25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Revolusi Industri Tanpa Pendidikan Teknologi

Made Agus Panji Sujaya by Made Agus Panji Sujaya
November 12, 2018
in Opini
Revolusi Industri Tanpa Pendidikan Teknologi

Ilustrasi diolah dari Google

LIMA tahun lalu. kala itu, hangat dibincangkan tentang peluncuran kurikulum terbaru pada ranah pendidikan di Indonesia. “Ah bodo amat!” Kalimat yang selalu kulontarkan dalam pikiranku kala itu ketika perbincangan itu tidak menarik bagiku. Bukanlah hal wajar jika seorang bocah SMP memiliki ketertarikan terhadap hal-hal yang diluar nalar tersebut.

Tetapi semakin lama, perbincangan kurikulum tersebut tidak pernah kehilangan “kehangatan”, baik dibincangkan secara lisan maupun dibincangkan di kolom pesan pada sebuah teknologi yang masih belum terlalu merambah di kehidupan masyarakat. Bahkan hingga kini, ketika bocah SMP itu sudah memasuki semester 3 di universitas yang sudah mencetak ribuan tenaga pendidik selama 25 tahun terakhir, topik perbincangan mengenai Kurikulum 2013 tidak akan pernah habis dibicarakan dalam sekali duduk di kantin kampus, WiFi Corner Telkom ataupun tempat nongkrong lainnya.

Setelah mendapat beberapa mata kuliah Pendidikan, pikiranku semakin terbuka mengenai kurikulum ini. Namun karena baru mendapatkan beberapa saja, ya aku belum terlalu menelaah bagaimana mekanisme secara mendalam sebuah kewajiban pelaku pendidikan dalam pelaksanaannya.

Satu hal yang sangat menarik alis mataku, dihapusnya mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan digantikan dengan mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Semakin kutelusuri dan dibubuhi beberapa analisa, aku simpulkan bahwa hal ini terjadi karena fanomena anak-anak yang tinggal di daerah perkotaan sudah bisa mengoperasikan komputer dengan sendirinya tanpa bimbingan dari tenaga pendidik.

Tentunya tidak sampai di sana saja, dampak dari penghapusan kebijakan ini menimbulkan terpangkasnya profesi guru TIK yang selama ini sebagian besar merupakan guru honorer, contohnya adalah guru TIK sewaktu aku SMP yang kini sudah beranjak pergi karena almamaterku tidak mengadopsi pelajaran TIK lagi.

Terlepas dari tujuan seseorang bekerja untuk menghidupi kehidupannya beberapa dampak yang dapat disebutkan yaitu menghilangkan kesempatan peserta didik untuk dibimbing bagaimana menggunakan teknologi dengan baik dan benar dalam bidang berkomunikasi, dan bertukar sarana informasi yang akan berdampak terhambatnya peserta didik dalam beradaptasi di era jaman sekarang yang digadang-gadang adalah era Revolusi Industri 4.0 ini.

Fanomena ini pernah aku diskusikan dengan dosen pedagogi dan ketua jurusanku sendiri. Mereka menjelaskan bahwa guru TIK tidak akan dirugikan karena akan dialihkan sebagai ahli komputer di sekolah, semacam guru BK. Mereka juga menyebutkan hal-hal yang melandasi argumen mereka; Pertama, sekolah yang terletak di daerah pedalaman yang belum menikmati teknologi sulit melaksanakan kegiatan pembelajaran TIK. Kedua, tanpa mata pelajaran tersebut peserta didik sudah mampu menguasai TIK dalam konteks memahami facebook, twitter, email dan menggunakan aplikasi perkantoran sejak dini.

Aku hanya mengangguk karena tidak berani secara gamblang menyatakan bahwa aku tidak setuju akan argumen tersebut mengingat posisiku sebagai mahasiswa. Bayangkan saja sekolah yang terletak di daerah perkotaan dan sudah menikmati teknologi dan memiliki sarana yang memadai tidak mempelajari teknologi itu sendiri hanya karena “toleransi” terhadap daerah lain yang belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Padahal di tengah-tengah era revolusi Industri 4.0 yang identik dengan perkembangan TIK ini, mempelajari TIK menjadi kualifikasi awal dalam beradaptasi dalam persaingan global.

Argumen mengenai peserta didik yang sudah menguasai TIK sejak dini tidaklah tepat, dapat diamati secara nyata, bahwa peserta didik hanya memanfaatkan komputer sebatas mesin ketik modern atau sarana bermain game bahkan mengkonsumsi konten-konten yang “mendewasakan diri”.

Padahal untuk mencegah prilaku konsumtif peserta didik di bidang teknologi yang merugikan ini, tak jarang etika bermasyarakat di dunia maya tidak pernah diindahkan oleh perilaku peserta didik dan berbuat seenaknya sendiri. Padahal TIK bisa dimanfaatkan untuk sarana penunjang dalam melanjutkan pendidikannya kelak, seperti pendalaman aplikasi perkantoran untuk mempermudah pengerjaan-pekerjaan rumah dari mata pelajaran lain.

Selain itu bias dimanfaatkan untuk aplikasi desain grafis, membuat sebuah blogspot dan mendesainnya sehingga menjadi menarik untuk sarana bertukar informasi sesuai dengan etika yang telah dicantumkan dalam undang-undang dan aplikasi lainnya seperti pengolah data ataupun menciptakan aplikasi baru. Hal-hal tersebut sangat membantu peserta didik ketika menempuh pendidikan di sekolah tinggi ataupun perguruan tinggi.

Dapat dikatakan bahwa revolusi industri ini tidak pernah disikapi dengan benar. Aku berpendapat bahwa pemerintah tidak menyikapi dengan benar karena pemerintah tidak memfasilitasi dengan benar mengenai pemberian pendidikan teknologi terhadap masyarakat, ketimbang menerapkannya dalam sebuah pertemuan tatap muka di kelas mengenai pendidikan teknologi, pemerintah hanya mengandalkan media sosial dalam mensosialisasikannya.

Masyarakat juga tidak luput dari kesalahan tidak menyikapi era revolusi ini dengan benar. Sikap pasif yang mereka tanamkan menyebabkan pemerintah selalu menjadi kambing hitam ketika mencuat sebuah kasus yang menyangkut penggunaan teknologi yang tidak tepat.

Jadi bahwa masyarakat menuntut pemerintah untuk menyikapi era revolusi industri ini, tetapi ketika pemerintah sudah menentukan sikap dalam menghadapi era revolusi industri ini dan mengeluarkan beberapa kebijakan pendukung, masyarakat juga menyalahkan pemerintah ketika kebijakan mengenai penentuan sikap dalam menghadapi era revolusi industri ini dikeluarkan pemerintah. Sembari tuntutan masyarakat kepada pemerintah dan pemerintah yang selalu salah di mata masyarakat, aku hanya mengkomentari kedua pihak tersebut saat ini. (T)

Tags: IndustriPendidikanteknologi
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Erupsi Informasi dan Literasi Digital – Catatan dari Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2018

Next Post

“Sunset di Tanah Anarki” – Untuk Munir, Widji Thukul & Melawan Lupa

Made Agus Panji Sujaya

Made Agus Panji Sujaya

Tinggal di Singaraja. Sarjana Pendidikan Teknik Informatika Undiksha

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post
“Sunset di Tanah Anarki” – Untuk Munir, Widji Thukul & Melawan Lupa

“Sunset di Tanah Anarki” - Untuk Munir, Widji Thukul & Melawan Lupa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co