2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore

Edo Hary Purnawan by Edo Hary Purnawan
February 5, 2019
in Opini
Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore

Ist

“Malam ini kite ledakkan panggung wak!” ucapku, ke kawan-kawan se-band. Waktu itu kami diundang untuk tampil di panggung rakyat untuk menyambut tahun baru. Kami masih berseragam putih abu-abu.

Ini pengalaman saya:

Tepatnya saya lupa, mungkin jelang 2007. Band Pentagram diundang tampil di panggung rakyat di Jalan Tanjung Pura, Pontianak.

“Do kitak main lah di panggung depan gang aku,” pinta si kembang SMA yang tak mau saya sebut namanya, karena lupa, di jam istirahat sekolah.

 “Boleh ke, kami bawak lagu keras nih!”

“Tak ape!!” pungkasnya.

“Mantap!”

Malam jelang pergantian tahun. Kami bersiap untuk tampil. Ala Band Hardcore, ritual kami sebelum tampil ialah berdandan Gothic dengan alat make-up serba hitam; lipstick hitam, eye shadow hitam, pantat kuali hitam, eh yang terakhir ini bukan buat make-up ding.

“Wak udah seram belom?”

“Udah wak!” Balas Eko, si vokalis kedua.

Saya vokalis utama hehe. Agus di gitar, Andre di bass juga berdandan bak Band Purgatory. Hanya Maulana si drummer yang tak bermake-up, karena kulitnya udah hitam dop. Jadi percuma saja pake lipstick hitam.

Dengan penuh semangat, kami pun turun menuju ke lokasi. Saat itu Saya sempat teringat penampilan kami di panggung kampus teknik di Universitas Tanjung Pura. Kami diundang di acara Dies Natalis mereka. Mendadak disuruh bawa lagu Hardcore. Namun, dengan ciptaan sendiri. Gawatnya, kami biasa tampil tapi belum pernah ciptakan lagu. Biasa bawa lagu Slipknot, Lamb of God, paling slownkami tampil dengan lagu Metallica, atau jatuh-jatuhnya Paparoach.

Namun kami tetap mengiyakan tantangan itu. Jadilah satu lagu. Liriknya digarap boleh Eko. Alhasil lagu kami disambut meriah oleh anak-anak Kampus Teknik yang terkenal sangar itu. Mereka jingkrak-jingkrak. Kepala diputar-putar, membuat gulungan rambut gondrongnya bak kincir angin yang diputar melawan arah jarum jam.

Penampilan full dengan suara growl terbaik, keluar dari pita suara Saya dan Eko. Kelar tampil kami didatangi salah satu penonton. “Mantap wak lagunye! Ape judulnye  tuh!!” “MERAKIT TAMIYA!!!” Jawab Eko, ditambah ketawa ngakak dari kami semua.

Sampai di lokasi panggung rakyat. Kami mendadak bingung.

“Wak benar ke ini panggunggnya?” tanyaku ke Andri.

“Aok inilah tempatnye!” jawabnya.

“Woiii, sini lah!!” sapa si kembang sekolah.

“Eh benar ke endak ni, kamek main disini!”

“Benar, nanti kitak bise naik, abis ini.”

Kami mulai panas.

“Eh kau liatlah tu, yang nonton banyak emak-emak bawa anak! Terus itu yang maen Band Dangdut. Kamek nih bawa lagu keras! Hardcore!!”

“Tu kau dengarlah, suare musiknye keras, soundsistem betingkat-tingkat. Suarenye keras sampai ke sungai kapuas!” Jawab si cewek dengan polos.

“Palak Hotak die, yok boy cabot!”

Dengan perasaan kesal kami minggat tak jadi nampil. 

“Eh Do” bisik si cewek.

Aku mulai Ge-Er, “Ape?”

“Resleting kau terbuka.”

Maaak… Malunye, berarti selama turun dari  motor, udah keliatan banyak orang. Pantas emak-emak ade yg ngelirik sambil senyum-senyum. “Balek Wak, Ngopi Jak Kite!!!”.

Pesanku:

“Kami Band Hardcore! Band beraliran musik keras, dan terkadang keras dengan suara dan pesan-pesan yang kami menantang! Tapi, kami tahu diri. Kami tak mengotori telinga mereka yang tak ingin, atau tak layak mendengar musik kami (seperti emak-emak, dan anak-anak). Kami punya panggung sendiri! Kami punya pendengar sendiri! Kami ada karena selalu didengar!”

***

“Mengapa musisi kini akan diatur dalam RUU Permusikan?!!”

Pertanyaan ini mengganggu saya, semenjak beberapa hari kemarin. Saya yang dulu pernah menjadi anak Band, mungkin akan membuat aksi serupa jika RUU itu bergulir.

“RUU Permusikan membatasi ruang gerak berekspresi dalam bermusik.” Saya setuju ini.

 JRIX SID dan Seringai Band juga sejalan. Diajukan oleh Kami Musik Indonesia pada 2017, RUU Permusikan menjadi prioritas DPR tahun ini. Draf yang dibuat, banyak pasal-pasal yang terlihat aneh.

Terutama di Pasal 5, terulis:

‘Musisi dilarang mendorong khalayak melakukan kekerasan, serta melawan hukum, membuat konten pornografi, memprovokasi pertentangan antarkelompok, menodai agama, membawa pengaruh negatif budaya asing dan merendahkan harkat serta martabat manusia.’

Sejumlah musisi menganggap pasal ini bisa membelenggu kebebasan berekspresi musisi. Terlebih adanya Pasal 50, yang mengatur hukuman penjara dan denda bagi yang melanggar Pasal 5.

“Saya menolak pasal-pasal yang berhubungan dengan kebebasan berekspresi.” Ungkap Glenn Fredly, saat menghadiri diskusi terkait Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan, di Cilandak Town Square, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin  (4/2/2019).

Anggota komisi X DPR RI sekaligus musisi Anang Hermansyah, yang sangat kental menyuarakan RUU Permusikan pun akhirnya angkat suara, “mengenai kebebasan yang dibatasi isinya macem-macem. Ada 8 poin. Draf ini bisa nggak dirubah? Bisa! Makanya masukan tadi apakah Pasal 5, nanti kalau didiskusikan bersama-sama bisa didrop dengan keputusan bersama.”

Namun, menurut pemikiran saya pribadi. Ini bukan sekedar pasal-pasal kontroversial. Ini lebih kepada bisnis yang membatasi ruang gerak. Pemusik Independent yang kini sudah tak lagi melirik Mayor Lable, sudah sejak lama gerah dengan aturan-aturan yang mengekang kreativitas demi melirik pasar yang lebih luas.

Band-band indie yang idealis gerah. Mereka buat lable sendiri, lalu laris. Sedangkan Mayor Lable kini semakin sepi peminat. Terlebih kini siapa saja bebas memanfaatkan YouTube untuk mengunggah video clip garapan sendiri. Jika diatur, maka akan ada badan hukum yang menyediakan fasilitas untuk berekspresi. Mayor Lable kembali mengiming-imingi untuk memfasilitasi, agar tidak terjerat hukum.

Jadi menurut saya, tak harus ada RUU Permusikan. (T)

Tags: musikRUU Permusikan
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

VIRAL

Next Post

Pemimpin dan Pandita

Edo Hary Purnawan

Edo Hary Purnawan

Lahir di Pontianak, sempat merantau ke Jakarta, Surabaya, Bali, dan kini terdampar kembali di Jakarta. Menjadi video jurnalis di sebuah stasiun TV nasional sembari giat belajar menulis

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Pemimpin dan Pandita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co