2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laku Guru: Melayani Sesama, Bukan Superioritas Egaliter dalam Kelas

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
June 4, 2019
in Opini
Laku Guru: Melayani Sesama, Bukan Superioritas Egaliter dalam Kelas

Penulis bersama siswa-siswanya

Profesi sebagai guru merupakan profesi yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kisah-kisah guru dari cara mengajarnya, kehidupan di dalam dunia pendidikanya, dan bahkan kisah kehidupan pribadinya. Tak khayal profesi guru ini sering menjadi sorotan dalam media jika ada hal-hal yang unik dimilikinya.

Berdasarkan jumlahnya, profesi guru menduduki  urutan pertama dari jumlah ASN dalam bidang profesi. Jumlah guru ASN per tahun 2019 sebanyak 1,6 juta jiwa. Jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan jabatan fungsional yang lain seperti fungsional teknis sebanyak 372 ribu , dan tenaga kesehatan sebanyak 264 ribu jiwa. Jumlah yang banyak tersebut sangat memungkinkan untuk mendapatkan minimal 3 atau 4 kursi dalam DPR RI. Namun sayang, itu sangat jarang terjadi.

Selama 9 tahun saya menjadi guru banyak sekali perilaku guru yang perlu kita perhatikan bersama untuk bagaimana meningkatkan profesionalismenya menjadi guru yang benar-benar sejati. Sering kali para guru berkilah kalau kualitas siswanya rendah dan akan saling menyalahkan satu tingkat guru di pendidikan sebelumnya.

Misalnya di SMA siswanya lambat mengikuti pelajaran, tidak jarang guru menyalahkan bahwa input dari SMP sudah tidak bagus. Lalu guru di SMP pun seperti itu menuding input SD yang tidak bagus. Bahkan ada kelas 8 SMP yang belum bisa menghitung perkalian 1 sampai 100 dengan lancar. Lalu siapa yang disalahkan oleh guru SD? Kalau hal tersebut terjadi maka bukan tidak mungkin adanya suatu hal yang perlu kita benahi bersama untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Budaya saling menyalahkan dalam dunia pendidikan sebaiknya perlu kita hindari bersama. Sebagai seorang pendidik, kita perlu untuk saling merefleksi diri agar hal-hal tersebut tidak terjadi. Budaya ini sebenarnya dapat ditepis bahkan dihilangkan sama sekali dengan hati yang lebih terbuka dan komunikasi yang baik antar sesama pendidik.

Guru yang profesional tidak hanya dilihat dari kemampuan dia mengajar di kelas secara baik namun guru yang profesional diharapkan memiliki 4 kompetensi yang harus dilalui yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Selama ini yang saya perhatikan adalah pengujian kompetensi guru hanya pada 2 aspek pokok yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi professional. Kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian sangat jarang dinilai.

Penilaian 2 kompetensi terakhir paling hanya di PKG saja. Tingkah laku guru hanya dinilai oleh kepala sekolah saja. Penilaian teman sejawat dan oleh peserta didik perlu untuk dimaksimalkan bersama agar perilaku guru bisa lebih melayani siswa secara maksimal.

Perilaku guru dalam melayani siswa selama ini masih perlu ditingkatkan. Perilaku guru yang memposisikan diri lebih tinggi kedudukanya dengan siswa terkadang membuat guru menjadi jumawa. Tak pelak guru merasa sangat superior bila sudah berada di dalam kelas. Sangat jarang guru bisa membaur bersama di kelas, masuk menyelami ke dalam dunia siswa dan secara bersama-sama membangun pengetahuan dengan gaya belajar siswa masing-masing.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas dari output siswa yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh bagaimana profesionalisme guru. Hampir 30% keberhasilan seorang siswa dipengaruhi oleh guru. Pada guru yang berkualitas diharapkan tentunya akan menghasilkan siswa-siswa yang berkualitas dan juga bertalenta pula guru merupakan aktor dan kunci penting dari kualitas pendidikan. selama ini guru masih kurang diperhatikan dari sisi kesejahteraan dan juga seperti di anak tirikan dibandingkan dengan pegawai-pegawai yang lain.

Untuk itu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap guru diharapkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap guru juga terus dilakukan. Kebijakan tersebut misalnya mempermudah ataupun memperlancar tunjangan profesi guru yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan guru. Kalau guru masih berkutat pada tingkat kesejahteraan mereka, maka akan mengganggu konsentrasi dan juga tidak fokus akan mengajar. Kalau guru belum bebas terhadap tingkat kesejahteraan maka kualitas pendidikan atau mutu siswa menjadi terabaikan di satu sisi yang lainnya adalah bagaimana kemampuan seorang guru tersebut harus lebih merata di setiap sekolah di mana guru-guru yang berkualitas diharapkan mampu mengimbas ke guru-guru yang lain melalui kolega dalam MGMP.

Disamping itu juga pemerataan kualitas guru dapat dilakukan dengan melalui analisis kebutuhan dan juga mutasi guru sehingga dengan adanya mutasi guru yang merata diharapkan nanti kualitas pendidikan juga menjadi lebih merata.

Selain itu terjadi paradoks di kalangan guru bahwa terdapat guru yang terlalu fokus untuk mengajar dan tidak punya waktu untuk mengembangkan profesionalnya. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya kualitas guru kita.

Seperti pada hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilakukan pada tahun 2015 rata-rata UKG nasional 53,02, sedangkan pemerintah menargetkan rata-rata nilai di angka 55. Selain itu, rerata nilai profesional 54,77, sedangkan nilai rata-rata kompetensi pendagogik 48,94. Masih rendahnya nilai UKG ini menunjukkan bahwa masih lemahnya kompetensi professional dan pedagogik guru dalam mengajar. Perlu dilakukan suatu terobosan dalam pelatihan-pelatihan guru sehingga nilai UKG dapat meningkat. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai pada UKG yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu kompetensi, kemampuan literasi dan profesionalisme.

Dapat dipahami bersama bahwa, rendahnya kualitas guru tidak bisa dijawab dengan mengganti kurikulum, mengganti menteri, ataupun mengganti buku-buku pendidikan. Kualitas pendidikan hanya bisa dijawab oleh kualitas guru. Guru yang profesional, guru yang berkualitas adalah jaminannya. Tanpa perbaikan kualitas guru maka kualitas pendidikan akan tetap “jauh panggang dari api”, akan tidak memadai.

Kebijakan gonta-ganti kurikulum yang begitu cepat, tidak serta merta menyelesaikan permasalahan mutu pendidikan di Indonesia. Tak pelak guru malah menjadi kebingungan dan cenderung hangat-hangat tai ayam saja dalam melaksanakan kurikulum baru. Di awal saja sesuai kurikulum, namun setelah program selesai maka kembali dengan pelaksanaan pembelajaran yang masih tradisional. Untuk itu, kunci penting dalam peningkatan kualitas adalah perubahan guru. Upaya meningkatkan kompetensi guru sebagai pelaksana kurikulum di kelas sangatlah penting. Karena sebaik apapun kurikulum yang ada, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas.

Bagaimanapun juga, profesi guru adalah profesi yang mulia. Mencerdaskan anak-anak bangsa untuk kehidupan mereka yang lebih baik merupakan tujuan utama. Jangan sampai anak-anak kita merasa terkekang oleh pelajaran yang fana. Jangan sampai siswa kita menjadi asing di dalam dunia kelas yang nyata. Laku guru perlu lebih banyak melayani sesama, bukan superioritas egaliter dalam kelas semata. Tapi lebih pada menyentuh perasaan dari lubuk hati siswa sebagai mahluk yang mulia. Semoga. [T]

Tags: guruPendidikansekolah
Share256TweetSendShareSend
Previous Post

Taman Bumi & Etis Pemuja Gambar Diri —Pesan Amat Penting bagi Pendaki Batur

Next Post

Idul Fitri & Kepura-puraan Kita

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Siapa Orang yang Paling Baik?

Idul Fitri & Kepura-puraan Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co