23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Belum Saatnya Membawa Kebiasaan Lalai Pulang ke Tanah Air | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Belum Saatnya Membawa Kebiasaan Lalai Pulang ke Tanah Air | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya [penulis]

Baca Kabar dari Jepang lain:

  • Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah
  • Karena Pintar Mencuci Tangan Bukanlah Kebanggaan

_____

Masih dalam suasana pandemi Covid-19, saya dan rekan-rekan diliburkan karena hotel harus ditutup. Pemerintah siap dengan konsekuensinya, karena mendukung hotel menutup usaha dalam kurun waktu dan persyaratan yang ditentukan. Meskipun seluruh karyawan dipastikan tidak berkerja sampai akhir Juni, dalam usaha memutus rantai penyebaran virus yang bisa semakin parah saja menyebar apabila hotel masih tetap beroperasi, pemerintah telah bersedia mengucurkan dana bantuan yang dikolaborasikan pihak hotel agar tetap dapat menggaji karyawan.

Keputusan pendanaan ini sangat melegakan untuk pekerja migran seperti saya. Walaupun masih harus sabar menanti update untuk bulan-bulan berikutnya. Selama hotel tutup, pemerintah melakukan random check, untuk memastikan pihak hotel tidak berbuat curang dengan mempekerjakan karyawannya tanpa sepengetahuan mereka.   

Dengan tidak adanya aktivitas khusus selama bulan ini, pikiran saya selama di asrama jadi mudah melayang kemana-mana, mengingat-ingat saat saya datang ke Jepang, kemudian saya teringat saat Februari lalu,

“Hugo, kamu sedang memperhatikan apa?” tanya saya kepada salah seorang rekan kerja dari Malaysia, yang menatap monitor laptop dengan serius.

“Ahh, aku sedang bingung mau beli Hand-Phone yang mana. Yang murah tapi berkualitas.”

“Lah, HP-mu yang biasanya kenapa? Bosan?” tanya saya ingin tahu. Tadinya saya pikir dia sedang browsing keperluan tamu.

“HP-ku hilang sejak kemarin sore saat jalan-jalan ke daerah Hirafu,” ungkapnya.

Rupanya HP-nya hilang semenjak kemarin sore dan belum ditemukan hingga siang ini. Jaman sekarang hidup tanpa HP adalah hal yang kronis. Ia sangat kalut, sudah mencoba kembali ke restoran dan store yang ia kunjungi kemarin tetapi sayangnya tidak ditemukan.

Tiba-tiba ia dan saya teringat pada saat yang bersamaan: “Shuttle Bus!”

“Riris, tolong bantu tanyakan kepada driver shuttle bus hotel kita dalam Bahasa Jepang ya. Aku benar-benar lupa ada kemungkinan HPku terjatuh dalam bus.” (Hotel tempat kami bekerja memiliki fasilitas bus gratis yang mengantarkan para tamu ke lokasi-lokasi pusat hidangan dan perbelanjaan, yang juga boleh digunakan para karyawan dengan tetap memprioritaskan tamu-tamu).

Dan begitulah, setelah saya bercakap-cakap dengan petugas kontrol shuttle bus, menjelaskan detail HP rekan saya yang hilang, beberapa saat kemudian kami dikabari oleh driver yang bertugas di pos setelah mengecek ke tiap bus yang beroperasi. HP tersebut rupanya yang kemarin ditemukan, dan sudah disimpan di front desk hotel satu lagi dari 4 hotel yang dibangun di satu kawasan oleh pemilik yang sama.

Saya jadi ingat tamu yang juga kehilangan HP-nya, suatu hari datang tergopoh-gopoh ke front desk saat saya sedang belajar sistem, menanyakan apa ada seseorang menemukan telpon genggamnya. Tamu asal Australia itu menjelaskan ia hanya pergi ke daerah Kutchan, untuk berbelanja di supermarket yang terkenal memiliki banyak pilihan oleh-oleh. Setelah koordinasi dengan pihak pengaturan bus yang tidak menemukan satu handphone-pun pada hari itu, kami menghubungi stasiun Kutchan. Dengan hanya sekali panggilan, pihak stasiun Kutchan yang menyediakan ruang tunggu bagi para tamu langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Mereka menelpon balik dan membawa kabar gembira bahwa HP tersebut ditemukan, diserahkan salah seorang warga yang tadinya berbelanja di daerah sana.

Saya jadi merasa terharu. Terharu oleh driver, oleh orang sekitar yang berbelanja ke supermarket, oleh petugas stasiun dan polisi, serta oleh sebagian besar orang yang saya temui di sini. Terharu karena saya merasa aman dan nyaman. Dan saya juga menjadi kagum, memikirkan betapa negara ini sudah memiliki kecukupan finansial. Masyarakatnya tidak serta-merta memati-dayakan HP yang ditemukan, diformat ulang, kemudian dijual atau dipakai pribadi. Finansial tentu saja merupakan salah satu pendukung jaminan keamanan di suatu negara. Dan saya juga tersentuh, masyarakatnya masih mau meluangkan waktu untuk menyerahkan barang temuan ke pihak berwajib. Masyarakat yang sejahtera, yang masih memiliki etika. Masyarakat dan pihak berwajib bekerjasama dan saling percaya.

Ingatan saya makin berulang, hingga teringat pada Desember tahun lalu saat awal saya mulai bekerja, saya membantu tamu berkomunikasi dalam bahasa Jepang kepada polisi yang bertugas di daerah Hirafu, yang menjawab panggilan dari sang ayah ketika mencoba menelepon ke nomor HP milik putrinya yang hilang. Kami berkoordinasi agar HP diambil ke pos polisi dan mengikuti arahan petugas untuk membawa beberapa data diri tamu. Saya kagum pada sistemnya. Pada kemudahan mengikuti proses penemuan barang hilang. Sekali lagi, kagum pada perasaan aman dan nyaman. Tentu saja beberapa yang saya kisahkan ini di luar dari penanganan HP hilang yang dapat dibantu menggunakan aplikasi “Find my Iphone” dan sejenisnya.

Saya masih ragu saat menyimpulkan Jepang terpercaya dalam hal penanganan barang hilang. Apa mungkin karena daerah saya tinggal bukanlah kota besar? Tetapi rupanya setelah berbincang-bincang dengan adik tingkat kuliah saya yang sudah sekian tahun hidup di Tokyo, pusat dari peradaban Jepang, ia dan teman-temannya mengalami hal serupa. Mengalami kemudahan-kemudahan saat tidak sengaja meninggalkan barang di keramaian. Entah dompet, entah tas berisikan passport, ataupun juga handphone. Mereka dibuat segan terhadap pihak berwajib, dan diarahkan untuk tidak lagi mengulang kelalaian yang sama. Memang negara ini telah mampu memberikan jaminan keamanan, dalam hal ini saya menyoroti masalah kehilangan barang. Suksesnya sinergi antara warga, pemilik usaha, dan petugas keamanan, serta seluruh pihak relevan lainnya.

Bayangkan, jika saat pulang nanti ke tanah air, dan kebiasaan lalai masih dibawa-bawa, tentu akan lain urusannya. Atau, bayangkan ,jika pulang nanti ke tanah air, dan suatu pernah menemukan barang berharga, mungkin akan berbeda juga ceritanya.

Pada Maret sebelum hotel ditutup, saya masih ingat, saya dan rekan-rekan kerja melakukan bersih-bersih skala besar dengan pemilahan sampah yang edan bagi saya itu. Selain memilah sampah, kami juga memilih dan memilah barang temuan. Saya membelalak melihat barang-barang berharga yang diletakkan di meja berbeda. Berbagai brand yang saya idamkan di majalah Cosmopolitan dan online beauty pages, ada di sana. Ada jam tangan, kaca mata, perhiasan, dan benda-benda cantik lainnya. Saya langsung tanyakan kepada senior, apa ada tamu yang mengiklaskan miliknya untuk si penemu? Biar saya negosiasi ke penemu. Masa begini sahutnya:

“Riris, sebentar lagi setelah kita data, kita akan ke kantor polisi.”

“Hah? Ada masalah apa? Saya kan baru bertanya, belum mengambil apa-apa.” kaget kan saya.

“Benda-benda berharga seperti ini yang kita tidak bisa telusuri pemiliknya, akan kita laporkan sebagai barang temuan hotel, jadi kapanpun tamu kembali dan menanyakan benda miliknya, kita tidak usah repot lagi. Mereka bisa koordinasi langsung dengan pihak kepolisian.”

Astaganaga. Memang ya, di balik segala keamanan dan kenyamanan itu ada segala daya upaya untuk menciptakannya. Pihak yang selama ini bersinergi itu ternyata termasuk juga hotel tempat saya bekerja. Jadi, selama berbicara tentang Jepang, belum pernah saya dengar topik mengarah ke pencurian barang berharga, adanya malah pencurian pakaian dalam. Nah, itu beda. [T]

Tags: Jepangperjalanan
Share90TweetSendShareSend
Previous Post

Idulfitri yang Berbeda & Kepura-puraan Kita

Next Post

Puisi-puisi Jong Santiasa Putra || Soal, Rumus, KPK, Jawaban, dan Lain-lain

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Jong Santiasa Putra || Soal, Rumus, KPK, Jawaban, dan Lain-lain

Puisi-puisi Jong Santiasa Putra || Soal, Rumus, KPK, Jawaban, dan Lain-lain

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co