6 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

tatkala by tatkala
April 9, 2020
in Pertanian
Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

Mobil Corolla dan Gde Made Metera

I Gde Made Metara, akademisi yang Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja, yang juga penulis kolom di tatkala.co. dengan sukarela dan ikhlas menjual mobil kesayangannya yang sudah menemaninya sejak bertahun-tahun. Mobil itu, Corolla buatan Toyota tahun 1997, terjual Rp 21,5 juta. Dan semuanya didonasikan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bagi petugas medis yang menjadi tim penanganan Covid-19 di RSUD Buleleng, juga untuk sebuah organisasi di Denpasar.

Proses penjualan Corolla itu cukup unik dan dilakukan lewat facebook. Begini alurnya:

Pada 30 Maret pukul 09.01 ia mulai umumkan penjualaan.

Corolla Klasik Donasi Menghambat Covid 19

Bagi para Dermawan dan Donatur kemanusiaan, Corolla Klasik tahun 1977 ini dijual untuk donasi menghambat Covid 19. Bodi sesuai tampilan. Mesin sudah rekondisi kembali standar. Surat lengkap. Seluruh hasil penjualan untuk donasi menghambat Covid 19.

Pada 1 April pukul 18.58 ia kemudian menulis:

Dengan Donasi Corolla Klasik Mencegah Penularan Corona

Setelah tiga hari ditawarkan, tadi pagi seorang Dermawan dan Donatur kemanusiaan dan sahabat yang segera pensiun, menawar dengan harga 20 juta rupiah. Nilai itu belum mencapai separuh dari biaya untuk mewujudkan Corolla klasik ini.

Jika ada Dermawan dan Donatur kemanusiaan yang bersedia membayar lebih, Corolla klasik ini akan dilepas agar bisa lebih banyak dan segera seluruhnya didonasikan untuk keperluan pencegahan penularan Covid 19.

Sahabat yang tadi pagi menawar 20 juta rupiah, mohon direlakan kalau ada Dermawan yang berkenan membayar lebih. Kalau tidak ada silakan diambil Corolla klasik ini, agar dananya segera bisa didonasikan

Pada 5 April pukul 12.18 ia menulis perkembangan penjualannya: 

Corolla Klasik untuk Donasi Sudah Terjual

Sejak diuanggah di Fb tanggal 30 Maret dan 1 April 2020 Corolla Klasik untuk donasi pencegahan penularan Covid 19, ada sejumlah Dermawan peminat yang menawar. Sejumlah peminat menyatakan minat melalui inbox. Dua peminat mengecek langsung kondisi mobil. Satu peminat datang dari Denpasar. Satu lagi datang dari Bangli.

Di antara Dermawan peminat, penawar terendah dengan harga 20 juta rupiah. Penawar tertinggi dengan harga 21,5 juta rupiah. Kedua peminat yang mengajukan penawaran itu sudah mengajukan nilai penawaran sebelum mengecek kondisi mobil. Mereka hanya melihat dari foto-foto Corolla Klasik yang diunggah di Fb dan yang dikirim ke WA.

Walau nilai yang diajukan oleh peminat belum sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk mewujudkan Corolla Klasik itu yang mencapai 50 juta rupiah, saya lepas mobil kesayangan itu untuk peminat dengan penawar tertinggi 21,5 juta. Saya minta peminat itu datang dan mengambil Corolla Klasik itu, karena saya ingin segera mendonasikan dananya untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19.

Pagi tadi Dermawan itu datang mengambil Corolla Klasik itu. Dia membayar 21 juta rupiah. Sisanya 500 ribu rupiah dia minta untuk bekal pulang. Oleh karena dia terus terang bilang meminta, saya berikan walau permintaan awalnya 21, 5 juta rupiah. Singkatnya Corolla klasik itu laku 21 juta rupiah.

Semua itu perlu diceritrakan sebagai akuntabilitas publik, karena awalnya penjualannya disampaikan ke publik. Sebelum Corolla itu diambil dan dibayar, kemarin sudah saya donasikan dan 5,9 juta rupiah ke sebuah organisasi di Denpasar untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19.

Sekarang masih ada sisa dana penjualan Corolla itu sejumlah 15, 1 juta rupiah. Sisa dana ini sesuai niat awal saya akan didonasikan seluruhnya untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19.

Adakah pembaca, rekan Fb yang merekomendasikan organisasi di Buleleng yang perlu diberi donasi untuk pencegahan penularan Covid 19? Sehingga seluruh penjualan Corolla Klasik itu didonasikan untuk kepentingan pencegahan Covid 19, walaupun nilai penjualannya tidak banyak.

Terima kasih kepada Dermawan yang telah bersedia membayar Corolla Klasik seharga 21 juta rupiah. Semoga wabah Covid 19 segera berakhir. 

Akhirnya, pada 9 Maret 2020 sore, ia mengunggah foto APD dan masker disertai ucapan terima kasih:

Donasi Penjualan Corolla Diserahkan ke Tim Covid 19 RSUD Buleleng

Hari ini sudah diserahkan donasi ke Tim Covid 19 RSUD Buleleng sebagai wujud ikut gotong royong dalam pencegahan penularan Covid 19.
1. Baju APD 20 PCS
2. Masker N95 40 PCS
3. Masker Ear Loop 200 PCS

Semuanya senilai 15,08 juta rupiah.
Telah ditransfer ke rekanan pengadaan 15, 1 juta rupiah.

Sebelumnya sudah didonasikan 5, 9 juta rupiah ke suatu organisasi di Denpasar.

Akhirnya semua hasil penjualan Corolla klasik senilai 21 juta rupiah sudah tersalurkan. Pemberitahuan ini semata sebagai akuntabilitas publik.

Saya merasa lega. Sekali lagi terima kasih kepada Dermawan pembeli Corolla klasik. Semoga mobil itu bermanfaat untuk Bapak. Semoga juga Covid 19 segera berakhir atas wara nugraha Hyang Widhi. (09042020).

Gotong Royong

Sebagaimana dimuat di Radar Bali,  Made Metera menjelaskan mobil Corolla klasik kesayangan ia jual lantaran ingin ikut bergotong-royong dan terlibat dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Kalau dalam hal pencegahan Covid-19, saya  tidak memiliki keterampilan untuk melakukan hal itu. Saya memiliki Corolla Klasik yang saya sukai. Maka itu yang saya jual agar bisa ikut donasi untuk mencegah penularan Covid 19,” ungkap Made Metera yang kini juga menjabat sebagai Plt Ketua PHDI Buleleng.

Lanjut Made Metera, menjual Corolla tua tidak mudah kecuali kepada penggemar. Sehingga ia unggah diakun FB miliknya. Hanya cara itu dengan cepat menjual mobil yang sudah 7 tahun menemaninya. “Saya tidak akan unggah di Fb karena saya tidak ingin publikasi. Hanya saja ini demi rasa kemanusia untuk membantu sesama yang membutuhkan ditengah pandemi virus korona,” imbuhnya.

Penulis Buku

Made Metera mengatakan, banyak tersimpan kenangan dari mobil klasik yang ia jual untuk donasi pencegahan Covid-19. Mulai dari mobil Corolla klasik setiap hari dia awasi sendiri di bengkel saat merestorasi tahun 2013 lalu. “Hampir setiap hari saya mengunjungi bengkel untuk melihat proses restorasi mengembalikan ke bentuk asalnya,” kata Made Metera.

Namun yang berkesan dari mobil corolla klasik tersebut, menemani ketika ia ke pentai di pagi hari untuk olah raga. Kemudian sehabis jalan pagi di Eks Pelabuhan Buleleng.

Mobil itu juga menemani dia ketika sedang menulis di HP, termasuk menulis status facebook dan kolom di tatkala.co.  “Saya menulis di bawah patung pahlawan Eks pelabuhan Buleleng yang menjolok ke laut. Tulisan-tulisan itu sekarang sudah terkumpul menjadi buku dengan judul “Rakyat Bukan Papan Begesting” yang diterbitkan Mahima Institute Indonesia. Proses penulisan itu ditemani oleh mobil tua itu,” kenang Made Metera.

Saat ini bukunya juga sedang naik cetak, berjudul “Perempuan, Bukan Hanya di Sumur, Dapur,
dan Kasur” yang juga diterbitkan Mahima Institute Indonesia.

Dengan uang donasi pencegahan Covid-19 mudah-mudahan dapat membantu masyarakat dan pemerintah. “Dan saya berharap lebih banyak lagi masyarakat yang peduli,” kata Metera.

Tags: covid 19gotong royong
Share51TweetSendShareSend
Previous Post

Jauhkan Pandemi dari Politik

Next Post

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan
Khas

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

by tatkala
August 6, 2026
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026
Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana
Esai

Menjadi Lebih “Sakti” di Luar Jembrana

KALIMAT itu masih saya ingat dengan jelas. Mendiang Bang D.S. Putra mengucapkannya suatu sore, ketika kami berbincang santai bersama beberapa...

by Angga Wijaya
August 6, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kencan Pertama di Kafe Pinggir Sungai

KENCAN pertama untuk sebagian besar orang dianggap sesuatu yang mendebarkan. Begitu pun yang dirasakan Heru Pambudi dan Tuty Rosdiana. Belum...

by Chusmeru
August 6, 2026
Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co