3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kopi itu Pahit? Ah, Biarlah Hidup Saja yang Pahit… [Tentang Kopi, Rasa dan Perasaan]

Dian Suryantini by Dian Suryantini
June 16, 2019
in Khas
Kopi itu Pahit? Ah, Biarlah Hidup Saja yang Pahit… [Tentang Kopi, Rasa dan Perasaan]

Penulis minum kopi campur susu dengan penuh perasaan

Kopi adalah salah satu minuman favorit bagi orang banyak. Tapi tidak bagi saya. Meskipun saya ini anak dari seorang buruh kopi (buruh ya, bukan pengusaha), sedikitpun saya tidak tahu tentang kopi. Apa manfaatnya bagi kesehatan atau (mungkin) bagi kecantikan?

Tapi saat ini saya berusaha untuk belajar. Belajar menikmati kopi sebagaimana yang orang lain lakukan. Tapi masih gagal. Saya harus membiarkan kopi itu dingin, lalu saya sruput sekaligus sampai habis. Konyol kan? Namanya juga usaha. Yang penting ngopi.

Suatu ketika saya diajak untuk mengikuti acara tester kopi di Denpasar tepatnya di Kedai Kopi Tjangkir Kosong di Jalan Tukad Barito Timur No.99X, Renon, Denpasar Selatan milik orang yang saya kenal setahun lalu, pada acara Bulcofest (Buleleng Coffee Festival).

Oh ya, sedikit saya cerita mengenai Bulcofest. Saat itu Sabtu, 1 Desember 2018 dipamerkan beberapa kopi khas Buleleng, seperti Kopi Banyuatis, Kopi Sepang, Kopi Sekumpul, Kopi Lemukih, Kopi Galungan dan ada juga Kopi Kopang dari Pucak Sari Kecamatan Busungbiu.

Masing-masing kopi itu memiliki rasa yang berbeda dan khas. Itu, katanya. Karena saya bukan penyuka dan peminum kopi jadi saya hanya bisa bilang “katanya” saja. Waktu itu, saya berkeliling menjelajahi satu per satu stand kopi yang berjejer di tengah persawahan.

Meskipun saya bukan peminum dan penyuka kopi, ada rasa penasaran sedikit dengan rasa-rasa kopi itu. Tapi sayang, hanya ada dua stand yang menyajikan kopi yang siap dinikmati. Selebihnya hanya ada serbuk kopi dan biji kopi.

Ya, menurut saya sih, setiap kopi yang dipamerkan harusnya menyediakan kopi yang diseduh dan disajikan kepada pengunjung agar mereka tahu bagaimana rasa kopi yang katanya khas Buleleng dan yang katanya rasanya berbeda satu dengan yang lainnya. Selain itu sebaiknya juga disediakan sedikit ruang untuk menampilkan bagaimana cara mengolah kopi. Jadi pengunjung bisa tahu cara menyajikan kopi yang nikmat.



Oke, kita kembali ke acara tester di Denpasar. Saya berangkat dari Singaraja dengan membawa dua sampel kopi, Kopi Moola dari Desa Pedawa dan Kopitem dari Desa Sekumpul. Dua-duanya robusta.

Waktu itu tanggal 5 Juni 2019. Tepat di Hari Raya Idul Fitri. Sampai di sana mulailah tester. Agung Pribadianto atau saya memaggilnya Mas Agung, si pemilik Kedai Tjangkir Kosong itu. Ia menyiapkan 5 cangkir kopi. Di antaranya ada Kopi Moola Pedawa (Robusta), Kopitem Sekumpul (Robusta), Kopi Kintamani (Arabika), Kopi Ijen Raung (Arabika) dan Kopi Jagong Jeget (Arabika).

Kopi-kopi itu lalu dihaluskan namun masih sedikit agak kasar. Aroma kopinya itu… hmmmmm, kopi banget (namanya juga kopi. Kalau bau melati?)

Setelah melalui tahap grinder (selip kasar) semua kopi diseduh dengan takaran 10-12 gram kopi dan 100 ml air. Setelah siap kami dan juga pengunjung di kedai itu dipersilahkan untuk mencicipi kelima kopi itu. Saya pun tak mau ketinggalan. Padahal saya sama sekali tidak berminat untuk mencicipi. Tapi karena penasaran, ya saya ikut-ikut saja.

Pertama saya cicip Kopi Kintamani (Arabika) rasanya asam tapi ada manis-manisnya gitu. Lalu geser ke Kopi Jagong Jeget (Arabika) rasanya masih asam tapi sedikit strong. Lalu yang ketiga Kopi Ijen Raung (Arabika) rasanya tetap asam dan semakin kuat, tapi ada pahitnya sedikit.

Lanjut ke Kopitem Sekumpul (Robusta) rasanya pekat, pahit sekali tapi tidak menempel terlalu lama di lidah. Terakhir saya cecap Kopi Moola Pedawa (Robusta), pahit dan tidak terlalu pekat namun rasa pahitnya masih menempel lama di lidah. Ini pengalaman saya mencicipi kopi, lima sekaligus.


Seorang pengunjung cicip kopi di
Kedai Kopi Tjangkir Kosong

Sempat saya berpikir akan seperti apa nanti perut saya, tumben dan tiba-tiba minum kopi lima sekaligus. Walau hanya icip-icip. Ada perasaan khawatir sesaat setelah mencicipi kopi dengan rasa yang berbeda. Tapi beruntung sampai saat ini saya masih baik-baik saja.

Tester pertama selesai. Geser ke tester kedua. Kali ini kopi yang kami bawa dari Singaraja (Kopi Moola Pedawa dan Kopitem Sekumpul) diracik dengan dicampur susu. Komposisinya, 12 gram kopi, 100 ml air dan dua sendok makan susu kental manis.

Pertama saya disodori Kopi Moola. Saya aduk sampai rata, kemudian saya cicip lagi. Rasanya seperti kopi susu luwak yang biasa dijual di warung. Tapi yang ini lebih ringan dan tidak terlalu manis karena tidak ditambah gula lagi. Tapi kali ini rasanya tidak menempel di lidah. Pendapat yang sama juga terlontar dari beberapa teman yang satu meja dengan saya.

Lalu tak lama, datang lagi satu Kopitem Sekumpul dengan komposisi yang sama. Setelah dicampur susu Kopitem Sekumpul yang pahitnya luar biasa menurut saya jadi enak. Jadi manis dan soft. Tapi kali ini kebalik, rasanya menempel lebih lama di lidah. Setelah itu kami ditanya, bagaimana rasanya. Saya hanya bisa menjawab, “Jadi lebih ringan, Mas.”

Setelah usai adegan cicip-mencicipi. Mas Agung bertanya kepada saya, kopi mana yang pas di lidah saya. Saya bilang yang kopi Kintamani (Arabika). Karena rasanya tidak terlalu strong. Rasa asam yang memang khas arabika masih soft dan ada rasa manis-manisnya. Enaklah bagi saya yang bukan pecinta kopi dan hobi ngopi.

Tapi menurut Mas Agung dan beberapa pengunjung memilih Kopi Moola Pedawa (Robusta). Karena selain terbiasa dengan rasa pahit, kopi Moola memang pas untuk dinikmati dibandingkan kopi-kopi yang lain tanpa campuran atau dicampur bahan lain.

Menurut Agung, kopi yang enak itu bukanlah kopi yang dihasilkan dari kebun yang bagus ataupun dari perawatan yang mahal. Tapi bagaimana tangan kita berhasil me-roasting(menyangrai) biji kopi dengan tepat sehingga menghasilkan serbuk yang baik.

Begitu juga saat penyeduhan. Teknik penyajian kopi yang benar bisa memperkuat citarasa kopi dan membuat kopi aman diminum bagi siapa saja.


Nongkrong di Kedai Kopi Tjangkir Kosong

Untuk menyajikan kopi yang benar, air panas yang digunakan minimal 90 derajat celcius. Takaran airnya juga harus pas, 10 gram kopi dengan 100 ml air. Setelah memasukkan bubuk kopi ke dalam cangkir, masukkan air panas mencapai kurang lebih 35 gram. Airnya jangan langsung dimasukkan semuanya ke gelas, masukkan sedikit lalu diamkan selama 5 sampai 10 detik sampai dia blooming atau proses pemecahan atau ekstraksi bubuk kopi.

Setelah itu sisa air dimasukkan. Tidak perlu diaduk lagi karena sudah langsung tercampur dalam proses tadi. (Sudah mirip barista belum? Hehe…).

Dan bila kopi diperlakukan dengan baik maka akan memberikan cita rasa kopi yang sesungguhnya. Kalau benar dalam penyeduhannya, kopi akan mengeluarkan rasa semacam caramel, sweetness, kacang dan rasa yang kalem saat nempel di lidah.

Dari sana saya belajar bahwa kopi itu sebenarnya tidak pahit. Dan bagaimana memperlakukan kopi agar ia memberikan sebuah kenikmatan bagi pencintanya.

So, Siapa bilang kopi itu pahit? Tidak pahit kok. Biarlah perjalanan hidup yang pahit… [T]

Tags: bulelengdenpasargaya hidupkopiperasaan
Share137TweetSendShareSend
Previous Post

Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Next Post

Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails
Next Post
Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co