14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin dan Pandita

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
February 5, 2019
in Esai
Swastyastu, Nama Saya Cangak

Hidup sebagai rakyat biasa di negara Telaga, maka saya harus mengatakan, pemimpin dan pandita adalah tulang punggung negara. Keduanya memiliki andil besar dalam keberlangsungan ketatanegaraan. Jika keduanya tidak harmonis, maka hancurlah negara Telaga.

Negara bisa maju dalam berbagai bidang semisal ekonomi, teknologi, sains, tapi kemudian hancur karena tidak ada kecerdasan buddhi di dalamnya. Jika pun kemudian orang-orang yang konon suci hanya mengajarkan tentang baiknya memuja Yang Kudus tanpa peduli sekitar, negara sudah di ambang batas kehancuran. Lalu bagaimana?

Maka janganlah salah memilih pemimpin juga pandita. Sebab akan mempengaruhi kehidupan anak semua wangsa. Itulah yang musti dilakukan oleh rakyat sebagai tenaga penggerak (bayu) dalam tubuh negara. Sudah tidak ada waktu lagi! Pemimpin harus segera dipilih dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, jika tidak maka negara akan kacau dan serigala-serigala yang sudah lama mengintai akan datang dan menerkam diam-diam. Jangan juga golput, karena satu suara rakyat sangat berharga!

Pilihlah yang menguasai ketatanegaraan dan ketata-agama-an. Itu saran saya sebagai Cangak yang belajar banyak. Bukankah keduanya adalah pokok ajaran yang mestinya dipahami oleh pemimpin yang baik untuk memimpin negeri yang dipenuhi rakyat spiritualis ini?

Sungguh tidak mudah mempelajari keduanya sekaligus. Terus terang dahulu ketika masih sangat muda, saya pernah belajar keduanya. Saat belajar itulah, saya meyakini ada beberapa ciri-ciri pemimpin dan pandita yang baik. Apakah sodara-sodara sewangsa, selangit, setanah air ingin mengetahuinya? Anggaplah sodara ingin, jika tidak ingin pun, saya harus tetap menjelaskannya, sebab inilah gunanya saya belajar sejak lama. Begini isinya.

Pemimpin ikan-ikan di negeri Telaga idealnya memiliki delapan sifat kepemimpinan sebagaimana diajarkan pada tingkat sekolah dasar. Untuk kepentingan penjelasan ini agar runut, saya harus kembali mengingatkan pada sodara-sodara para bijaksanawan-bijaksanawati Asta Brata; menurunkan anugerah hujan (dana)  seperti Indra, adil seperti Yama, menyinari seperti Surya, menyejukkan seperti Bulan, mengetahui semua tempat seperti Bayu, memperhatikan kesejahteraan seperti Kuwera, menakutkan bagi yang jahat seperti Baruna, dan penuh semangat seperti Agni.

Ada lagi sembilan sifat pemimpin yang jarang dipelajari, Nawa Natya namanya. Berburu seperti Mrega (macan), berenang seperti ikan (Matsya), penuh cinta (Srengga), mahir dalam perang (Samara), mahir dalam keindahan (Kalangwan), bertangan dingin (Pana), hati-hati dalam berjudi (Dyuta), memiliki rasa humor (Asya), dan pekerja keras (Shrama).

Belum lagi jika membaca geguritan Niti Raja Sasana, ada enam belas brata pemimpin di dalamnya. Teguh seperti gunung (Giri), hati-hati memerintah dan tidak mudah percaya pada kata-kata sembarangan (Indra), merata memberikan dana (Mretawarsa), melenyapkan yang jahat (Geni), menerima kesalahan dan pengampun (Lawana), tidak bingung (Mrega), berwibawa seperti singa (Singha), bergerak cepat dalam perang (Anila), penuh kasih (Sata), hati-hati berkata dan memilih makanan (Mayura), mengasihi rakyat (Cataka), dapat meramalkan kematian (Kaganila), tidak bertindak jika ragu (Wyaghra), memilih tempat yang baik untuk makan (Cundaga), menjadikan yang pandai sebagai utusan (Cundaga), dan bersikap adil (Yama). Sebegitulah banyaknya menurut shastra yang harus dipelajari, dipahami dan diingat oleh pemimpin. Tapi masa kini, jarang pemimpin yang ingat tentang yang begitu-begitu. Jangankan dasar shastra, pada janji sendiri saja mereka sering lupa.

Jika sodara membacanya saja sudah pusing, percayalah bahwa bukan tugas sodara menjadi pemimpin. Tiap-tiap orang memiliki tugas tersendiri tentunya. Bayangkan bagaimana Cangak seperti saya harus mempelajari semua itu, dan juga harus mengingatnya dengan detail. Percayalah itu berat, biar saya saja.

Pelajaran tentang kepemimpinan, memang memusingkan. Apalagi harus juga belajar tentang kepanditaan. Tambah pusing lagi. Tapi itu pusing, sejenis pusing-pusing menyenangkan. Hanya bisa dinikmati oleh Cangak yang sudah sejak lama belajar. Jangan kira guru ikan-ikan suci tidak memiliki kriteria untuk disebut baik. Absolutely NO!

Harus kuwakuwi memampang foto kalem di media sosial saja tidak cukup. Musti dibarengi dengan kata-kata meneduhkan bagi orang-orang kepanasan oleh ini dan itu. Sesekali pamer pekerjaan sebagai rohaniawan juga bisa mendongkrak popularitas. Hati-hati jangan sampai terkenal karena tiba-tiba terjangkit kasus hukum.

Apa sodara tahu apa saja kriteria menjadi pandita? Jika tidak, maka perkenankanlah saya menjelaskan kepada sodara-sodara sekalian para pembaca yang baik dan budiman tentang bagian kecil dari hasil belajar saya.

Asta Brata juga namanya delapan brata untuk Pandita; tidak suka marah-marah apalagi ngambekan(Akroda), suka berkata yang benar (Satyam), jujur pada diri (Sambwibhaga), teguh pendirian (Acarwan), berpengetahuan luas (Bhuwanarya), memahami perkembangan psikologi msyarakat (Desa Pakraman), berpengetahuan penyucian (Panyupatan Mahayuning Rat), dan menguasai jnana (Tattwajnana).

Ada lagi tiga kriteria lainnya: mengetahui segala kenyataan (Jnana Bhyudreka), kesucian yang tidak terkena kekotoran (Indriya Yoga Marga), dan pembersihan pikiran (Tresna Dosasaya). Itu saja sudah cukup banyak untuk dipahami oleh orang-orang yang mengikat dirinya dengan janji sebagai pejalan di jalan suci bernama Pandita.

Pandita berarti ia yang telah bijaksana! Tidak ada orang bijaksana marah-marah, cepat tersinggung, penyebar hoax, tidak tetap pendirian, pengetahuannya sempit, tidak peka, pedofil, dan tidak tahu kapan saatnya mati.Oleh sebab itu, maka ketidakjelasan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikepemimpinan dan prikepanditaan.

Siapa yang berhak jadi pemimpin dan pandita? Sodara-sodara sekalian, percayalah bahwa saya tidak betul-benar tahu siapa yang berhak. Tetapi untuk mengentaskan kebingungan, saya bersedia menjadi satu-satunya calon.

Saya tidaklah bermaksud menakut-nakuti, apalagi menyeram-nyeramkan. Tapi memang benar air di negara Telaga ini akan segera mengering, barangkali beberapa tahun lagi. Buatlah upacara sebesar-besarnya agar para dewa mengasihani dan segera menurunkan hujan. Jika hujan sudah turun, itulah pertanda para dewa sangat amat senang sekali dengan upacara itu.

Jika hujannya deras lalu jadi banjir, itu berarti kutukan, para dewa tidak senang dan harus segera dibuatkan upacara yang lebih besar lagi. Jika sodara-sodara tidak mengerti bagaimana membuat upacara besar, tenanglah, ada saya. Saya yang akan menanggung semuanya, sodara cukup hanya duduk diam, dan menonton.

Saya hanya butuh bantuan beberapa orang kepercayaan saya untuk menyiapkan piranti-pirantinya. Dan sebagai balas jasa kepada mereka, sebaiknya sodara memberikan sekadarnya penghargaan. Jangan hitung saya, karena saya sudah tidak lagi butuh penghargaan. Semuanya saya miliki tanpa memiliki. Hilang tapi tidak merasa kehilangan. Aku ada bukan milikku.

Begitulah sodara-sodara para ikan sekalian, pemimpin-pandita harus segera ditemukan. Jika tidak, siap-siaplah ikut mengering di Telaga ini. Jika panas matahari sudah mulai membakar ekor, maka sesegera mungkin semua ikan akan kehilangan kewarasan. Kakeknya ikan akan menelan cucunya, ayah menyakiti ibu, ibu merongrong bapak, anak-anak hilang hormatnya pada orang tua, orang tua menyakiti anak.

Guru-guru yang konon suci mulai tidak terkendali, suka berantem berebut harta, berebut pemuja, berebut murid, berebut batu paras, berebut ngomong. Tentu tidak tepat jika kemudian, guru-guru itu disebut seperti gerombolan semut pencari makan. Tidak ada lagi perlindungan. Semua kejahatan menjadi kasat mata. Sebab ditutupi tameng super halus, salah satunya bernama agama dan spiritual.Tentu agama dan spiritual bukan tameng, tapi begitulah caranya para guru-guru suci ikan memperlakukan keduanya. Tempat berlindung tidak terlindungi. Penjahat memegang tahta dan duduk di singgasana. Siapkah sodara-sodara?

Saya Cangak yang bisa meramalkan masa depan sodara-sodara. Di dalam pengelihatan saya tentang masa depan, terlihat jelas masa depan yang buram. Maka mari menyeberang, jangan ditunggu lagi. Saya yang akan membimbing sodara-sodara menuju tempat yang baru. Di suatu tempat nun jauh disana, ada telaga yang lebih segar dengan air yang tak habis-habis, tidak kering-kering. Teratai tumbuh dimana-mana. Jadi jangan ragu lagi. Come on beibeh! (T)

Baca Juga: Swastyastu, Nama Saya Cangak

Tags: filsafatnegarapemimpinpendetarenungan
Share131TweetSendShareSend
Previous Post

Menggelitik RUU Permusikan – Ini Cerita Anak Band Hardcore

Next Post

Merayakan Imlek di Keluarga Bu Herma – Serasa Main Film Khas Tionghoa

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Merayakan Imlek di Keluarga Bu Herma – Serasa Main Film Khas Tionghoa

Merayakan Imlek di Keluarga Bu Herma – Serasa Main Film Khas Tionghoa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co