25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin dan Pandita

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 5, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Hidup sebagai rakyat biasa di negara Telaga, maka saya harus mengatakan, pemimpin dan pandita adalah tulang punggung negara. Keduanya memiliki andil besar dalam keberlangsungan ketatanegaraan. Jika keduanya tidak harmonis, maka hancurlah negara Telaga.

Negara bisa maju dalam berbagai bidang semisal ekonomi, teknologi, sains, tapi kemudian hancur karena tidak ada kecerdasan buddhi di dalamnya. Jika pun kemudian orang-orang yang konon suci hanya mengajarkan tentang baiknya memuja Yang Kudus tanpa peduli sekitar, negara sudah di ambang batas kehancuran. Lalu bagaimana?

Maka janganlah salah memilih pemimpin juga pandita. Sebab akan mempengaruhi kehidupan anak semua wangsa. Itulah yang musti dilakukan oleh rakyat sebagai tenaga penggerak (bayu) dalam tubuh negara. Sudah tidak ada waktu lagi! Pemimpin harus segera dipilih dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, jika tidak maka negara akan kacau dan serigala-serigala yang sudah lama mengintai akan datang dan menerkam diam-diam. Jangan juga golput, karena satu suara rakyat sangat berharga!

Pilihlah yang menguasai ketatanegaraan dan ketata-agama-an. Itu saran saya sebagai Cangak yang belajar banyak. Bukankah keduanya adalah pokok ajaran yang mestinya dipahami oleh pemimpin yang baik untuk memimpin negeri yang dipenuhi rakyat spiritualis ini?

Sungguh tidak mudah mempelajari keduanya sekaligus. Terus terang dahulu ketika masih sangat muda, saya pernah belajar keduanya. Saat belajar itulah, saya meyakini ada beberapa ciri-ciri pemimpin dan pandita yang baik. Apakah sodara-sodara sewangsa, selangit, setanah air ingin mengetahuinya? Anggaplah sodara ingin, jika tidak ingin pun, saya harus tetap menjelaskannya, sebab inilah gunanya saya belajar sejak lama. Begini isinya.

Pemimpin ikan-ikan di negeri Telaga idealnya memiliki delapan sifat kepemimpinan sebagaimana diajarkan pada tingkat sekolah dasar. Untuk kepentingan penjelasan ini agar runut, saya harus kembali mengingatkan pada sodara-sodara para bijaksanawan-bijaksanawati Asta Brata; menurunkan anugerah hujan (dana)  seperti Indra, adil seperti Yama, menyinari seperti Surya, menyejukkan seperti Bulan, mengetahui semua tempat seperti Bayu, memperhatikan kesejahteraan seperti Kuwera, menakutkan bagi yang jahat seperti Baruna, dan penuh semangat seperti Agni.

Ada lagi sembilan sifat pemimpin yang jarang dipelajari, Nawa Natya namanya. Berburu seperti Mrega (macan), berenang seperti ikan (Matsya), penuh cinta (Srengga), mahir dalam perang (Samara), mahir dalam keindahan (Kalangwan), bertangan dingin (Pana), hati-hati dalam berjudi (Dyuta), memiliki rasa humor (Asya), dan pekerja keras (Shrama).

Belum lagi jika membaca geguritan Niti Raja Sasana, ada enam belas brata pemimpin di dalamnya. Teguh seperti gunung (Giri), hati-hati memerintah dan tidak mudah percaya pada kata-kata sembarangan (Indra), merata memberikan dana (Mretawarsa), melenyapkan yang jahat (Geni), menerima kesalahan dan pengampun (Lawana), tidak bingung (Mrega), berwibawa seperti singa (Singha), bergerak cepat dalam perang (Anila), penuh kasih (Sata), hati-hati berkata dan memilih makanan (Mayura), mengasihi rakyat (Cataka), dapat meramalkan kematian (Kaganila), tidak bertindak jika ragu (Wyaghra), memilih tempat yang baik untuk makan (Cundaga), menjadikan yang pandai sebagai utusan (Cundaga), dan bersikap adil (Yama). Sebegitulah banyaknya menurut shastra yang harus dipelajari, dipahami dan diingat oleh pemimpin. Tapi masa kini, jarang pemimpin yang ingat tentang yang begitu-begitu. Jangankan dasar shastra, pada janji sendiri saja mereka sering lupa.

Jika sodara membacanya saja sudah pusing, percayalah bahwa bukan tugas sodara menjadi pemimpin. Tiap-tiap orang memiliki tugas tersendiri tentunya. Bayangkan bagaimana Cangak seperti saya harus mempelajari semua itu, dan juga harus mengingatnya dengan detail. Percayalah itu berat, biar saya saja.

Pelajaran tentang kepemimpinan, memang memusingkan. Apalagi harus juga belajar tentang kepanditaan. Tambah pusing lagi. Tapi itu pusing, sejenis pusing-pusing menyenangkan. Hanya bisa dinikmati oleh Cangak yang sudah sejak lama belajar. Jangan kira guru ikan-ikan suci tidak memiliki kriteria untuk disebut baik. Absolutely NO!

Harus kuwakuwi memampang foto kalem di media sosial saja tidak cukup. Musti dibarengi dengan kata-kata meneduhkan bagi orang-orang kepanasan oleh ini dan itu. Sesekali pamer pekerjaan sebagai rohaniawan juga bisa mendongkrak popularitas. Hati-hati jangan sampai terkenal karena tiba-tiba terjangkit kasus hukum.

Apa sodara tahu apa saja kriteria menjadi pandita? Jika tidak, maka perkenankanlah saya menjelaskan kepada sodara-sodara sekalian para pembaca yang baik dan budiman tentang bagian kecil dari hasil belajar saya.

Asta Brata juga namanya delapan brata untuk Pandita; tidak suka marah-marah apalagi ngambekan(Akroda), suka berkata yang benar (Satyam), jujur pada diri (Sambwibhaga), teguh pendirian (Acarwan), berpengetahuan luas (Bhuwanarya), memahami perkembangan psikologi msyarakat (Desa Pakraman), berpengetahuan penyucian (Panyupatan Mahayuning Rat), dan menguasai jnana (Tattwajnana).

Ada lagi tiga kriteria lainnya: mengetahui segala kenyataan (Jnana Bhyudreka), kesucian yang tidak terkena kekotoran (Indriya Yoga Marga), dan pembersihan pikiran (Tresna Dosasaya). Itu saja sudah cukup banyak untuk dipahami oleh orang-orang yang mengikat dirinya dengan janji sebagai pejalan di jalan suci bernama Pandita.

Pandita berarti ia yang telah bijaksana! Tidak ada orang bijaksana marah-marah, cepat tersinggung, penyebar hoax, tidak tetap pendirian, pengetahuannya sempit, tidak peka, pedofil, dan tidak tahu kapan saatnya mati.Oleh sebab itu, maka ketidakjelasan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikepemimpinan dan prikepanditaan.

Siapa yang berhak jadi pemimpin dan pandita? Sodara-sodara sekalian, percayalah bahwa saya tidak betul-benar tahu siapa yang berhak. Tetapi untuk mengentaskan kebingungan, saya bersedia menjadi satu-satunya calon.

Saya tidaklah bermaksud menakut-nakuti, apalagi menyeram-nyeramkan. Tapi memang benar air di negara Telaga ini akan segera mengering, barangkali beberapa tahun lagi. Buatlah upacara sebesar-besarnya agar para dewa mengasihani dan segera menurunkan hujan. Jika hujan sudah turun, itulah pertanda para dewa sangat amat senang sekali dengan upacara itu.

Jika hujannya deras lalu jadi banjir, itu berarti kutukan, para dewa tidak senang dan harus segera dibuatkan upacara yang lebih besar lagi. Jika sodara-sodara tidak mengerti bagaimana membuat upacara besar, tenanglah, ada saya. Saya yang akan menanggung semuanya, sodara cukup hanya duduk diam, dan menonton.

Saya hanya butuh bantuan beberapa orang kepercayaan saya untuk menyiapkan piranti-pirantinya. Dan sebagai balas jasa kepada mereka, sebaiknya sodara memberikan sekadarnya penghargaan. Jangan hitung saya, karena saya sudah tidak lagi butuh penghargaan. Semuanya saya miliki tanpa memiliki. Hilang tapi tidak merasa kehilangan. Aku ada bukan milikku.

Begitulah sodara-sodara para ikan sekalian, pemimpin-pandita harus segera ditemukan. Jika tidak, siap-siaplah ikut mengering di Telaga ini. Jika panas matahari sudah mulai membakar ekor, maka sesegera mungkin semua ikan akan kehilangan kewarasan. Kakeknya ikan akan menelan cucunya, ayah menyakiti ibu, ibu merongrong bapak, anak-anak hilang hormatnya pada orang tua, orang tua menyakiti anak.

Guru-guru yang konon suci mulai tidak terkendali, suka berantem berebut harta, berebut pemuja, berebut murid, berebut batu paras, berebut ngomong. Tentu tidak tepat jika kemudian, guru-guru itu disebut seperti gerombolan semut pencari makan. Tidak ada lagi perlindungan. Semua kejahatan menjadi kasat mata. Sebab ditutupi tameng super halus, salah satunya bernama agama dan spiritual.Tentu agama dan spiritual bukan tameng, tapi begitulah caranya para guru-guru suci ikan memperlakukan keduanya. Tempat berlindung tidak terlindungi. Penjahat memegang tahta dan duduk di singgasana. Siapkah sodara-sodara?

Saya Cangak yang bisa meramalkan masa depan sodara-sodara. Di dalam pengelihatan saya tentang masa depan, terlihat jelas masa depan yang buram. Maka mari menyeberang, jangan ditunggu lagi. Saya yang akan membimbing sodara-sodara menuju tempat yang baru. Di suatu tempat nun jauh disana, ada telaga yang lebih segar dengan air yang tak habis-habis, tidak kering-kering. Teratai tumbuh dimana-mana. Jadi jangan ragu lagi. Come on beibeh! (T)

Baca Juga: Swastyastu, Nama Saya Cangak

Tags: filsafatnegarapemimpinpendetarenungan
Share131TweetSendShareSend
Previous Post

Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore

Next Post

Merayakan Imlek di Keluarga Bu Herma – Serasa Main Film Khas Tionghoa

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
0
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

Read moreDetails

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

by Chusmeru
June 24, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

Read moreDetails

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

by Angga Wijaya
June 23, 2026
0
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

Read moreDetails

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails
Next Post
Merayakan Imlek di Keluarga Bu Herma – Serasa Main Film Khas Tionghoa

Merayakan Imlek di Keluarga Bu Herma – Serasa Main Film Khas Tionghoa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co