2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya

Tiba-tiba saya merasa rindu pada Taman Kota Singaraja di Buleleng, Bali. Saya ingin pergi bersantai pada Minggu pagi seperti sebelum-sebelumnya saat masih di Buleleng. Meski sesungguhnya, saat di Buleleng, susah juga untuk mendapat libur pada hari Minggu karena bekerja di hotel, apalagi kadang bersamaan dengan saat suami mendapat pekerjaan tambahan.

Menikmati Car Free Day sepekan sekali dengan berjalan kaki dari Tugu Singa menuju taman, bertegur sapa dengan kawan-kawan lama atau tetangga yang juga sedang menikmati akhir pekan. Sungguh menarik. Saya mengingat-ingat anak balita saya menaiki odong-odong di taman itu, dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, tapi kemudian mengamuk kalau diajak berhenti. Terpaksa tambah 3 lagu lagi.

Ataupun mendapati kakaknya bernegosiasi untuk lagi-lagi membeli slime. Pilihannya adalah belikan sekali lagi atau anak akan membuat sendiri dengan menghabiskan odol dari kamar mandi.

Sementara saya datang ke taman itu untuk pura-pura olahraga, mengitari 2–3 kali taman dan hingga akhirnya sampai di garis finish, pada warung mobil pick-up yang menjual nasi be guling. Sementara anak-anak minta menu yang lain. Suami, hanya geleng-geleng saja, kemudian manggut-manggut ketika saya tanya apa mau pesan juga. 2 porsi nasi dan tentu saja es bir!

Yang membuat saya teringat taman kota adalah setelah tadi saya bersih-bersih di hotel. Selain persiapan perubahan failitas dan mesin-mesin dari musim dingin ke musim panas, dikarenakan juga oleh efek dari pandemik yang sedang melanda dunia ini, hotel terpaksa ditutup dan kami melakukan hotel maintenance. Kami melakukan deep-cleaning serta memastikan seluruh fasilitas terjaga bersih dan rapi, untuk siap digunakan pada saatnya nanti. Disinilah saat jiwa Indonesia saya meronta tidak terkira.

Tahu kenapa?

Sampah. Ini perihal menangani sampah di tempat saya bekerja. Di negara saya bekerja. Ada sekian banyak pemisahan sampah yang sudah saya jumpai saat mendarat di Negeri Sakura ini.

Maka itu saya teringat taman kota, pemerintah setempat telah melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan non-organik. Bisa bantu ingatan saya? Kalau tidak salah di tamkot ada 3 jenis bak sampah dalam satu set ya? Organik, Non Organik, dan satu lagi pecah-belah sepertinya.

Nah, ini di sini, saya sudah terbiasa memisahkan sampah sebagai berikut: 1. Organik (Sisa makanan, kulit telur, kulit dari kupasan buah-buah, dll. Kalian akan otomatis belajar tidak menyisakan makanan karena malas harus membuangnya terpisah) 2. Bisa Dibakar (Ini tergantung mesin yang dimiliki masing-masing prefektur. Di daerah Niseko sini kami menyatukan bahan kertas dan plastik menjadi satu. Ada daerah yang lebih di pelosok lagi, mereka harus memisahkan plastik dan kertas), 3. Botol Plastik, 4. Kaleng, 5. Berbahan gelas. Ini berlaku dimana-mana, baik di setiap rumah, maupun di tempat kerja. Penanganannya sampai pada perusahaan pengelola sampah, yang melakukan kontrol dengan sangat disiplin.

Hari ini berhubung tim housekeeping tidak lagi bertugas, tibalah saatnya kami mengumpulkan semua sampah dari tiap lantai kamar hotel. Awalnya mudah, hingga saya menggenggam satu botol spray untuk penyegar sepatu. Saya hendak memasukkan botol tersebut ke kantong sampah untuk kaleng, hingga atasan saya menanyakan benda itu.

Atasan bertanya apakah saya sudah pastikan botol dalam keadaan kosong. Hah?

Botolnya baru, sepertinya baru dipakai 2-3 kali saja oleh tamu yang meninggalkannya. Kata beliau, saya harus mengosongkan botol tersebut! Jadi, harus disemprotkan hingga isinya habis. Aduh, saya ingat bukan hanya botol itu. Ada 3 botol lagi yang masih terisi, yang terlanjur saya masukkan ke dalam kantong. Botol-botol tersebut akan cukup berbahaya saat dibakar dalam keadaan masih terisi.

Setelah dikosongkan, harus sedikit dilubangi. Jadi benar saja, saya mendapati diri saya berdiri di bawah pohon di halaman hotel, menyemprotkan keempat botol itu bergantian. Berdiri, kemudian jongkok sebentar, berdiri lagi, senyum-senyum sendiri.

Belum selesai saya terkesima oleh perlakuan botol spray, berikutnya giliran jiwa pemulung saya yang digelitik. Saya melihat tumpukan koran, kertas-kertas, majalah-majalah hotel yang kualitas kertasnya sangat bagus, disusun dengan sangat rapi di atas trolley-trolley.

Saya iseng bertanya pada senior, uang jual kertasnya boleh kita pakai makan-makan tidak? Anehnya, saya malah dipelototi. Senior saya menerangkan, justru kita yang harus membayar. Kita telepon perusahaan sampahnya, minta semua tumpukan kertas dijemput kemudian membayar ongkos membakarnya. Hahh??

Saya makin lemas ketika naik ke lantai 3 dan diminta bersama-sama membersihkan gudang. Bukan karena gudangnya kotor berdebu, tidak sama sekali. Tetapi karena saya tiba-tiba ingin buka toko emper di Singaraja. Ada sekitar 4 kotak sangat besar yang berisikan perlengkapan mandi yaitu, sabun cair, shampoo, dan conditioner. Merknya adalah Shiseido!

Masalahnya kami harus membuangnya. Karena ini adalah stok setahun lalu, dan hotel tidak ingin mempertaruhkan kualitasnya. Teman-teman saya mengiyakan ketika saya minta semua box untuk saya jual di kota saya. Tentu saja saya bilang itu hanya bercanda, tapi dalam hati saya masih ingin melakukannya.

Yang mengesankan bukan hanya karena dibuang, tetapi cara membuangnya. Oh, sungguh! Kami harus membuka dan menuangkan isi tiap botol ke sebuah kantong plastik tebal, dan memisahkan botol-botol ke kantong khusus untuk sampah yang tidak dapat dibakar. Dan satu hal lagi yang saya pelajari dari bekerja bersama orang Jepang adalah, yang saya anggap proses itu akan memakan waktu 1-2 hari, terselesaikan hanya dalam 3 jam.

Kami duduk melingkar, hanya 3 orang, kami tetap mengobrol, tapi tangan terus bekerja. Atasan yang sudah selesai mengerjakan tugas sebelumnya, datang membantu. Kami benar-benar bekerja, sambil mengobrol. Bukan sebaliknya.

Saya jadi berpikir, bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, ada usaha-usaha dan sistem yang kuat untuk mencapainya. Seandainya saya malas dan mencampur semua sampah jadi satu tanpa ada yang tahu, cukup dengan satu panggilan dari perusahaan pengelola sampah kepada manajer, sudah pasti investigasi akan berakhir di saya. Dan saya makin percaya, ketika bertanya kepada rekan saya, kamu pernah ingin mencampur sampah sekali waktu? Tidak, kata dia. Aku tidak ingin mendapat masalah, dan juga, aku sudah melakukannya sejak kecil.

Tidak saya sangka rupanya seserius ini. Urusan sampah, urusan sehari-hari.  Urusan yang awalnya terlihat kecil, ternyata hanya bisa diatasi oleh kesadaran individu, sistem yang kuat, penanganan yang tepat, dan kerja-sama seluruh pihak. Kalau berani bermimpi kota kita sebersih kota di Jepang, kita semua harus berusaha yang keras. Jadi kamu, nona cantik bermobil mewah, jangan sampai lempar kotak nasi lewat kaca jendela! [T]

Tags: JepangNegeri SakuraSampahsampah plastik
Share218TweetSendShareSend
Previous Post

Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

Next Post

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co