3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 24, 2021
in Khas
Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Made Parti | Foto-foto dok Made Parti

Hidup Made Parti seakan-akan diabdikan sepenuhnya untuk urusan ikan hias. Ia lahir di tengah keluarga nelayan ikan hias di Dusun Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, 42 tahun lalu.

Kakeknya nelayan ikan hias,  ayahnya nelayan ikan hias. Kini ia jadi generasi ketiga yang menggantungkan hidup pada ikan hias. Darahnya memang darah nelayan. Waktu kecil ia secara otomatis bisa berenang dan menyelam di lautan, tanpa belajar.

Alam mengajari Made Parti, tentu saja. Desa Les, tempatnya lahir dan tinggal, adalah wilayah berbukit dan sekaligus memiliki sekitar 2 kilometer garis pantai dengan pasir hitam berbatu-batu. Dan Dusun Penyumbahan ialah area dengan wilayah pantai terpanjang, hampir seperempat dari panjang garis pantai yang dimiliki Desa Les dengan sembilan dusun ini.

Made Parti memulai petualangan dengan dunia nelayan ikan hias sedari kelas tiga sekolah dasar, ketika umurnya masih sembilan tahun. Dengan berbekal potassium sianida, ia menyelam setiap sore sepulang sekolah. Cairan potassium disemprotkan, lalu tertangkaplah ikan-ikan hias di lautan.

Ikan hias itu dijual dan lumayan menambah uang saku pada masa itu. Harga ikan hias favorit saat itu, seperti Angel Batman, harganya Rp.250- 300 per ekor. Makin asyiklah ia menyelam, makin ahli juga ia menangkap ikan hias.

Petualangan Laut Hingga ke Wakatobi

Nelayan ikan hias di Desa Les sejak dulu memang terkenal suka bertualang. Mereka tak hanya mencari ikan hias di peraian Desa Les dan sekitarnya, namun juga ke perairan di pulau-pulau yang jauh, seperti di peraiaran Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Made Parti bersiap menyelam bersama para p[enyelam lain

Sekitar tahun 1995, ketika usianya sekitar 16 tahun, ia nekat ikut bertualang memburu ikan hias di lautan lepas lintas pulau.  Saat itu ia bergabung dengan nelayan ikan hias lain, naik kapal (dalam istilah lokal disebut janggolan) menuju Kepulauan Selayar. Kapal itu ditumpangi dua puluh nelayan dengan satu juru kemudi (nakhoda).

Dari Desa Les mereka melaju di tenha laut menuju perairan Desa Kayuadi di Kepulauan Selayar, Sulawesi. Jalur itu adalah jalur pertama yang dilalui Made Parti dan pertama kali juga melakukan penyelaman di perairan pulau yang jauh dari desanya.  

“Selama tiga hari tiga malam perjalanan. Di tempat itu menyelam selama lima sampai enam hari,” kata Made Parti.

Jadi, sampai balik lagi ke Desa Les, perlu waktu sebelas sampai dua belas hari. Mabuk laut hebat ketika memasuki Selat Lombok. Sungguh menyakitkan. Sambutan gelombang sampai di atas kapal adalah hal yang lumrah dialami nelayan. Dan Made Parti tak menyarah. Ia tetap bertualang pada hari-hari berikutnya.

Lombok , Gorsi di Sumbawa, Wakatobi (Wanci, Kalidupa, Tomia, Binongko), Flores, Kepul;auan Lambata, Kepulauan Marica, melalui Labuan Bajo, Kepulauan Sape,  sampai Kepulauan Sanghyang, adalah spot penyelaman rutin yang secara rutin dikunjungi Made Parti, jauh sebelum keindahan tempat ini terkabarkan seperti saat ini.

Made Parti di kedalaman laut

Aktif di Konservasi Biota laut

Mulai tahun 2000  terjadi perubahan mendasar yang dilakukan para nelayan ikan hias di Desa Les, terutama perubahan pada alat dan bahan yang digunakan untuk menangkap ikan hias.

Pada masa-masa itu para nelayan mendapatkan pengetahuan yang penting bahwa penggunaan potassium sianida untuk menangkap ikan bisa merusak lingkungan laut. Untuk itu, para nelayan secara perlahan beralih dari penggunaan potasium sianida ke jaring untuk menangkap ikan hias.  Pada tahun 2003 semua nelayan ikan hias memakai jaring.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) secara estafet mengedukasi para nelayan ikan hias , termasuk Made Parti. Edukasinya, dari proses sertifikasi nelayan sampai  pada level pelatihan untuk tujuan konservasi. Pelatihan saat itu diberikan LSM Bahtera Nusantara (2004) , MAC (Marine Aquarium Council).

Dan tahun 2008  sampai sekarang Made Parti ikut melakukan proses edukasi melalaui sejumlah LSM yang mengurus soal lingkungan laut. Dari pelaku ia menjadi pengedukasi bahaya penggunaan potasium sianida. Dalam urusan menyelam ia juga sudah mengantongi sertifikat Dive Master.

“Apa yang kita perbuat kita sadari dan semua adalah perjalanan dan selalu ada kesadaran pada  setiap hal,” katanya.

Made Parti

Made Parti kini tetap melakukan perjalanan lintas pulau. Jika dulu menyelam untuk mencari ikan hias, kini ia berkeliling memberikan pelatihan ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Bangsering Banyuwangi, Jawa timur, Kepulauan Seribu (Pulau Panggang), Lampung (Pulau Pahawang), Padang, Bungus di Sumatera Barat, hingga Kepulauan Mentawai,

Selain itu juga ke Makasar Pangka Kene Kepulauan (Pulau Badi dan Sarapo Keke, Balang Lompo), Kendari, Buton (Pulau Siompu) sampai Sulawesi Tengah (Kepulauan Banggai).

“Pengalaman dan perjalanan adalah samudera kehidupan,” kata Made Parti. [T][Editor: Adnyana Ole]

___

Baca artikel lain tentang Desa Les dengan penulis Nyoman Nadiana

Tags: bulelengDesa Leslautlingkungan lautnelayan ikan hiasTejakulaterumbu karang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Next Post

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co