2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memilih Bahagia Saat Corona Melanda

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
March 23, 2020
in Opini
Memilih Bahagia Saat Corona Melanda

Ilustrasi tatkala/co/Nana Partha

Seandainya kita terinfeksi Covid-19, berapa persen kira-kira kemungkinan mengalami mortalitas? Jawabannya tergantung usia. Kalau usia kita masih di bawah 40 tahun atau berada pada rentang umur 10-39 tahun, potensi mortalitasnya sebesar 0,2 persen atau setara dengan 1:500. Begitu juga jika usia kita berada pada rentang 40-50 tahun, potensi mortalitas sebesar 0,4 persen atau setara dengan 1:250.

Sedangkan usia di rentang 50-59 tahun, kemungkinan mortalitas naik menjadi 1,3 persen, atau setara dengan 1:80. Kesimpulannya, semakin tua usia yang ditandai juga dengan semakin melambatnya kerja organ tubuh, semakin fatal efek dari Covid-19 terhadap kelanjutan hidup. Meski demikian, tetap saja, bahkan kalau kita berada di rentang usia lebih tua, jauh lebih besar kemungkinan untuk sehat kembali daripada mati.

Dengan melihat catatan medis di atas, saya berkeyakinan, rasanya terlalu prematur jika menyebut pandemi Covid-19 sebagai hantu yang mampu merontokkan sebuah negara sebesar Indonesia dengan keragaman struktur sosialnya. Beberapa pihak merasa kalut, bahkan menyuarakan agenda lockdown sebagaimana yang sudah dialami oleh Cina, Italia Prancis dan terbaru Malaysia.

Bayangkan, kalau agenda lockdown benar-benar dilakukan, mungkin kita bukan mati karena Covid19, melainkan mengalami kehancuran akibat krisis ekonomi, krisis politik, dan krisis sosial. Logikanya, kalau potensi mortalitas semisal 1:500 seperti data statsitik di atas, lalu kenapa kita harus begitu khawatir terhadap pandemi ini ?. saya tidak bermaksud menyepelekan atau menganggap remeh keberadaan virus ini, thus tidak juga merespon secara berlebihan. Kita harus belajar bagaimana hidup tentram dan menjadi pribadi yang realistis, yang berdamai dengan keadaan bahwa virus ini telah ada bersama kita.

Jika kita mau belajar lebih ulet, dengan membuka laporan-laporan hasil penelitian para ahli tentang berbagai virus di masa lalu, maka kita bisa menyimpulkan bahwa virus Corona sudah ada sebelumnya. Dialah biang SARS, MERS dan sekarang menjelma menjadi Covid-19. Namun terpenting sekarang adalah keikhlasan menerima keadaan bahwa virus itu sudah ada bersama kita. Sama seperti drajat penerimaan kita terhadap keberadaan virus sejenis yang menyerang saluran pernapasan seperti influenza, TBC, Bronkitis, pneumonia atau virus lain yang potensi mortalitasnya tidak bisa dianggap remeh.

Masalahnya sekarang, dunia belum menemukan vaksin untuk menangkalnya. Akan membutuhkan riset yang mendalam sehingga dibutuhkan biaya, terutama waktu yang tidak sebentar untuk menemukan vaksin penangkal . Di dalam penantian itu, kita dituntut untuk sabar sambil mengingat beberapa hal penting. Pertama, tidak semua orang yang di tubuhnya menempel virus Corona akan terinfeksi Covid19. Kalau hanya menempel di tangan misalnya, bisa dihilangkan dengan dicuci memakai sabun. Begitu juga ketika menempel di baju, bisa dihilangkan dengan menggunakan detergen.

Kedua, kalau pun ada orang itu terinfeksi Covid19, kemungkinan besar, yang berangkutan tidak akan mengalami penderitaan fisik yang fatal, tergeletak tak berdaya atau dari mulutnya keluar busa seperti yang digambarkan di dalam film-film fiksi. Mikael Arteta pelatih Arsenal yang dinyatakan positif Corona sejak awal Maret lalu pasca pertandingan Arsenal di Liga Eropa, Setelah dikarantina, masih bisa mengadakan wawancara terpisah dengan para wartawan mengenai kondisinya saat ini.

Pun demikian dengan dua pemain Juventus, Daniele Rugini dan Paulo Dybala yang dinyatakan positif Corona, tidak memperlihatkan tanda-tanda penderitaan terhadap sakit yang berlebihan. Di tanah air ada Bupati Bogor yang dalam unggahan foto di linimasa instagram milik Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, tidak tampak seperti orang sakit dan terlihat normal. Lalu ada artis cantik Andrea Dian yang dikenal suka membagikan gaya hidup sehat dengan berolahraga, beberapa waktu lalu dinyatakan positif Corona. masih bisa mengungah story di akun sosial medianya. Mereka yang terinfeksi Covid19, 80 persennya hanya merasakan gejala flu biasa. Oleh sebab itu, perawatannya cukup di rumah saja. 

Ketiga, tubuh kita itu memiliki antibody untuk melawan virus apapun yang masuk, termasuk Corona. Logikanya, Tuhan menciptakan virus Corona, tetapi Tuhan juga menganugrahkan antibody dalam diri kita untuk melawannya. Antibody inilah yang akan menghabisi Corona melalui pertempuran hidup mati. Kabar baiknya, jika kita normal dan sehat, antibody akan bisa mengalahkan virus. Lama pertarungan tergantung pada kekuatan kita. Bisa mencapai dua sampai tiga minggu. Oleh sebab itu, saran medis kepada orang yang sudah terinfeksi virus Corona adalah istirahat, makan makanan yang sehat, banyak minum air putih dan jangan keluar rumah untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Obat-obatan yang kita peroleh dari dokter pun sebenanrya lebih ke arah mengobati symptom. Persis kalau kita terkena flu. Jadi, obat flu yang kita beli dari apotik atau kita peroleh dari dokter bukan dalam rangka kuratif, melainkan lebih untuk meminimalisisr gejala sakit yang diderita atau mencegah memburuknya keadaan. Dengan kata lain, yang sebenarnya menyembuhkan kita adalah antibody dalam tubuh. Kesimpulannya, kita tidak perlu takut berlebihan, sebab mereka yang terinfeksi Corona kemungkinan besar akan sembuh dengan perlawanan kekuatan tubuhnya.

Akan tetapi, yang barusan disampaikan itu baru bicara yang 80 persen. Sisanya yang 20 persen, yang mengalami dampak lebih serius, sebaiknya ditangani oleh pihak rumah sakit. Hal ini bisa terjadi karena kemungkinan imunitasnya lemah, mengidap penyakit lain atau usianya sudah tua. Namun, lagi-lagi potensi untuk sehat kembali cukup tinggi, Lalu, dengan melihat keberadaan antibody yang katanya bisa diandalkan bertarung dengan virus Corona, apakah sebaiknya kita abaikan saja virus Corona? Jawabannya tentu tidak.

Masalahnya tetap ada korban yang meninggal akibat terinfeksi Corona dan jumlahnya mencapai tiga sampai empat persen. Jadi, kalau misalnya ada 1000 orang terjangkit Covid19, berarti ada sekitar 30-40 orang akan meninggal. Mereka umumnya adalah lansia yang punya penyakit kronis. 80 persen dari seluruh pasien Covid19 yang meninggal adalah mereka yang berusia di atas 80 tahun. Mereka yang meninggal ini umumnya punya penyakit lain. Seperti penyakit jantung, pernapasan, diabetes, darah tinggi dan sebagainya. Misalnya, kalau kita berusia tua, berpenyakit jantung dan terjangkit Corona, peluang kematian bisa mencapai 10 persen. Untuk penyakit kanker sebesar  5 persen,  diabetes  sebesar 7 persen.

Mereka yang terjangkit Corona akibat penularan yang dibawa orang sekitarnya, bisa saja terlihat  sehat tanpa menunjukkan gejala sakit. Oleh sebab itu harus menjadi kepedulian kita bersama sekarang jangan sampai terjangkit Corona. Sebab orang yang positif Corona tanpa memperlihatkan gejala sakit bisa menjadi carrier yang menyebarkannya kepada orang lain dalam jangka waktu yang cepat. Jika kita menduga bahwa kemungkinan diri kita terjangkit virus Corona, sebaiknya dianjurkan untuk tidak menyentuh atau berdekatan dengan anggota keluarga yang sudah berusia lanjut dan berpenyakit kronis.

Jika pemerintah mengeluarkan anjuran normatif melalui kebijakan social distancing, itu lebih dalam rangka menghindari jatuhnya korban dalam jumlah luar biasa dalam waktu cepat. Harus diakui, wabah ini datang tiba-tiba yang diiringi dengan penyebaran yang sangat cepat dan eksplosif. Keunggulan si Covid19 ini dibanding pendahulunya adalah kecepatannya berpindah dari satu objek ke objek lain. Di samping itu, ketika menempel pada benda-benda tertentu juga cukup lama sehingga kemungkinan terinfeksi juga sangat besar. Hal inilah yang mengakibatkan pandemi. Karena meledak, masyarakat menjadi panik, dan rumah sakit penuh. Beberapa dari kepanikan itu diwarnai dengan fenomena panic buying, penimbunan masker dan hand sanitizer sehingga harga kedua barang itu menjadi mahal.

Agar tidak terjadi kegaduhan yang lebih luas sehingga mengakibatkan suasana chaos, masyarakat perlu ditentramkan. Harus ada cara mengendalikan penyebaran virus yang efektif untuk iklim sosial kita. Harapannya, jika  penyebaran virus bisa dikurangi kecepatannya, jumlah korban juga akan berkurang. Jadi kalau rate korban bisa dikendalikan, hidup bisa lebih tenang dan kita kembali hidup normal.

Kesimpulannya, jangan terlalu berlebihan menanggapi pandemi Covid19 sehingga berakhir dengan kepanikan dan lalu stres. Bukan pula meremehkan sehingga kewaspadaan menjadi menurun. Hal yang harus kita lakukan sekarang sambil menunggu ditemukannya vaksin di samping tetap menjaga kebugaran agar imunitas kita kuat adalah hidup biasa dan normal. Maksudnya, tetap tersimpul senyum sambil mereaktualisasi hubungan dengan orang-orang yang kita sayangi melalui social distancing. Hidup bahagia meskipun Corona melanda. Yakinlah bahwa Corona bukan musuh yang tidak bisa dilawan. Terakhir, gunakan akal sehat, sebab hanya dengan akal sehat kita akan selamat. Salam waras.  [T]

Tags: covid 19gaya hidupkebahagiaanvaksinvirus corona
Share63TweetSendShareSend
Previous Post

Kerja di Kapal Pesiar, “Macolek Pamor” Dianggap Kaya

Next Post

Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co