25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laku Guru: Melayani Sesama, Bukan Superioritas Egaliter dalam Kelas

I Kadek Darsika Aryanta by I Kadek Darsika Aryanta
June 4, 2019
in Opini
Laku Guru: Melayani Sesama, Bukan Superioritas Egaliter dalam Kelas

Penulis bersama siswa-siswanya

Profesi sebagai guru merupakan profesi yang sangat menarik untuk diperbincangkan. Kisah-kisah guru dari cara mengajarnya, kehidupan di dalam dunia pendidikanya, dan bahkan kisah kehidupan pribadinya. Tak khayal profesi guru ini sering menjadi sorotan dalam media jika ada hal-hal yang unik dimilikinya.

Berdasarkan jumlahnya, profesi guru menduduki  urutan pertama dari jumlah ASN dalam bidang profesi. Jumlah guru ASN per tahun 2019 sebanyak 1,6 juta jiwa. Jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan jabatan fungsional yang lain seperti fungsional teknis sebanyak 372 ribu , dan tenaga kesehatan sebanyak 264 ribu jiwa. Jumlah yang banyak tersebut sangat memungkinkan untuk mendapatkan minimal 3 atau 4 kursi dalam DPR RI. Namun sayang, itu sangat jarang terjadi.

Selama 9 tahun saya menjadi guru banyak sekali perilaku guru yang perlu kita perhatikan bersama untuk bagaimana meningkatkan profesionalismenya menjadi guru yang benar-benar sejati. Sering kali para guru berkilah kalau kualitas siswanya rendah dan akan saling menyalahkan satu tingkat guru di pendidikan sebelumnya.

Misalnya di SMA siswanya lambat mengikuti pelajaran, tidak jarang guru menyalahkan bahwa input dari SMP sudah tidak bagus. Lalu guru di SMP pun seperti itu menuding input SD yang tidak bagus. Bahkan ada kelas 8 SMP yang belum bisa menghitung perkalian 1 sampai 100 dengan lancar. Lalu siapa yang disalahkan oleh guru SD? Kalau hal tersebut terjadi maka bukan tidak mungkin adanya suatu hal yang perlu kita benahi bersama untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Budaya saling menyalahkan dalam dunia pendidikan sebaiknya perlu kita hindari bersama. Sebagai seorang pendidik, kita perlu untuk saling merefleksi diri agar hal-hal tersebut tidak terjadi. Budaya ini sebenarnya dapat ditepis bahkan dihilangkan sama sekali dengan hati yang lebih terbuka dan komunikasi yang baik antar sesama pendidik.

Guru yang profesional tidak hanya dilihat dari kemampuan dia mengajar di kelas secara baik namun guru yang profesional diharapkan memiliki 4 kompetensi yang harus dilalui yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Selama ini yang saya perhatikan adalah pengujian kompetensi guru hanya pada 2 aspek pokok yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi professional. Kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian sangat jarang dinilai.

Penilaian 2 kompetensi terakhir paling hanya di PKG saja. Tingkah laku guru hanya dinilai oleh kepala sekolah saja. Penilaian teman sejawat dan oleh peserta didik perlu untuk dimaksimalkan bersama agar perilaku guru bisa lebih melayani siswa secara maksimal.

Perilaku guru dalam melayani siswa selama ini masih perlu ditingkatkan. Perilaku guru yang memposisikan diri lebih tinggi kedudukanya dengan siswa terkadang membuat guru menjadi jumawa. Tak pelak guru merasa sangat superior bila sudah berada di dalam kelas. Sangat jarang guru bisa membaur bersama di kelas, masuk menyelami ke dalam dunia siswa dan secara bersama-sama membangun pengetahuan dengan gaya belajar siswa masing-masing.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas dari output siswa yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh bagaimana profesionalisme guru. Hampir 30% keberhasilan seorang siswa dipengaruhi oleh guru. Pada guru yang berkualitas diharapkan tentunya akan menghasilkan siswa-siswa yang berkualitas dan juga bertalenta pula guru merupakan aktor dan kunci penting dari kualitas pendidikan. selama ini guru masih kurang diperhatikan dari sisi kesejahteraan dan juga seperti di anak tirikan dibandingkan dengan pegawai-pegawai yang lain.

Untuk itu sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap guru diharapkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap guru juga terus dilakukan. Kebijakan tersebut misalnya mempermudah ataupun memperlancar tunjangan profesi guru yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan guru. Kalau guru masih berkutat pada tingkat kesejahteraan mereka, maka akan mengganggu konsentrasi dan juga tidak fokus akan mengajar. Kalau guru belum bebas terhadap tingkat kesejahteraan maka kualitas pendidikan atau mutu siswa menjadi terabaikan di satu sisi yang lainnya adalah bagaimana kemampuan seorang guru tersebut harus lebih merata di setiap sekolah di mana guru-guru yang berkualitas diharapkan mampu mengimbas ke guru-guru yang lain melalui kolega dalam MGMP.

Disamping itu juga pemerataan kualitas guru dapat dilakukan dengan melalui analisis kebutuhan dan juga mutasi guru sehingga dengan adanya mutasi guru yang merata diharapkan nanti kualitas pendidikan juga menjadi lebih merata.

Selain itu terjadi paradoks di kalangan guru bahwa terdapat guru yang terlalu fokus untuk mengajar dan tidak punya waktu untuk mengembangkan profesionalnya. Hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya kualitas guru kita.

Seperti pada hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang dilakukan pada tahun 2015 rata-rata UKG nasional 53,02, sedangkan pemerintah menargetkan rata-rata nilai di angka 55. Selain itu, rerata nilai profesional 54,77, sedangkan nilai rata-rata kompetensi pendagogik 48,94. Masih rendahnya nilai UKG ini menunjukkan bahwa masih lemahnya kompetensi professional dan pedagogik guru dalam mengajar. Perlu dilakukan suatu terobosan dalam pelatihan-pelatihan guru sehingga nilai UKG dapat meningkat. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai pada UKG yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu kompetensi, kemampuan literasi dan profesionalisme.

Dapat dipahami bersama bahwa, rendahnya kualitas guru tidak bisa dijawab dengan mengganti kurikulum, mengganti menteri, ataupun mengganti buku-buku pendidikan. Kualitas pendidikan hanya bisa dijawab oleh kualitas guru. Guru yang profesional, guru yang berkualitas adalah jaminannya. Tanpa perbaikan kualitas guru maka kualitas pendidikan akan tetap “jauh panggang dari api”, akan tidak memadai.

Kebijakan gonta-ganti kurikulum yang begitu cepat, tidak serta merta menyelesaikan permasalahan mutu pendidikan di Indonesia. Tak pelak guru malah menjadi kebingungan dan cenderung hangat-hangat tai ayam saja dalam melaksanakan kurikulum baru. Di awal saja sesuai kurikulum, namun setelah program selesai maka kembali dengan pelaksanaan pembelajaran yang masih tradisional. Untuk itu, kunci penting dalam peningkatan kualitas adalah perubahan guru. Upaya meningkatkan kompetensi guru sebagai pelaksana kurikulum di kelas sangatlah penting. Karena sebaik apapun kurikulum yang ada, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas.

Bagaimanapun juga, profesi guru adalah profesi yang mulia. Mencerdaskan anak-anak bangsa untuk kehidupan mereka yang lebih baik merupakan tujuan utama. Jangan sampai anak-anak kita merasa terkekang oleh pelajaran yang fana. Jangan sampai siswa kita menjadi asing di dalam dunia kelas yang nyata. Laku guru perlu lebih banyak melayani sesama, bukan superioritas egaliter dalam kelas semata. Tapi lebih pada menyentuh perasaan dari lubuk hati siswa sebagai mahluk yang mulia. Semoga. [T]

Tags: guruPendidikansekolah
Share256TweetSendShareSend
Previous Post

Taman Bumi & Etis Pemuja Gambar Diri —Pesan Amat Penting bagi Pendaki Batur

Next Post

Idul Fitri & Kepura-puraan Kita

I Kadek Darsika Aryanta

I Kadek Darsika Aryanta

Guru Fisika di SMAN Bali Mandara. Sudah menulis artikel yang disiarkan di berbagai media

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
Siapa Orang yang Paling Baik?

Idul Fitri & Kepura-puraan Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co