24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Balada Cinta dalam Sepotong Rekaman

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
July 4, 2019
in Opini

Seorang teman tampak asik memainkan gadged miliknya. Selang beberapa lama, dia memulai pembicaraan. “Bro, tahu Hanna Annisa?”

Saya jawab, “Tidak, Bro, kenapa?”

Dia menimpali, “Itu lho, mahasiswi UI, noh video mesumnya tersebar luas di medsos, lagi viral nih. Saking  penasaran, beberapa kali aku searching di youtube. Yang muncul sih gambar salah satu adegan ranjangnya, tetapi setelah kubuka, eh isinya malah tayangan siksa kubur bagi manusia-manusia penyuka bokep,”.

Sontak saya terkekeh mendengar pengakuan polos kawan ini. Peristiwa tersebut saya alami sekitar Oktober 2017 lalu ketika menjadi salah satu juri dalam ajang Lomba Debat SMA se-Bali yang diadakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha Singaraja.

Setelah kegiatan lomba usai, saya ikut penasaran dengan sosok Hanna Annisa. Mungkin karena saking viralnya, pencarian Hanna Annisa segera menjadi trending topic di youtube dan twitter. Di chanel Youtube misalnya, banyak saya temukan video yang menautkan kata pencarian “Hanna Annisa”. Durasinya tidak lebih dari 5 menit. Gambarnya sih sepertinya salah satu adegan ranjang, tetapi kontenya jauh panggang dari api. Isinya justru salawatan disertai ajakan pertobatan dari kemaksiatan.

Belum lenyap kegegeran video ranjang yang diduga Hanna Annisa dengan pacarnya, publik tanah air kembali dikejutkan dengan beredarnya rekaman intim yang mirip Marion Jola, salah seorang peserta Indonesia Idol 2018 yang masih berumur 17 tahun. Untuk meredakan rumor yang beredar, perempuan yang akrab dipanggil Lala itu sampai harus membuat postingan klarifikasi di akun instagram miliknya. Isinya menyatakan bahwa sosok perempuan yang ada di dalam rekaman itu bukan dirinya.

Kemunculan dua video di atas mengingatkan saya dengan video “panas” Ariel Noah bersama Luna Maya dan Cut Tari di tahun 2010. Seluruh pelosok negeri dibuat heboh, berita tentang ketiganya bahkan mengalahkan hingar bingar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Pada akhirnya, ketiganya duduk di kursi pesakitan, didakwa pasal-pasal pornografi dan pornoaksi yang proses pengundangannya telah disahkan sejak tahun 2008. Ariel divonis 3 tahun penjara, Cut Tari dan Luna Maya melenggang bebas. Ariel dengan grup bandnya Peterpan terpaksa vakum, sedangkan Luna Maya dan Cut Tari, meski tak ikut merasakan dinginnya jeruji besi harus ikhlas mendapatkan caci maki dan sanksi sosial yang tidak kalah hebat.

Sebenarnya masih banyak skandal seksual yang melibatkan publik figur, namun  hanya beberapa saja yang saya cantumkan untuk mengantar tulisan ini. Ada semacam kecanduan psikis yang bersifat personal, khususnya generasi milenial dalam merespon modernitas.

Unsur-unsur modernitas ini beraneka macam, contohnya perkembangan handphone. Benda ini adalah barang wajib yang menemani aktivitas milenial kapan dan dimanapun berada. Handphone yang di awal kehadirannya diperuntukan untuk sms dan telfon, seiring bertambahnya kebutuhan manusia, ikut mengalami perkembangan dengan penambahan fitur-fitur aplikatif yang bisa diterapkan secara mandiri. Aplikasi foto dan video menjadi contoh bagaimana handphone telah berhasil merespon keinginan manusia yang tanpa batas.

Modulasi foto dan video yang tersemat di dalam handphone dibuat dengan harapan mampu mengabadikan pengalaman dan momen-momen indah bersama orang terdekat. Aktivitas intim di ranjang tanpa pengecualian tidak luput juga dari pendokumentasian. Meski awalnya sebagai “konsumsi” pribadi, oleh sebab-sebab tertentu, aktivitas yang telah terdokumentasikan itu tersebar sehingga menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.

Ada beberapa hal yang membuat orang terinspirasi untuk merekam satu momen hidupnya lewat bantuan teknologi, baik berupa foto maupun video. Selembar foto adalah sekeping peristiwa yang terekam di dalamnya. Secara sederhana bisa dikatakan sebagai karya dokumentasi, sebagai kenang-kenangan. Sebuah foto lama mungkin akan membangkitkan nostalgia tentang lokasi tempat pengambilan foto, dan bagaimana perubahan wujud lokasi itu sekarang.

Teknologi yang diperbarui terus menerus juga melahirkan kesempatan dan menyediakan sarana mengawetkan peristiwa dengan lebih lama dan abadi. Bahkan,  teknonologi semacam itu bisa digandakan, dimassalkan dan disimpan.

Selain berfungsi sebagai perekam, momen sebuah foto atau rekaman video juga berperan untuk menunjukkan kemesraan ruang pribadi kepada publik yang lebih luas. Kemesraan, kedekatan, atau keintiman kadang-kadang terasa begitu abstrak sehingga dengan adanya foto atau rekaman video, semuaya tampak lebih nyata.

Sebuah foto lecek yang tersimpan di dompet sekalipun bisa berperan sebagai penanda kenangan yang kita miliki dan keintiman yang terjalin antara aku, kamu, kita dan mereka. Selembar foto menunjukkan sifatnya yang paradoks karena ia sekaligus berperan untuk menyembunyikan ketidakharmonisan suatu hubungan.

Ketiga kasus asusila di atas mengingatkan kita tentang batas ruang privat dan ruang publik serta pergeseran-pergeseran yang terjadi selama ini sangat tipis dan kian buram. Terdapat batas-batas yang tidak selalu berupa aturan tertulis dan tegas. Batas-batas tersebut justru tidak tertulis, hanya bisa dirasakan dengan hati dan dari norma-norma yang berlaku pada suatu masyarakat.

Jika terjadi pelanggaran, atau jika salah satu batas-batas tersebut kita langgar, besar kemungkinan akan terjadi goncangan sosial. Rekaman video itu dengan jelas memperlihatkan aktivitas “ranjang” yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh pasangan yang belum menikah. Pada masyarakat Timur, seperti Jawa dan Bali, hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan yang belum menikah akan menjadi persoalan besar karena norma-norma yang berlaku di masyarakat memang tidak mengijinkannya.

Pada level permukaan sebetulnya katup-katup ruang-ruang privat ini disadari atau tidak semakin lama semakin terbuka. Sebagai contoh misalnya pengalaman saya di tahun 2011 ketika berolahraga di sekitaran Renon Denpasar. Banyak muda-mudi yang menjadikan aktivitas olahraga di ruang publik hanya alibi.

Mereka memanfaatkan momen itu untuk bertemu. Tempat duduk taman yang letaknya agak tersembunyi menjadi ajang pelampiasan rindu. Bagi saya yang termasuk generasi milenial awal (dimulai sejak 1980-an), perilaku tersebut tergolong biasa, tetapi tidak bagi orang lain yang berlalu lalang dan kebetulan berasal dari generasi yang lebih tua.

Mereka memalingkan muka pertanda malu menyaksikan adegan intim di ruang publik. Bagaimana mungkin muda-mudi itu bisa melakukan perilaku terlarang dengan orang yang belum dinikahi?

Persoalan intimasi termasuk di dalamnya persoalan seksualitas di Indonesia tidak bisa dilihat sebagai persoalan yang sederhana. Kasus di atas menandakan adanya beragam pendapat dan tingkat gradasi penerimaan terhadap modernitas. Penerimaan terhadap intimasi dan seksualitas selalu lentur, tidak pernah seragam, tergantung kepada tempat dan kelas sosial tertentu yang melakukannya, juga sangat tergantung kepada kuasa-kuasa pengetahuan yang berperan pada suatu kelompok masyarakat.

Meski demikian, nampaknya ada semacam kesepakatan tak tertulis pada generasi milenial bahwa perilaku seks pra nikah dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan tidak lagi dipertanyakan atau dipertentangkan. Kumpul kebo misalnya, menjadi semacam simbol perlawanan generasi muda terhadap nilai-nilai lama mengenai seksualitas yang diwariskan oleh orang tua dan akhirya diperkuat melalui media massa dan cetak. Kumpul kebo bisa dianggap gejala umum pada masyarakat urban kosmopolit di kota-kota besar.

Secara ideal, hidup bersama akan menekan resiko penularan penyakit kelamin seperti HIV AIDS.  Hal tersebut dikarenakan aktivitas seksual hanya dilakukan dengan pacar sendiri. [T]

Tags: media sosialPendidikanSeksualitassex
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Starbucks Buka Gerai di Labuan Bajo – Bagaimana Nasib Kopi Lokal?

Next Post

Lestari Ledok, Lestari Jagung – Makanan Kampung Nusa Penida Go to Jakarta

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails

Rekonstruksi Status Tanah ‘Ex Eigendom Verponding’: Antara Legalitas Formal dan Penguasaan Fisik dalam Perspektif Keadilan Agraria

by I Made Pria Dharsana
April 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH bekas hak barat berupa eigendom verponding menyisakan persoalan hukum yang tidak pernah sepenuhnya selesai sejak berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria....

Read moreDetails

Notaris di Ujung Integritas: Ketika Etika Gagal Menyelamatkan Moral

by I Made Pria Dharsana
April 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Kepercayaan publik terhadap notaris tidak runtuh dalam satu peristiwa besar, ia retak perlahan, dari satu kompromi kecil ke kompromi berikutnya....

Read moreDetails

Cybernotary, UUJN, dan UU ITE 2025:  Payung Hukum Ada, Notaris Masih di Persimpangan Digital

by I Made Pria Dharsana
April 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital telah mengguncang hampir seluruh praktik hukum di Indonesia, termasuk jabatan notaris. Konsep cybernotary kini bukan sekadar wacana akademik,...

Read moreDetails

Bunga, Denda, dan Moralitas Kreditur: Ketika Kontrak Menjadi Alat Tekanan

by I Made Pria Dharsana
March 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Ada satu pertanyaan yang jarang disentuh secara jujur dalam praktik perbankan: apakah kreditur selalu berada dalam posisi beritikad baik, bahkan...

Read moreDetails

Bali: Destinasi Wisata Dunia atau Simpul Energi Nasional? —Sebuah Persimpangan Peradaban

by I Made Pria Dharsana
March 25, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PULAU Bali hari ini tidak sekadar berdiri sebagai ruang geografis, tetapi sebagai simbol. Ia adalah representasi wajah Indonesia di mata...

Read moreDetails
Next Post
Lestari Ledok, Lestari Jagung – Makanan Kampung Nusa Penida Go to Jakarta

Lestari Ledok, Lestari Jagung - Makanan Kampung Nusa Penida Go to Jakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co