2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laga Tunda Calon Kepala Daerah

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 29, 2020
in Opini
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Senyum saya seketika terbentuk sesaat setelah melihat dua barang yang berisi tanda gambar salah satu partai politik dan nama seseorang yang sangat familiar di desa tempat saya tinggal. Satu buah hand sanitizer dan juga sebuah masker terbungkus rapi dengan label yang tak kalah mencolok. Tak usah saya sebutkan nama partainya, yang cukup kalian tahu adalah partai ini sedang berkuasa di seantero wilayah Bali. Sudah tahu kan? Mari kita lanjutkan.

Seketika saya teringat dengan tulisan Made Adnyana Ole atau akrab disapa Pak Ole yang saya baca sehari sebelumnya di kolom Lolohin Malu, judul tulisannya kalau saya tidak salah Ini Saat Parpol Boleh Main “Money Politic”. Dalam tulisan khasnya, ia menuturkan bahwa di tengah pandemi COVID-19 adalah momentum bagi seluruh politikus untuk memperlihatkan kepeduliannya kepada masyarakat (setidaknya kepada konstituennya) dengan cara membagikan sembako atau alat pelindung diri yang marak dicari belakangan ini – masker, hand sanitizer hingga desinfektan. Tentu dengan tanda gambar parpol maupun foto diri, agar masyarakat ingat dengan siapa yang telah “berjasa” memberikan barang-barang tersebut.

Pikiran saya pun mencoba mengkaitkan pandemi COVID-19 yang saat ini telah mendera tanah air dengan kontestasi politik yang harusnya dilaksanakan akhir tahun ini – 23 September 2020. Saya memberikan sedikit tanda pada kata “harusnya” karena memang menurut hasil rapat penyelenggara pemilu baik itu KPU, Bawaslu, dan DKPP bersama Komisi II DPR RI mencapai kesepakatan bersama bahwa perhelatan Pilkada itu diundur. Mundurnya pelaksanaan Pilkada ini didasari pada situasi dan kondisi yang saat ini tak bisa dipastikan.

Inilah hebatnya COVID-19, bahkan Pilkada pun mengambil langkah mundur secara teratur. Ada tiga opsi waktu yang dimiliki oleh KPU untuk memundurkan pelaksanaan Pilkada. Pertama, diundur selama 3 bulan yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Kedua, diundur selama 6 bulan yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021. Dan yang ketiga, diundur selama 12 bulan (setahun) yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada September 2021. Setidaknya itu yang saya saya dengar dan saya lihat berseliweran di feed instagram saya.

“Wah, kalau begitu bagaimana nasib kepala daerah? Kan harusnya tahun depan masa jabatan mereka sudah habis?” pertanyaan itu cukup sering saya terima dari teman-teman sepermainan. Saya rasa kita tak perlu memikirkan nasib mereka, hidup mereka sepertinya sudah mapan, baik itu dengan atau tanpa jabatan yang mereka emban saat ini. Lagi pula nanti pemerintah pasti punya regulasi yang mengatur hal tersebut, semisal melantik pelaksana tugas (Plt) atau pejabat sementara (Pjs). Jangan tanya apa perbedaannya, karena saya juga kurang paham. Hehe. Tapi, yang pasti mari kawal kepala daerah yang ada di Bali untuk menyusun dan mengeksekusi kebijakan strategis guna menghentikan penyebaran pandemi COVID-19 ini.

Waduh, jadi agak ngelantur. Sebenarnya yang ingin saya angkat dalam tulisan ini adalah bagaimana cara pandang saya seandainya menjadi seorang politisi dalam menyikapi penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak ini. Dengan mundurnya pesta demokrasi 5 tahunan di setiap daerah, tentu berdampak pada tertundanya setiap tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan oleh KPU.

Hal ini tentu saya kira akan sangat menguntungkan bagi setiap politisi, karena bisa bermanuver dengan bebas tanpa perlu was-was akan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh KPU atau cemas berada dalam pengawasan Bawaslu. Karena manuver dilakukan di luar tahapan dan jadwal Pilkada. Jadi seperti yang disampaikan di awal, ini menjadi momentum untuk memulai langkah awal melakukan sosialisasi diri kepada masyarakat yang notabene adalah individu yang memiliki hak memilih. Hitung-hitung investasi sampai hari pencoblosan kan?

Saya kebetulan tinggal dan besar di kota Denpasar yang juga menjadi salah satu daerah dari 6 kabupaten/kota yang siap menyelenggarakan Pilkada di Bali. Sebagai daerah yang plural, tentu banyak warna yang menghiasi kota Denpasar, tetapi belakangan saya memperhatikan belum ada nama yang muncul selain nama petahana saja yang di belakangnya berdiri partai besar dan juga saat ini sedang berkuasa.

Di satu sisi, memang ada penantang. Katanya dari kalangan ksatria, tapi manuvernya juga tidak terlalu tajam. Mungkin masih ragu-ragu dengan keputusan yang akan diambil nanti. Malah yang lebih seru melihat persaingan perebutan kursi nomor dua, ketimbang menanti siapa yang berani maju untuk menantang sang petahana. Bahkan seingat saya, beberapa bulan lalu ada sebuah diskusi yang membicarakan tentang nasib Pilkada yang terancam hanya memiliki satu pasang calon. Miris bukan?

Laga memang boleh tertunda, itu juga tak terlepas dari kondisi yang tidak memungkinkan dan juga tak bisa dipaksakan. Namun, inisiatif untuk turun ke masyarakat tidak harus menunggu masa kampanye bukan? Jika memang mengaku berlaga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, alangkah lebih baiknya bergerak dari sekarang. Ambil langkah-langkah strategis dalam membantu masyarakat yang terkena dampak akibat COVID-19 seperti, pekerja yang dirumahkan, yang di-PHK secara sepihak tanpa uang pesangon, pedagang kelontong yang semakin sepi karena tak banyak lagi yang mampu berbelanja. Berdayakan kader untuk bergerilya di grassroot, jangan berhenti untuk memberikan bantuan di masa krisis seperti ini.

Edukasi menjadi salah satu hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Karena edukasi menjadi faktor kunci dalam proses pemberdayaan masyarakat. Bukankah dengan masyarakat yang berdaya, pemerintah akan lebih mudah dalam menyampaikan berbagai kebijakan untuk diikuti oleh masyarakatnya?

Dengan demikian, rasanya keputusan menjadikan momentum ini sebagai ajang sosialisasi diri lebih awal akan sangat menguntungkan jika diisi dengan cara memberikan edukasi dan bantuan barang-barang berupa sembako, masker, hand sanitizer hingga Alat Pelindung Diri (APD) kepada petugas kesehatan yang pasang badan paling depan saat ini ketimbang memasang baliho dengan foto wajah diri, tanda gambar partai yang berisi himbauan yang belum tentu dibaca oleh masyarakat di sudut-sudut kota. Contohlah seperti tokoh politisi yang saya sebutkan di awal, siapa tahu ini bisa dijadikan investasi yang bisa diambil hasilnya saat laga sesungguhnya berlangsung. Siapa tahu, silakan dicoba. [T]

Denpasar, 14 April 2020

Tags: covid 19Pilkada
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Next Post

Ulang Tahun yang Salah?

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Ulang Tahun yang Salah?

Ulang Tahun yang Salah?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co