30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

tatkala by tatkala
April 9, 2020
in Pertanian
Mobil Klasik Melayang, Made Metera Senang – [Gotong-Royong Tanggulangi Covid-19]

Mobil Corolla dan Gde Made Metera

I Gde Made Metara, akademisi yang Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja, yang juga penulis kolom di tatkala.co. dengan sukarela dan ikhlas menjual mobil kesayangannya yang sudah menemaninya sejak bertahun-tahun. Mobil itu, Corolla buatan Toyota tahun 1997, terjual Rp 21,5 juta. Dan semuanya didonasikan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker bagi petugas medis yang menjadi tim penanganan Covid-19 di RSUD Buleleng, juga untuk sebuah organisasi di Denpasar.

Proses penjualan Corolla itu cukup unik dan dilakukan lewat facebook. Begini alurnya:

Pada 30 Maret pukul 09.01 ia mulai umumkan penjualaan.

Corolla Klasik Donasi Menghambat Covid 19

Bagi para Dermawan dan Donatur kemanusiaan, Corolla Klasik tahun 1977 ini dijual untuk donasi menghambat Covid 19. Bodi sesuai tampilan. Mesin sudah rekondisi kembali standar. Surat lengkap. Seluruh hasil penjualan untuk donasi menghambat Covid 19.

Pada 1 April pukul 18.58 ia kemudian menulis:

Dengan Donasi Corolla Klasik Mencegah Penularan Corona

Setelah tiga hari ditawarkan, tadi pagi seorang Dermawan dan Donatur kemanusiaan dan sahabat yang segera pensiun, menawar dengan harga 20 juta rupiah. Nilai itu belum mencapai separuh dari biaya untuk mewujudkan Corolla klasik ini.

Jika ada Dermawan dan Donatur kemanusiaan yang bersedia membayar lebih, Corolla klasik ini akan dilepas agar bisa lebih banyak dan segera seluruhnya didonasikan untuk keperluan pencegahan penularan Covid 19.

Sahabat yang tadi pagi menawar 20 juta rupiah, mohon direlakan kalau ada Dermawan yang berkenan membayar lebih. Kalau tidak ada silakan diambil Corolla klasik ini, agar dananya segera bisa didonasikan

Pada 5 April pukul 12.18 ia menulis perkembangan penjualannya: 

Corolla Klasik untuk Donasi Sudah Terjual

Sejak diuanggah di Fb tanggal 30 Maret dan 1 April 2020 Corolla Klasik untuk donasi pencegahan penularan Covid 19, ada sejumlah Dermawan peminat yang menawar. Sejumlah peminat menyatakan minat melalui inbox. Dua peminat mengecek langsung kondisi mobil. Satu peminat datang dari Denpasar. Satu lagi datang dari Bangli.

Di antara Dermawan peminat, penawar terendah dengan harga 20 juta rupiah. Penawar tertinggi dengan harga 21,5 juta rupiah. Kedua peminat yang mengajukan penawaran itu sudah mengajukan nilai penawaran sebelum mengecek kondisi mobil. Mereka hanya melihat dari foto-foto Corolla Klasik yang diunggah di Fb dan yang dikirim ke WA.

Walau nilai yang diajukan oleh peminat belum sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk mewujudkan Corolla Klasik itu yang mencapai 50 juta rupiah, saya lepas mobil kesayangan itu untuk peminat dengan penawar tertinggi 21,5 juta. Saya minta peminat itu datang dan mengambil Corolla Klasik itu, karena saya ingin segera mendonasikan dananya untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19.

Pagi tadi Dermawan itu datang mengambil Corolla Klasik itu. Dia membayar 21 juta rupiah. Sisanya 500 ribu rupiah dia minta untuk bekal pulang. Oleh karena dia terus terang bilang meminta, saya berikan walau permintaan awalnya 21, 5 juta rupiah. Singkatnya Corolla klasik itu laku 21 juta rupiah.

Semua itu perlu diceritrakan sebagai akuntabilitas publik, karena awalnya penjualannya disampaikan ke publik. Sebelum Corolla itu diambil dan dibayar, kemarin sudah saya donasikan dan 5,9 juta rupiah ke sebuah organisasi di Denpasar untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19.

Sekarang masih ada sisa dana penjualan Corolla itu sejumlah 15, 1 juta rupiah. Sisa dana ini sesuai niat awal saya akan didonasikan seluruhnya untuk kepentingan pencegahan penularan Covid 19.

Adakah pembaca, rekan Fb yang merekomendasikan organisasi di Buleleng yang perlu diberi donasi untuk pencegahan penularan Covid 19? Sehingga seluruh penjualan Corolla Klasik itu didonasikan untuk kepentingan pencegahan Covid 19, walaupun nilai penjualannya tidak banyak.

Terima kasih kepada Dermawan yang telah bersedia membayar Corolla Klasik seharga 21 juta rupiah. Semoga wabah Covid 19 segera berakhir. 

Akhirnya, pada 9 Maret 2020 sore, ia mengunggah foto APD dan masker disertai ucapan terima kasih:

Donasi Penjualan Corolla Diserahkan ke Tim Covid 19 RSUD Buleleng

Hari ini sudah diserahkan donasi ke Tim Covid 19 RSUD Buleleng sebagai wujud ikut gotong royong dalam pencegahan penularan Covid 19.
1. Baju APD 20 PCS
2. Masker N95 40 PCS
3. Masker Ear Loop 200 PCS

Semuanya senilai 15,08 juta rupiah.
Telah ditransfer ke rekanan pengadaan 15, 1 juta rupiah.

Sebelumnya sudah didonasikan 5, 9 juta rupiah ke suatu organisasi di Denpasar.

Akhirnya semua hasil penjualan Corolla klasik senilai 21 juta rupiah sudah tersalurkan. Pemberitahuan ini semata sebagai akuntabilitas publik.

Saya merasa lega. Sekali lagi terima kasih kepada Dermawan pembeli Corolla klasik. Semoga mobil itu bermanfaat untuk Bapak. Semoga juga Covid 19 segera berakhir atas wara nugraha Hyang Widhi. (09042020).

Gotong Royong

Sebagaimana dimuat di Radar Bali,  Made Metera menjelaskan mobil Corolla klasik kesayangan ia jual lantaran ingin ikut bergotong-royong dan terlibat dalam pencegahan penularan Covid-19.

“Kalau dalam hal pencegahan Covid-19, saya  tidak memiliki keterampilan untuk melakukan hal itu. Saya memiliki Corolla Klasik yang saya sukai. Maka itu yang saya jual agar bisa ikut donasi untuk mencegah penularan Covid 19,” ungkap Made Metera yang kini juga menjabat sebagai Plt Ketua PHDI Buleleng.

Lanjut Made Metera, menjual Corolla tua tidak mudah kecuali kepada penggemar. Sehingga ia unggah diakun FB miliknya. Hanya cara itu dengan cepat menjual mobil yang sudah 7 tahun menemaninya. “Saya tidak akan unggah di Fb karena saya tidak ingin publikasi. Hanya saja ini demi rasa kemanusia untuk membantu sesama yang membutuhkan ditengah pandemi virus korona,” imbuhnya.

Penulis Buku

Made Metera mengatakan, banyak tersimpan kenangan dari mobil klasik yang ia jual untuk donasi pencegahan Covid-19. Mulai dari mobil Corolla klasik setiap hari dia awasi sendiri di bengkel saat merestorasi tahun 2013 lalu. “Hampir setiap hari saya mengunjungi bengkel untuk melihat proses restorasi mengembalikan ke bentuk asalnya,” kata Made Metera.

Namun yang berkesan dari mobil corolla klasik tersebut, menemani ketika ia ke pentai di pagi hari untuk olah raga. Kemudian sehabis jalan pagi di Eks Pelabuhan Buleleng.

Mobil itu juga menemani dia ketika sedang menulis di HP, termasuk menulis status facebook dan kolom di tatkala.co.  “Saya menulis di bawah patung pahlawan Eks pelabuhan Buleleng yang menjolok ke laut. Tulisan-tulisan itu sekarang sudah terkumpul menjadi buku dengan judul “Rakyat Bukan Papan Begesting” yang diterbitkan Mahima Institute Indonesia. Proses penulisan itu ditemani oleh mobil tua itu,” kenang Made Metera.

Saat ini bukunya juga sedang naik cetak, berjudul “Perempuan, Bukan Hanya di Sumur, Dapur,
dan Kasur” yang juga diterbitkan Mahima Institute Indonesia.

Dengan uang donasi pencegahan Covid-19 mudah-mudahan dapat membantu masyarakat dan pemerintah. “Dan saya berharap lebih banyak lagi masyarakat yang peduli,” kata Metera.

Tags: covid 19gotong royong
Share51TweetSendShareSend
Previous Post

Jauhkan Pandemi dari Politik

Next Post

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

by tatkala
August 3, 2025
0
Panen Perdana Padi “Semeton Buleleng”, Komitmen Swasembada Pangan di Buleleng

KABUPATEN Buleleng, Bali, menorehkan tonggak baru dalam ketahanan pangan dengan menyelenggarakan panen perdana varietas padi unggulan lokal, Semeton Buleleng, pada...

Read moreDetails

Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

by Redaksi Tatkala Denpasar
May 15, 2024
0
Inovasi Fermentasi Limbah Tandusan Sebagai Pakan Ternak

DENPASAR | TATKALA.CO – Limbah tandusan (proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional ternyata bisa difermentasi untuk makanan ternak. Inovasi itu...

Read moreDetails

Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

by Redaksi Tatkala Buleleng
April 3, 2024
0
Sorgum Makin Populer di Buleleng, Kini Panen Perdana di Desa Telaga

SORGUM tampaknya makin populer di Buleleng. Banyak petani yang mulai menanamnya, dan makanan berbahan sorgum sudah mulai dikenal. Di Desa...

Read moreDetails

Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

by Redaksi Tatkala Denpasar
February 6, 2024
0
Alih Fungsi Sawah Tidak Terkendali: Subak Hilang, Wisatawan Tidak akan Datang

DENPASAR | TATKALA.CO --- Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Budiasa, S.P., M.P., IPU, ASEAN Eng....

Read moreDetails

Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

by Redaksi Tatkala Tabanan
January 24, 2024
0
Desa Marga Dauh Puri, Tabanan, “Melamar” Sebagai Desa Binaan Fakultas Pertanian Unud

TABANAN | TATKALA.CO -- Untuk keempat kali Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP Unud) menyelenggarakan Agricamp di Desa Marga...

Read moreDetails

Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

by Redaksi Tatkala Buleleng
November 8, 2023
0
Gagal Panen, Ada Asuransi Pertanian

KINI ada asuransi untuk petani. Jika panen gagal, petani bisa tenang. Teorinya sesederhana itu. Tapia pa itu asuransi pertanian? Program...

Read moreDetails

Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

by tatkala
October 16, 2023
0
Pepaya Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

PEPAYA termasuk buah tropis yang memiliki kepentingan komersial karena nilai nutrisi dan pengobatannya yang tinggi. Biji dan kulit pepaya yang...

Read moreDetails

Wine dari Jeruk Siam Kintamani

by tatkala
October 13, 2023
0
Wine dari Jeruk Siam Kintamani

WINE bukan hanya dari buah anggur. Kini terdapat upaya pengembangan minuman wine yang diolah dari buah jeruk siam. Pengolahan jeruk...

Read moreDetails

Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

by tatkala
September 20, 2023
0
Subak Kulub Atas Tampaksiring Sudah Setahun Kekeringan Tanpa Solusi

BAGAIMANA bisa subak sampai kekeringan? Itu pertanyaan yang aneh. Tapi ada yang lebih aneh, sudah tahu subak mengalami kekeringan, tapi...

Read moreDetails

Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

by tatkala
September 5, 2023
0
Intelektual Jepang Memperkenalkan Teknologi Ratoon-rice Kepada Petani Padi di Jatiluwih

DI JEPANG tidak ada subak. Itu sudah jelas. Oleh karenanya, saat pengabdian masyarakat di Subak Jatiluwih, Tabanan, mahasiswa Universitas Meiji,...

Read moreDetails
Next Post
Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Karena Bersih dan Indah Tak Dicapai dengan Berserah | Kabar dari Jepang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co