarakat | PPKM Ala Tabanan Music Addiction

Julio Saputra by Julio Saputra
July 13, 2021
in Khas
Pemberian Pangan Kepada Masyarakat | PPKM Ala Tabanan Music Addiction

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Sejak pukul 15.00 Wita, orang-orang datang satu per satu dan berkumpul di sekitar Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta, Delod Peken, Tabanan, menjadikan suasana Minggu, 11 Juli 2021 di tempat tersebut berbeda dari biasanya. Sambil tetap memakai masker dan menjaga jarak satu sama lain, mereka duduk berteduh dari matahari sore yang menyengat. Usut punya usut, mereka di sana sedang menunggu kedatangan dari Tabanan Music Addiction yang akan mengadakan PPKM alias Pemberian Pangan Kepada Masyarakat, sebuah bantuan yang sekiranya bisa sedikit membantu di masa pandemi.

Barulah, beberapa saat kemudian, 10 orang pemuda datang, membawa 90 porsi pangan dan sembako yang sudah diikat rapi menjadi satu. Kontan saja, kehadiran mereka diserbu masyarakat yang sudah menunggu. Salah seorang dari 10 pemuda tersebut kemudian mengatur situasi agar kondusif. Ia mengarahkan masyarakat untuk menjaga jarak, kemudian masyarakat pun diatur agar berbaris rapi untuk menerima seikat porsi pangan dan sembako. Satu orang hanya boleh menerima satu porsi saja. Tidak berlangsung lama, 90 porsi pangan dan sembako tersebut sudah habis dibagikan. Gerakan sosial membagikan pangan dan sembako kepada masyarakat umum itu sukses dilakukan.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction {foto: Yoga Wex]

Munculnya Ide Membentuk PPKM

Yoga Wex, salah seorang anggota dari Tabanan Music Addiction mengatakan bahwa gerakan tersebut adalah salah satu urun daya mereka dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang mewabah sejak tahun 2020, terlebih sejak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat diterapkan oleh pemerintah pada 3 Juli 2021 membuat banyak warga mengeluh karena kesulitan bekerja. Bahkan, sejak 10 Juli 2021, sektor non esensial juga diharuskan tutup dan 100 persen bekerja dari rumah. Sementara pedagang yang menyediakan kebutuhan makanan dan minuman hanya diizinkan buka hingga pukul 20.00 Wita . Tentu saja kedua hal tersebut sangat berdampak kepada masyarakat.

“Ada banyak orang yang terdampak, tidak hanya terdampak pandemi, tapi juga terdampak PPKM. Teman-teman kami banyak yang menjadi pelaku UMKM, dan mereka juga terdampak. Karena kami tahu bagaimana dampak dari pandemi dan PPKM ini, akhirnya kami membuat sebuah gerakan sosial yang harapannya dapat membantu sesama. Dari rakyat untuk rakyat” ujarnya santai namun serius.

Menurut penuturannya, di luar sana ada banyak masyarakat yang harus tetap bekerja agar kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi, terutama masyarakat kecil yang bekerja di sektor informal. Kemampuan ekonomi yang mereka miliki mau tidak mau mengharuskan mereka untuk tetap bekerja hanya agar kebutuhan dapur dapat terisi.

Dari sanalah, Tabanan Music Addiction kemudian berkeinginan untuk membuat sebuah gerakan sosial untuk membantu kebutuhan ekonomi masyarakat kecil dan pekerja sektor informal yang terdampak. Gerakan tersebut akhirnya dinamai PPKM – Pemberian Pangan Pada Masyarakat. Banyak orang yg menilai nama tersebut seperti menjadi bentuk kritik kepada pemerintah yang seolah-olah mengingatkan bahwa pemerintah harusnya terlibat dalam pemberian pangan dan sembako tersebut, bukan hanya masyarakat umum.

Seminggu sebelum gerakan tersebut diadakan, anggota Tabanan Music Addiction menggalang dana dari uang saku mereka sendiri, kemudian mensurvei harga dan membeli sembako. Uang tersebut juga mereka gunakan untuk membeli sayur mayur yang di tanam para petani lokal di Kabupaten Tabanan.

“Hitung-hitung juga membantu meringankan para petani yang yang terancam kerugian akibat pandemi. Apalagi, sayur mayur yang ditanam juga sedang memasuki masa panen. Jadi kami beli itu semua, kami bayar dengan harga normal, termasuk ongkos kirimnya ke Tabanan. Kasihan juga kalau sayur-sayur itu busuk” ujarnya.

Di samping itu, beberapa UMKM ikut berdonasi menyumbangkan sembako, beras, telur, mie dan berbagai sayuran. Ada juga Perpustakaan Jalanan yang mendonasikan beras yang dulu juga pernah membuat gerakan sosial serupa.

Sehari sebelum pangan dan sembako tersebut dibagikan, mereka semua berkumpul di tempat milik salah seorang anggota Tabanan Music Addiction. Di sana, dari sore sampai larut malam, mereka mengemas pangan, sembako, dan sayur tersebut menjadi satu porsi yang minimalis dan mudah untuk dibagikan. Satu porsi tersebut terdiri dari beras, telur, mie instan, dan beberapa macam sayur mayur, seperti kol, timun, wortel, sawi, prei, pokcoy, lobak, kembang kol, labu siam, dan sebagainya. Mereka menargetkan pangan dan sembako tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pekerja harian, buruh, pemulung, lansia, atau masyarakat lainnya yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Berbagai Respon Positif

Gerakan sosial PPKM yang mereka buat tentu saja menuai banyak respon positif dari berbagai lapisan masyarakat. Kehadiran Tabanan Music Addiction hari itu juga disambut dengan baik oleh orang-orang sekitar. Kebetulan, aksi sosial yang berfokus pada masyarakat kecil dan tidak mampu terdampak Covid-19 belum begitu banyak dilaksanakan sejak PPKM diberlakukan, terutama di Kabupaten Tabanan. Kabar tentang kegiatan mereka pun akhirnya dibagikan oleh beberapa akun info di media sosial. Warganet langsung memberi dukungan dan pujian. Banyak yang menulis kata semangat, juga doa-doa panjang umur dan sehat selalu, atau mengucapkan terima kasih dengan berbagai emotikon. Bahkan, beberapa orang, supplier, dan UMKM juga berkeinginan untuk mendonasikan pangan dan sembako untuk kegiatan selanjutnya.

“Secara nominal, jumlah dana yang kami kumpulkan sejujurnya boleh dikatakan tidak terlalu banyak. Satu porsi tersebut mungkin jika dikalkulasikan harganya hanya Rp 20.000. Namun hal tersebut menjadi sangat berarti bagi mereka-mereka yang membutuhkan. Sedikit jumlahnya, banyak artinya.” imbuh Yoga.

Masyarakat yang menerima pangan dan sembako tersebut benar-benar berterima kasih kepada Tabanan Music Addiction. Bahkan menurut penuturan Yoga, ia dan teman-temannya sebenarnya datang terlambat, tidak sesuai dengan waktu yang diberitakan. Namun, masyarakat tersebut rela menunggu, dan dari sana mereka yakin bahwa masyarakat tersebut tentu saja sangat membutuhkan pangan dan sembako yang mereka bagikan.

Nah, sama seperti gerakan atau komunitas aksi sosial lainnya, Tabanan Music Addiction juga harus melewati beberapa kendala yang ada, terutama saat menargetkan orang-orang yang berhak menerima pembagian pangan dan sembako.

“Karena paket sembako yang disediakan tidak terlalu banyak, dan tentu di tengah-tengah situasi sekarang ini banyak yang ingin menerima bantuan.”

Hal lain yang menjadi kendala bagi mereka adalah kesibukan masing-masing. Ada yang masih harus harus bekerja meski hari Minggu, sehingga mereka harus benar-benar meluangkan dan mengatur waktu untuk bersama-sama turun ke jalan membagikan pangan dan sembako tersebut.

“Itulah mengapa kita datang terlambat, karena masih banyak yang harus kami persiapkan. Namun, dari kendala-kendala yang kami hadapi, kami bisa mengonsep gerakan sosial yang lebih baik lagi ke depannya.” ujar Yoga dengan sangat bijak.

PPKM Ala Tabanan Music Addiction [Foto: Yoga Wex]

Rencana Ke Depan

Ke depannya, selama pandemi dan PPKM masih berlangsung, Tabanan Music Addiction berencana untuk tetap menyalurkan pangan dan sembako kepada masyarakat kecil dan kurang mampu yang terdampak pandemi khususnya di Kabupaten Tabanan. Lokasi yang mereka tuju beragam, tidak hanya di satu tempat saja namun berpindah-pindah tempat. Tujuannya tentu saja agar jangkauan mereka lebih luas, sehingga orang-orang yang menerima bantuan pangan dan sembako tidak itu-itu saja.

 Mereka juga dengan senang hati menerima gandeng tangan siapa pun yang hendak ikut membantu mendonasikan pangan dan sembako, atau juga dalam bentuk lain, seperti uang dan sebagainya.

“Namun kami berharap donasi yang diberikan sudah dalam bentuk pangan dan sembako, agar lebih transparan karena kami juga tidak mau dicurigai sebagai kelompok yang mencari untung di tengah pandemi dan PPMK ini.” ujarnya lagi.

 Mereka juga berharap besar gerakan mereka tidak menuai masalah, mengingat mereka mengadakan gerakan sosial di masa-masa PPKM yang membatasi ruang dan gerak diberlakukan. Mereka juga berharap semakin banyak komunitas atau kelompok yang mengadakan gerakan sosial serupa, terutama dari pihak pemerintah. Menurutnya, membagikan bantuan pangan dan sembako adalah salah satu tugas pemerintah di masa-masa pandemi yang sedang mewabah saat ini. [T]

Tags: pandemipanganPPKM Darurat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Soekarno dari Sudut Kontrakan [1]

Next Post

Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Mereka Wana Jnana | Dari Gelaran Bali Kandarupa

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co