23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 23, 2020
in Esai
Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

Dana desa merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan negara terhadap desa. Desa yang dulunya dianggap sebagai sumber segala masalah sekarang dinaikkan derajatnya dengan pemberian hak rekognisi dan hak subsidiaritas. Terbitnya UU No 6/2014 tentang desa menegaskan bahwa desa adalah sumber potensi kemajuan bangsa dan kini desa diakui  sebagai halaman depan Indonesia. Indonesia tidak akan maju jika desanya masih tertinggal. Untuk itu segala upaya dilakukan oleh kepala desa untuk membuat wajah desa tampil kian memukau. Wajah desa yang penuh dengan optimisme dan menjanjikan harapan pemberian peningkatan kesejahteraan.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa pentingnya keterlibatan anak muda dalam pembangunan desa. Anak muda cenderung kreatif dan inovatif sehingga banyak desa yang maju dan berkembang maupun desa-desa mandiri penggeraknya adalah anak muda. Untuk itu penting mengajak dan membujuk anak muda apalagi yang sarjana untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa. saatnya anak muda turun tangan membangun desa.

Saat ini, menu yang dihadirkan oleh semua sumber berita adalah tentang ganasnya sepak terjang dari virus corona (covid019). Virus ini diduga akan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian dunia. Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia tidak luput dari serangan ini. Bali sangat merasakan dampak virus Covid-19. Dampak yang ditimbulkan berupa dampak secara ekonomi dan dampak lainnya seperti terganggunya kegiatan pendidikan, layanan publik, pembatalan kunjungan wisatawan sampai terganggunya upacara keagamaan seperti pembatalan pengarakan ogoh-ogoh serangkaian hari raya nyepi. Penurunan kesejahteraan masyarakat Bali dikhawatirkan dan dipastikan turun jika Covid-19 ini terus terjadi.

Pariwisata adalah bisnis yang rentan akan kondisi eksternal seperti faktor keamanan, situasi ekonomi global, serta faktor wabah penyakit dunia. Nasib yang menimpa Bali saat ini hampir sama dengan kondisi saat terjadi bom Bali tahun 2002. Saat itu kunjungan wisatawan anjlok yang mengakibatkan kesejahteraan masyarakat turun. Covid-19 sangat memukul para pelaku pariwisata.

Terhadap kejadian ini banyak pendapat berseliweran. Ada yang mengecam virus ini, ada yang mengajak mulat sarira, ada pula yang mengatakan bahwa virus ini baik, karena memaksa umat Hindu merayakan Pra Nyepi sebelum Nyepi yang sebenanrya. Segala pendapat layak untuk dihormati, tetapi jauh lebih bermanfaat jika kejadian ini bisa dijadikan momentum untuk menterjadikan Bali era baru dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Untuk memastikan masyarakat Bali bisa bertahan dan tetap survive  menghadapi kondisi seperti saat ini, maka diperlukan langkah-langkah riil baik yang bersifat korektif maupun langkah preventif. Sikap jangka pendek (langkah korektif) adalah mendukung kebijakan OJK, agar dunia perbankan memberikan keringanan kepada pelaku UKM dalam hal meringankan kewajiban dengan perbankan. Kebijakan ini agar benar-benar dilaksanakan, jangan sampai di tingkat atas ada kebijakan tersebut, tetapi pelaksanaan di bawah berbeda. Harus ada langkah bersama dalam menyelamatkan pelaku UKM. Mengingat UKM banyak melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja.

Diharapkan kebijakan yang diberlakukan OJK kepada dunia perbankan (Bank Umum dan BPR) juga diberlakukan pada nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Nasabah LPD. Mengingat pelaku UKM banyak yang memanfaatkan jasa lembaga keuangan ini dalam menjalankan usahanya. Sekali lagi, harapannya pelaku usaha mendapat keringanan sehingga bisa bertahan dalam kondisi ini. Perlu diingat bahwa pada saat terjadinya bom Bali, UKM adalah salah satu penyelamat perekonomian Bali. UKM adalah salah satu entitas usaha yang sudah terbukti mampu bertahan disaat krisis ekonomi tahun 1998. UKM wajib diperhatikan dan wajib dilindungi.

Adapun sikap jangka panjang (langkah preventif) yang dapat dilakukan adalah saatnya anak muda yang sarjana untuk pulang kampung membangun desa. Caranya dengan menjadi pengusaha di sektor pertanian atau menjadi pengusaha dibidang peternakan. Cara sederhana yang dapat dipilih adalah dengan menjadi pengurus Bumdesa atau menjadi pengurus LPD.

Saatnya anak muda untuk menerapkan dan mengimplementasikan konsep one person one product, one village one product danpada akhirnya diharapakan terjadi one village one corporation. Atau sederhanya anak muda wajib terlibat untuk mewujudkan mimpi besar UU Desa yakni satu desa satu Bumdesa. Saat ini, dari 636 desa yang ada di Bali, baru 545 desa yang memiliki Bumdesa. Artinya masih ada 91 desa yang masih berjuang untuk mendirikan Bumdesa. Berikutnya, dari 545 Bumdesa yang ada, belum semua dalam kondisi mandiri. Masih banyak keberadaan Bumdesa hanya bersifat administrasi, artinya ada di atas kertas tetapi belum mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan desa.

Mari jadikan desa sebagai tempat dalam meraih harapan yakni menjadikan hidup lebih sejahtera. Selama ini desa belum dijadikan pilihan utama oleh anak muda dalam berkarier. Gengsi masih menjadi alasan utama sehingga anak muda lebih memilih berkarier di kota. Dalam kondisi seperti ini, gengsi harus dihilangkan. Tidak mudah, tetapi tidak ada pilihan lain. Jika masih gengsi maka anak muda akan layu sebelum berkembang. Sekali lagi wajib ingat pesan Wakil Menteri Desa bahwa sejatinya desa yang maju adalah desa yang digerakkan oleh anak muda. Anak muda adalah tumpuan sekaligus harapan desa dan harapan Indonesia.

Berikutnya, penting mengingat dan meneladani cara berpikir Alm Ida Bagus Mantra saat mendirikan LPD di tahun 1984. Prof Mantra mersakan kegelisahan dengan adanya modernisasi pembangunan Bali. Adat dan budaya takut terkikis oleh kemajuan jaman. Untuk merawat dan memelihara adat budaya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pusat kebudayaan ada di desa, sedangkan tingkat kesejahteraan masyarakat di desa rendah. Akibat kegelisahan tersebut, Prof Mantra mendirikan LPD yang salah satu tujuannya sebagai upaya dalam pelestarian budaya. Sehingga LPD yang sekarang bukan semata-mata bisnis oriented melainkan ada misi sosial dan misi pelestarian budaya. Pemikiran besar tersebut dirasakan manfaatnya oleh krama Bali saat ini. LPD hadir sebagai penyangga sekaligus penyelamat budaya Bali.

Dalam konteks covid-19, saatnya para tokoh pariwisata, tokoh ekonomi, tokoh budaya, politisi, akademisi, pemerintah dan semua pihak yang terkait harus mau, sekali lagi harus mau duduk bareng dan harus mau saling menurunkan ego (ego warna bendera, ego soroh, ego kedaerahan dan sejenisnya).

Saatnya semua tokoh meneladani dan mengikuti cara berpikir Alm. Prof Mantra. Ini penting dilakukan sebagai upaya untuk memikirkan masa depan Bali. Jika ini bisa diterjadikan maka akan muncul pikiran-pikiran jernih dan pikiran visioner sebagai alternatif sumber pendapatan Bali di luar pariwisata. Harapannya hasil pemikiran ini nantinya dapat dinikmati oleh anak cucu di kemudian hari. Ngiring mulat sarira. Saatnya berpikir besar, mulai dengan yang kecil dan dilakukan sekarang. [T]

Tags: balicovid 19dana desaPariwisata
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Memilih Bahagia Saat Corona Melanda

Next Post

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co