2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Erupsi Informasi dan Literasi Digital – Catatan dari Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2018

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
November 12, 2018
in Khas
Erupsi Informasi dan Literasi Digital – Catatan dari Anugerah Jurnalisme Warga BaleBengong 2018

Jalur lahar dingin Gunung Agung untuk merangkum upaya mitigasi bencana dari pengelolaan informasi, salah satu karya beasiswa AJW 2018. (Foto: Balebengong)

SEBELUM diundang lewat WA oleh Iin Valentine (anak Teater Kalangan yang aktif juga di Balebengong.id), saya sebenarnya sudah diundang secara khusus oleh Rai alias L Taji untuk hadir dalam acara Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) di Taman Baca Kesiman (TBK), Denpasar, Minggu 11 November 2018 malam.

Rai, dengan semangat setinggi Gunung Agung, berupaya mempengaruhi saya agar datang pada acara AJW malam itu. Ia memberitahu saya tentang hasil liputan dan dokumentasi jalur lahar dingin Gunung Agung sebagai bagaian dan pelajaran terhadap mitigasi bencana, baik yang dimasak untuk film pendek, maupun yang ditulis di Balebengong.id, atau yang ditulis secara lebih panjang di I Ni timpal kopi, sebuah zine yang ia kelola sendiri.

 (Zine adalah singkatan dari fanzine atau magazine, adalah sebuah media cetak alternatif yang biasanya diterbitkan secara personal atau kelompok kecil dan direproduksi dengan cara fotokopi. – Wikipedia)

Kata Rai, zine edisi lengkap investasi jalur lahar itu dicetak terbatas. Hanya dicetak 5 eksemplar. Dan satu eksemplar secara khusus ia akan persembahkan saya. “Jadi saya harap Bli menonton video saya dan membaca zine edisi lengkap itu,” katanya.

Maka saya datang malam itu. Bukan semata karena undangan Iin, atau dipengaruhi undangan Rai, melainkan karena saya memang sejak awal sudah punya rencana datang. Ini sebagai komitmen saya untuk ikut merayakan jurnalisme warga yang dikembangkan Balebengong.id sejak awal di Bali.

Begitu sampai di AJW saya langsung mencari Rai. Diam-diam saya sesungguhnya ingin membaca zine yang ia janjikan. Dan saya bertemu di halaman belakang yang luas, saya dapat zine, berfoto, unggah di facebook, lalu saya melanjutkan minum kopi. Rai melanjutkan minum bir di sudut agak gelap. Setelah itu saya larut dalam obrolan kangin-kauh dengan sejumlah teman yang sebagian besar anak-anak muda.

Hanya ada beberapa orang tua dalam acara itu. Selain saya, tentu ada Gung Alit, aktivis Bali Tolak Reklamasi sekaligus pemilik TBK. Sebagai orang tua, saya sesungguhnya malu berada di antara mereka, di antara anak-anak muda yang penuh semangat dan punya cara sendiri dalam bergaul dan mengelola informasi, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Informasi yang dikelola Rai tentang jalur lahar dingin Gunung Agung untuk merangkum upaya mitigasi bencana dari pengelolaan informasi membuktikan bahwa banyak anak muda sebenarnya sudah tak hirau lagi dengan informasi yang dikelola media arus utama. Mereka punya cara sendiri mencari informasi, mengelola dan menyebarkannya sebagai bagian dari pelurusan informasi-informasi yang simpang-siur di media sosial.

Satu ciri jurnalisme warga, menurut saya, adalah informasi yang dicari atas keingintahuan personal penulisnya, lepas dari agenda setting dan uses & gratifications theory sebagaimana kerap diterapkan media-media besar. Ia dikelola secara personal untuk memenuhi kepuasan personal, lalu disebarkan secara mandiri agar teman-temannya tahu apa saja yang dia dapatkan, apa saja yang sudah memuaskan dirinya dalam pencarian informasi. Ia adalah reporter, redaktur, sekaligus pimpinan redaksi.

Rai alias L Taji (kiri)

Pada zine  I Ni timpal kopi edisi XXXIII dengan headline “Erupsi Informasi” yang secara khusus memuat hasil liputan Rai di jalur lahar dingin Gunung Agung, tampak jelas bagaimana Rai bersama teman-temannya mengejar informasi seperti seorang petualang untuk keasyikan sendiri, tanpa diembel-embeli target besar. Ia bertemu orang-orang (narasumber) yang dengan sukarela memenuhi keingintahuan Rai – narasumber yang bercerita apa adanya dan terkesan jauh dari keinginan untuk menjadi tokoh yang biasa masuk koran, kecuali keinginan biasa untuk membagi cerita dan syukur-syukur juga membagi pengetahuan.

“Apa yang bisa melawan berita bohong (hoaks) dan penyebar kebencian? Salah satunya memproduksi dan menyebarkan konten-konten yang lebih berguna untuk orang banyak dan diri sendiri”.

Itu pembukaan rilis yang disampaikan tim Balebengong kepada tatkala.co. Dan apa yang dilakukan Rai alias L Taji itu adalah salah satu dari upaya memproduksi dan menyebarkan konten-konten yang lebih berguna untuk orang banyak dan diri sendiri. Maka, tak salah jika liputan Rai itu menjadi salah satu dari 5 tim anak muda berusia 20-30 tahun yang terpilih mendapatkan Anugerah Jurnalisme Warga (AJW) tahun 2018.

AJW BaleBengong 2018

Anugerah Jurnalisme Warga (AJW), sebuah apresiasi untuk pewarta warga di Indonesia merayakan semangat warganet pada malam apresiasi di Taman Baca Kesiman, Denpasar, Bali, itu. Ada bedah karya penerima beasiswa liputan mendalam yang menyelesaikan karya multiplatform tentang isu pertanian, gunung, laut, pariwisata berkelanjutan, dan tanggap bencana. Mereka adalah 5 tim anak muda berusia 20-30 tahun yang terpilih dari puluhan usulan.

Sebelumnya para pewarta warga di mana saja diajak mengirim usulan beasiswa liputan mendalam total Rp 12,5 juta dengan tema Mendengar Kabar dari Akar. BaleBengong, portal jurnalisme warga sejak 2007 ini bekerja sama dengan sejumlah kolaborator memberi apreasiasi untuk warga dan warganet melalui AJW.

Ini adalah AJW yang ketiga, sejak diluncurkan pada 2016. Tahun ini berbeda karena warga diundang mendaftarkan diri atau tim untuk mendapat beasiswa liputan mendalam. Jika terpilih sebagai penerima beasiswa, ada empat topik yang bisa dikembangkan menjadi aneka karya dalam bentuk tulisan, video pendek, esai foto, infografis, ilustrasi, dan lainnya.

Sejumlah lembaga mendukung sebagai kolaborator pemberian beasiswa AJW yakni lembaga-lembaga pemberdayaan yang bekerja di akar rumput. Mereka adalah Conservation International (CI) Indonesia, WWF Indonesia, Yayasan Kalimajari, dan Mongabay Indonesia.

Topik liputan beragam seperti petani kakao lestari Jembrana menembus manisnya pasar dunia. Kedua, Nyegara gunung melestarikan lingkungan gunung dan perairan di Karangasem. Ketiga, Signing Blue, wadah bagi pelaku wisata untuk mewujudkan pariwisata bahari yang bertanggung jawab di Bali, dan keempat tentang kesiapan tanggap bencana warga di Pulau Dewata.

Pada malam apresiasi AJW ini, warga diajak bergabung untuk Meplailanan (main bersama), Megibung (makan bersama tradisi Bali), Bedah Karya Beasiswa, HUT ke-11 Bali Blogger Community, dan Musik Bersuara bersama band Zat Kimia. “Kami senang terlibat di AJW, untuk pertama kali kami diundang mendiskusikan karya,” kata Ian J. Stevenson, vokalis Zat Kimia, band yang menyuarakan literasi digital melalui lagu Candu Baru dalam albumnya yang baru dirilis tahun ini.

Ada juga lapak dan kopdar bersama petani dan produsen sembako Bali seperti garam Amed, beras merah Tabanan, gula merah Klungkung, minyak kelapa Karangasem, dan olahan pangan sehat dari kelompok perempuan Dewi Umbi.

BaleBengong adalah portal jurnalisme warga di Bali. Sejak tahun 2007, BaleBengong hadir sebagai media alternatif di tengah derasnya arus informasi media arus utama. Dalam portal ini warga bebas menulis atau merespon sebuah kabar. Warga tidak hanya menjadi obyek, tetapi subyek berita.

Portal yang dikelola Sloka Institute dan Bali Blogger Community ini memuat berbagai topik mulai dari lingkungan, gaya hidup, sosial budaya dan lain-lain. Selain portal, BaleBengong juga aktif berbagi informasi melalui akun Twitter dan Instagram @BaleBengong maupun Facebook Page @BaleBengong.id. Kami membagi dan meneruskan setiap informasi yang dianggap layak untuk diketahui warga. Kami juga menjadi wadah warga untuk berdiskusi dan berbagi informasi.

Band Zat Kimia yang akan tampil dan berdiskusi dalam Musik Bersuara, salah satunya tentang album Candu Baru yang salah satu lagunya tentang perilaku berinternet saat ini. (Foto: Balebengong)

Juni tahun ini, BaleBengong, media jurnalisme warga berbasis di Bali, merayakan ulang tahun kesebelas. Perjalanan hingga tahun kesebelas menjadi pencapaian tersendiri bagi media yang dikelola oleh komunitas secara nirlaba. “Dia menunjukkan bahwa publik pun bisa mengelola media berkualitas dan independen tanpa harus terikat pada modal kapital besar,” kata Anton Muhajir, Pemimpin Redaksi.

Sejumlah penelitian tentang BaleBengong menunjukkan bahwa media ini bisa menjadi ruang bagi warga untuk berekspresi secara bebas. Di sisi lain, warga juga bisa berbagi informasi terutama mengenai isu-isu berbeda dengan media arus utama terutama di Bali. Sebagai media jurnalisme warga, BaleBengong bisa menunjukkan bahwa publik bisa mengelola media sendiri dengan informasi-informasi yang bersumber dari warga biasa.

Pencapaian dan posisi itu menjadi berarti ketika wacana media arus utama ataupun media sosial dipenuhi dengan bahaya tentang berita dusta (hoax). Berita-berita dusta memenuhi ruang-ruang perbincangan publik seperti grup pesan ringkas dan media sosial. Mereka tak hanya menyebarkan berita-berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan, tetapi pada saat yang sama juga membangun kebencian berbasis identitas pada kelompok lain.

Munculnya media jurnalisme warga sedari awal adalah menyediakan ruang bagi warga agar bisa memproduksi informasi-informasi alternatif yang bisa dipertanggungjawabkan. Kami percaya bahwa melawan maraknya berita-berita dusta tidak bisa dilakukan hanya dengan membangun kesadaran tapi juga dengan mengajak warga untuk memproduksi informasi itu sendiri dan menyediakan ruang bagi mereka.

Pada AJW 2016 dengan tema Menyuarakan yang tak terdengar diikuti 44 karya (teks, foto, video, ilustrasi). Kemudian AJW 2017 dengan tema Bhinneka Tunggal Media, Merayakan Keberagaman Indonesia melalui Jurnalisme Warga diikuti 35 karya tersebar di 12 media komunitas selain BaleBengong (Bali) adalah Lingkar Papua (Papua), Kampung Media (NTB), Kabar Desa (Jawa Tengah), Plimbi (Bandung), Kilas Jambi (Jambi-Sumatera), Tatkala (Buleleng-Bali), Nyegara Gunung (Bali), Nusa Penida Media (Klungkung-Bali), Sudut Ruang (Bengkulu), Peladang Kata (Kalimantan Barat), dan Noong (Bandung). BaleBengong melibatkan 11 media alternatif dari seluruh Indonesia. Pewarta warga bersaing di tingkat nasional.

Makin banyak informasi yang jernih dan dari sekitar kita, makin mudah memetakan masalah dan solusinya. Agar akses internet berguna bagi kebaikan dan pemberdayaan. (T/*)

Tags: erupsiGunung Agungjurnalismejurnalisme wargamedia massamedia sosialzine
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

Lafran Pane, HMI, dan Pahlawan Nasional

Next Post

Revolusi Industri Tanpa Pendidikan Teknologi

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Revolusi Industri Tanpa Pendidikan Teknologi

Revolusi Industri Tanpa Pendidikan Teknologi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co