2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kopi itu Pahit? Ah, Biarlah Hidup Saja yang Pahit… [Tentang Kopi, Rasa dan Perasaan]

Dian Suryantini by Dian Suryantini
June 16, 2019
in Khas
Kopi itu Pahit? Ah, Biarlah Hidup Saja yang Pahit… [Tentang Kopi, Rasa dan Perasaan]

Penulis minum kopi campur susu dengan penuh perasaan

Kopi adalah salah satu minuman favorit bagi orang banyak. Tapi tidak bagi saya. Meskipun saya ini anak dari seorang buruh kopi (buruh ya, bukan pengusaha), sedikitpun saya tidak tahu tentang kopi. Apa manfaatnya bagi kesehatan atau (mungkin) bagi kecantikan?

Tapi saat ini saya berusaha untuk belajar. Belajar menikmati kopi sebagaimana yang orang lain lakukan. Tapi masih gagal. Saya harus membiarkan kopi itu dingin, lalu saya sruput sekaligus sampai habis. Konyol kan? Namanya juga usaha. Yang penting ngopi.

Suatu ketika saya diajak untuk mengikuti acara tester kopi di Denpasar tepatnya di Kedai Kopi Tjangkir Kosong di Jalan Tukad Barito Timur No.99X, Renon, Denpasar Selatan milik orang yang saya kenal setahun lalu, pada acara Bulcofest (Buleleng Coffee Festival).

Oh ya, sedikit saya cerita mengenai Bulcofest. Saat itu Sabtu, 1 Desember 2018 dipamerkan beberapa kopi khas Buleleng, seperti Kopi Banyuatis, Kopi Sepang, Kopi Sekumpul, Kopi Lemukih, Kopi Galungan dan ada juga Kopi Kopang dari Pucak Sari Kecamatan Busungbiu.

Masing-masing kopi itu memiliki rasa yang berbeda dan khas. Itu, katanya. Karena saya bukan penyuka dan peminum kopi jadi saya hanya bisa bilang “katanya” saja. Waktu itu, saya berkeliling menjelajahi satu per satu stand kopi yang berjejer di tengah persawahan.

Meskipun saya bukan peminum dan penyuka kopi, ada rasa penasaran sedikit dengan rasa-rasa kopi itu. Tapi sayang, hanya ada dua stand yang menyajikan kopi yang siap dinikmati. Selebihnya hanya ada serbuk kopi dan biji kopi.

Ya, menurut saya sih, setiap kopi yang dipamerkan harusnya menyediakan kopi yang diseduh dan disajikan kepada pengunjung agar mereka tahu bagaimana rasa kopi yang katanya khas Buleleng dan yang katanya rasanya berbeda satu dengan yang lainnya. Selain itu sebaiknya juga disediakan sedikit ruang untuk menampilkan bagaimana cara mengolah kopi. Jadi pengunjung bisa tahu cara menyajikan kopi yang nikmat.



Oke, kita kembali ke acara tester di Denpasar. Saya berangkat dari Singaraja dengan membawa dua sampel kopi, Kopi Moola dari Desa Pedawa dan Kopitem dari Desa Sekumpul. Dua-duanya robusta.

Waktu itu tanggal 5 Juni 2019. Tepat di Hari Raya Idul Fitri. Sampai di sana mulailah tester. Agung Pribadianto atau saya memaggilnya Mas Agung, si pemilik Kedai Tjangkir Kosong itu. Ia menyiapkan 5 cangkir kopi. Di antaranya ada Kopi Moola Pedawa (Robusta), Kopitem Sekumpul (Robusta), Kopi Kintamani (Arabika), Kopi Ijen Raung (Arabika) dan Kopi Jagong Jeget (Arabika).

Kopi-kopi itu lalu dihaluskan namun masih sedikit agak kasar. Aroma kopinya itu… hmmmmm, kopi banget (namanya juga kopi. Kalau bau melati?)

Setelah melalui tahap grinder (selip kasar) semua kopi diseduh dengan takaran 10-12 gram kopi dan 100 ml air. Setelah siap kami dan juga pengunjung di kedai itu dipersilahkan untuk mencicipi kelima kopi itu. Saya pun tak mau ketinggalan. Padahal saya sama sekali tidak berminat untuk mencicipi. Tapi karena penasaran, ya saya ikut-ikut saja.

Pertama saya cicip Kopi Kintamani (Arabika) rasanya asam tapi ada manis-manisnya gitu. Lalu geser ke Kopi Jagong Jeget (Arabika) rasanya masih asam tapi sedikit strong. Lalu yang ketiga Kopi Ijen Raung (Arabika) rasanya tetap asam dan semakin kuat, tapi ada pahitnya sedikit.

Lanjut ke Kopitem Sekumpul (Robusta) rasanya pekat, pahit sekali tapi tidak menempel terlalu lama di lidah. Terakhir saya cecap Kopi Moola Pedawa (Robusta), pahit dan tidak terlalu pekat namun rasa pahitnya masih menempel lama di lidah. Ini pengalaman saya mencicipi kopi, lima sekaligus.


Seorang pengunjung cicip kopi di
Kedai Kopi Tjangkir Kosong

Sempat saya berpikir akan seperti apa nanti perut saya, tumben dan tiba-tiba minum kopi lima sekaligus. Walau hanya icip-icip. Ada perasaan khawatir sesaat setelah mencicipi kopi dengan rasa yang berbeda. Tapi beruntung sampai saat ini saya masih baik-baik saja.

Tester pertama selesai. Geser ke tester kedua. Kali ini kopi yang kami bawa dari Singaraja (Kopi Moola Pedawa dan Kopitem Sekumpul) diracik dengan dicampur susu. Komposisinya, 12 gram kopi, 100 ml air dan dua sendok makan susu kental manis.

Pertama saya disodori Kopi Moola. Saya aduk sampai rata, kemudian saya cicip lagi. Rasanya seperti kopi susu luwak yang biasa dijual di warung. Tapi yang ini lebih ringan dan tidak terlalu manis karena tidak ditambah gula lagi. Tapi kali ini rasanya tidak menempel di lidah. Pendapat yang sama juga terlontar dari beberapa teman yang satu meja dengan saya.

Lalu tak lama, datang lagi satu Kopitem Sekumpul dengan komposisi yang sama. Setelah dicampur susu Kopitem Sekumpul yang pahitnya luar biasa menurut saya jadi enak. Jadi manis dan soft. Tapi kali ini kebalik, rasanya menempel lebih lama di lidah. Setelah itu kami ditanya, bagaimana rasanya. Saya hanya bisa menjawab, “Jadi lebih ringan, Mas.”

Setelah usai adegan cicip-mencicipi. Mas Agung bertanya kepada saya, kopi mana yang pas di lidah saya. Saya bilang yang kopi Kintamani (Arabika). Karena rasanya tidak terlalu strong. Rasa asam yang memang khas arabika masih soft dan ada rasa manis-manisnya. Enaklah bagi saya yang bukan pecinta kopi dan hobi ngopi.

Tapi menurut Mas Agung dan beberapa pengunjung memilih Kopi Moola Pedawa (Robusta). Karena selain terbiasa dengan rasa pahit, kopi Moola memang pas untuk dinikmati dibandingkan kopi-kopi yang lain tanpa campuran atau dicampur bahan lain.

Menurut Agung, kopi yang enak itu bukanlah kopi yang dihasilkan dari kebun yang bagus ataupun dari perawatan yang mahal. Tapi bagaimana tangan kita berhasil me-roasting(menyangrai) biji kopi dengan tepat sehingga menghasilkan serbuk yang baik.

Begitu juga saat penyeduhan. Teknik penyajian kopi yang benar bisa memperkuat citarasa kopi dan membuat kopi aman diminum bagi siapa saja.


Nongkrong di Kedai Kopi Tjangkir Kosong

Untuk menyajikan kopi yang benar, air panas yang digunakan minimal 90 derajat celcius. Takaran airnya juga harus pas, 10 gram kopi dengan 100 ml air. Setelah memasukkan bubuk kopi ke dalam cangkir, masukkan air panas mencapai kurang lebih 35 gram. Airnya jangan langsung dimasukkan semuanya ke gelas, masukkan sedikit lalu diamkan selama 5 sampai 10 detik sampai dia blooming atau proses pemecahan atau ekstraksi bubuk kopi.

Setelah itu sisa air dimasukkan. Tidak perlu diaduk lagi karena sudah langsung tercampur dalam proses tadi. (Sudah mirip barista belum? Hehe…).

Dan bila kopi diperlakukan dengan baik maka akan memberikan cita rasa kopi yang sesungguhnya. Kalau benar dalam penyeduhannya, kopi akan mengeluarkan rasa semacam caramel, sweetness, kacang dan rasa yang kalem saat nempel di lidah.

Dari sana saya belajar bahwa kopi itu sebenarnya tidak pahit. Dan bagaimana memperlakukan kopi agar ia memberikan sebuah kenikmatan bagi pencintanya.

So, Siapa bilang kopi itu pahit? Tidak pahit kok. Biarlah perjalanan hidup yang pahit… [T]

Tags: bulelengdenpasargaya hidupkopiperasaan
Share137TweetSendShareSend
Previous Post

Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Next Post

Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co