2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya by Riris Sanjaya
January 26, 2021
in Khas
Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Riris Sanjaya

Tiba-tiba saya merasa rindu pada Taman Kota Singaraja di Buleleng, Bali. Saya ingin pergi bersantai pada Minggu pagi seperti sebelum-sebelumnya saat masih di Buleleng. Meski sesungguhnya, saat di Buleleng, susah juga untuk mendapat libur pada hari Minggu karena bekerja di hotel, apalagi kadang bersamaan dengan saat suami mendapat pekerjaan tambahan.

Menikmati Car Free Day sepekan sekali dengan berjalan kaki dari Tugu Singa menuju taman, bertegur sapa dengan kawan-kawan lama atau tetangga yang juga sedang menikmati akhir pekan. Sungguh menarik. Saya mengingat-ingat anak balita saya menaiki odong-odong di taman itu, dengan wajahnya yang tanpa ekspresi, tapi kemudian mengamuk kalau diajak berhenti. Terpaksa tambah 3 lagu lagi.

Ataupun mendapati kakaknya bernegosiasi untuk lagi-lagi membeli slime. Pilihannya adalah belikan sekali lagi atau anak akan membuat sendiri dengan menghabiskan odol dari kamar mandi.

Sementara saya datang ke taman itu untuk pura-pura olahraga, mengitari 2–3 kali taman dan hingga akhirnya sampai di garis finish, pada warung mobil pick-up yang menjual nasi be guling. Sementara anak-anak minta menu yang lain. Suami, hanya geleng-geleng saja, kemudian manggut-manggut ketika saya tanya apa mau pesan juga. 2 porsi nasi dan tentu saja es bir!

Yang membuat saya teringat taman kota adalah setelah tadi saya bersih-bersih di hotel. Selain persiapan perubahan failitas dan mesin-mesin dari musim dingin ke musim panas, dikarenakan juga oleh efek dari pandemik yang sedang melanda dunia ini, hotel terpaksa ditutup dan kami melakukan hotel maintenance. Kami melakukan deep-cleaning serta memastikan seluruh fasilitas terjaga bersih dan rapi, untuk siap digunakan pada saatnya nanti. Disinilah saat jiwa Indonesia saya meronta tidak terkira.

Tahu kenapa?

Sampah. Ini perihal menangani sampah di tempat saya bekerja. Di negara saya bekerja. Ada sekian banyak pemisahan sampah yang sudah saya jumpai saat mendarat di Negeri Sakura ini.

Maka itu saya teringat taman kota, pemerintah setempat telah melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan non-organik. Bisa bantu ingatan saya? Kalau tidak salah di tamkot ada 3 jenis bak sampah dalam satu set ya? Organik, Non Organik, dan satu lagi pecah-belah sepertinya.

Nah, ini di sini, saya sudah terbiasa memisahkan sampah sebagai berikut: 1. Organik (Sisa makanan, kulit telur, kulit dari kupasan buah-buah, dll. Kalian akan otomatis belajar tidak menyisakan makanan karena malas harus membuangnya terpisah) 2. Bisa Dibakar (Ini tergantung mesin yang dimiliki masing-masing prefektur. Di daerah Niseko sini kami menyatukan bahan kertas dan plastik menjadi satu. Ada daerah yang lebih di pelosok lagi, mereka harus memisahkan plastik dan kertas), 3. Botol Plastik, 4. Kaleng, 5. Berbahan gelas. Ini berlaku dimana-mana, baik di setiap rumah, maupun di tempat kerja. Penanganannya sampai pada perusahaan pengelola sampah, yang melakukan kontrol dengan sangat disiplin.

Hari ini berhubung tim housekeeping tidak lagi bertugas, tibalah saatnya kami mengumpulkan semua sampah dari tiap lantai kamar hotel. Awalnya mudah, hingga saya menggenggam satu botol spray untuk penyegar sepatu. Saya hendak memasukkan botol tersebut ke kantong sampah untuk kaleng, hingga atasan saya menanyakan benda itu.

Atasan bertanya apakah saya sudah pastikan botol dalam keadaan kosong. Hah?

Botolnya baru, sepertinya baru dipakai 2-3 kali saja oleh tamu yang meninggalkannya. Kata beliau, saya harus mengosongkan botol tersebut! Jadi, harus disemprotkan hingga isinya habis. Aduh, saya ingat bukan hanya botol itu. Ada 3 botol lagi yang masih terisi, yang terlanjur saya masukkan ke dalam kantong. Botol-botol tersebut akan cukup berbahaya saat dibakar dalam keadaan masih terisi.

Setelah dikosongkan, harus sedikit dilubangi. Jadi benar saja, saya mendapati diri saya berdiri di bawah pohon di halaman hotel, menyemprotkan keempat botol itu bergantian. Berdiri, kemudian jongkok sebentar, berdiri lagi, senyum-senyum sendiri.

Belum selesai saya terkesima oleh perlakuan botol spray, berikutnya giliran jiwa pemulung saya yang digelitik. Saya melihat tumpukan koran, kertas-kertas, majalah-majalah hotel yang kualitas kertasnya sangat bagus, disusun dengan sangat rapi di atas trolley-trolley.

Saya iseng bertanya pada senior, uang jual kertasnya boleh kita pakai makan-makan tidak? Anehnya, saya malah dipelototi. Senior saya menerangkan, justru kita yang harus membayar. Kita telepon perusahaan sampahnya, minta semua tumpukan kertas dijemput kemudian membayar ongkos membakarnya. Hahh??

Saya makin lemas ketika naik ke lantai 3 dan diminta bersama-sama membersihkan gudang. Bukan karena gudangnya kotor berdebu, tidak sama sekali. Tetapi karena saya tiba-tiba ingin buka toko emper di Singaraja. Ada sekitar 4 kotak sangat besar yang berisikan perlengkapan mandi yaitu, sabun cair, shampoo, dan conditioner. Merknya adalah Shiseido!

Masalahnya kami harus membuangnya. Karena ini adalah stok setahun lalu, dan hotel tidak ingin mempertaruhkan kualitasnya. Teman-teman saya mengiyakan ketika saya minta semua box untuk saya jual di kota saya. Tentu saja saya bilang itu hanya bercanda, tapi dalam hati saya masih ingin melakukannya.

Yang mengesankan bukan hanya karena dibuang, tetapi cara membuangnya. Oh, sungguh! Kami harus membuka dan menuangkan isi tiap botol ke sebuah kantong plastik tebal, dan memisahkan botol-botol ke kantong khusus untuk sampah yang tidak dapat dibakar. Dan satu hal lagi yang saya pelajari dari bekerja bersama orang Jepang adalah, yang saya anggap proses itu akan memakan waktu 1-2 hari, terselesaikan hanya dalam 3 jam.

Kami duduk melingkar, hanya 3 orang, kami tetap mengobrol, tapi tangan terus bekerja. Atasan yang sudah selesai mengerjakan tugas sebelumnya, datang membantu. Kami benar-benar bekerja, sambil mengobrol. Bukan sebaliknya.

Saya jadi berpikir, bahwa untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, ada usaha-usaha dan sistem yang kuat untuk mencapainya. Seandainya saya malas dan mencampur semua sampah jadi satu tanpa ada yang tahu, cukup dengan satu panggilan dari perusahaan pengelola sampah kepada manajer, sudah pasti investigasi akan berakhir di saya. Dan saya makin percaya, ketika bertanya kepada rekan saya, kamu pernah ingin mencampur sampah sekali waktu? Tidak, kata dia. Aku tidak ingin mendapat masalah, dan juga, aku sudah melakukannya sejak kecil.

Tidak saya sangka rupanya seserius ini. Urusan sampah, urusan sehari-hari.  Urusan yang awalnya terlihat kecil, ternyata hanya bisa diatasi oleh kesadaran individu, sistem yang kuat, penanganan yang tepat, dan kerja-sama seluruh pihak. Kalau berani bermimpi kota kita sebersih kota di Jepang, kita semua harus berusaha yang keras. Jadi kamu, nona cantik bermobil mewah, jangan sampai lempar kotak nasi lewat kaca jendela! [T]

Tags: JepangNegeri SakuraSampahsampah plastik
Share218TweetSendShareSend
Previous Post

Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

Next Post

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Riris Sanjaya

Riris Sanjaya

Lahir di Singaraja, kini bekerja di Jepang

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Pariwisata Nusa Penida Melejit, Jangan Remehkan Sengketa Batas Desa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co