2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Balada Cinta dalam Sepotong Rekaman

Putu Hendra Mas Martayana by Putu Hendra Mas Martayana
July 4, 2019
in Opini

Seorang teman tampak asik memainkan gadged miliknya. Selang beberapa lama, dia memulai pembicaraan. “Bro, tahu Hanna Annisa?”

Saya jawab, “Tidak, Bro, kenapa?”

Dia menimpali, “Itu lho, mahasiswi UI, noh video mesumnya tersebar luas di medsos, lagi viral nih. Saking  penasaran, beberapa kali aku searching di youtube. Yang muncul sih gambar salah satu adegan ranjangnya, tetapi setelah kubuka, eh isinya malah tayangan siksa kubur bagi manusia-manusia penyuka bokep,”.

Sontak saya terkekeh mendengar pengakuan polos kawan ini. Peristiwa tersebut saya alami sekitar Oktober 2017 lalu ketika menjadi salah satu juri dalam ajang Lomba Debat SMA se-Bali yang diadakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha Singaraja.

Setelah kegiatan lomba usai, saya ikut penasaran dengan sosok Hanna Annisa. Mungkin karena saking viralnya, pencarian Hanna Annisa segera menjadi trending topic di youtube dan twitter. Di chanel Youtube misalnya, banyak saya temukan video yang menautkan kata pencarian “Hanna Annisa”. Durasinya tidak lebih dari 5 menit. Gambarnya sih sepertinya salah satu adegan ranjang, tetapi kontenya jauh panggang dari api. Isinya justru salawatan disertai ajakan pertobatan dari kemaksiatan.

Belum lenyap kegegeran video ranjang yang diduga Hanna Annisa dengan pacarnya, publik tanah air kembali dikejutkan dengan beredarnya rekaman intim yang mirip Marion Jola, salah seorang peserta Indonesia Idol 2018 yang masih berumur 17 tahun. Untuk meredakan rumor yang beredar, perempuan yang akrab dipanggil Lala itu sampai harus membuat postingan klarifikasi di akun instagram miliknya. Isinya menyatakan bahwa sosok perempuan yang ada di dalam rekaman itu bukan dirinya.

Kemunculan dua video di atas mengingatkan saya dengan video “panas” Ariel Noah bersama Luna Maya dan Cut Tari di tahun 2010. Seluruh pelosok negeri dibuat heboh, berita tentang ketiganya bahkan mengalahkan hingar bingar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Pada akhirnya, ketiganya duduk di kursi pesakitan, didakwa pasal-pasal pornografi dan pornoaksi yang proses pengundangannya telah disahkan sejak tahun 2008. Ariel divonis 3 tahun penjara, Cut Tari dan Luna Maya melenggang bebas. Ariel dengan grup bandnya Peterpan terpaksa vakum, sedangkan Luna Maya dan Cut Tari, meski tak ikut merasakan dinginnya jeruji besi harus ikhlas mendapatkan caci maki dan sanksi sosial yang tidak kalah hebat.

Sebenarnya masih banyak skandal seksual yang melibatkan publik figur, namun  hanya beberapa saja yang saya cantumkan untuk mengantar tulisan ini. Ada semacam kecanduan psikis yang bersifat personal, khususnya generasi milenial dalam merespon modernitas.

Unsur-unsur modernitas ini beraneka macam, contohnya perkembangan handphone. Benda ini adalah barang wajib yang menemani aktivitas milenial kapan dan dimanapun berada. Handphone yang di awal kehadirannya diperuntukan untuk sms dan telfon, seiring bertambahnya kebutuhan manusia, ikut mengalami perkembangan dengan penambahan fitur-fitur aplikatif yang bisa diterapkan secara mandiri. Aplikasi foto dan video menjadi contoh bagaimana handphone telah berhasil merespon keinginan manusia yang tanpa batas.

Modulasi foto dan video yang tersemat di dalam handphone dibuat dengan harapan mampu mengabadikan pengalaman dan momen-momen indah bersama orang terdekat. Aktivitas intim di ranjang tanpa pengecualian tidak luput juga dari pendokumentasian. Meski awalnya sebagai “konsumsi” pribadi, oleh sebab-sebab tertentu, aktivitas yang telah terdokumentasikan itu tersebar sehingga menimbulkan gejolak sosial di masyarakat.

Ada beberapa hal yang membuat orang terinspirasi untuk merekam satu momen hidupnya lewat bantuan teknologi, baik berupa foto maupun video. Selembar foto adalah sekeping peristiwa yang terekam di dalamnya. Secara sederhana bisa dikatakan sebagai karya dokumentasi, sebagai kenang-kenangan. Sebuah foto lama mungkin akan membangkitkan nostalgia tentang lokasi tempat pengambilan foto, dan bagaimana perubahan wujud lokasi itu sekarang.

Teknologi yang diperbarui terus menerus juga melahirkan kesempatan dan menyediakan sarana mengawetkan peristiwa dengan lebih lama dan abadi. Bahkan,  teknonologi semacam itu bisa digandakan, dimassalkan dan disimpan.

Selain berfungsi sebagai perekam, momen sebuah foto atau rekaman video juga berperan untuk menunjukkan kemesraan ruang pribadi kepada publik yang lebih luas. Kemesraan, kedekatan, atau keintiman kadang-kadang terasa begitu abstrak sehingga dengan adanya foto atau rekaman video, semuaya tampak lebih nyata.

Sebuah foto lecek yang tersimpan di dompet sekalipun bisa berperan sebagai penanda kenangan yang kita miliki dan keintiman yang terjalin antara aku, kamu, kita dan mereka. Selembar foto menunjukkan sifatnya yang paradoks karena ia sekaligus berperan untuk menyembunyikan ketidakharmonisan suatu hubungan.

Ketiga kasus asusila di atas mengingatkan kita tentang batas ruang privat dan ruang publik serta pergeseran-pergeseran yang terjadi selama ini sangat tipis dan kian buram. Terdapat batas-batas yang tidak selalu berupa aturan tertulis dan tegas. Batas-batas tersebut justru tidak tertulis, hanya bisa dirasakan dengan hati dan dari norma-norma yang berlaku pada suatu masyarakat.

Jika terjadi pelanggaran, atau jika salah satu batas-batas tersebut kita langgar, besar kemungkinan akan terjadi goncangan sosial. Rekaman video itu dengan jelas memperlihatkan aktivitas “ranjang” yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh pasangan yang belum menikah. Pada masyarakat Timur, seperti Jawa dan Bali, hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan yang belum menikah akan menjadi persoalan besar karena norma-norma yang berlaku di masyarakat memang tidak mengijinkannya.

Pada level permukaan sebetulnya katup-katup ruang-ruang privat ini disadari atau tidak semakin lama semakin terbuka. Sebagai contoh misalnya pengalaman saya di tahun 2011 ketika berolahraga di sekitaran Renon Denpasar. Banyak muda-mudi yang menjadikan aktivitas olahraga di ruang publik hanya alibi.

Mereka memanfaatkan momen itu untuk bertemu. Tempat duduk taman yang letaknya agak tersembunyi menjadi ajang pelampiasan rindu. Bagi saya yang termasuk generasi milenial awal (dimulai sejak 1980-an), perilaku tersebut tergolong biasa, tetapi tidak bagi orang lain yang berlalu lalang dan kebetulan berasal dari generasi yang lebih tua.

Mereka memalingkan muka pertanda malu menyaksikan adegan intim di ruang publik. Bagaimana mungkin muda-mudi itu bisa melakukan perilaku terlarang dengan orang yang belum dinikahi?

Persoalan intimasi termasuk di dalamnya persoalan seksualitas di Indonesia tidak bisa dilihat sebagai persoalan yang sederhana. Kasus di atas menandakan adanya beragam pendapat dan tingkat gradasi penerimaan terhadap modernitas. Penerimaan terhadap intimasi dan seksualitas selalu lentur, tidak pernah seragam, tergantung kepada tempat dan kelas sosial tertentu yang melakukannya, juga sangat tergantung kepada kuasa-kuasa pengetahuan yang berperan pada suatu kelompok masyarakat.

Meski demikian, nampaknya ada semacam kesepakatan tak tertulis pada generasi milenial bahwa perilaku seks pra nikah dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan tidak lagi dipertanyakan atau dipertentangkan. Kumpul kebo misalnya, menjadi semacam simbol perlawanan generasi muda terhadap nilai-nilai lama mengenai seksualitas yang diwariskan oleh orang tua dan akhirya diperkuat melalui media massa dan cetak. Kumpul kebo bisa dianggap gejala umum pada masyarakat urban kosmopolit di kota-kota besar.

Secara ideal, hidup bersama akan menekan resiko penularan penyakit kelamin seperti HIV AIDS.  Hal tersebut dikarenakan aktivitas seksual hanya dilakukan dengan pacar sendiri. [T]

Tags: media sosialPendidikanSeksualitassex
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Starbucks Buka Gerai di Labuan Bajo – Bagaimana Nasib Kopi Lokal?

Next Post

Lestari Ledok, Lestari Jagung – Makanan Kampung Nusa Penida Go to Jakarta

Putu Hendra Mas Martayana

Putu Hendra Mas Martayana

Lahir di Gilimanuk, 14 Agustus 1989, tinggal di Gerokgak, Buleleng. Bisa ditemui di akun Facebook dan IG dengan nama Marx Tjes

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Lestari Ledok, Lestari Jagung – Makanan Kampung Nusa Penida Go to Jakarta

Lestari Ledok, Lestari Jagung - Makanan Kampung Nusa Penida Go to Jakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co