25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 23, 2020
in Esai
Kini Tiba Waktu Berulang-ulang Memikirkan Bali

Foto ilustrasi: Mursal Buyung

Dana desa merupakan bentuk komitmen dan keberpihakan negara terhadap desa. Desa yang dulunya dianggap sebagai sumber segala masalah sekarang dinaikkan derajatnya dengan pemberian hak rekognisi dan hak subsidiaritas. Terbitnya UU No 6/2014 tentang desa menegaskan bahwa desa adalah sumber potensi kemajuan bangsa dan kini desa diakui  sebagai halaman depan Indonesia. Indonesia tidak akan maju jika desanya masih tertinggal. Untuk itu segala upaya dilakukan oleh kepala desa untuk membuat wajah desa tampil kian memukau. Wajah desa yang penuh dengan optimisme dan menjanjikan harapan pemberian peningkatan kesejahteraan.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa pentingnya keterlibatan anak muda dalam pembangunan desa. Anak muda cenderung kreatif dan inovatif sehingga banyak desa yang maju dan berkembang maupun desa-desa mandiri penggeraknya adalah anak muda. Untuk itu penting mengajak dan membujuk anak muda apalagi yang sarjana untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa. saatnya anak muda turun tangan membangun desa.

Saat ini, menu yang dihadirkan oleh semua sumber berita adalah tentang ganasnya sepak terjang dari virus corona (covid019). Virus ini diduga akan melumpuhkan sendi-sendi perekonomian dunia. Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia tidak luput dari serangan ini. Bali sangat merasakan dampak virus Covid-19. Dampak yang ditimbulkan berupa dampak secara ekonomi dan dampak lainnya seperti terganggunya kegiatan pendidikan, layanan publik, pembatalan kunjungan wisatawan sampai terganggunya upacara keagamaan seperti pembatalan pengarakan ogoh-ogoh serangkaian hari raya nyepi. Penurunan kesejahteraan masyarakat Bali dikhawatirkan dan dipastikan turun jika Covid-19 ini terus terjadi.

Pariwisata adalah bisnis yang rentan akan kondisi eksternal seperti faktor keamanan, situasi ekonomi global, serta faktor wabah penyakit dunia. Nasib yang menimpa Bali saat ini hampir sama dengan kondisi saat terjadi bom Bali tahun 2002. Saat itu kunjungan wisatawan anjlok yang mengakibatkan kesejahteraan masyarakat turun. Covid-19 sangat memukul para pelaku pariwisata.

Terhadap kejadian ini banyak pendapat berseliweran. Ada yang mengecam virus ini, ada yang mengajak mulat sarira, ada pula yang mengatakan bahwa virus ini baik, karena memaksa umat Hindu merayakan Pra Nyepi sebelum Nyepi yang sebenanrya. Segala pendapat layak untuk dihormati, tetapi jauh lebih bermanfaat jika kejadian ini bisa dijadikan momentum untuk menterjadikan Bali era baru dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Untuk memastikan masyarakat Bali bisa bertahan dan tetap survive  menghadapi kondisi seperti saat ini, maka diperlukan langkah-langkah riil baik yang bersifat korektif maupun langkah preventif. Sikap jangka pendek (langkah korektif) adalah mendukung kebijakan OJK, agar dunia perbankan memberikan keringanan kepada pelaku UKM dalam hal meringankan kewajiban dengan perbankan. Kebijakan ini agar benar-benar dilaksanakan, jangan sampai di tingkat atas ada kebijakan tersebut, tetapi pelaksanaan di bawah berbeda. Harus ada langkah bersama dalam menyelamatkan pelaku UKM. Mengingat UKM banyak melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja.

Diharapkan kebijakan yang diberlakukan OJK kepada dunia perbankan (Bank Umum dan BPR) juga diberlakukan pada nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Nasabah LPD. Mengingat pelaku UKM banyak yang memanfaatkan jasa lembaga keuangan ini dalam menjalankan usahanya. Sekali lagi, harapannya pelaku usaha mendapat keringanan sehingga bisa bertahan dalam kondisi ini. Perlu diingat bahwa pada saat terjadinya bom Bali, UKM adalah salah satu penyelamat perekonomian Bali. UKM adalah salah satu entitas usaha yang sudah terbukti mampu bertahan disaat krisis ekonomi tahun 1998. UKM wajib diperhatikan dan wajib dilindungi.

Adapun sikap jangka panjang (langkah preventif) yang dapat dilakukan adalah saatnya anak muda yang sarjana untuk pulang kampung membangun desa. Caranya dengan menjadi pengusaha di sektor pertanian atau menjadi pengusaha dibidang peternakan. Cara sederhana yang dapat dipilih adalah dengan menjadi pengurus Bumdesa atau menjadi pengurus LPD.

Saatnya anak muda untuk menerapkan dan mengimplementasikan konsep one person one product, one village one product danpada akhirnya diharapakan terjadi one village one corporation. Atau sederhanya anak muda wajib terlibat untuk mewujudkan mimpi besar UU Desa yakni satu desa satu Bumdesa. Saat ini, dari 636 desa yang ada di Bali, baru 545 desa yang memiliki Bumdesa. Artinya masih ada 91 desa yang masih berjuang untuk mendirikan Bumdesa. Berikutnya, dari 545 Bumdesa yang ada, belum semua dalam kondisi mandiri. Masih banyak keberadaan Bumdesa hanya bersifat administrasi, artinya ada di atas kertas tetapi belum mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan desa.

Mari jadikan desa sebagai tempat dalam meraih harapan yakni menjadikan hidup lebih sejahtera. Selama ini desa belum dijadikan pilihan utama oleh anak muda dalam berkarier. Gengsi masih menjadi alasan utama sehingga anak muda lebih memilih berkarier di kota. Dalam kondisi seperti ini, gengsi harus dihilangkan. Tidak mudah, tetapi tidak ada pilihan lain. Jika masih gengsi maka anak muda akan layu sebelum berkembang. Sekali lagi wajib ingat pesan Wakil Menteri Desa bahwa sejatinya desa yang maju adalah desa yang digerakkan oleh anak muda. Anak muda adalah tumpuan sekaligus harapan desa dan harapan Indonesia.

Berikutnya, penting mengingat dan meneladani cara berpikir Alm Ida Bagus Mantra saat mendirikan LPD di tahun 1984. Prof Mantra mersakan kegelisahan dengan adanya modernisasi pembangunan Bali. Adat dan budaya takut terkikis oleh kemajuan jaman. Untuk merawat dan memelihara adat budaya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Pusat kebudayaan ada di desa, sedangkan tingkat kesejahteraan masyarakat di desa rendah. Akibat kegelisahan tersebut, Prof Mantra mendirikan LPD yang salah satu tujuannya sebagai upaya dalam pelestarian budaya. Sehingga LPD yang sekarang bukan semata-mata bisnis oriented melainkan ada misi sosial dan misi pelestarian budaya. Pemikiran besar tersebut dirasakan manfaatnya oleh krama Bali saat ini. LPD hadir sebagai penyangga sekaligus penyelamat budaya Bali.

Dalam konteks covid-19, saatnya para tokoh pariwisata, tokoh ekonomi, tokoh budaya, politisi, akademisi, pemerintah dan semua pihak yang terkait harus mau, sekali lagi harus mau duduk bareng dan harus mau saling menurunkan ego (ego warna bendera, ego soroh, ego kedaerahan dan sejenisnya).

Saatnya semua tokoh meneladani dan mengikuti cara berpikir Alm. Prof Mantra. Ini penting dilakukan sebagai upaya untuk memikirkan masa depan Bali. Jika ini bisa diterjadikan maka akan muncul pikiran-pikiran jernih dan pikiran visioner sebagai alternatif sumber pendapatan Bali di luar pariwisata. Harapannya hasil pemikiran ini nantinya dapat dinikmati oleh anak cucu di kemudian hari. Ngiring mulat sarira. Saatnya berpikir besar, mulai dengan yang kecil dan dilakukan sekarang. [T]

Tags: balicovid 19dana desaPariwisata
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Memilih Bahagia Saat Corona Melanda

Next Post

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Virus Corona & Mahabharata — Hidup Aman Berdampingan dengan Bangsa Naga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co