24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laga Tunda Calon Kepala Daerah

Teddy Chrisprimanata Putra by Teddy Chrisprimanata Putra
April 29, 2020
in Opini
Bali dan Covid-19: Titik Balik Bali Untuk Masa Depan

Senyum saya seketika terbentuk sesaat setelah melihat dua barang yang berisi tanda gambar salah satu partai politik dan nama seseorang yang sangat familiar di desa tempat saya tinggal. Satu buah hand sanitizer dan juga sebuah masker terbungkus rapi dengan label yang tak kalah mencolok. Tak usah saya sebutkan nama partainya, yang cukup kalian tahu adalah partai ini sedang berkuasa di seantero wilayah Bali. Sudah tahu kan? Mari kita lanjutkan.

Seketika saya teringat dengan tulisan Made Adnyana Ole atau akrab disapa Pak Ole yang saya baca sehari sebelumnya di kolom Lolohin Malu, judul tulisannya kalau saya tidak salah Ini Saat Parpol Boleh Main “Money Politic”. Dalam tulisan khasnya, ia menuturkan bahwa di tengah pandemi COVID-19 adalah momentum bagi seluruh politikus untuk memperlihatkan kepeduliannya kepada masyarakat (setidaknya kepada konstituennya) dengan cara membagikan sembako atau alat pelindung diri yang marak dicari belakangan ini – masker, hand sanitizer hingga desinfektan. Tentu dengan tanda gambar parpol maupun foto diri, agar masyarakat ingat dengan siapa yang telah “berjasa” memberikan barang-barang tersebut.

Pikiran saya pun mencoba mengkaitkan pandemi COVID-19 yang saat ini telah mendera tanah air dengan kontestasi politik yang harusnya dilaksanakan akhir tahun ini – 23 September 2020. Saya memberikan sedikit tanda pada kata “harusnya” karena memang menurut hasil rapat penyelenggara pemilu baik itu KPU, Bawaslu, dan DKPP bersama Komisi II DPR RI mencapai kesepakatan bersama bahwa perhelatan Pilkada itu diundur. Mundurnya pelaksanaan Pilkada ini didasari pada situasi dan kondisi yang saat ini tak bisa dipastikan.

Inilah hebatnya COVID-19, bahkan Pilkada pun mengambil langkah mundur secara teratur. Ada tiga opsi waktu yang dimiliki oleh KPU untuk memundurkan pelaksanaan Pilkada. Pertama, diundur selama 3 bulan yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. Kedua, diundur selama 6 bulan yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021. Dan yang ketiga, diundur selama 12 bulan (setahun) yang artinya Pilkada akan dilaksanakan pada September 2021. Setidaknya itu yang saya saya dengar dan saya lihat berseliweran di feed instagram saya.

“Wah, kalau begitu bagaimana nasib kepala daerah? Kan harusnya tahun depan masa jabatan mereka sudah habis?” pertanyaan itu cukup sering saya terima dari teman-teman sepermainan. Saya rasa kita tak perlu memikirkan nasib mereka, hidup mereka sepertinya sudah mapan, baik itu dengan atau tanpa jabatan yang mereka emban saat ini. Lagi pula nanti pemerintah pasti punya regulasi yang mengatur hal tersebut, semisal melantik pelaksana tugas (Plt) atau pejabat sementara (Pjs). Jangan tanya apa perbedaannya, karena saya juga kurang paham. Hehe. Tapi, yang pasti mari kawal kepala daerah yang ada di Bali untuk menyusun dan mengeksekusi kebijakan strategis guna menghentikan penyebaran pandemi COVID-19 ini.

Waduh, jadi agak ngelantur. Sebenarnya yang ingin saya angkat dalam tulisan ini adalah bagaimana cara pandang saya seandainya menjadi seorang politisi dalam menyikapi penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak ini. Dengan mundurnya pesta demokrasi 5 tahunan di setiap daerah, tentu berdampak pada tertundanya setiap tahapan Pilkada yang sudah ditetapkan oleh KPU.

Hal ini tentu saya kira akan sangat menguntungkan bagi setiap politisi, karena bisa bermanuver dengan bebas tanpa perlu was-was akan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh KPU atau cemas berada dalam pengawasan Bawaslu. Karena manuver dilakukan di luar tahapan dan jadwal Pilkada. Jadi seperti yang disampaikan di awal, ini menjadi momentum untuk memulai langkah awal melakukan sosialisasi diri kepada masyarakat yang notabene adalah individu yang memiliki hak memilih. Hitung-hitung investasi sampai hari pencoblosan kan?

Saya kebetulan tinggal dan besar di kota Denpasar yang juga menjadi salah satu daerah dari 6 kabupaten/kota yang siap menyelenggarakan Pilkada di Bali. Sebagai daerah yang plural, tentu banyak warna yang menghiasi kota Denpasar, tetapi belakangan saya memperhatikan belum ada nama yang muncul selain nama petahana saja yang di belakangnya berdiri partai besar dan juga saat ini sedang berkuasa.

Di satu sisi, memang ada penantang. Katanya dari kalangan ksatria, tapi manuvernya juga tidak terlalu tajam. Mungkin masih ragu-ragu dengan keputusan yang akan diambil nanti. Malah yang lebih seru melihat persaingan perebutan kursi nomor dua, ketimbang menanti siapa yang berani maju untuk menantang sang petahana. Bahkan seingat saya, beberapa bulan lalu ada sebuah diskusi yang membicarakan tentang nasib Pilkada yang terancam hanya memiliki satu pasang calon. Miris bukan?

Laga memang boleh tertunda, itu juga tak terlepas dari kondisi yang tidak memungkinkan dan juga tak bisa dipaksakan. Namun, inisiatif untuk turun ke masyarakat tidak harus menunggu masa kampanye bukan? Jika memang mengaku berlaga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, alangkah lebih baiknya bergerak dari sekarang. Ambil langkah-langkah strategis dalam membantu masyarakat yang terkena dampak akibat COVID-19 seperti, pekerja yang dirumahkan, yang di-PHK secara sepihak tanpa uang pesangon, pedagang kelontong yang semakin sepi karena tak banyak lagi yang mampu berbelanja. Berdayakan kader untuk bergerilya di grassroot, jangan berhenti untuk memberikan bantuan di masa krisis seperti ini.

Edukasi menjadi salah satu hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Karena edukasi menjadi faktor kunci dalam proses pemberdayaan masyarakat. Bukankah dengan masyarakat yang berdaya, pemerintah akan lebih mudah dalam menyampaikan berbagai kebijakan untuk diikuti oleh masyarakatnya?

Dengan demikian, rasanya keputusan menjadikan momentum ini sebagai ajang sosialisasi diri lebih awal akan sangat menguntungkan jika diisi dengan cara memberikan edukasi dan bantuan barang-barang berupa sembako, masker, hand sanitizer hingga Alat Pelindung Diri (APD) kepada petugas kesehatan yang pasang badan paling depan saat ini ketimbang memasang baliho dengan foto wajah diri, tanda gambar partai yang berisi himbauan yang belum tentu dibaca oleh masyarakat di sudut-sudut kota. Contohlah seperti tokoh politisi yang saya sebutkan di awal, siapa tahu ini bisa dijadikan investasi yang bisa diambil hasilnya saat laga sesungguhnya berlangsung. Siapa tahu, silakan dicoba. [T]

Denpasar, 14 April 2020

Tags: covid 19Pilkada
Share7TweetSendShareSend
Previous Post

Kriya Nusa Penida: Produk Seni Berkualitas Tinggi, Magis dan Sakral

Next Post

Ulang Tahun yang Salah?

Teddy Chrisprimanata Putra

Teddy Chrisprimanata Putra

Penulis adalah Dosen Ilmu Politik di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Ulang Tahun yang Salah?

Ulang Tahun yang Salah?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co