3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 23, 2020
in Esai
Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

Dana desa merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan negara terhadap desa. Desa yang dulunya dianggap sebagai sumber segala masalah sekarang dinaikkan derajatnya dengan pemberian hak rekognisi dan hak subsidiaritas. Terbitnya UU No 6/2014 tentang desa menegaskan bahwa desa adalah sumber potensi kemajuan bangsa dan kini desa diakui  sebagai halaman depan Indonesia. Indonesia tidak akan maju jika desanya masih tertinggal. Untuk itu segala upaya dilakukan oleh kepala desa untuk membuat wajah desa tampil kian memukau. Wajah desa yang penuh dengan optimisme dan menjanjikan harapan pemberian peningkatan kesejahteraan.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa pentingnya keterlibatan anak muda dalam pembangunan desa. Anak muda cenderung kreatif dan inovatif sehingga banyak desa yang maju dan berkembang maupun desa-desa mandiri penggeraknya adalah anak muda. Untuk itu penting mengajak dan membujuk anak muda apalagi yang sarjana untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa. saatnya anak muda turun tangan membangun desa.

Saat ini, menu yang dihadirkan oleh semua sumber berita adalah tentang ganasnya sepak terjang dari virus corona (covid019). Virus ini diduga akan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian dunia. Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia tidak luput dari serangan ini. Bali sangat merasakan dampak virus Covid-19. Dampak yang ditimbulkan berupa dampak secara ekonomi dan dampak lainnya seperti terganggunya kegiatan pendidikan, layanan publik, pembatalan kunjungan wisatawan sampai terganggunya upacara keagamaan seperti pembatalan pengarakan ogoh-ogoh serangkaian hari raya nyepi. Penurunan kesejahteraan masyarakat Bali dikhawatirkan dan dipastikan turun jika Covid-19 ini terus terjadi.

Pariwisata adalah bisnis yang rentan akan kondisi eksternal seperti faktor keamanan, situasi ekonomi global, serta faktor wabah penyakit dunia. Nasib yang menimpa Bali saat ini hampir sama dengan kondisi saat terjadi bom Bali tahun 2002. Saat itu kunjungan wisatawan anjlok yang mengakibatkan kesejahteraan masyarakat turun. Covid-19 sangat memukul para pelaku pariwisata.

Terhadap kejadian ini banyak pendapat berseliweran. Ada yang mengecam virus ini, ada yang mengajak mulat sarira, ada pula yang mengatakan bahwa virus ini baik, karena memaksa umat Hindu merayakan Pra Nyepi sebelum Nyepi yang sebenanrya. Segala pendapat layak untuk dihormati, tetapi jauh lebih bermanfaat jika kejadian ini bisa dijadikan momentum untuk menterjadikan Bali era baru dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Untuk memastikan masyarakat Bali bisa bertahan dan tetap survive  menghadapi kondisi seperti saat ini, maka diperlukan langkah-langkah riil baik yang bersifat korektif maupun langkah preventif. Sikap jangka pendek (langkah korektif) adalah mendukung kebijakan OJK, agar dunia perbankan memberikan keringanan kepada pelaku UKM dalam hal meringankan kewajiban dengan perbankan. Kebijakan ini agar benar-benar dilaksanakan, jangan sampai di tingkat atas ada kebijakan tersebut, tetapi pelaksanaan di bawah berbeda. Harus ada langkah bersama dalam menyelamatkan pelaku UKM. Mengingat UKM banyak melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja.

Diharapkan kebijakan yang diberlakukan OJK kepada dunia perbankan (Bank Umum dan BPR) juga diberlakukan pada nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Nasabah LPD. Mengingat pelaku UKM banyak yang memanfaatkan jasa lembaga keuangan ini dalam menjalankan usahanya. Sekali lagi, harapannya pelaku usaha mendapat keringanan sehingga bisa bertahan dalam kondisi ini. Perlu diingat bahwa pada saat terjadinya bom Bali, UKM adalah salah satu penyelamat perekonomian Bali. UKM adalah salah satu entitas usaha yang sudah terbukti mampu bertahan disaat krisis ekonomi tahun 1998. UKM wajib diperhatikan dan wajib dilindungi.

Adapun sikap jangka panjang (langkah preventif) yang dapat dilakukan adalah saatnya anak muda yang sarjana untuk pulang kampung membangun desa. Caranya dengan menjadi pengusaha di sektor pertanian atau menjadi pengusaha dibidang peternakan. Cara sederhana yang dapat dipilih adalah dengan menjadi pengurus Bumdesa atau menjadi pengurus LPD.

Saatnya anak muda untuk menerapkan dan mengimplementasikan konsep one person one product, one village one product danpada akhirnya diharapakan terjadi one village one corporation. Atau sederhanya anak muda wajib terlibat untuk mewujudkan mimpi besar UU Desa yakni satu desa satu Bumdesa. Saat ini, dari 636 desa yang ada di Bali, baru 545 desa yang memiliki Bumdesa. Artinya masih ada 91 desa yang masih berjuang untuk mendirikan Bumdesa. Berikutnya, dari 545 Bumdesa yang ada, belum semua dalam kondisi mandiri. Masih banyak keberadaan Bumdesa hanya bersifat administrasi, artinya ada di atas kertas tetapi belum mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan desa.

Mari jadikan desa sebagai tempat dalam meraih harapan yakni menjadikan hidup lebih sejahtera. Selama ini desa belum dijadikan pilihan utama oleh anak muda dalam berkarier. Gengsi masih menjadi alasan utama sehingga anak muda lebih memilih berkarier di kota. Dalam kondisi seperti ini, gengsi harus dihilangkan. Tidak mudah, tetapi tidak ada pilihan lain. Jika masih gengsi maka anak muda akan layu sebelum berkembang. Sekali lagi wajib ingat pesan Wakil Menteri Desa bahwa sejatinya desa yang maju adalah desa yang digerakkan oleh anak muda. Anak muda adalah tumpuan sekaligus harapan desa dan harapan Indonesia.

Berikutnya, penting mengingat dan meneladani cara berpikir Alm Ida Bagus Mantra saat mendirikan LPD di tahun 1984. Prof Mantra mersakan kegelisahan dengan adanya modernisasi pembangunan Bali. Adat dan budaya takut terkikis oleh kemajuan jaman. Untuk merawat dan memelihara adat budaya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pusat kebudayaan ada di desa, sedangkan tingkat kesejahteraan masyarakat di desa rendah. Akibat kegelisahan tersebut, Prof Mantra mendirikan LPD yang salah satu tujuannya sebagai upaya dalam pelestarian budaya. Sehingga LPD yang sekarang bukan semata-mata bisnis oriented melainkan ada misi sosial dan misi pelestarian budaya. Pemikiran besar tersebut dirasakan manfaatnya oleh krama Bali saat ini. LPD hadir sebagai penyangga sekaligus penyelamat budaya Bali.

Dalam konteks covid-19, saatnya para tokoh pariwisata, tokoh ekonomi, tokoh budaya, politisi, akademisi, pemerintah dan semua pihak yang terkait harus mau, sekali lagi harus mau duduk bareng dan harus mau saling menurunkan ego (ego warna bendera, ego soroh, ego kedaerahan dan sejenisnya).

Saatnya semua tokoh meneladani dan mengikuti cara berpikir Alm. Prof Mantra. Ini penting dilakukan sebagai upaya untuk memikirkan masa depan Bali. Jika ini bisa diterjadikan maka akan muncul pikiran-pikiran jernih dan pikiran visioner sebagai alternatif sumber pendapatan Bali di luar pariwisata. Harapannya hasil pemikiran ini nantinya dapat dinikmati oleh anak cucu di kemudian hari. Ngiring mulat sarira. Saatnya berpikir besar, mulai dengan yang kecil dan dilakukan sekarang. [T]

Tags: balicovid 19dana desaPariwisata
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Memilih Bahagia Saat Corona Melanda

Next Post

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co