2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
April 29, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Tersenyum di saat susah itu seperti berbagi di saat kekurangan.”

Sedih dan cemas adalah perasaan milik setiap manusia bisasa. Perasaan yang dimiliki sebagian besar manusia yang dalam kurva normal tersebar dari lereng kiri, puncak hingga lereng kanan kurva. Itulah kenapa, dapat tercipta segunung kesedihan dan kecemasan dari jutaan manusia di bumi. Seakan-akan hadir untuk mengimbangi lautan keriangan dan kegembiraan yang juga merupakan perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia biasa.

Keduanya memang tak bisa dipisahkan, untuk satu tujuan sakral yaitu keseimbangan. Seperti juga kelahiran dan kematian, lelaki dan wanita atau kesetiaan dan pengkhianatan. Dalam filsafat Hindu dikenal dengan Rwa Bhineda. Kenapa Tuhan tak membagikan kegembiraan saja atau kesetiaan semata? Bukankah Ia mampu melakukannya, sebagai Sang Maha Pencipta? Mungkin saja karena itu memang takkan pernah mungkin terjadi. Sebab untuk itu Tuhan harus hanya menciptakan kaum lelaki saja tanpa perempuan, agar tak pernah ada ungkapan “wanita yang lain” misalnya.

Sepenuhnya kehidupan ini memang penuh misteri, bahkan penciptaan alam semesta ini pun seutuhnya masih berselimut kabut misteri. Namun dalam bayangan samar, sesungguhnya kita dapat menyelami sedikit lautan misteri ini. Karena sungguhlah, segunung kesedihan dan lautan kegembiraan itu keduanya sama-sama berbahaya saat sendirian.

Mereka butuh saling bersua agar tercipta kemudian perasaan-perasaan dan sikap yang disebut empati, simpati dan pemaafan yang berdiri di tengah-tengah, yang menjiwai kesedihan maupun kegembiraan. Perasaan-perasaan dan sikap yang kian langka saat ini. Dalam bekapan suasana suram akibat wabah covid-19 ini, kita mesti mampu menemukan hal-hal ringan yang dapat sedikit meringankan beban mental dan sosial kolektif ini. Terlena dalam kecemasan dan kesedihan mendalam, jelas merupakan penyakit yang lebih buruk dari virus Corona itu sendiri.

Pagi itu, seperti biasa saya bertugas di poliklinik penyakit dalam. Senang melihat pasien-pasien yang kontrol rutin saat itu semua memakai masker. Sebuah penerapan anjuran pemerintah yang cukup krusial saat ini. Jelas ini situasi yang melegakan. Meski dari sinar mata mereka saya dapat melihat kegamangan dan semangat yang tampak menurun. Saat diperiksa gula darahnya, pasien-pasien diabetes saya rata-rata mengalami kenaikan. Mereka berkilah ini semua lantaran program pembatasan sosial yang mengurangi ruang mereka untuk berolahraga. Betul juga ya?

Namun sebetulnya, jika ada kemauan, bisa saja kan mereka berolahraga di sekitar rumah. Rupanya mereka mencuri kesempatan kesempitan. Baiklah, untuk menurunkan gula darahnya, saya menyarankan mereka unuk tetap selalu memakai masker walau sudah sampai di rumah. Sehingga dengan demikian mereka tidak bisa lagi sering-sering ngemil. Meski saya menyampaikannya dengan sangat formal, tentu saja mereka menjadi geli dan menyembunyikan senyuman di bawah masker mereka.

Kenaikan berat badan memang menjadi satu dampak akibat berkurangnya aktifitas fisik selama masa pembatasan sosial ini. Tak sedikit warganet yang terpicu kreatifitasnya dalam framing satire yang lucu dan mengena. Satu contoh misalnya akibat makan berlebih dan sedikit gerak badan, sepasang suami istri gendut yang digambarkan dalam kartun lucu berdiri di dalam rumah mereka, dengan wajah kebingungan berujar, “Jika virus Corona nanti sudah pergi, mungkin kita yang tak bisa keluar.” Ini karena badan keduanya menjadi lebih besar ketimbang pintu rumah mereka. Atau sindiran lain masih terkait isu yang sama, dilukiskan seseorang berbadan gemuk dengan baju yang tak bisa dikancingkan lagi diberi caption, “Social distancing segera diikuti oleh kancing baju kita yang ikut jaga jarak.”

Namun ada juga yang kemudian merasa gelisah karena lama-lama stok makanan akan habis juga jika kita makan melulu namun belum juga bisa bekerja. Dalam kesan rasa khawatir, seseorang menulis status, “Kita sudah kayak burung saja sekarang. Dikurung, dijemur, sesekali disemprot pula. Tapi kalau burung, enak, dikasi makan gratis. Kalau kita? Tetep aja disuruh nyari makan sendiri.” Atau ada juga keluhan lucu seperti ini, “Disuruhnya kita bolak-balik cuci tangan. Tapi belum juga dikasi-kasi makan.” Ini merujuk pada kebiasaan kita yang cuci tangan dahulu sebelum makan. Namun kali ini boleh disebut, cuci tangan sebelum cuci tangan, hahaha!

Saat dua orang tenaga kesehatan team Covid-19 kami tertular, kami yang sering bertemu dengan mereka harus menjalani rapid test. Ini untuk deteksi lebih cepat siapa tahu di antara kami yang lain telah menglami penularan berantai. Syukurlah dalam dua kali tes kami semua negatif. Saat saya ceritakan hal baik ini di satu ruang perawatan, salah seorang suster menuntut untuk diperiksa juga. Lalu saya berikan pengertian, “Oh ya, kalau ibu baiknya cek urine saja. Nanti jika positif itu tak apa-apa, itu bukan Covid-19 penyebabnya, tapi diagnosisnya adalah kebobolan!” Meski ini cuma candaan, namun berita menarik yang terjadi di satu kota di pulau Jawa adalah memang telah dilaporkan angka kehamilan telah meningkat signifikan selama masa pembatasan sosial ini.

Kesedihan dan keceriaan, selamanya akan bergandengan. Menerima keduanya dengan lapang dada adalah jalan menuju keselamatan. Begitulah pesan sastrawan masyur Pramoedya Ananta Toer mengingatkan kita. Dengan berdiri di tengah-tengah, kesedihan sudi memberi kita kekuatan dan keceriaan menjauhkan kita dari takabur. [T]

Tags: covid 19Filosofi Sehatkesehatan
Share197TweetSendShareSend
Previous Post

Ulang Tahun yang Salah?

Next Post

Gigi Geraham Bungsu, Haruskah Dicabut?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Gigi Geraham Bungsu, Haruskah Dicabut?

Gigi Geraham Bungsu, Haruskah Dicabut?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co