28 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah PPL di Thailand: Pakaian Siswa Sama Setiap Hari, Guru Tak Setiap Hari Berseragam

Mochamad Rifa’i by Mochamad Rifa’i
March 20, 2019
in Tualang
Kisah PPL di Thailand: Pakaian Siswa Sama Setiap Hari, Guru Tak Setiap Hari Berseragam

Dokumentasi pertemuan terakhir foto dengan guru pamong setelah mengajar di kelas dengan siswa

Apa kabar, kawanku se-Indonesia? Lhoh, kok, diam? Tidakkah ada yang menjawabnya?

Baiklah, sepertinya menyapa dengan Bahasa Indonesia di jaman milenial ini, agak kurang greget. Kalau gitu saya coba menyapa dengan bahasa asing saja, how are you today?

Atau biar lebih greget lagi, Swatdi Khrab. Eits… ada yang tahu bahasa apa itu?

Kalau how are you saya yakin pasti teman-teman tahu, bahwa itu Bahasa Inggris, kalau orang jawa bilang khususnya di kampungku biasa menyebut dengan bahasa wengsongseng. Apakah itu? Saya juga kurang tahu.

Bagi yang belum tahu ataukah sudah tahu harap diam dulu. Pura-pura saja belum tahu, biar saya bercerita. Jadi gini, Swatdi Khrab adalah Bahasa Thailand yang mempunyai arti ‘halo’, kalau di Indonesia seperti mengucapkan ‘apa kabar’. Karena saya laki-laki jadi saya mengucapkannya ‘Swasdi Khrab’ jika perempuan ‘Swasdi Kha’.

Bagi yang sering nonton drama atau film Thailand pasti tahu. Oh, ya, apabila ada penulisan bahasa mohon untuk dimaklumi hehehe.

Lanjut saja, kenapa saya bercerita sedikit tentang Bahasa Thailand? Karena saya pernah belajar di sana kurang lebih selama sebulan. Jadi tahu walaupun sedikit. Pepatah mengatakan jika tak kenal maka tak sayang, maka saya akan akan memperkenalkan diri.

Nama saya Mochamad Rifa’i teman-teman sering menyapaku Arif, Fai, atau Rifa’i. Dan lebih familiar lagi sering dikenal dengan Arif James, itu nama julukan dari salah satu teman waktu ospek dulu. Saya asli dari Tuban, Jawa Timur.

Saat ini di tahun 2019 saya duduk di bangku kuliah semester enam, Jurusan Pendidikan Olahraga, Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan di Universitas Pendidikan Ganesha. Itulah sekilas tentangku.

Sedikit bercerita, kenapa saya bisa ke Thailand. Gratisss, lhoh. Ceritanya gini, ini adalah program PPL dan PKL Luar Negeri yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPPPM) Undiksha. Program ini diikuti oleh mahasiswa semester lima dan tujuh se-Undiksha. Yang mana dalam program ini sasarannya ada di Vietnam, Thailand, dan Filipina. Bagaimana, keren bukan? Ya, pasti keren, dong.

Kembali ke pokok bahasan, saya mengikuti serangkaian acara mulai dari test awal hingga akhir. Hinggalah akhirnya saya lolos seleksi dan di tempatkan di Prince of Songkla University, tepatnya di kota Suratthani, Thailand.

Kurang lebih selama sebulan, namun tidak hanya saya sendirian. Ada beberapa teman yang sudah seperti saudara sendiri, diantaranya; Mochamad Abdul Aziz, Muhammad Iqba, dan I Gusti Lanang Agung Angan Byasama, mereka adalah semester lima dari prodi Bimbingan Konseling.

Kemudian ada Gede Pasek, untuk kakak Pasek saya lupa nama lengkapnya, lalu ada Gita Adetian, mereka dari prodi Bahasa Inggris semester tujuh, dan terakhir ada Kadek Angga Heriawan dari prodi Seni Rupa semester tujuh.

Kata yang keluar dari mulutku saat pertama menginjakkan kaki di sekolah tempat saya PPL adalah ‘keren’. Apakah tidak ada kata lain selain keren? Entahlah, pokoknya saya suka aja karena memang benar-benar keren. Nama sekolah tempat kami PPL ini adalah Wittayanusorn Surat Thani School.

Biasanya di Indonesia untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat itu terpisah. Namun di Thailand agak sedikit berbeda. Hanya saja tingkat SD sama seperti di Indonesia yaitu belajar selama enam tahun, jadi kelas satu sampai kelas enam.

Kemudian, ini yang membedakannya, di Indonesia untuk SMP yang telah lulus kemudian  melanjutkan ke SMA/SMK, namun jika di Thailand setelah lulus SD mereka langsung melanjutkan ke tingkat sekolah menengah selama enam tahun.          

Artinya gini, untuk SMP dan SMA di sana itu menjadi satu tingkatan. Jadi pembagian kelasnya mulai dari tingkatan satu sampai tingkatan enam. Tidak dipisah seperti di Indonesia SMP sendiri dan SMA/SMK sendiri.

Bahkan untuk seragamnya sama yaitu dengan atasan putih, bawahan hitam itu digunakan setiap hari. Jika misal mereka hanya memiliki satu seragam saja, itu tidak akan ketahuan. Hehehe. Khusus untuk kelas yang mendapat mata pelajaran PJOK, selama sehari itu mereka mengenakan setelan olahraga.


Proses kegiatan belajar mengajar dalam kelas mata pelajaran PJOK

Yang bikin saya terkejut ketika melihat aktivitas siswa dalam kelas. Dalam ruangan yang ber-AC dan tidak memiliki jendela namun tetap sangat enak dipandang. Banyak hiasan dinding hasil karya siswa. Lebih kerennya lagi bantal mini, selimut, boneka ada di dalam ruangan itu. Tergeleng-geleng ketika saya pertama menyaksikan pemandangan yang unik.

Tidak hanya itu saja, selama saya PPL di sana, hampir kebanyakan siswanya aktif. Begitupun fasilitas dalam kelas LCD proyektor, computer, sound disetiap sudut ruangann. Tak ketinggalan pula sarana prasarana yang lain seperti kolam renang, gedung olahraga yang lengkap, lapangan sepak bola, asrama wajib bagi siswa angkatan pertama, dan masih banyak lagi. Pembelajarannya dilaksanakan pada hari Senin sampai Jumat.

Uniknya, mereka melakukan upacara bendera setiap hari. Guru-guru tidak memakai seragam formal namun informal, hanya hari-hari tertentu saja mereka mengenakan seragam formal.

Selama empat minggu di sana, minggu pertama adalah observasi dan pengenalan lingkungan sekolah. Minggu selanjutnya kami mengajar namun masih didampingi oleh guru pamong. Baru menginjak minggu ketiga dan keempat, kami mengajar secara layaknya seoran guru sungguhan tanpa ditemani oleh guru pamong.

Sistem pembelajaran yang unik bagiku, khususnya pada pelajaran PJOK. Jadi waktu itu saya khusus ngajar tenis meja. Karena pelajaran PJOK di sana itu berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia pelajaran PJOK misalnya dalam RPP materi Bola Besar didalamnya ada bola basket, sepak bola, volley, dan lainnya. Kemudian pada pertemuan pertama bola basket, lanjut pertemuan selanjutnya bola volley, begitu seterusnya.

Berbeda dengan di Thailand, misalkan SMP kelas 1 semester ganjil, mereka belajar tentang aktivitas akuatik, yaitu renang. Jadi selama satu semester itu mereka hanya fokus belajar renang selama satu semester. Seperti pengalaman saya, ngajar mata pelajaran tenis meja, jadi selama saya praktik PPL di sana fokus dengan mata pelajaran tenis meja. Begitu seterusnya.

Dan bagusnya itu siswanya memiliki wadah untuk mengembangkan bakatnya. Karena memang sekolah fullday dari jam 08.00 sampai 16.30 waktu setempat. Sehingga pada waktu paruh sore digunakan untuk aktivitas pengembangan, seperti ekstrakulikuler, namun tidak berpatokan pada waktu. Intinya, di paruh sore itu siswa diberikan waktu bebas untuk melakukan kegiatan hal yang diminatinya.

Kegiatan Upacara yang dilakukan setiap hari dengan guru memakai seragam informal

Oh ya, ini yang sering ditanyakan teman-teman. Tak sedikt dari mereka bertanya seperti ini, ‘kok, kamu bisa ke Thailand emang kamu bisa Bahasa Inggris?’ Dengan santainya aku jawab, ‘PeDe aja’.

Jujur, jika dikatakan saya mahir dalam berbahasa inggris tidak juga. Bahkan kalau saya ditanya past tense dan tetekbengeknya itu saya tidak begitu paham. Kuncinya, kok, saya bisa pergi ke Thailand itu adalah nekad dan niat. Bahasa Inggris pas-pasan, cuma saya percaya diri saja bahwa ada niat pasti saya akan bisa. IPK saya juga biasa-biasa saja, karena modal nekad dan niat tadi, syukur saya bisa ke Thailand dan balik lagi ke Indonesia dengan selamat.

Saya akui, saya hanya bisa Bahasa Inggris yang dasar-dasar saja. Untungnya saya mengajar lebih dominan ke praktik, jadi ketika saya kesulitan menggunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar, saya menggunakan bahasa tubuh. Yang terpenting siswa yang saya ajarkan itu paham. Toh tujuan menjadi seorang guru tidak hanya bisa menjelaskan saja, namun juga mampu membuat siswanya mengerti dan paham dengan apa yang disampaikan oleh seorang guru. Bukankah begitu? [T]

Tags: mahasiswaPendidikanPPLThailandUndiksha
Share55TweetSendShareSend
Previous Post

5 Sutradara yang Bikin Saya Ingin Terus Nonton Film

Next Post

“Aku Nau Gati di Pedawa!” kata Mitsuha Abe, Perempuan dari Jepang itu…

Mochamad Rifa’i

Mochamad Rifa’i

Seorang guru PJOK biasa aja di sebuah sekolah pinggiran kabupaten kecil Tuban, Jawa Timur, yang suka sedikit menulis ketika gabut saja dan mood-moodan. Kepoin saya di TikTok: @pak.arpjok

Related Posts

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails
Next Post
“Aku Nau Gati di Pedawa!” kata Mitsuha Abe, Perempuan dari Jepang itu…

“Aku Nau Gati di Pedawa!” kata Mitsuha Abe, Perempuan dari Jepang itu…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co