24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulang Tahun yang Salah?

I Komang Gde Subagia by I Komang Gde Subagia
April 29, 2020
in Opini
Ulang Tahun yang Salah?

Klungkung tempo dulu. Sumber foto diambil dari internet

28 April 2020 adalah hari ulang tahun Kota Klungkung. Atau lebih tepatnya : hari ulang Kota Semarapura. Sebuah kota kecil di Bali bagian timur. Yang diresmikan namanya melalui sebuah peraturan pemerintah tahun 1992 silam.

Sekarang, usia kota ini sudah mencapai 28 tahun. Umur yang masih muda. Jika menjadi pemain bola, ia sedang jaya-jayanya. Tapi ini sebuah kota. Bukan pemain bola. Umur segitu tentu belum apa-apa.

Dan melihat umur yang masih muda ini, saya sedikit ragu dan bertanya. Tepatkah peringatan kelahiran Kota Klungkung atau Kota Semarapura di tanggal tersebut? Kalau dipikir-pikir dan menurut saya pribadi, yang hanya berkapasitas sebagai penyuka kisah-kisah sejarah, hal itu tidak tepat.

Jika merunut kronologi garis waktu, istana Kerajaan Klungkung mulai dibangun pada tahun 1686 Masehi. Masa di mana istana sebelumnya di wilayah Gelgel telah hancur akibat pemberontakan. Saat itu, raja pertama yang pindah dari Gelgel dan mulai memerintah di Klungkung adalah Dewa Agung Jambe I.

Mulai tahun 1986 inilah pembangunan kerajaan dimulai. Salah satu bukti yang masih bisa dilihat sampai sekarang adalah di pintu gerbangnya. Di sana terpahat keterangan tahun 1622 Saka, alias tahun 1700 Masehi. Hal ini bisa diartikan bahwa kompleks istana dibangun dalam kurun waktu belasan tahun sejak pertama kali ditempati.

Informasi berdirinya Kerajaan Klungkung hanya tahunnya saja. Setidaknya, baru itu yang diketahui. Tak ada yang menyebutkan tanggal pastinya. Kapan tanggal pertama kali pemerintahan dimulai, maupun kapan tanggal pertama kali kompleks istana dipelaspas atau diupacarai; tak ada keterangannya.

Saya pribadi lebih setuju jika ulang tahun Kota Klungkung memakai patokan pada waktu berdirinya Kerajaan Klungkung. Dibandingkan berpatokan pada penggantian nama kota yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri kala itu, Rudini; yang tanggalnya pun tak tepat.

Dokumen Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1992 memperlihatkan bahwa peraturan penamaan Kota Klungkung ditandatangani oleh Presiden Soeharto. Tanda tangan itu tertulis tanggal 25 April. Secara administrasi, ini artinya sudah sah. Sedangkan tanggal 28 April, hanya acara seremoni peresmiannya saja.

Dipilihnya tanggal 28 April sebagai hari ulang tahun nampaknya cukup beralasan. Sepertinya karena bertepatan dengan peringatan Puputan Klungkung. Perang sampai darah penghabisan melawan Belanda pada tahun 1908. Yang menyebabkan seluruh Bali akhirnya takluk oleh penjajah.

Menurut saya, ini agak aneh. Puputan adalah peristiwa tragis. Kejadian yang menyedihkan. Sedangkan ulang tahun adalah peristiwa yang mebahagiakan. Yang identik dengan ceria. Kemudian kedua peristiwa ini diperingati secara bersamaan. Ini membuat banyak orang salah kaprah : peristiwa puputan malah diucapi selamat,  dibuatkan spanduk dirgahayu, dan sejenisnya.

Puputan Klungkung sudah jelas kapan waktunya : 28 April 1908. Sementara kelahiran Kota Klungkung masih abu-abu. Yang jika ditelusuri dengan serius, tentu bisa didapatkan waktu yang benar. Atau paling tidak, dicari rentang waktu yang paling mendekati benar.

Lihatlah kota-kota tetangga di Pulau Bali. Semuanya berusia ratusan tahun. Mengacu pada sejarahnya masing-masing. Kota terbesar, Denpasar, memakai patokan berdirinya Puri Denpasar. Kota Bangli malah lebih jauh ke masa lalu, memakai patokan berdirinya Pura Kehen. Hanya Kota Klungkung yang memakai patokan berbeda.

Rasanya seperti sedikit melupakan sejarah.  Padahal Klungkung dulunya adalah pusat kerajaan di seluruh Bali. Tak banyak yang mengetahui hal ini. Masyarakat di Klungkung kebanyakan hanya tahu peristiwa heroik puputannya saja. Tapi tidak ingat pada peristiwa dibangunnya kota setelah pindah dari Gelgel. Lalu tumbuh dan dibangun sampai menjadi seperti sekarang ini.

Jika dianalogikan dengan manusia, hari ulang tahun adalah hari di mana ia lahir ke dunia. Hari ia memulai kehidupan. Akta kelahiran tentu dibuat untuk menerangkan hal itu. Begitu juga dengan sebuah kota. Ia lahir ketika peradaban masyarakat muncul. Ketika istana mulai dibangun. Kemudian menjadi pusat dari daerah di sekelilingnya. Akta atau peraturan pemerintah yang dibuat tahun 1992 tentu kurang tepat, jika dianggap sebagai hari lahir yang sebenarnya.

Tapi keputusan telah dibuat. Hari ulang tahun sudah ditetapkan, walaupun tetap bisa diubah jika dirasa perlu. Jika dipikir sekilas, ulang tahun kota mungkin hanya dianggap perayaan saja. Kenapa sih harus ribet mempertanyakannya lagi? Tapi jika dipikir serius, itu tentu sangat penting. Karena sejarah bukan hanya masa lalu yang telah lewat. Tapi sebuah titik awal untuk berjalan ke masa depan. Jika titik awal salah, tidakkah kita kesasar?

Tahun ini adalah masa pandemi corona. Klungkung sepi-sepi saja. Jika tidak, tentunya sudah ramai dari jauh-jauh hari. Meriah dengan festivalnya. ceria dengan berbagai acara selama beberapa hari. Mengajak masyarakatnya mengenang peristiwa puputan lebih dari seabad yang lalu. Mengambil semangatnya untuk membangun kota tercinta. Merayakan hari jadi kotanya, hari ulang tahunnya. Tapi lupa, kapan kota itu dilahirkan sebagai esensinya.

Apapun itu, tetap semangat! Salam semangat Puputan Klungkung ke-112. Dan Dirgahayu Kota Semarapura  yang ke-28. Selamat ulang tahun ya! Ngomong-ngomong, ternyata usia saya lebih tua dari kota ini. Ya begitulah. [T]

Denpasar, April 2020

Tags: Hari Ulang Tahun KlungkungKlungkung
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Laga Tunda Calon Kepala Daerah

Next Post

Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

I Komang Gde Subagia

I Komang Gde Subagia

Biasa dipanggil Gejor. Suka menulis. Suka memotret. Suka jalan-jalan. Suka tidur. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co