12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laga Tunda Calon Kepala Daerah

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 29, 2020
in Opini
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Senyum saya seketika terbentuk sesaat setelah melihat dua barang yang berisi tanda gambar salah satu partai politik dan nama seseorang yang sangat familiar di desa tempat saya tinggal. Satu buah hand sanitizer dan juga sebuah masker terbungkus rapi dengan label yang tak kalah mencolok. Tak usah saya sebutkan nama partainya, yang cukup kalian tahu adalah partai ini sedang berkuasa di seantero wilayah Bali. Sudah tahu kan? Mari kita lanjutkan.

Seketika saya teringat dengan tulisan Made Adnyana Ole atau akrab disapa Pak Ole yang saya baca sehari sebelumnya di kolom Lolohin Malu, judul tulisannya kalau saya tidak salah Ini Saat Parpol Boleh Main “Money Politic”. Dalam tulisan khasnya, ia menuturkan bahwa di tengah pandemi COVID-19 adalah momentum bagi seluruh politikus untuk memperlihatkan kepeduliannya kepada masyarakat (setidaknya kepada konstituennya) dengan cara membagikan sembako atau alat pelindung diri yang marak dicari belakangan ini – masker, hand sanitizer hingga desinfektan. Tentu dengan tanda gambar parpol maupun foto diri, agar masyarakat ingat dengan siapa yang telah “berjasa” memberikan barang-barang tersebut.

Pikiran saya pun mencoba mengkaitkan pandemi COVID-19 yang saat ini telah mendera tanah air dengan kontestasi politik yang harusnya dilaksanakan akhir tahun ini – 23 September 2020. Saya memberikan sedikit tanda pada kata “harusnya” karena memang menurut hasil rapat penyelenggara pemilu baik itu KPU, Bawaslu, dan DKPP bersama Komisi II DPR RI mencapai kesepakatan bersama bahwa perhelatan Pilkada itu diundur. Mundurnya pelaksanaan Pilkada ini didasari pada situasi dan kondisi yang saat ini tak bisa dipastikan.

Inilah hebatnya COVID-19, bahkan Pilkada pun mengambil langkah mundur secara teratur. Ada tiga opsi waktu yang dimiliki oleh KPU untuk memundurkan pelaksanaan Pilkada. Pertama, diundur selama 3 bulan yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Kedua, diundur selama 6 bulan yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021. Dan yang ketiga, diundur selama 12 bulan (setahun) yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada September 2021. Setidaknya itu yang saya saya dengar dan saya lihat berseliweran di feed instagram saya.

“Wah, kalau begitu bagaimana nasib kepala daerah? Kan harusnya tahun depan masa jabatan mereka sudah habis?” pertanyaan itu cukup sering saya terima dari teman-teman sepermainan. Saya rasa kita tak perlu memikirkan nasib mereka, hidup mereka sepertinya sudah mapan, baik itu dengan atau tanpa jabatan yang mereka emban saat ini. Lagi pula nanti pemerintah pasti punya regulasi yang mengatur hal tersebut, semisal melantik pelaksana tugas (Plt) atau pejabat sementara (Pjs). Jangan tanya apa perbedaannya, karena saya juga kurang paham. Hehe. Tapi, yang pasti mari kawal kepala daerah yang ada di Bali untuk menyusun dan mengeksekusi kebijakan strategis guna menghentikan penyebaran pandemi COVID-19 ini.

Waduh, jadi agak ngelantur. Sebenarnya yang ingin saya angkat dalam tulisan ini adalah bagaimana cara pandang saya seandainya menjadi seorang politisi dalam menyikapi penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak ini. Dengan mundurnya pesta demokrasi 5 tahunan di setiap daerah, tentu berdampak pada tertundanya setiap tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan oleh KPU.

Hal ini tentu saya kira akan sangat menguntungkan bagi setiap politisi, karena bisa bermanuver dengan bebas tanpa perlu was-was akan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh KPU atau cemas berada dalam pengawasan Bawaslu. Karena manuver dilakukan di luar tahapan dan jadwal Pilkada. Jadi seperti yang disampaikan di awal, ini menjadi momentum untuk memulai langkah awal melakukan sosialisasi diri kepada masyarakat yang notabene adalah individu yang memiliki hak memilih. Hitung-hitung investasi sampai hari pencoblosan kan?

Saya kebetulan tinggal dan besar di kota Denpasar yang juga menjadi salah satu daerah dari 6 kabupaten/kota yang siap menyelenggarakan Pilkada di Bali. Sebagai daerah yang plural, tentu banyak warna yang menghiasi kota Denpasar, tetapi belakangan saya memperhatikan belum ada nama yang muncul selain nama petahana saja yang di belakangnya berdiri partai besar dan juga saat ini sedang berkuasa.

Di satu sisi, memang ada penantang. Katanya dari kalangan ksatria, tapi manuvernya juga tidak terlalu tajam. Mungkin masih ragu-ragu dengan keputusan yang akan diambil nanti. Malah yang lebih seru melihat persaingan perebutan kursi nomor dua, ketimbang menanti siapa yang berani maju untuk menantang sang petahana. Bahkan seingat saya, beberapa bulan lalu ada sebuah diskusi yang membicarakan tentang nasib Pilkada yang terancam hanya memiliki satu pasang calon. Miris bukan?

Laga memang boleh tertunda, itu juga tak terlepas dari kondisi yang tidak memungkinkan dan juga tak bisa dipaksakan. Namun, inisiatif untuk turun ke masyarakat tidak harus menunggu masa kampanye bukan? Jika memang mengaku berlaga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, alangkah lebih baiknya bergerak dari sekarang. Ambil langkah-langkah strategis dalam membantu masyarakat yang terkena dampak akibat COVID-19 seperti, pekerja yang dirumahkan, yang di-PHK secara sepihak tanpa uang pesangon, pedagang kelontong yang semakin sepi karena tak banyak lagi yang mampu berbelanja. Berdayakan kader untuk bergerilya di grassroot, jangan berhenti untuk memberikan bantuan di masa krisis seperti ini.

Edukasi menjadi salah satu hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Karena edukasi menjadi faktor kunci dalam proses pemberdayaan masyarakat. Bukankah dengan masyarakat yang berdaya, pemerintah akan lebih mudah dalam menyampaikan berbagai kebijakan untuk diikuti oleh masyarakatnya?

Dengan demikian, rasanya keputusan menjadikan momentum ini sebagai ajang sosialisasi diri lebih awal akan sangat menguntungkan jika diisi dengan cara memberikan edukasi dan bantuan barang-barang berupa sembako, masker, hand sanitizer hingga Alat Pelindung Diri (APD) kepada petugas kesehatan yang pasang badan paling depan saat ini ketimbang memasang baliho dengan foto wajah diri, tanda gambar partai yang berisi himbauan yang belum tentu dibaca oleh masyarakat di sudut-sudut kota. Contohlah seperti tokoh politisi yang saya sebutkan di awal, siapa tahu ini bisa dijadikan investasi yang bisa diambil hasilnya saat laga sesungguhnya berlangsung. Siapa tahu, silakan dicoba. [T]

Denpasar, 14 April 2020

Tags: covid 19Pilkada
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Next Post

Ulang Tahun yang Salah?

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post
Ulang Tahun yang Salah?

Ulang Tahun yang Salah?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co