4 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
April 4, 2019
in Khas
Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Gietman Mountain Bike 2019 , bersepeda di alam, bertemu alam, mencintai alam (Foto: Gietman Foundation )

Bersepeda bukan sekadar olah raga kardio untuk melatih jantung. Dia adalah jenis olah raga yang kompleks. Dengan bersepeda kita bisa mencintai alam. Bisa untuk rekreasi. Itulah kenapa even bersepeda bisa dikaitkan dengan promosi pariwisata.

Saya termasuk beruntung menekuni hobi ini. Dulu, sekitar enam tahun lalu, saat sepeda lagi booming, saya dipaksa membeli sepeda gunung oleh teman-teman di kampung. Setelah setahun menggeluti hobi ini, kemudian hanya saya, Made Puja dan Dek Abet yang bertahan. Sedangkan tujuh teman saya yang lain, entah pada ke mana.

Seiring menyurutnya booming sepeda itu, surut juga semangat teman-teman yang lain. Ada teman yang menjual sepedanya, beberapa lagi menyimpan sepeda mereka di gudang masing-masing, sampai menjadi sarang laba-laba dan berkarat. Saya adalah korban dari hobi yang hangat-hangat tahi ayam itu. Tapi, tahi ayam saya tampaknya masih hangat sampai sekarang, dan saya masih eksis dan aktif bersepeda.

Akhir-akhir ini hobi bersepeda kembali merangkak jadi tren. Even-even fun bike diadakan di beberapa tempat. Tiap hari minggu sering ada acara fun bike. Bahkan bisa ada dua acara fun bike dalam sehari di dua kota berbeda, yang membuat para komunitas bersepeda bingung memilih. Angka penjualan sepeda ikut terkerek.

Banyak organisasi dan institusi yang tiba-tiba mengadakan fun bike, sambil menyelipkan tema lain yang positif. Seperti kementerian ESDM yang melakukan kampanye hemat listrik melalui acara fun bike. Pesan-pesan hemat listrik begitu efektif disebarkan lewat acara ini. Begitulah, bersepeda memang betul-betul kompleks.

Tersebutlah Yayasan Atlit Nusantara, yang konsisten mengadakan even bersepeda. Yayasan ini tidak terpengaruh oleh pasang surutnya hobi bersepeda. Walau booming sepeda surut, yayasan ini tetap ada dan aktif mengadakan even.

Yayasan yang diketuai Pak Wayan Kertayasa. Pak Wayan Wisnaya, Gede Cakra dan Kadek Dwipayana, para penghobi sepeda yang militan, juga ikut terlibat mengelola yayasan ini. Beberapa jenis even diadakan yayasan ini tiap tahun. Kalendernya penuh dengan acara bersepeda. Berbeda dengan acara-acara fun bike yang ringan, even-even bersepeda yang diadakan Yayasan Atlit Nusantara berskala lebih luas dan lebih serius.

Seorang pemula, yang masih hijau dalam dunia bersepeda, memang tidak disarankan ikut di acara ini. Seperti acara Bali Mountain Bike Marathon, yang diadakan kontinyu tiap tahun. Bersepeda cross country di seputaran Gunung Batur, di kaldera-nya Gunung Batur yang indah. Ini even yang berat. Medan cross country sepanjang 80 kilometer, naik dan turun. Sungguh menantang. Menguras ribuan kalori.

Even bergengsi ini diikuti para pembalap nasional dan internasional, untuk kategori Men Elite. Ada juga kategori master untuk peserta yang sudah berumur. Saya hanya bisa membaca ulasan lomba itu lewat internet. Itu betul-betul even yang sulit dan membuat nyali ciut. Jangankan meraih podium, mencapai finis dan memperoleh finisher medal saja susah. Konon, ada cerita, seorang peserta baru tiba saat panitia bersiap-siap mau pulang.

Yayasan ini juga tiap tahun menyelenggarakan roadbike tour, Bali Audax. Keliling Bali sepanjang 400 kilometer menggunakan sepeda balap. Para peserta dilepas di sebuah hotel di Nusa Dua, menyusuri jalanan pesisir pantai di Kabupaten Tabanan sampai Jembrana, kemudian finis etape pertama di pantai Lovina. Menginap di sebuah hotel di pantai Lovina.

Besoknya melanjutkan perjalanan etape ke dua lewat Bali Timur sampai ke Nusa Dua kembali. Pesertanya kebanyakan wisatawan mancanegara, bule-bule yang tentunya sudah terlatih bersepeda jarak jauh. Kalau ada bule yang masih pemula nekat ikut even ini, siap-siaplah diangkut dengan mobil. Even ini juga kadang diadakan di luar Bali, yang bernama Komodo Audax.

Even terbaru dari Yayasan Atlit Nusantara adalah Gietman Roadbike Tour. Menurut Pak Wayan Kertayasa, gietman berasal dari bahasa Bali giet dan dari bahasa Inggris man. Giet (megiet), mungkin semua orang Bali mengerti arti kata ini. Contohnya ekspresi ketika seseorang mengangkat beban berat, atau seorang ibu dalam proses melahirkan buah hatinya.

Jalur di Desa Kemetug, Selemadeg, Tabanan, salah satu jalur Gietman Mountain Bike 2019 (Foto: Gietman Foundation)

Gietman Roadbike Tour adalah tur sepeda sepanjang 100 kilometer, selalu start dari toko sepeda Rodalink yang merupakan pihak sponsor. Saat diperkenalkan gietman ini, para peserta sering sengaja menunjukkan ekspresi megiet dengan raut wajah lucu-lucu di depan kamera. Saya juga ikut melakukannya. Ketika melihat kamera dari jauh, saya pacu sepeda sekencang-kencangnya sambil megiet, tapi keburu ketawa…hehehe.

Dari awal sampai sekarang, saya selalu ikut di even ini. Biasanya setahun diadakan dua kali, Gietman seri 1 dan Gietman seri 2. Tempatnya berpindah-pindah. Kadang ke Bangli, kadang ke Jatiluwih, dan terakhir ini rute-nya Denpasar – Tukad Bangkung. Ini even tur dan juga lomba.

Dari Toko Rodalink Denpasar kita tur bersama-sama, kemudian di titik yang telah ditentukan ada lomba kecepatan sepanjang 4 kilometer. Ada aplikasi Strava untuk menghitung kecepatan para peserta, dan setiap peserta harus mengaktifkan strava-nya masing-masing. Aplikasi ini terhubung dengan GPS. Siapa yang mencatatkan waktu paling sedikit mencapai garis finis, dialah sang juara.

Saya hanya sebagai penggembira, tidak pernah berambisi mencapai podium. Maklum sudah tua, usia 42. Biarlah mereka yang muda-muda dan terlatih yang meraih itu. Yang penting saya bisa ikut gembira bersepeda, menikmati pemandangan sambil mencari kawan. Badan sehat, stress pun reda.

Even Bali Mountain Bike Marathon kemudian bermetamorfosis menjadi Gietman Mountain Bike, dengan jarak yang dipangkas. Berbeda dengan Gietman Roadbike Tour dengan medan jalan raya yang mulus,  Gietman Mountain Bike menggunakan sepeda gunung di medan off-road. Rute-nya mendekatkan diri dengan alam. Wisata sepeda yang digabungkan dengan lomba.

Rencananya Gietman Mountain Bike 2019 akan diadakan di  Tabanan. Di Kecamatan Selemadeg Timur. Di daerah ini banyak medan tegalan. Banyak lembah dengan pemandangan sawah yang indah. Jalan naik turun. Sebagai tuan rumah, saya pasti ikut. Tapi tentunya sebagai penggembira saja, untuk meramaikan, bukan berambisi meraih juara. Setidaknya bisa memperoleh finisher medal untuk menambah koleksi.

Jalur di Desa Manik Yang, Tabanan (Foto: Gietman Foundation)

Even ini sangat bermanfaat untuk Tabanan ke depan. Memperkenalkan Tabanan ke dunia luar. Apalagi banyak bule yang ikut. Ini bisa menjadi paket wisata bersepeda nantinya, sehingga ada banyak pilihan paket wisata bagi pelancong yang datang ke Bali. Wisatawan semakin banyak yang datang, menghabiskan dollar mereka di sini, dan menjadi sumber pemasukan devisa bagi negara untuk menggeliatkan perekonomian.

Terbayang asyik dan serunya even Gietman Mountain Bike 2019 yang untuk pertama kali diadakan di Tabanan nanti. Beramai-ramai membelah persawahan di lingkungan Selemadeg, sambil memancarkan aura hidup sehat, agar hobi bersepeda tetap booming. Peserta diperkirakan mencapai 200 orang.

Tanpa pikir panjang saya mendaftar, membayar lewat transfer rekening. Moga-moga tidak ada halangan, sehingga di hari H saya betul-betul bisa hadir. Dan pasti, di akhir acara saya akan menulis tentang acara ini sesuai sudut pandang saya.

 Yuk, teman-teman, ayo kita ikuti Gietman Mountain Bike 2019 yang akan diadakan di Tabanan, tanggal 21 April 2019 ini. Jangan sampai ketinggalan. Percayalah, Tabanan sebagai lumbung padi, menyimpan pemandangan persawahan yang indah. Sambil bersepeda kita mendekatkan diri dengan alam. Kita butuh menghirup oksigen bersih. Mengakrabi sawah. Yok ayo! [T]

Tags: balap sepedabaligowesolahragaSelemadegsepedatabanan
Share167TweetSendShareSend
Previous Post

12 Naskah Teater Karya Bung Karno: Soekarno, Frankenstein & Indonesia Tanpa Nyawa

Next Post

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
July 2, 2026
0
Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali

TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring...

Read moreDetails

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
0
The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

Read moreDetails

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
0
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

Read moreDetails

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
0
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

Read moreDetails

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails
Next Post
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen
Ulas Buku

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali
Panggung

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Bali Sedang Menghancurkan Dirinya Sendiri? —Refleksi tentang Pembangunan, Kesadaran, dan Masa Depan Pulau Dewata

Sebuah Slide yang Mengusik Kesadaran TERKADANG, inspirasi lahir bukan dari buku tebal atau hasil penelitian yang rumit, melainkan dari sebuah...

by Agung Sudarsa
July 3, 2026
Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan
Esai

Etika Lingkungan: Bayang-bayang Kebertahanan Pangan di Tengah Masifnya Konversi Lahan

ETIKA lingkungan merupakan suatu perspektif moral yang menempatkan alam sebagai entitas yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi untuk...

by IM Gede Nesa Saputra
July 2, 2026
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4
Panggung

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa
Esai

Lokalisme dalam Revitalisasi Cerita Rakyat Pedawa

PERJALANAN nasib hidup dan mati cerita rakyat ditentukan oleh sikap pemiliknya. Cerita rakyat pun dengan beberapa alasan dikubur. Hal ini...

by I Wayan Artika
July 2, 2026
Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali
Khas

Tiga Buku untuk Sebuah Kelulusan —Dari Ujian Tugas Akhir Nonskripsi Proyek Inovatif UPMI Bali

TIGA buku tersusun rapi di atas meja. Sampulnya berbeda-beda, tetapi lahir dari ruang akademik yang sama. Ada ‘Lawaté Surup Ring...

by Dede Putra Wiguna
July 2, 2026
Fiksi

Resepsi Pernikahan Genderuwo di Bulan Suro

MENDAPAT amanah dari warganya, Suyadi merasa bangga dan terharu menjadi kepala desa. Jabatan yang membuatnya harus memimpin daerah yang agak...

by Chusmeru
July 2, 2026
PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton
Esai

PKB dan SPMB, Drama yang Selalu Penuh Penonton

MUSIM libur kenaikan kelas dan pascakelulusan sekolah di Bali selalu menghadirkan dua tontonan besar. Yang pertama, Pesta Kesenian Bali (PKB)....

by I Wayan Yudana
July 1, 2026
Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali
Panggung

Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan...

by Nyoman Budarsana
July 1, 2026
The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia
Khas

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta
Ulas Pentas

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),...

by Azzahra Naya R
July 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co