2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ulang Tahun yang Salah?

I Komang Gde Subagia by I Komang Gde Subagia
April 29, 2020
in Opini
Ulang Tahun yang Salah?

Klungkung tempo dulu. Sumber foto diambil dari internet

28 April 2020 adalah hari ulang tahun Kota Klungkung. Atau lebih tepatnya : hari ulang Kota Semarapura. Sebuah kota kecil di Bali bagian timur. Yang diresmikan namanya melalui sebuah peraturan pemerintah tahun 1992 silam.

Sekarang, usia kota ini sudah mencapai 28 tahun. Umur yang masih muda. Jika menjadi pemain bola, ia sedang jaya-jayanya. Tapi ini sebuah kota. Bukan pemain bola. Umur segitu tentu belum apa-apa.

Dan melihat umur yang masih muda ini, saya sedikit ragu dan bertanya. Tepatkah peringatan kelahiran Kota Klungkung atau Kota Semarapura di tanggal tersebut? Kalau dipikir-pikir dan menurut saya pribadi, yang hanya berkapasitas sebagai penyuka kisah-kisah sejarah, hal itu tidak tepat.

Jika merunut kronologi garis waktu, istana Kerajaan Klungkung mulai dibangun pada tahun 1686 Masehi. Masa di mana istana sebelumnya di wilayah Gelgel telah hancur akibat pemberontakan. Saat itu, raja pertama yang pindah dari Gelgel dan mulai memerintah di Klungkung adalah Dewa Agung Jambe I.

Mulai tahun 1986 inilah pembangunan kerajaan dimulai. Salah satu bukti yang masih bisa dilihat sampai sekarang adalah di pintu gerbangnya. Di sana terpahat keterangan tahun 1622 Saka, alias tahun 1700 Masehi. Hal ini bisa diartikan bahwa kompleks istana dibangun dalam kurun waktu belasan tahun sejak pertama kali ditempati.

Informasi berdirinya Kerajaan Klungkung hanya tahunnya saja. Setidaknya, baru itu yang diketahui. Tak ada yang menyebutkan tanggal pastinya. Kapan tanggal pertama kali pemerintahan dimulai, maupun kapan tanggal pertama kali kompleks istana dipelaspas atau diupacarai; tak ada keterangannya.

Saya pribadi lebih setuju jika ulang tahun Kota Klungkung memakai patokan pada waktu berdirinya Kerajaan Klungkung. Dibandingkan berpatokan pada penggantian nama kota yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri kala itu, Rudini; yang tanggalnya pun tak tepat.

Dokumen Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1992 memperlihatkan bahwa peraturan penamaan Kota Klungkung ditandatangani oleh Presiden Soeharto. Tanda tangan itu tertulis tanggal 25 April. Secara administrasi, ini artinya sudah sah. Sedangkan tanggal 28 April, hanya acara seremoni peresmiannya saja.

Dipilihnya tanggal 28 April sebagai hari ulang tahun nampaknya cukup beralasan. Sepertinya karena bertepatan dengan peringatan Puputan Klungkung. Perang sampai darah penghabisan melawan Belanda pada tahun 1908. Yang menyebabkan seluruh Bali akhirnya takluk oleh penjajah.

Menurut saya, ini agak aneh. Puputan adalah peristiwa tragis. Kejadian yang menyedihkan. Sedangkan ulang tahun adalah peristiwa yang mebahagiakan. Yang identik dengan ceria. Kemudian kedua peristiwa ini diperingati secara bersamaan. Ini membuat banyak orang salah kaprah : peristiwa puputan malah diucapi selamat,  dibuatkan spanduk dirgahayu, dan sejenisnya.

Puputan Klungkung sudah jelas kapan waktunya : 28 April 1908. Sementara kelahiran Kota Klungkung masih abu-abu. Yang jika ditelusuri dengan serius, tentu bisa didapatkan waktu yang benar. Atau paling tidak, dicari rentang waktu yang paling mendekati benar.

Lihatlah kota-kota tetangga di Pulau Bali. Semuanya berusia ratusan tahun. Mengacu pada sejarahnya masing-masing. Kota terbesar, Denpasar, memakai patokan berdirinya Puri Denpasar. Kota Bangli malah lebih jauh ke masa lalu, memakai patokan berdirinya Pura Kehen. Hanya Kota Klungkung yang memakai patokan berbeda.

Rasanya seperti sedikit melupakan sejarah.  Padahal Klungkung dulunya adalah pusat kerajaan di seluruh Bali. Tak banyak yang mengetahui hal ini. Masyarakat di Klungkung kebanyakan hanya tahu peristiwa heroik puputannya saja. Tapi tidak ingat pada peristiwa dibangunnya kota setelah pindah dari Gelgel. Lalu tumbuh dan dibangun sampai menjadi seperti sekarang ini.

Jika dianalogikan dengan manusia, hari ulang tahun adalah hari di mana ia lahir ke dunia. Hari ia memulai kehidupan. Akta kelahiran tentu dibuat untuk menerangkan hal itu. Begitu juga dengan sebuah kota. Ia lahir ketika peradaban masyarakat muncul. Ketika istana mulai dibangun. Kemudian menjadi pusat dari daerah di sekelilingnya. Akta atau peraturan pemerintah yang dibuat tahun 1992 tentu kurang tepat, jika dianggap sebagai hari lahir yang sebenarnya.

Tapi keputusan telah dibuat. Hari ulang tahun sudah ditetapkan, walaupun tetap bisa diubah jika dirasa perlu. Jika dipikir sekilas, ulang tahun kota mungkin hanya dianggap perayaan saja. Kenapa sih harus ribet mempertanyakannya lagi? Tapi jika dipikir serius, itu tentu sangat penting. Karena sejarah bukan hanya masa lalu yang telah lewat. Tapi sebuah titik awal untuk berjalan ke masa depan. Jika titik awal salah, tidakkah kita kesasar?

Tahun ini adalah masa pandemi corona. Klungkung sepi-sepi saja. Jika tidak, tentunya sudah ramai dari jauh-jauh hari. Meriah dengan festivalnya. ceria dengan berbagai acara selama beberapa hari. Mengajak masyarakatnya mengenang peristiwa puputan lebih dari seabad yang lalu. Mengambil semangatnya untuk membangun kota tercinta. Merayakan hari jadi kotanya, hari ulang tahunnya. Tapi lupa, kapan kota itu dilahirkan sebagai esensinya.

Apapun itu, tetap semangat! Salam semangat Puputan Klungkung ke-112. Dan Dirgahayu Kota Semarapura  yang ke-28. Selamat ulang tahun ya! Ngomong-ngomong, ternyata usia saya lebih tua dari kota ini. Ya begitulah. [T]

Denpasar, April 2020

Tags: Hari Ulang Tahun KlungkungKlungkung
Share12TweetSendShareSend
Previous Post

Laga Tunda Calon Kepala Daerah

Next Post

Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

I Komang Gde Subagia

I Komang Gde Subagia

Biasa dipanggil Gejor. Suka menulis. Suka memotret. Suka jalan-jalan. Suka tidur. Tinggal di Denpasar.

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co