2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Narkoba, Kerajaan Neraka dengan Gerbang Surga

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
July 11, 2021
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Mungkin sebagian besar pembaca telah mengerti dengan maksud judul tulisan saya kali ini. Ada dua keadaan bertentangan menyangkut narkoba, yaitu neraka dan surga. Karena secara harfiah tak mungkin keduanya berada dalam satu tempat, maka salah satunya akan bermakna semu, tentu saja dalam hal ini itu adalah surga. Dengan sangat enteng ini bisa dipahami, yaitu narkoba begitu mudah menggoda orang-orang untuk memasuki gerbangnya yang seakan seindah surga. Lalu mereka terperangkap neraka berkabut di dalamnya dan tak mudah keluar.

Demikianlah daya tarik narkoba, yang saya sebut sebagai kerajaan neraka dengan gerbang surga. Surga memikat hati siapa saja, semua orang. Entah ia anak muda berandalan, warga dari kalangan kaya dan terhormat, politisi, apalagi artis, penegak hukum bahkan pegawai atau tokoh agama. Tak terkecuali. Seperti minat setiap orang pada surga.

Saya tertarik menulis soal narkoba, pertama karena rasanya saya memang belum pernah menuliskannya dalam kolom ini. Juga tentu saja karena ramainya berita dugaan kasus narkoba yang menyeret seorang artis jelita bersama suaminya, seorang bos media besar dan tokoh olah raga bela diri terkenal. Saya sendiri pada sekitar tahun 1995-2000 memang pernah menjadi relawan sebuah youth center di Denpasar, yang banyak terlibat memberi edukasi dan pendampingan untuk remaja penyalah guna narkoba atau populer disebut junkies.

Saat ini pun karena sering ngobrol dengan kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) kabupaten Buleleng, sedikit banyak saya tahu situasi penyalah gunaan narkoba di Singaraja yang sudah sedemikian mencemaskan.  Layaknya surga, pada awalnya zat-zat terlarang itu memang memberi sensasi menyenangkan akibat efek zat aktifnya yang bekerja pada pleasure area pada otak. Boleh dibilang mekanisme kerja narkoba adalah memanipulasi persepsi penggunanya akan masalah yang dihadapinya. Terutama persoalan-persoalan ruwet terkait kehidupan yang membebani hati dan perasaannya.

Namanya manipulasi, tentu saja semu. Efek itu sesaat dan tak nyata. Sebab, solusi mendasar untuk masalah kehidupan yang dapat mengganggu suasana hati dan mood yang biasa disebut stres itu idealnya adalah mencari solusi dan keikhlasan untuk menerima. Namun toh jika kemampuan individu secara alami tersebut tak optimal mengatasi persoalan, maka zat-zat terlarang itu masih bisa digunakan sebagai terapi atas rekomendasi dan pemantauan seorang ahli dalam hal ini dokter, tepatnya dokter kesehatan jiwa.

Menggunakan sendiri tanpa pendampingan seorang dokter ahli otomatis merupakan penyalahgunaan dan melanggar hukum. Prinsip inilah yang kemudian digunakan dalam program-program rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkoba. Istilah korban di sini digunakan, karena pada dasarnya sebagian besar junkies adalah mereka yang memiliki kondisi premorbid meski tak disadari. Mereka perlu pertolongan.

Istilah korban juga digunakan untuk membedakannya dengan orang-orang yang memang dengan sengaja menjadikan dunia penyalahgunaan ini sebagai lahan bisnis. Mereka adalah para bandar narkoba. Selain dapat memberi sensasi yang memang menyenangkan dan seakan melenyapkan masalah-masalah kehidupan yang pelik, strategi bandar juga adalah dengan memberi secara cuma-cuma kepada calon korbannya.

“Sebagai teman baik, kita harus berbagi susah maupun senang.” Demikian biasanya cara berkomunikasi mereka. Nah saat si korban sudah nagih maka istilah teman sudah tak ada lagi. Apalagi berbagi baik di saat susah maupun senang. Sejak itu bisnis harus ditegakkan, dan kerajaan neraka yang sesungguhnya sudah mereka masuki. Itulah makanya kita sering mendengar seseorang pemakai atau bahkan berdampak pada keluarganya mengalami kolaps ekonomi dengan istilah populer “Habis-habisan”. Segalanya di jual untuk mendapatkan uang demi membeli narkoba. Bagaimana sih narkoba bisa sedemikian menjerat?

Kembali pada kerja narkoba pada bagian otak yang disebut pleasure area, maka pemakaian berulang kemudian dapat menanamkan memori yang dalam pada sel-sel area itu. Target narkoba memang tak main-main, yaitu langsung menguasai bagian paling luhur dan merupakan suluh bagi kehidupan manusia yaitu otak. Oleh karenanya jika dihentikan, pada masa-masa lebih awal dapat menimbulkan rasa rindu untuk selalu memakainya. Jika tidak, suasana hati menjadi kacau, uring-uringan dan menimbulkan emosi yang labil. Inilah yang dikenal sebagai ketergantungan psikis, satu keadaan yang populer disebut sebagai gejala putus zat atau withdrawal syndrome.

Dampaknya masih terbatas pada suasana hati, pikiran dan perasaan. Lebih jauh, lebih lama dan lebih sering memakainya, narkoba dapat memberikan efek ketergantungan fisik. Artinya jika diputus, apalagi secara tiba-tiba, dapat memberi keluhan nyeri tubuh yang luar biasa, tulang-tulang seakan patah disertai keluarnya cairan dari hidung dan mulut. Maka pada tahap ini, narkoba telah berperan menjadi obat yang sesungguhnya. Dengan memakainya segala nyeri tubuh dapat sembuh. Nyeri yang telah mereka buat sendiri dan menciptakan satu lingkaran setan.

Pada tahap ini, narkoba memang telah kembali pada keasliannya sebagai obat yaitu menghilangkan rasa sakit. Seperti kita ketahui bersama, pada kasus-kasus medis dengan gejala nyeri yang berat dan akut seperti kasus patah tulang atau kronis seperti kasus nyeri kanker, maka pasien diberikan terapi anti nyeri yang kuat yaitu golongan narkotika seperti morfin misalnya. Artinya narkoba itu sendiri tetap berguna jika digunakan dengan cara yang benar sesuai indikasi medis dan pemantauan. Ini satu lagi bukti nyata, apa pun yang telah diciptakan Tuhan, itu tak pernah terlarang. Manusialah yang lalu membuatnya menjadi neraka terlarang.[T]

___

BACA KOLOM LAIN DOKTER ARYA

Tags: dokterkesehatannarkoba
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pagi ini Kudapat Ciuman | Cerpen IBW Widiasa Keniten

Next Post

Perbawa Pepohonan, “Purwa Jiwa” Hingga “Purna Jiwa”

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Perbawa Pepohonan, “Purwa Jiwa” Hingga “Purna Jiwa”

Perbawa Pepohonan, "Purwa Jiwa" Hingga "Purna Jiwa"

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co