14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
June 24, 2021
in Khas
Hidup Made Parti untuk Ikan Hias | Menyelam di Laut Desa Les, Menyelam di Wakatobi

Made Parti | Foto-foto dok Made Parti

Hidup Made Parti seakan-akan diabdikan sepenuhnya untuk urusan ikan hias. Ia lahir di tengah keluarga nelayan ikan hias di Dusun Penyumbahan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, 42 tahun lalu.

Kakeknya nelayan ikan hias,  ayahnya nelayan ikan hias. Kini ia jadi generasi ketiga yang menggantungkan hidup pada ikan hias. Darahnya memang darah nelayan. Waktu kecil ia secara otomatis bisa berenang dan menyelam di lautan, tanpa belajar.

Alam mengajari Made Parti, tentu saja. Desa Les, tempatnya lahir dan tinggal, adalah wilayah berbukit dan sekaligus memiliki sekitar 2 kilometer garis pantai dengan pasir hitam berbatu-batu. Dan Dusun Penyumbahan ialah area dengan wilayah pantai terpanjang, hampir seperempat dari panjang garis pantai yang dimiliki Desa Les dengan sembilan dusun ini.

Made Parti memulai petualangan dengan dunia nelayan ikan hias sedari kelas tiga sekolah dasar, ketika umurnya masih sembilan tahun. Dengan berbekal potassium sianida, ia menyelam setiap sore sepulang sekolah. Cairan potassium disemprotkan, lalu tertangkaplah ikan-ikan hias di lautan.

Ikan hias itu dijual dan lumayan menambah uang saku pada masa itu. Harga ikan hias favorit saat itu, seperti Angel Batman, harganya Rp.250- 300 per ekor. Makin asyiklah ia menyelam, makin ahli juga ia menangkap ikan hias.

Petualangan Laut Hingga ke Wakatobi

Nelayan ikan hias di Desa Les sejak dulu memang terkenal suka bertualang. Mereka tak hanya mencari ikan hias di peraian Desa Les dan sekitarnya, namun juga ke perairan di pulau-pulau yang jauh, seperti di peraiaran Nusa Tenggara hingga Sulawesi.

Made Parti bersiap menyelam bersama para p[enyelam lain

Sekitar tahun 1995, ketika usianya sekitar 16 tahun, ia nekat ikut bertualang memburu ikan hias di lautan lepas lintas pulau.  Saat itu ia bergabung dengan nelayan ikan hias lain, naik kapal (dalam istilah lokal disebut janggolan) menuju Kepulauan Selayar. Kapal itu ditumpangi dua puluh nelayan dengan satu juru kemudi (nakhoda).

Dari Desa Les mereka melaju di tenha laut menuju perairan Desa Kayuadi di Kepulauan Selayar, Sulawesi. Jalur itu adalah jalur pertama yang dilalui Made Parti dan pertama kali juga melakukan penyelaman di perairan pulau yang jauh dari desanya.  

“Selama tiga hari tiga malam perjalanan. Di tempat itu menyelam selama lima sampai enam hari,” kata Made Parti.

Jadi, sampai balik lagi ke Desa Les, perlu waktu sebelas sampai dua belas hari. Mabuk laut hebat ketika memasuki Selat Lombok. Sungguh menyakitkan. Sambutan gelombang sampai di atas kapal adalah hal yang lumrah dialami nelayan. Dan Made Parti tak menyarah. Ia tetap bertualang pada hari-hari berikutnya.

Lombok , Gorsi di Sumbawa, Wakatobi (Wanci, Kalidupa, Tomia, Binongko), Flores, Kepul;auan Lambata, Kepulauan Marica, melalui Labuan Bajo, Kepulauan Sape,  sampai Kepulauan Sanghyang, adalah spot penyelaman rutin yang secara rutin dikunjungi Made Parti, jauh sebelum keindahan tempat ini terkabarkan seperti saat ini.

Made Parti di kedalaman laut

Aktif di Konservasi Biota laut

Mulai tahun 2000  terjadi perubahan mendasar yang dilakukan para nelayan ikan hias di Desa Les, terutama perubahan pada alat dan bahan yang digunakan untuk menangkap ikan hias.

Pada masa-masa itu para nelayan mendapatkan pengetahuan yang penting bahwa penggunaan potassium sianida untuk menangkap ikan bisa merusak lingkungan laut. Untuk itu, para nelayan secara perlahan beralih dari penggunaan potasium sianida ke jaring untuk menangkap ikan hias.  Pada tahun 2003 semua nelayan ikan hias memakai jaring.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) secara estafet mengedukasi para nelayan ikan hias , termasuk Made Parti. Edukasinya, dari proses sertifikasi nelayan sampai  pada level pelatihan untuk tujuan konservasi. Pelatihan saat itu diberikan LSM Bahtera Nusantara (2004) , MAC (Marine Aquarium Council).

Dan tahun 2008  sampai sekarang Made Parti ikut melakukan proses edukasi melalaui sejumlah LSM yang mengurus soal lingkungan laut. Dari pelaku ia menjadi pengedukasi bahaya penggunaan potasium sianida. Dalam urusan menyelam ia juga sudah mengantongi sertifikat Dive Master.

“Apa yang kita perbuat kita sadari dan semua adalah perjalanan dan selalu ada kesadaran pada  setiap hal,” katanya.

Made Parti

Made Parti kini tetap melakukan perjalanan lintas pulau. Jika dulu menyelam untuk mencari ikan hias, kini ia berkeliling memberikan pelatihan ke beberapa daerah di Indonesia, seperti Bangsering Banyuwangi, Jawa timur, Kepulauan Seribu (Pulau Panggang), Lampung (Pulau Pahawang), Padang, Bungus di Sumatera Barat, hingga Kepulauan Mentawai,

Selain itu juga ke Makasar Pangka Kene Kepulauan (Pulau Badi dan Sarapo Keke, Balang Lompo), Kendari, Buton (Pulau Siompu) sampai Sulawesi Tengah (Kepulauan Banggai).

“Pengalaman dan perjalanan adalah samudera kehidupan,” kata Made Parti. [T][Editor: Adnyana Ole]

___

Baca artikel lain tentang Desa Les dengan penulis Nyoman Nadiana

Tags: bulelengDesa Leslautlingkungan lautnelayan ikan hiasTejakulaterumbu karang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“My Document”, Alejandro Zambra | Bagaimana Cara Menceritakan Kisah-kisah Kecil?

Next Post

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Jukut Ares dan Kekeliruan Guillaume Musso

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co