2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

tatkala by tatkala
June 17, 2019
in Khas
Yang Baru dan Yang Hilang di Pesta Kesenian Bali 2019

Foto FB/Gustra

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 ini menampilkan sejumlah fakta-fakta baru yang membuat PKB tahun ini terkesan agak-agak berubah. Ada yang baru, ada juga yang hilang. Apakah perubahan itu positif atau negatif, maju atau mundur, dan bagus atau buruk, belum bisa diperdebatkan.  

Gubernurnya Baru

PKB ke-41 tahun 2019 adalah PKB pertama sejak Gubernur Wayan Koster dilantik 5 September 2018. Jadi, jika PKB ini agak berbeda dengan PKB-PKB sebelumnya tentu saja karena Gubernur Koster, sebagai gubernur baru, punya ide-ide baru, termasuk kebijakan-kebijakan dalam hal kebudayaan, yang juga memberi pengaruh pada pelaksanaan PKB.

Selain punya konsep “Nangun Sad Kertih Loka Bali” — yang di dalamnya termaktub juga sejumlah peta arah kebudayaan Bali, Gubernur juga didampingi istri cantik, Putu Putri Suastini, yang dikenal sebagai seniman. Jadi, ya, setidaknya pemikiran kebudayaan bisa saja disumbangkan Ibu Putri, sehingga PKB punya warna berbeda.

Kadis Kebudayaan yang Baru

Mungkin untuk pertama kali PKB diurus Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang bukan berasal dari kalangan birokrasi. Wayan Adnyana, yang bisa dipanggil Kun Adnyana oleh teman-temannya, adalah seorang seniman seni rupa sekaligus juga kritikus seni yang tulisannya tersebar di sejumlah media massa lokal dan nasional. Ia awalnya seorang dosen di ISI Denpasar, dan entah bagaimana ceritanya ia meloncat jadi pejabat struktural di Pemprov Bali sebagai Kadis Kebudayaan.

Sebagai kadis yang mengurus bidang seni dan budaya, ia diharap membawa sinar baru bagi cerah da berwarnanya pelaksanaan PKB yang oleh sejumlah kritikus masih dianggap monoton. Harapan itu tentu saja tak berlebihan karena Kun mungkin satu-satunya pejabat seni yang memiliki pergaulan luas dengan para seniman, baik seniman jalanan maupun seniman akademik, sekaligus juga sempat menempuh pendidikan tinggi di bidang seni dan kebudayaan.


Gubernur Bali Wayan Koster dan Kadis Kebudayaan Wayan Kun Adnyana

Sekaa Sebunan         

Berdasar berita di laman birohumas.baliprov.go.id, dalam PKB 2019 ini Gubernur Koster punya komitmen menghidupkan seni tradisi sebunan berbasis desa adat. Sebunan adalah istilah untuk kelompok-kelompok kesenian yang semua anggotanya (penari, penabuh, dalang) berasal dari dan tinggal dalam satu desa adat. Pemberian ruang pada seni sebunan bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian seni tradisi orisinil yang hidup di masyarakat sebagai penopang adat, agama, tradisi, dan kearifan lokal lainnya. 

“Sekehe sebunan, memiliki ciri ikatan yang kuat sesama anggota, guyub, dan bergotong-royong yang harus dipelihara untuk memperkuat kohesi sosial kehidupan masyarakat Bali. Hal ini sangat penting dalam memelihara tata kehidupan masyarakat yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal gilik-saguluk, parasparo, salunglung-sabayantaka, sarpana ya,” kata Koster.


Sendratari dalam pembukaan PKB 2019 (foto: Widnyana Sudibya)

Stand Pameran Gratis

Standa pameran bagi pelaku industri kecil-menengah (IKM) tidak lagi dipungut biaya alias gratis. Tujuannya adalah untuk membantu meringankan beban biaya para pelaku industri kecil-menengah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali guna memotivasi dan menggerak-kan industri kreatif berbasis budaya branding Bali, yang bermutu dan berdaya saing, berorientasi ekspor.

“Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan Pesta Kesenian Bali sebagai pesta rakyat, rakyat bergembira-bersukacita dalam mengikuti, menyaksikan, dan menikmati keseluruhan suasana penyelenggaraan pesta seni sebagai pestanya Krama Bali sesuai spirit Bali Era Baru,” kata Gubernur Koster.

Bahasa Bali 

Penggunaan Bahasa Bali tampaknya sangat ditekankan dalam PKB ke-41 tahun 2019 ini. Salah satunya ada Lomba Penulisan Opini Artikel berbahasa Bali. Ini tentu sejalan dengan kebijakan baru Pemprov Bali, yakni Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, Selain itu juga ditekankan penggunaan Busana Adat Bali.



Pembatasan Penggunaan Sampah Plastik Sekali Pakai

Dalam penyelenggaraan sehari-hari PKB: jumlah tong sampah yang diperbanyak serta tidak adanya penggunaan tas plastik sekali pakai di stand-stand kuliner. Lomba menghias gebogan juga menggunakan buah-buahan produk petani lokal. Properti yang digunakan untuk pementasan dan lain-lain juga dilarang menggunakan Styrofoam.


Karangan bunga ucapan selamat tanpa styrofoam.

“Wahana seni budaya sebagai media untuk melakukan perubahan sosial memang paling tampak di Bali. Di Tanah Dewata inilah, kesenian berfungsi seperti oksigen, yang ada di mana-mana dan wajib dihirup sepenuh dada sehingga mampu merasakan Bali yang sejati-jatinya,” kata Gubernur Koster.

Tak Ada Film

Jika pada PKB sebelum-sebelumnya terdapat lomba film dan pemutaran film, pada PKB tahun 2019 ini penggemar film tak akan menemuinya lagi. Lomba film dan pemutarannya dihilangkan, dan konon akan dipindah ke festival baru yang digagas Pemprov Bali, yakni Festival Bali Jani.

Pada awalnya PKB memang tak berisi film. Namun seiring berkembangnya seni film di Bali, sejumlah filmmaker memperjuangkan adanya pemutaran film dalam PKB. Perjuangan dimulai sejak tahun 2007 melalui berbagai usulan dan opini-opini di media massa. Baru pada PKB tahun 2010 film masuk ke PKB yang diawali dengan lomba yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film-film unggulan di ajang PKB, berdampingan dengan pementasan-pementasan kesenian jogged bumbung, wayang, dan lain-lain. Setelah sekitar 8 tahun PKB diwarnai seni film, tahun 2019 ini PKB dibebaskan dari film.

Teater Modern juga Hilang

Sama seperti film, teater modern yang biasanya memberi warna pada PKB juga menghilang pada PKB tahun 2019 ini. Sama seperti film, teater modern konon dipindahkan ke Festival Bali Jani.

Namun berbeda dengan film, teater lebih dulu bisa melenggang ke PKB yakni sekitar tahun 1990-an. Meski pun setiap kemunculan teater di PKB selalu menimbulkan polemik yang klise tentang apakah teater masuk kesenian modern atau kesenian tradisional.


Teater dalam PKB 2018 (foto: FB/Gustra)

Pernah suatu kali sekitar tahun 1995 muncul opini dari seorang akademisi kesenian yang menyebut teater modern merusak citra PKB yang berbuntut pada ketersinggungan sejumlah pegiat teater. Namun, meski selalu menimbulkan polemik, teater modern hampir selalu ada dalam PKB, bahkan teater modern itu pernah menjadi nomor wajib yang harus dikirimkan oleh duta dari setiap kabupaten.

Tapi, kali ini teater modern moksah dari PKB. Namun pegiat teater, juga pegiat film, jangan khawatir. Selama pemimpin terus berubah maka kebijakan kesenian akan selalu berubah, termasuk kebijakan-kebijakan dalam PKB. [T]

Tags: balifilmPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2019seni pertunjukanTeater
Share21TweetSendShareSend
Previous Post

Kopi itu Pahit? Ah, Biarlah Hidup Saja yang Pahit… [Tentang Kopi, Rasa dan Perasaan]

Next Post

Dari Flores Mengejar Bayang-Bayang Surga di Pulau Dewata

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Flores Mengejar Bayang-Bayang Surga di Pulau Dewata

Dari Flores Mengejar Bayang-Bayang Surga di Pulau Dewata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co