2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 24, 2021
in Khas
Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Made Parti | Foto-foto dok Made Parti

Hidup Made Parti seakan-akan diabdikan sepenuhnya untuk urusan ikan hias. Ia lahir di tengah keluarga nelayan ikan hias di Dusun Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, 42 tahun lalu.

Kakeknya nelayan ikan hias,  ayahnya nelayan ikan hias. Kini ia jadi generasi ketiga yang menggantungkan hidup pada ikan hias. Darahnya memang darah nelayan. Waktu kecil ia secara otomatis bisa berenang dan menyelam di lautan, tanpa belajar.

Alam mengajari Made Parti, tentu saja. Desa Les, tempatnya lahir dan tinggal, adalah wilayah berbukit dan sekaligus memiliki sekitar 2 kilometer garis pantai dengan pasir hitam berbatu-batu. Dan Dusun Penyumbahan ialah area dengan wilayah pantai terpanjang, hampir seperempat dari panjang garis pantai yang dimiliki Desa Les dengan sembilan dusun ini.

Made Parti memulai petualangan dengan dunia nelayan ikan hias sedari kelas tiga sekolah dasar, ketika umurnya masih sembilan tahun. Dengan berbekal potassium sianida, ia menyelam setiap sore sepulang sekolah. Cairan potassium disemprotkan, lalu tertangkaplah ikan-ikan hias di lautan.

Ikan hias itu dijual dan lumayan menambah uang saku pada masa itu. Harga ikan hias favorit saat itu, seperti Angel Batman, harganya Rp.250- 300 per ekor. Makin asyiklah ia menyelam, makin ahli juga ia menangkap ikan hias.

Petualangan Laut Hingga ke Wakatobi

Nelayan ikan hias di Desa Les sejak dulu memang terkenal suka bertualang. Mereka tak hanya mencari ikan hias di peraian Desa Les dan sekitarnya, namun juga ke perairan di pulau-pulau yang jauh, seperti di peraiaran Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Made Parti bersiap menyelam bersama para p[enyelam lain

Sekitar tahun 1995, ketika usianya sekitar 16 tahun, ia nekat ikut bertualang memburu ikan hias di lautan lepas lintas pulau.  Saat itu ia bergabung dengan nelayan ikan hias lain, naik kapal (dalam istilah lokal disebut janggolan) menuju Kepulauan Selayar. Kapal itu ditumpangi dua puluh nelayan dengan satu juru kemudi (nakhoda).

Dari Desa Les mereka melaju di tenha laut menuju perairan Desa Kayuadi di Kepulauan Selayar, Sulawesi. Jalur itu adalah jalur pertama yang dilalui Made Parti dan pertama kali juga melakukan penyelaman di perairan pulau yang jauh dari desanya.  

“Selama tiga hari tiga malam perjalanan. Di tempat itu menyelam selama lima sampai enam hari,” kata Made Parti.

Jadi, sampai balik lagi ke Desa Les, perlu waktu sebelas sampai dua belas hari. Mabuk laut hebat ketika memasuki Selat Lombok. Sungguh menyakitkan. Sambutan gelombang sampai di atas kapal adalah hal yang lumrah dialami nelayan. Dan Made Parti tak menyarah. Ia tetap bertualang pada hari-hari berikutnya.

Lombok , Gorsi di Sumbawa, Wakatobi (Wanci, Kalidupa, Tomia, Binongko), Flores, Kepul;auan Lambata, Kepulauan Marica, melalui Labuan Bajo, Kepulauan Sape,  sampai Kepulauan Sanghyang, adalah spot penyelaman rutin yang secara rutin dikunjungi Made Parti, jauh sebelum keindahan tempat ini terkabarkan seperti saat ini.

Made Parti di kedalaman laut

Aktif di Konservasi Biota laut

Mulai tahun 2000  terjadi perubahan mendasar yang dilakukan para nelayan ikan hias di Desa Les, terutama perubahan pada alat dan bahan yang digunakan untuk menangkap ikan hias.

Pada masa-masa itu para nelayan mendapatkan pengetahuan yang penting bahwa penggunaan potassium sianida untuk menangkap ikan bisa merusak lingkungan laut. Untuk itu, para nelayan secara perlahan beralih dari penggunaan potasium sianida ke jaring untuk menangkap ikan hias.  Pada tahun 2003 semua nelayan ikan hias memakai jaring.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) secara estafet mengedukasi para nelayan ikan hias , termasuk Made Parti. Edukasinya, dari proses sertifikasi nelayan sampai  pada level pelatihan untuk tujuan konservasi. Pelatihan saat itu diberikan LSM Bahtera Nusantara (2004) , MAC (Marine Aquarium Council).

Dan tahun 2008  sampai sekarang Made Parti ikut melakukan proses edukasi melalaui sejumlah LSM yang mengurus soal lingkungan laut. Dari pelaku ia menjadi pengedukasi bahaya penggunaan potasium sianida. Dalam urusan menyelam ia juga sudah mengantongi sertifikat Dive Master.

“Apa yang kita perbuat kita sadari dan semua adalah perjalanan dan selalu ada kesadaran pada  setiap hal,” katanya.

Made Parti

Made Parti kini tetap melakukan perjalanan lintas pulau. Jika dulu menyelam untuk mencari ikan hias, kini ia berkeliling memberikan pelatihan ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Bangsering Banyuwangi, Jawa timur, Kepulauan Seribu (Pulau Panggang), Lampung (Pulau Pahawang), Padang, Bungus di Sumatera Barat, hingga Kepulauan Mentawai,

Selain itu juga ke Makasar Pangka Kene Kepulauan (Pulau Badi dan Sarapo Keke, Balang Lompo), Kendari, Buton (Pulau Siompu) sampai Sulawesi Tengah (Kepulauan Banggai).

“Pengalaman dan perjalanan adalah samudera kehidupan,” kata Made Parti. [T][Editor: Adnyana Ole]

___

Baca artikel lain tentang Desa Les dengan penulis Nyoman Nadiana

Tags: bulelengDesa Leslautlingkungan lautnelayan ikan hiasTejakulaterumbu karang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Next Post

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co