3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pagi ini Kudapat Ciuman | Cerpen IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten by IBW Widiasa Keniten
July 11, 2021
in Cerpen
Pagi ini Kudapat Ciuman | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Ilustrasi tatkala.co | Satia Guna

Bulan-bulan ini memang kurang bersahabat padaku. Entah kenapa aku merasakan ribuan beban menindih pikiranku. Aku sudah berupaya keras memecahkan beragam problematika, tapi ada saja yang masih tersisa. Minggu pertama bulan ini aku tidak bisa bernapas lapang. Dadaku terasa sesak. Minggu kedua, hidungku mampet. Jika kubawa ke rumah sakit pastilah akan divonis Covid-19. Minggu ketiga, kakiku terasa sakit. Orang-orang biasa menyebutnya dengan asam urat. Minggu keempat entah kenapa telingaku tiba-tiba butek. Satu kata pun tak bisa masuk. Sudah dikasi tetes telinga juga tak mempan. Ini memengaruhi organ dalamku, maag kambuh, mual, nafsu makan tidak bagus.  Entah setelah ini apa yang akan mendatangiku lagi?

Aku tak mau mati lebih-lebih mati muda. Tanggung jawabku belum tuntas. Aku tak mau berdiam diri. Berdiam diri itu sama dengan mati. Kudatangi dan kutanyatakan pada teman-temanku dengan gampangnya dijawab. “Itu dampak dari pikiran. Pikiran itu sumber penyebabnya. Coba kalau pikiranmu tenang. Nyaman dan tidak ada ketegangan-ketegangan pasti tak akan seperti itu.”

Aku tersenyum dalam hati sepertinya temanku tak pernah mengalami seperti diriku. Ia bisa bermain-main dengan perasaannya, sedangkan aku tidak bisa. Aku ingin melepaskan segala beban. Aku tak ingin beban itu menjadi monster yang sewaktu-waktu bisa saja menggerogotiku dari dalam. Aku memang tak pernah menceritakan masalahku pada istriku. Bukan jalan keluar yang akan kudapatkan, justru kicauan yang membuat semakin butek lebih baik kusimpan saja. Syukurlah ada teman yang bisa kuajak berbagi. Tapi, aku tahu. Biasa jika titip kata bisa melebar. Itu sudah risiko bagi pembagi cerita. Tapi demi keselamatan tak apalah.

“Berbagi cerita itu penting,” katanya. “Jika tidak mau berbagi bisa semakin mumet. Kepala bisa nyut-nyut. Beragam penyakit pun bisa menggerogotinya. Sebaiknya sekecil apapun masalah, perlu diceritakan. Utamanya kepada istri. Orang yang paling dekat dan tahu dengan keberadaanmu. Aku yakin, istrimu bisa memberikan jalan keluar.”

 “Tapi istriku?” bisikku dalam hati.

 “Jangan suka menyalahkan istrimu. Ia sudah dari pagi menjagamu. Tapi kau kurang sadar. Coba kau lihat. Tugas rutinnya ia jalankan. Kau masih ngorok. Masih menikmati mimpimu. Saat kau bangun, sudah disuguhi kopi dengan pisang goreng.  Jangan mau menang sendiri. Kasihani istrimu. Coba kalau istrimu sakit, apa yang bisa kau buat? Kau akan melongok. Paling-paling hanya bisa ke warung saja.”

Aku tersenyum sendiri. Benar juga perkataan temanku itu. Selama ini, aku tak peduli dengan istriku. Cuma bisa menyalahkan yang semestinya tidak perlu kuucapkan. Aku pulang. Kudekati istriku. Kulihat pipinya berpeluh. Ia baru saja selesai merapikan barang-barang yang semestinya sudat keluar dari persembunyiannya. Aku memang agak membandel. Barang-barang yang tak perlu masih saja saja disimpan seperti tukang arsip.

Kucuba memulai pembicaraan sambil memijit kakiku. Kuolesi dengan minyak racikkan harapanku agar perhatiannya beralih. Eeeee, istriku tak mau juga. Ia tetap mengipasi tubuhnya. Ia justru meninggalkan diriku. “Dasar lelaki cengeng. Tak kusangka lelaki pilihanku seperti ini. Cuma sakit segitu saja sudah mengeluh. Memangnya ia saja punya sakit? Aku lebih sakit lagi. Tak cengeng seperti itu. Jika aku tahu seperti ini sedari dulu. tak akan kupilih. Aku salah pilih. Aku mabuk dengan ucapan-ucapannya.”

Aku menjadi malu. Aku baru tahu istriku memendam perasaan mangkel padaku. Berarti kopi yang ia suguhkan selama ini dengan rasa mangkel. Berarti ribuan mangkel ada di aliran tubuhku. Pastilah ia mengendap menjadi kerak kemangkelan. Jangan-jangan kemangkelan itu berubah menjadi beragam penyakit? Waduh kalau begini. Bisa mati karena mangkel aku ini. Pokoknya aku tak mau mati. Keluargaku juga tak boleh mati rasa.

Aku ubah kebiasaanku. Aku bangun pagi-pagi menyiapkan sarapan untuk keluarga. Istriku kaget termasuk anak-anakku. “Ini ada apa? Jangan-jangan ada maunya ayahku ini?” bisiknya. Aku tidak peduli. Kugoreng bawang. Kubuatkan sayur urap, kubuatkan pepes ikan. Hari itu seperti masak besar. Istriku bengong melihat perubahan sikapku. Ia bukannya bersyukur, tapi justru mencurigaiku.

 “Silakan makan. Kita makan bersama. Kebersamaan itu penting. Segala masalah akan terpecahkan dengan semangat kebersamaan.”

Anak-anakku tumben mau makan bersama. Biasanya makan sesuka hatinya. “Nah ini yang ayah cari.”

 “Maksudnya Yah?”

 “Kebersamaan itu penting. Coba ceritakan apa masalahmu.”

 “Kalau aku, sih tak bermasalah Yah. Jangan-jangan Ayah yang bermasalah?’

Aku tertawa. “Bisa juga kau.”

 “Benar khan?”

Suara sendok beradu dengan piringku seperti musik  yang mengiringi makanku. Istriku kulirik. Ia terus menatatap wajahku. Ia masih mencurigai diriku dengan perubahan sikapku.

 “Sudahlah lanjutkan makannya saja. Coba ceritakan yang kau rasakan selama ini?”

Aku tak berani berterus terang. Kejujuran bisa membuat jatuh wibawaku di depan anak-anakku.

 “Berterus terang itu bagus. Jangan meniru orang-orang yang tak jujur. Rumah tangga tanpa kejujuran, tiangnya akan keropos.” Istriku mulai membuka pembicaraan.

Aku tahu itu pancingan istriku. Aku pura-pura berpikir. Kuberanikan mengutarakan beban yang kurasakan. Istriku tersenyum. “Belum seberapa itu. Cuma sakit segitu saja sudah menyerah. Lihat di luar sana. Ia lebih parah darimu. Bahkan, napasnya mau putus saja masih tetap berjuang. Ia tak mau menyerah. Cuma segitu saja sudah menyerah. Itu gampang coba ubah kebiasaanmu dari ngorok seperti sekarang ini. Bangun pagi. Hirup udara segar. Gerakkan tubuh. Pasti sehat.”

 “Dasar,” bisikku dalam hati bukan jalan keluar yang kudapat. Tapi perintah secara tersembunyi. Aku mengurangi kata-kataku.

 “Coba besok kau lakukan seperti ini lagi pasti semakn sehat.”

Aku ikuti saran istriku. Mengubah kebiasaan memang sukar. Aku bangun pagi. Kuhirup udara segar. Kugerakkan tubuhku. Aku mulai dengan mengambil tugas-tugas istriku. Aku mandi pagi. Dan seterusnya dan seterusnya.

 “Gimana khan lebih sehat sekarang? Semua oarng punya masalah. Tidak hanya kita. Cuma kita yang memasalahkan masalah. Coba jalani masalah itu pasti terselesaikan. Masih sakit kakimu? Masih mampet hidungmu? Masih sakit-sakit lainnya? Tidak khan?”

Aku malas menjawabnya. Istriku tersenyum. Ia daratkan ciuman di pipiku. Tumben ia menciumku sepagi ini. [T]

___

BACA CERPEN LAIN

Utang | Cerpen Rastiti Era
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tatahan Imaji | Dari Pameran Wana Jnana

Next Post

Narkoba, Kerajaan Neraka dengan Gerbang Surga

IBW Widiasa Keniten

IBW Widiasa Keniten

Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten lahir di Geria Gelumpang, Karangasem. 20 Januari 1967. Buku-buku yang sudah ditulisnya berupa karya sastra maupun kajian sastra. Pemenang Pertama Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013 dan Penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan Tahun 2013 dari Presiden, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu, 27 November 2013 di Istora Senayan Jakarta. Tahun 2014 ikut Program Kunjungan (Benchmarking) ke Jerman, selanjutnya ke Paris (Prancis), Belgia, dan Amsterdam (Belanda). 2014 menerima penghargaan Widya Kusuma dari Gubernur Bali. Tahun 2015 memeroleh Widya Pataka atas bukunya Jro Lalung Ngutah.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Narkoba, Kerajaan Neraka dengan Gerbang Surga

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co