10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
April 4, 2019
in Khas
Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Gietman Mountain Bike 2019 , bersepeda di alam, bertemu alam, mencintai alam (Foto: Gietman Foundation )

Bersepeda bukan sekadar olah raga kardio untuk melatih jantung. Dia adalah jenis olah raga yang kompleks. Dengan bersepeda kita bisa mencintai alam. Bisa untuk rekreasi. Itulah kenapa even bersepeda bisa dikaitkan dengan promosi pariwisata.

Saya termasuk beruntung menekuni hobi ini. Dulu, sekitar enam tahun lalu, saat sepeda lagi booming, saya dipaksa membeli sepeda gunung oleh teman-teman di kampung. Setelah setahun menggeluti hobi ini, kemudian hanya saya, Made Puja dan Dek Abet yang bertahan. Sedangkan tujuh teman saya yang lain, entah pada ke mana.

Seiring menyurutnya booming sepeda itu, surut juga semangat teman-teman yang lain. Ada teman yang menjual sepedanya, beberapa lagi menyimpan sepeda mereka di gudang masing-masing, sampai menjadi sarang laba-laba dan berkarat. Saya adalah korban dari hobi yang hangat-hangat tahi ayam itu. Tapi, tahi ayam saya tampaknya masih hangat sampai sekarang, dan saya masih eksis dan aktif bersepeda.

Akhir-akhir ini hobi bersepeda kembali merangkak jadi tren. Even-even fun bike diadakan di beberapa tempat. Tiap hari minggu sering ada acara fun bike. Bahkan bisa ada dua acara fun bike dalam sehari di dua kota berbeda, yang membuat para komunitas bersepeda bingung memilih. Angka penjualan sepeda ikut terkerek.

Banyak organisasi dan institusi yang tiba-tiba mengadakan fun bike, sambil menyelipkan tema lain yang positif. Seperti kementerian ESDM yang melakukan kampanye hemat listrik melalui acara fun bike. Pesan-pesan hemat listrik begitu efektif disebarkan lewat acara ini. Begitulah, bersepeda memang betul-betul kompleks.

Tersebutlah Yayasan Atlit Nusantara, yang konsisten mengadakan even bersepeda. Yayasan ini tidak terpengaruh oleh pasang surutnya hobi bersepeda. Walau booming sepeda surut, yayasan ini tetap ada dan aktif mengadakan even.

Yayasan yang diketuai Pak Wayan Kertayasa. Pak Wayan Wisnaya, Gede Cakra dan Kadek Dwipayana, para penghobi sepeda yang militan, juga ikut terlibat mengelola yayasan ini. Beberapa jenis even diadakan yayasan ini tiap tahun. Kalendernya penuh dengan acara bersepeda. Berbeda dengan acara-acara fun bike yang ringan, even-even bersepeda yang diadakan Yayasan Atlit Nusantara berskala lebih luas dan lebih serius.

Seorang pemula, yang masih hijau dalam dunia bersepeda, memang tidak disarankan ikut di acara ini. Seperti acara Bali Mountain Bike Marathon, yang diadakan kontinyu tiap tahun. Bersepeda cross country di seputaran Gunung Batur, di kaldera-nya Gunung Batur yang indah. Ini even yang berat. Medan cross country sepanjang 80 kilometer, naik dan turun. Sungguh menantang. Menguras ribuan kalori.

Even bergengsi ini diikuti para pembalap nasional dan internasional, untuk kategori Men Elite. Ada juga kategori master untuk peserta yang sudah berumur. Saya hanya bisa membaca ulasan lomba itu lewat internet. Itu betul-betul even yang sulit dan membuat nyali ciut. Jangankan meraih podium, mencapai finis dan memperoleh finisher medal saja susah. Konon, ada cerita, seorang peserta baru tiba saat panitia bersiap-siap mau pulang.

Yayasan ini juga tiap tahun menyelenggarakan roadbike tour, Bali Audax. Keliling Bali sepanjang 400 kilometer menggunakan sepeda balap. Para peserta dilepas di sebuah hotel di Nusa Dua, menyusuri jalanan pesisir pantai di Kabupaten Tabanan sampai Jembrana, kemudian finis etape pertama di pantai Lovina. Menginap di sebuah hotel di pantai Lovina.

Besoknya melanjutkan perjalanan etape ke dua lewat Bali Timur sampai ke Nusa Dua kembali. Pesertanya kebanyakan wisatawan mancanegara, bule-bule yang tentunya sudah terlatih bersepeda jarak jauh. Kalau ada bule yang masih pemula nekat ikut even ini, siap-siaplah diangkut dengan mobil. Even ini juga kadang diadakan di luar Bali, yang bernama Komodo Audax.

Even terbaru dari Yayasan Atlit Nusantara adalah Gietman Roadbike Tour. Menurut Pak Wayan Kertayasa, gietman berasal dari bahasa Bali giet dan dari bahasa Inggris man. Giet (megiet), mungkin semua orang Bali mengerti arti kata ini. Contohnya ekspresi ketika seseorang mengangkat beban berat, atau seorang ibu dalam proses melahirkan buah hatinya.

Jalur di Desa Kemetug, Selemadeg, Tabanan, salah satu jalur Gietman Mountain Bike 2019 (Foto: Gietman Foundation)

Gietman Roadbike Tour adalah tur sepeda sepanjang 100 kilometer, selalu start dari toko sepeda Rodalink yang merupakan pihak sponsor. Saat diperkenalkan gietman ini, para peserta sering sengaja menunjukkan ekspresi megiet dengan raut wajah lucu-lucu di depan kamera. Saya juga ikut melakukannya. Ketika melihat kamera dari jauh, saya pacu sepeda sekencang-kencangnya sambil megiet, tapi keburu ketawa…hehehe.

Dari awal sampai sekarang, saya selalu ikut di even ini. Biasanya setahun diadakan dua kali, Gietman seri 1 dan Gietman seri 2. Tempatnya berpindah-pindah. Kadang ke Bangli, kadang ke Jatiluwih, dan terakhir ini rute-nya Denpasar – Tukad Bangkung. Ini even tur dan juga lomba.

Dari Toko Rodalink Denpasar kita tur bersama-sama, kemudian di titik yang telah ditentukan ada lomba kecepatan sepanjang 4 kilometer. Ada aplikasi Strava untuk menghitung kecepatan para peserta, dan setiap peserta harus mengaktifkan strava-nya masing-masing. Aplikasi ini terhubung dengan GPS. Siapa yang mencatatkan waktu paling sedikit mencapai garis finis, dialah sang juara.

Saya hanya sebagai penggembira, tidak pernah berambisi mencapai podium. Maklum sudah tua, usia 42. Biarlah mereka yang muda-muda dan terlatih yang meraih itu. Yang penting saya bisa ikut gembira bersepeda, menikmati pemandangan sambil mencari kawan. Badan sehat, stress pun reda.

Even Bali Mountain Bike Marathon kemudian bermetamorfosis menjadi Gietman Mountain Bike, dengan jarak yang dipangkas. Berbeda dengan Gietman Roadbike Tour dengan medan jalan raya yang mulus,  Gietman Mountain Bike menggunakan sepeda gunung di medan off-road. Rute-nya mendekatkan diri dengan alam. Wisata sepeda yang digabungkan dengan lomba.

Rencananya Gietman Mountain Bike 2019 akan diadakan di  Tabanan. Di Kecamatan Selemadeg Timur. Di daerah ini banyak medan tegalan. Banyak lembah dengan pemandangan sawah yang indah. Jalan naik turun. Sebagai tuan rumah, saya pasti ikut. Tapi tentunya sebagai penggembira saja, untuk meramaikan, bukan berambisi meraih juara. Setidaknya bisa memperoleh finisher medal untuk menambah koleksi.

Jalur di Desa Manik Yang, Tabanan (Foto: Gietman Foundation)

Even ini sangat bermanfaat untuk Tabanan ke depan. Memperkenalkan Tabanan ke dunia luar. Apalagi banyak bule yang ikut. Ini bisa menjadi paket wisata bersepeda nantinya, sehingga ada banyak pilihan paket wisata bagi pelancong yang datang ke Bali. Wisatawan semakin banyak yang datang, menghabiskan dollar mereka di sini, dan menjadi sumber pemasukan devisa bagi negara untuk menggeliatkan perekonomian.

Terbayang asyik dan serunya even Gietman Mountain Bike 2019 yang untuk pertama kali diadakan di Tabanan nanti. Beramai-ramai membelah persawahan di lingkungan Selemadeg, sambil memancarkan aura hidup sehat, agar hobi bersepeda tetap booming. Peserta diperkirakan mencapai 200 orang.

Tanpa pikir panjang saya mendaftar, membayar lewat transfer rekening. Moga-moga tidak ada halangan, sehingga di hari H saya betul-betul bisa hadir. Dan pasti, di akhir acara saya akan menulis tentang acara ini sesuai sudut pandang saya.

 Yuk, teman-teman, ayo kita ikuti Gietman Mountain Bike 2019 yang akan diadakan di Tabanan, tanggal 21 April 2019 ini. Jangan sampai ketinggalan. Percayalah, Tabanan sebagai lumbung padi, menyimpan pemandangan persawahan yang indah. Sambil bersepeda kita mendekatkan diri dengan alam. Kita butuh menghirup oksigen bersih. Mengakrabi sawah. Yok ayo! [T]

Tags: balap sepedabaligowesolahragaSelemadegsepedatabanan
Share167TweetSendShareSend
Previous Post

12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa

Next Post

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co