24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memilih Bahagia Saat Corona Melanda

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
March 23, 2020
in Opini
Memilih Bahagia Saat Corona Melanda

Ilustrasi tatkala/co/Nana Partha

Seandainya kita terinfeksi Covid-19, berapa persen kira-kira kemungkinan mengalami mortalitas? Jawabannya tergantung usia. Kalau usia kita masih di bawah 40 tahun atau berada pada rentang umur 10-39 tahun, potensi mortalitasnya sebesar 0,2 persen atau setara dengan 1:500. Begitu juga jika usia kita berada pada rentang 40-50 tahun, potensi mortalitas sebesar 0,4 persen atau setara dengan 1:250.

Sedangkan usia di rentang 50-59 tahun, kemungkinan mortalitas naik menjadi 1,3 persen, atau setara dengan 1:80. Kesimpulannya, semakin tua usia yang ditandai juga dengan semakin melambatnya kerja organ tubuh, semakin fatal efek dari Covid-19 terhadap kelanjutan hidup. Meski demikian, tetap saja, bahkan kalau kita berada di rentang usia lebih tua, jauh lebih besar kemungkinan untuk sehat kembali daripada mati.

Dengan melihat catatan medis di atas, saya berkeyakinan, rasanya terlalu prematur jika menyebut pandemi Covid-19 sebagai hantu yang mampu merontokkan sebuah negara sebesar Indonesia dengan keragaman struktur sosialnya. Beberapa pihak merasa kalut, bahkan menyuarakan agenda lockdown sebagaimana yang sudah dialami oleh Cina, Italia Prancis dan terbaru Malaysia.

Bayangkan, kalau agenda lockdown benar-benar dilakukan, mungkin kita bukan mati karena Covid19, melainkan mengalami kehancuran akibat krisis ekonomi, krisis politik, dan krisis sosial. Logikanya, kalau potensi mortalitas semisal 1:500 seperti data statsitik di atas, lalu kenapa kita harus begitu khawatir terhadap pandemi ini ?. saya tidak bermaksud menyepelekan atau menganggap remeh keberadaan virus ini, thus tidak juga merespon secara berlebihan. Kita harus belajar bagaimana hidup tentram dan menjadi pribadi yang realistis, yang berdamai dengan keadaan bahwa virus ini telah ada bersama kita.

Jika kita mau belajar lebih ulet, dengan membuka laporan-laporan hasil penelitian para ahli tentang berbagai virus di masa lalu, maka kita bisa menyimpulkan bahwa virus Corona sudah ada sebelumnya. Dialah biang SARS, MERS dan sekarang menjelma menjadi Covid-19. Namun terpenting sekarang adalah keikhlasan menerima keadaan bahwa virus itu sudah ada bersama kita. Sama seperti drajat penerimaan kita terhadap keberadaan virus sejenis yang menyerang saluran pernapasan seperti influenza, TBC, Bronkitis, pneumonia atau virus lain yang potensi mortalitasnya tidak bisa dianggap remeh.

Masalahnya sekarang, dunia belum menemukan vaksin untuk menangkalnya. Akan membutuhkan riset yang mendalam sehingga dibutuhkan biaya, terutama waktu yang tidak sebentar untuk menemukan vaksin penangkal . Di dalam penantian itu, kita dituntut untuk sabar sambil mengingat beberapa hal penting. Pertama, tidak semua orang yang di tubuhnya menempel virus Corona akan terinfeksi Covid19. Kalau hanya menempel di tangan misalnya, bisa dihilangkan dengan dicuci memakai sabun. Begitu juga ketika menempel di baju, bisa dihilangkan dengan menggunakan detergen.

Kedua, kalau pun ada orang itu terinfeksi Covid19, kemungkinan besar, yang berangkutan tidak akan mengalami penderitaan fisik yang fatal, tergeletak tak berdaya atau dari mulutnya keluar busa seperti yang digambarkan di dalam film-film fiksi. Mikael Arteta pelatih Arsenal yang dinyatakan positif Corona sejak awal Maret lalu pasca pertandingan Arsenal di Liga Eropa, Setelah dikarantina, masih bisa mengadakan wawancara terpisah dengan para wartawan mengenai kondisinya saat ini.

Pun demikian dengan dua pemain Juventus, Daniele Rugini dan Paulo Dybala yang dinyatakan positif Corona, tidak memperlihatkan tanda-tanda penderitaan terhadap sakit yang berlebihan. Di tanah air ada Bupati Bogor yang dalam unggahan foto di linimasa instagram milik Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tidak tampak seperti orang sakit dan terlihat normal. Lalu ada artis cantik Andrea Dian yang dikenal suka membagikan gaya hidup sehat dengan berolahraga, beberapa waktu lalu dinyatakan positif Corona. masih bisa mengungah story di akun sosial medianya. Mereka yang terinfeksi Covid19, 80 persennya hanya merasakan gejala flu biasa. Oleh sebab itu, perawatannya cukup di rumah saja. 

Ketiga, tubuh kita itu memiliki antibody untuk melawan virus apapun yang masuk, termasuk Corona. Logikanya, Tuhan menciptakan virus Corona, tetapi Tuhan juga menganugrahkan antibody dalam diri kita untuk melawannya. Antibody inilah yang akan menghabisi Corona melalui pertempuran hidup mati. Kabar baiknya, jika kita normal dan sehat, antibody akan bisa mengalahkan virus. Lama pertarungan tergantung pada kekuatan kita. Bisa mencapai dua sampai tiga minggu. Oleh sebab itu, saran medis kepada orang yang sudah terinfeksi virus Corona adalah istirahat, makan makanan yang sehat, banyak minum air putih dan jangan keluar rumah untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Obat-obatan yang kita peroleh dari dokter pun sebenanrya lebih ke arah mengobati symptom. Persis kalau kita terkena flu. Jadi, obat flu yang kita beli dari apotik atau kita peroleh dari dokter bukan dalam rangka kuratif, melainkan lebih untuk meminimalisisr gejala sakit yang diderita atau mencegah memburuknya keadaan. Dengan kata lain, yang sebenarnya menyembuhkan kita adalah antibody dalam tubuh. Kesimpulannya, kita tidak perlu takut berlebihan, sebab mereka yang terinfeksi Corona kemungkinan besar akan sembuh dengan perlawanan kekuatan tubuhnya.

Akan tetapi, yang barusan disampaikan itu baru bicara yang 80 persen. Sisanya yang 20 persen, yang mengalami dampak lebih serius, sebaiknya ditangani oleh pihak rumah sakit. Hal ini bisa terjadi karena kemungkinan imunitasnya lemah, mengidap penyakit lain atau usianya sudah tua. Namun, lagi-lagi potensi untuk sehat kembali cukup tinggi, Lalu, dengan melihat keberadaan antibody yang katanya bisa diandalkan bertarung dengan virus Corona, apakah sebaiknya kita abaikan saja virus Corona? Jawabannya tentu tidak.

Masalahnya tetap ada korban yang meninggal akibat terinfeksi Corona dan jumlahnya mencapai tiga sampai empat persen. Jadi, kalau misalnya ada 1000 orang terjangkit Covid19, berarti ada sekitar 30-40 orang akan meninggal. Mereka umumnya adalah lansia yang punya penyakit kronis. 80 persen dari seluruh pasien Covid19 yang meninggal adalah mereka yang berusia di atas 80 tahun. Mereka yang meninggal ini umumnya punya penyakit lain. Seperti penyakit jantung, pernapasan, diabetes, darah tinggi dan sebagainya. Misalnya, kalau kita berusia tua, berpenyakit jantung dan terjangkit Corona, peluang kematian bisa mencapai 10 persen. Untuk penyakit kanker sebesar  5 persen,  diabetes  sebesar 7 persen.

Mereka yang terjangkit Corona akibat penularan yang dibawa orang sekitarnya, bisa saja terlihat  sehat tanpa menunjukkan gejala sakit. Oleh sebab itu harus menjadi kepedulian kita bersama sekarang jangan sampai terjangkit Corona. Sebab orang yang positif Corona tanpa memperlihatkan gejala sakit bisa menjadi carrier yang menyebarkannya kepada orang lain dalam jangka waktu yang cepat. Jika kita menduga bahwa kemungkinan diri kita terjangkit virus Corona, sebaiknya dianjurkan untuk tidak menyentuh atau berdekatan dengan anggota keluarga yang sudah berusia lanjut dan berpenyakit kronis.

Jika pemerintah mengeluarkan anjuran normatif melalui kebijakan social distancing, itu lebih dalam rangka menghindari jatuhnya korban dalam jumlah luar biasa dalam waktu cepat. Harus diakui, wabah ini datang tiba-tiba yang diiringi dengan penyebaran yang sangat cepat dan eksplosif. Keunggulan si Covid19 ini dibanding pendahulunya adalah kecepatannya berpindah dari satu objek ke objek lain. Di samping itu, ketika menempel pada benda-benda tertentu juga cukup lama sehingga kemungkinan terinfeksi juga sangat besar. Hal inilah yang mengakibatkan pandemi. Karena meledak, masyarakat menjadi panik, dan rumah sakit penuh. Beberapa dari kepanikan itu diwarnai dengan fenomena panic buying, penimbunan masker dan hand sanitizer sehingga harga kedua barang itu menjadi mahal.

Agar tidak terjadi kegaduhan yang lebih luas sehingga mengakibatkan suasana chaos, masyarakat perlu ditentramkan. Harus ada cara mengendalikan penyebaran virus yang efektif untuk iklim sosial kita. Harapannya, jika  penyebaran virus bisa dikurangi kecepatannya, jumlah korban juga akan berkurang. Jadi kalau rate korban bisa dikendalikan, hidup bisa lebih tenang dan kita kembali hidup normal.

Kesimpulannya, jangan terlalu berlebihan menanggapi pandemi Covid19 sehingga berakhir dengan kepanikan dan lalu stres. Bukan pula meremehkan sehingga kewaspadaan menjadi menurun. Hal yang harus kita lakukan sekarang sambil menunggu ditemukannya vaksin di samping tetap menjaga kebugaran agar imunitas kita kuat adalah hidup biasa dan normal. Maksudnya, tetap tersimpul senyum sambil mereaktualisasi hubungan dengan orang-orang yang kita sayangi melalui social distancing. Hidup bahagia meskipun Corona melanda. Yakinlah bahwa Corona bukan musuh yang tidak bisa dilawan. Terakhir, gunakan akal sehat, sebab hanya dengan akal sehat kita akan selamat. Salam waras.  [T]

Tags: covid 19gaya hidupkebahagiaanvaksinvirus corona
Share63TweetSendShareSend
Previous Post

Kerja di Kapal Pesiar, “Macolek Pamor” Dianggap Kaya

Next Post

Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post
Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co