2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bissu; Waria Sebagai Pemuka Agama Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
April 4, 2019
in Esai
Si Pungguk Akhirnya Menemukan Buku Kritik Sastra Katrin Bandel

Beberapa hari lalu saya dikagetkan oleh aksi seorang rektor yang memecat seluruh pengurus pers mahasiswanya karena persoalan cerpen yang disinyalir mengandung dukungan terhadap LGBT dan cerpen penuh dengan “sperma”.

Wuih, sebagai penikmat cerita pendek dan seorang yang menulis cerita pendek boleh dong sesekali saya bangga terhadap cerita pendek hehe. Ternyata pemilihan tema yang diceritakan dengan format cerita pendek ini sampai segitunya ditakuti keberadaannya bahkan oleh orang sekelas rektor.

Apa sampai segitu cerpen bisa menghancurkan dunia? Eh, salah ding ketinggian. Apa sampai segitunya cerpen bisa menghancurkan tatanan masyarakat Indonesia? Apa iya setelah membaca cerpen yang bertemakan homoseksual bisa merubah yang membaca menjadi orang homoseks? Ya ampun, ngeri banget dong kalau tiba-tiba baca Ensiklopedia hewan tiba-tiba perilaku jadi kayak hewan, hehe. Eh nggak ding, kayaknya hewan lebih manusiawi. 

Di kolom Rak Buku kali ini saya ingin membahas soal satu novel yang ditulis oleh penulis muda asal Makasar, Faisal Oddang, dengan judul Tiba Sebelum Berangkat. Wah berangkat aja belum, gimana bisa tiba ya? Hheehe. Kita gas nanti saat pembahasan.

Ulasan novel ini saya tulis lantaran ingat kejadian soal pembubaran pers mahasiswa di atas karena kebetulan dengan menyentil isu yang sama, gender dan kenapa novel ini begitu menarik bagi saya karena mengambil dari sudut pandang Bissu, pendeta bagi masyarakat Bugis yang sering disebut “waria” karena gendernya yang non biner alias tidak secara khusus mengkategorikan diri cowok atau cewek. Apalagi nih, penulisnya ini adalah orang yang hidup dalam lingkungan bissu dan adalah keturunannya. Jadi secara tidak langsung dia mengalaminya. Begitu menarik atau mendorong? Yuks!

Secara umum

Agar tidak spoiler, secara garis besar novel ini bercerita soal pencarian seseorang yang disekap saat kejadian bersejarah tahun 1950 di Sulawesi Selatan. Alur novel ini maju mundur. Jadi sesekali pembaca akan dihadapkan situasi penyekapan dan sesekali dihadapkan masa lalu karakternya hingga akhirnya dia terbebas dan ah bro endingnya keren buanget, perlu aku kasi tau?

Selama masa hidupnya inilah dia mengalami begitu banyak persoalan dari sejak kecil mendengar kemelut partai orang tuanya, kehilangan ayahnya atas dasar beda pandangan politik, hasrat seks yang tidak biasa dan pelarian untuk terbebas dari perasaannya sendiri dan dari seorang bissu tua.

Tentang bissu

Bissu sendiri adalah karakter yang digunakan penulis sebagai karakter di dalam novelnya. Dalam struktur budaya Bugis, peran bissu tergolong istimewa karena dalam kehidupan sehari-hari dianggap sebagai satu-satunya operator komunikasi antara manusia dan dewa melalui upacara ritual tradisionalnya dengan menggunakan bahasa dewa/langit (Basa Torilangi), oleh karena itu bissu juga berperan sebagai penjaga tradisi tutur lisan sastra Bugis Kuno sure’La Galigo. Bissu juga berperan mengatur semua pelaksaan upacara tradisional, seperti upacara kehamilan, kelahiran, perkawinan (indo’botting), kematian, pelepasan nazar, persembahan, tolak bala, dan lain-lain. Intinya, peran bissu itu sangat penting.

Bissu itu memiliki gender yang non biner. Jika melihat seksnya, mereka laki-laki, tapi dari penampilannya lebih condong ke perempuan dan feminim, lengkap dengan rambutnya yang panjang. Mungkin banyak orang akan menyebut mereka waria. Dalam bahasa Bugis, waria disebut calabai. Kata ini berasal dari sala baine, yang artinya “bukan perempuan”. Mereka adalah lelaki dengan kondisi jasmaniah melawan kodratnya. Senang berpenampilan dan bertingkah laku feminin dalam kehidupan sehari-hari, pada raga seorang laki-laki. Apabila terdapat remaja dalam suku Bugis yang menjadi calabai, biasanya ia terpanggil pula untuk menjadi seorang Bissu.

Seorang waria baru dikatakan layak menjadi Bissu sepenuhnya berdasarkan penilaian Puang Matoa atau Puang Lolo. Namun, sebelum benar-benar diterima sebagai Bissu, calabbai tersebut harus menjalani prosesi dibaringkan yang dilakukan di loteng bagian depan rumah Arajang. Calabbai yang hendak dibaringkan ituhanya berlaku untuk satu orang saja. Pada hari terakhir ia akan dimandikan, dikafani, dan dibaringkan selama sehari hingga senja. Selama dibaringkan, di atas tubuhnya digantung sebuah guci berisi air.

Setelah melakukan prosesi itu, Bissu mendapat perlakuan yang sangat istemewa. Bissu yang telah resmi dilantik akan diberi gelar “Puang”, sebagaimana ia kemudian akan dipanggil dan disapa. Puang Matoa (pimpinan tertua Bissu) diberi berhektar-hektar sawah yang pengerjaannya dilakukan secara bergotong-royong, dan hasilnya digunakan untuk membiayai upacara-upacara ritual dan kebutuhan hidup komunitas Bissu selama setahun ke depan.Tidak hanya itu, perlakuan istimewa yang didapat termasuk kebutuhan biologisnya. Di novel ini penulis menggambar adegan homoseks bissu yang baru dilantik dengan Puang Matoa (pemimpin tertua bissu).

Sejarah DI/TII di Sulawesi Selatan

Novel ini juga menarik dengan ditambahkannya unsur sejarah. Dalam Novel Tiba Sebelum Berangkat juga disisipkan unsur sejarah tentang Sulawesi Selatan yang menjelaskan bagaimana bissu beserta generasinya dihabisi oleh kejadian sejarah DI/TII karena pertentangan agama yang terjadi di era 1950an.Bissu mengalami prahara yang memorak-porandakan seluruh pranata kebissu-annya.

Ini ditandai pada masa pemberontakan DI/TII tahun 1950-an, gerombolan pimpinan Kahar Muzakkar melancarkan operasi penumpasan bissu yang disebut dengan operasi toba (operasi taubat) yang gencar terjadi pada tahun 1966. Perlengkapan upacara ritual bissu dibakar atau ditenggelamkan ke laut dan tidak sedikit bissu maupun sanro (dukun) dibunuh. Karena keberadaannya yang ambivalen, bissu dianggap tidak menerima sunnatullah, karena secara fisik mereka adalah laki-laki tapi penampilan seperti perempuan (tranvestities). Juga dianggap menyimpang dari agama.

Tentang judulnya, menurut interpretasi saya

Saya belum pernah bertemu langsung dengan penulisnya. Hanya melalui sosial media saja. Faisal Oddang sendiri adalah penulis yang bagi saya begitu progressif di dunia sastra dan perlu kita slikidikin, eh selidiki. Dia adalah penulis muda berbakat. Tahun 2018 karyanya masuk dalam pilihan Kusala Sastra Khatulistiwa dan juga sempat mengikuti residensi penulis ke Iowa, Amerika Serikat. Nah bicara judulnya, ini saya menerka dan coba menghubungkannya.

Menurut saya sendiri, judul ini diambil dari apa yang masyarakat Bugis percaya terhadap bissu. Begini, bagi masyarakat Bugis, setiap bissu diyakini memiliki kemampuan untuk melakukan kontak dengan masa lalu dan juga masa depan. Dengan bahasa tersendiri, atau basa to rilangi(kalau orang di sana bilangnya), bissu mampu berkomunikasi dengan para leluhurnya dari zaman baheula hingga ke masa depan. Bahkan dia dianggap bisa meramalkan masa depan.

Atas dasar itulah saya menyimpulkan kenapa penulisnya memberi judul Tiba Sebelum Berangkat. Ibarat kata, tubuh kasarnya di sini, pikirannya sudah mekeber melingser alias sudah kemana mana.

————————–

Secara keseluruhan, konten novel ini begitu menarik buat saya. Soal sosial, politik, budaya dan sejarah lengkap tercermin dalam karya Oddang ini. Bulan lalu kita sudah bahas non fiksi dan sekarang kita sudah bahas fiksi (meskipun sebagian ceritanya fakta hehe).

Berarti bulan depan aku akan menulis ulasan non fiksi lagi, bagaimana kalau bahas The Gay Archipelago? Mumpung masih membicarakan homoseks dan gender? Atau ada usulan lain? Komen di facebook fanspage Tatkala!  [T]

Tags: BukuFaisal OddangLGBTnovelwaria
Share42TweetSendShareSend
Previous Post

Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…

Next Post

“Quarter Life Crisis”, Ini Biasa Terjadi Usai Kamu Wisuda S1

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails
Next Post
“Quarter Life Crisis”, Ini Biasa Terjadi Usai Kamu Wisuda S1

“Quarter Life Crisis”, Ini Biasa Terjadi Usai Kamu Wisuda S1

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co