23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
April 29, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Tersenyum di saat susah itu seperti berbagi di saat kekurangan.”

Sedih dan cemas adalah perasaan milik setiap manusia bisasa. Perasaan yang dimiliki sebagian besar manusia yang dalam kurva normal tersebar dari lereng kiri, puncak hingga lereng kanan kurva. Itulah kenapa, dapat tercipta segunung kesedihan dan kecemasan dari jutaan manusia di bumi. Seakan-akan hadir untuk mengimbangi lautan keriangan dan kegembiraan yang juga merupakan perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia biasa.

Keduanya memang tak bisa dipisahkan, untuk satu tujuan sakral yaitu keseimbangan. Seperti juga kelahiran dan kematian, lelaki dan wanita atau kesetiaan dan pengkhianatan. Dalam filsafat Hindu dikenal dengan Rwa Bhineda. Kenapa Tuhan tak membagikan kegembiraan saja atau kesetiaan semata? Bukankah Ia mampu melakukannya, sebagai Sang Maha Pencipta? Mungkin saja karena itu memang takkan pernah mungkin terjadi. Sebab untuk itu Tuhan harus hanya menciptakan kaum lelaki saja tanpa perempuan, agar tak pernah ada ungkapan “wanita yang lain” misalnya.

Sepenuhnya kehidupan ini memang penuh misteri, bahkan penciptaan alam semesta ini pun seutuhnya masih berselimut kabut misteri. Namun dalam bayangan samar, sesungguhnya kita dapat menyelami sedikit lautan misteri ini. Karena sungguhlah, segunung kesedihan dan lautan kegembiraan itu keduanya sama-sama berbahaya saat sendirian.

Mereka butuh saling bersua agar tercipta kemudian perasaan-perasaan dan sikap yang disebut empati, simpati dan pemaafan yang berdiri di tengah-tengah, yang menjiwai kesedihan maupun kegembiraan. Perasaan-perasaan dan sikap yang kian langka saat ini. Dalam bekapan suasana suram akibat wabah covid-19 ini, kita mesti mampu menemukan hal-hal ringan yang dapat sedikit meringankan beban mental dan sosial kolektif ini. Terlena dalam kecemasan dan kesedihan mendalam, jelas merupakan penyakit yang lebih buruk dari virus Corona itu sendiri.

Pagi itu, seperti biasa saya bertugas di poliklinik penyakit dalam. Senang melihat pasien-pasien yang kontrol rutin saat itu semua memakai masker. Sebuah penerapan anjuran pemerintah yang cukup krusial saat ini. Jelas ini situasi yang melegakan. Meski dari sinar mata mereka saya dapat melihat kegamangan dan semangat yang tampak menurun. Saat diperiksa gula darahnya, pasien-pasien diabetes saya rata-rata mengalami kenaikan. Mereka berkilah ini semua lantaran program pembatasan sosial yang mengurangi ruang mereka untuk berolahraga. Betul juga ya?

Namun sebetulnya, jika ada kemauan, bisa saja kan mereka berolahraga di sekitar rumah. Rupanya mereka mencuri kesempatan kesempitan. Baiklah, untuk menurunkan gula darahnya, saya menyarankan mereka unuk tetap selalu memakai masker walau sudah sampai di rumah. Sehingga dengan demikian mereka tidak bisa lagi sering-sering ngemil. Meski saya menyampaikannya dengan sangat formal, tentu saja mereka menjadi geli dan menyembunyikan senyuman di bawah masker mereka.

Kenaikan berat badan memang menjadi satu dampak akibat berkurangnya aktifitas fisik selama masa pembatasan sosial ini. Tak sedikit warganet yang terpicu kreatifitasnya dalam framing satire yang lucu dan mengena. Satu contoh misalnya akibat makan berlebih dan sedikit gerak badan, sepasang suami istri gendut yang digambarkan dalam kartun lucu berdiri di dalam rumah mereka, dengan wajah kebingungan berujar, “Jika virus Corona nanti sudah pergi, mungkin kita yang tak bisa keluar.” Ini karena badan keduanya menjadi lebih besar ketimbang pintu rumah mereka. Atau sindiran lain masih terkait isu yang sama, dilukiskan seseorang berbadan gemuk dengan baju yang tak bisa dikancingkan lagi diberi caption, “Social distancing segera diikuti oleh kancing baju kita yang ikut jaga jarak.”

Namun ada juga yang kemudian merasa gelisah karena lama-lama stok makanan akan habis juga jika kita makan melulu namun belum juga bisa bekerja. Dalam kesan rasa khawatir, seseorang menulis status, “Kita sudah kayak burung saja sekarang. Dikurung, dijemur, sesekali disemprot pula. Tapi kalau burung, enak, dikasi makan gratis. Kalau kita? Tetep aja disuruh nyari makan sendiri.” Atau ada juga keluhan lucu seperti ini, “Disuruhnya kita bolak-balik cuci tangan. Tapi belum juga dikasi-kasi makan.” Ini merujuk pada kebiasaan kita yang cuci tangan dahulu sebelum makan. Namun kali ini boleh disebut, cuci tangan sebelum cuci tangan, hahaha!

Saat dua orang tenaga kesehatan team Covid-19 kami tertular, kami yang sering bertemu dengan mereka harus menjalani rapid test. Ini untuk deteksi lebih cepat siapa tahu di antara kami yang lain telah menglami penularan berantai. Syukurlah dalam dua kali tes kami semua negatif. Saat saya ceritakan hal baik ini di satu ruang perawatan, salah seorang suster menuntut untuk diperiksa juga. Lalu saya berikan pengertian, “Oh ya, kalau ibu baiknya cek urine saja. Nanti jika positif itu tak apa-apa, itu bukan Covid-19 penyebabnya, tapi diagnosisnya adalah kebobolan!” Meski ini cuma candaan, namun berita menarik yang terjadi di satu kota di pulau Jawa adalah memang telah dilaporkan angka kehamilan telah meningkat signifikan selama masa pembatasan sosial ini.

Kesedihan dan keceriaan, selamanya akan bergandengan. Menerima keduanya dengan lapang dada adalah jalan menuju keselamatan. Begitulah pesan sastrawan masyur Pramoedya Ananta Toer mengingatkan kita. Dengan berdiri di tengah-tengah, kesedihan sudi memberi kita kekuatan dan keceriaan menjauhkan kita dari takabur. [T]

Tags: covid 19Filosofi Sehatkesehatan
Share197TweetSendShareSend
Previous Post

Ulang Tahun yang Salah?

Next Post

Gigi Geraham Bungsu, Haruskah Dicabut?

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails
Next Post
Gigi Geraham Bungsu, Haruskah Dicabut?

Gigi Geraham Bungsu, Haruskah Dicabut?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co