24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Narkoba, Kerajaan Neraka dengan Gerbang Surga

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
July 11, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Mungkin sebagian besar pembaca telah mengerti dengan maksud judul tulisan saya kali ini. Ada dua keadaan bertentangan menyangkut narkoba, yaitu neraka dan surga. Karena secara harfiah tak mungkin keduanya berada dalam satu tempat, maka salah satunya akan bermakna semu, tentu saja dalam hal ini itu adalah surga. Dengan sangat enteng ini bisa dipahami, yaitu narkoba begitu mudah menggoda orang-orang untuk memasuki gerbangnya yang seakan seindah surga. Lalu mereka terperangkap neraka berkabut di dalamnya dan tak mudah keluar.

Demikianlah daya tarik narkoba, yang saya sebut sebagai kerajaan neraka dengan gerbang surga. Surga memikat hati siapa saja, semua orang. Entah ia anak muda berandalan, warga dari kalangan kaya dan terhormat, politisi, apalagi artis, penegak hukum bahkan pegawai atau tokoh agama. Tak terkecuali. Seperti minat setiap orang pada surga.

Saya tertarik menulis soal narkoba, pertama karena rasanya saya memang belum pernah menuliskannya dalam kolom ini. Juga tentu saja karena ramainya berita dugaan kasus narkoba yang menyeret seorang artis jelita bersama suaminya, seorang bos media besar dan tokoh olah raga bela diri terkenal. Saya sendiri pada sekitar tahun 1995-2000 memang pernah menjadi relawan sebuah youth center di Denpasar, yang banyak terlibat memberi edukasi dan pendampingan untuk remaja penyalah guna narkoba atau populer disebut junkies.

Saat ini pun karena sering ngobrol dengan kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) kabupaten Buleleng, sedikit banyak saya tahu situasi penyalah gunaan narkoba di Singaraja yang sudah sedemikian mencemaskan.  Layaknya surga, pada awalnya zat-zat terlarang itu memang memberi sensasi menyenangkan akibat efek zat aktifnya yang bekerja pada pleasure area pada otak. Boleh dibilang mekanisme kerja narkoba adalah memanipulasi persepsi penggunanya akan masalah yang dihadapinya. Terutama persoalan-persoalan ruwet terkait kehidupan yang membebani hati dan perasaannya.

Namanya manipulasi, tentu saja semu. Efek itu sesaat dan tak nyata. Sebab, solusi mendasar untuk masalah kehidupan yang dapat mengganggu suasana hati dan mood yang biasa disebut stres itu idealnya adalah mencari solusi dan keikhlasan untuk menerima. Namun toh jika kemampuan individu secara alami tersebut tak optimal mengatasi persoalan, maka zat-zat terlarang itu masih bisa digunakan sebagai terapi atas rekomendasi dan pemantauan seorang ahli dalam hal ini dokter, tepatnya dokter kesehatan jiwa.

Menggunakan sendiri tanpa pendampingan seorang dokter ahli otomatis merupakan penyalahgunaan dan melanggar hukum. Prinsip inilah yang kemudian digunakan dalam program-program rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkoba. Istilah korban di sini digunakan, karena pada dasarnya sebagian besar junkies adalah mereka yang memiliki kondisi premorbid meski tak disadari. Mereka perlu pertolongan.

Istilah korban juga digunakan untuk membedakannya dengan orang-orang yang memang dengan sengaja menjadikan dunia penyalahgunaan ini sebagai lahan bisnis. Mereka adalah para bandar narkoba. Selain dapat memberi sensasi yang memang menyenangkan dan seakan melenyapkan masalah-masalah kehidupan yang pelik, strategi bandar juga adalah dengan memberi secara cuma-cuma kepada calon korbannya.

“Sebagai teman baik, kita harus berbagi susah maupun senang.” Demikian biasanya cara berkomunikasi mereka. Nah saat si korban sudah nagih maka istilah teman sudah tak ada lagi. Apalagi berbagi baik di saat susah maupun senang. Sejak itu bisnis harus ditegakkan, dan kerajaan neraka yang sesungguhnya sudah mereka masuki. Itulah makanya kita sering mendengar seseorang pemakai atau bahkan berdampak pada keluarganya mengalami kolaps ekonomi dengan istilah populer “Habis-habisan”. Segalanya di jual untuk mendapatkan uang demi membeli narkoba. Bagaimana sih narkoba bisa sedemikian menjerat?

Kembali pada kerja narkoba pada bagian otak yang disebut pleasure area, maka pemakaian berulang kemudian dapat menanamkan memori yang dalam pada sel-sel area itu. Target narkoba memang tak main-main, yaitu langsung menguasai bagian paling luhur dan merupakan suluh bagi kehidupan manusia yaitu otak. Oleh karenanya jika dihentikan, pada masa-masa lebih awal dapat menimbulkan rasa rindu untuk selalu memakainya. Jika tidak, suasana hati menjadi kacau, uring-uringan dan menimbulkan emosi yang labil. Inilah yang dikenal sebagai ketergantungan psikis, satu keadaan yang populer disebut sebagai gejala putus zat atau withdrawal syndrome.

Dampaknya masih terbatas pada suasana hati, pikiran dan perasaan. Lebih jauh, lebih lama dan lebih sering memakainya, narkoba dapat memberikan efek ketergantungan fisik. Artinya jika diputus, apalagi secara tiba-tiba, dapat memberi keluhan nyeri tubuh yang luar biasa, tulang-tulang seakan patah disertai keluarnya cairan dari hidung dan mulut. Maka pada tahap ini, narkoba telah berperan menjadi obat yang sesungguhnya. Dengan memakainya segala nyeri tubuh dapat sembuh. Nyeri yang telah mereka buat sendiri dan menciptakan satu lingkaran setan.

Pada tahap ini, narkoba memang telah kembali pada keasliannya sebagai obat yaitu menghilangkan rasa sakit. Seperti kita ketahui bersama, pada kasus-kasus medis dengan gejala nyeri yang berat dan akut seperti kasus patah tulang atau kronis seperti kasus nyeri kanker, maka pasien diberikan terapi anti nyeri yang kuat yaitu golongan narkotika seperti morfin misalnya. Artinya narkoba itu sendiri tetap berguna jika digunakan dengan cara yang benar sesuai indikasi medis dan pemantauan. Ini satu lagi bukti nyata, apa pun yang telah diciptakan Tuhan, itu tak pernah terlarang. Manusialah yang lalu membuatnya menjadi neraka terlarang.[T]

___

BACA KOLOM LAIN DOKTER ARYA

Tags: dokterkesehatannarkoba
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pagi ini Kudapat Ciuman | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Perbawa Pepohonan, “Purwa Jiwa” Hingga “Purna Jiwa”

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Perbawa Pepohonan, “Purwa Jiwa” Hingga “Purna Jiwa”

Perbawa Pepohonan, "Purwa Jiwa" Hingga "Purna Jiwa"

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co