3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debit Kredit Mahasiswa Perantauan

Fatika Arum Rahmawati by Fatika Arum Rahmawati
February 2, 2018
in Opini

Foto: Mursal Buyung. (foto hanya sebagai ilustrasi)

 

BERBICARA soal debit dan kredit nih, mungkin hanya sebagian orang saja yang mengerti arti debit kredit. Bagi mahasiswa yang jurusannya berkaitan dengan ekonomi kata ini mungkin terdengar biasa.

Mari kita bahas satu per satu, arti dari kata “debit” dalam istilah akuntansi adalah bertambahnya uang ke suatu rekening atau tabungan, sedangkan arti “kredit” dalam istilah akuntansi adalah mengurangi saldo dalam tabungan.

Jika dilihat dari pengertian tersebut maka debit bisa dikatakan sesuatu yang positif, sedangkan kredit itu adalah sesuatu hal yang negatif, dengan kata lain debit kredit itu saling berlawanan.

Jika berbicara soal debit dan kredit dengan melihat pengertian tersebut maka ini sudah jelas mengarah kepada “uang”. Seperti yang kita ketahui bahwa manusia hidup pasti membutuhkan uang.

Mengutip dari seorang motivator yang terkenal di layar kaca yaitu Mario Teguh yang mengatakan “Uang memang bukan segalanya, tapi tanpa uang segalanya terasa lebih sulit.” Jika sang motivator berkata seperti itu maka sudah pasti sesuatu yang kita lakukan akan terasa lebih mudah mencapainya jika kita memiliki banyak uang.

Terkadang sempat terpikir oleh saya jika membicarakan tentang masalah uang itu terasa sensitif, Mengapa demikian? Iya karena uang itu bagaikan sulap, sekejap ada sekejap menghilang.

Sekarang kita masuk ke inti pembahasan penulisan ini sesuai dengan judulnya “Debit Kredit Mahasiswa Perantauan”. Dalam pemikiran pembaca pasti ada yang bertanya apa hubungannya debit kredit dengan mahasiswa perantauan?

Jadi begini, yang dikatakan istilah dari mahasiswa perantauan adalah mahasiswa anak kos, ya contohnya seperti saya. Dan tadi sebelumnya sudah dibahas jika berbicara tentang debit kredit itu pasti berkaitan dengan uang, jadi jika kita simpulkan artinya adalah “uang mahasiswa anak kos”.

Apa bedanya dengan uang mahasiswa anak rumahan? Tentu beda, jika kita melihat dari mahasiswa anak rumahan dalam artian masih satu tempat tinggal dengan orang tuanya mahasiswa tersebut bisa lebih berhemat.

Dalam artian begini: mahasiswa anak rumahan kita lihat dari segi konsumsi sehari-hari, mereka bisa makan lebih teratur.  Sudah ada makanan dari orang tua yang membuatnya, jadi uang jajan mereka yang diberikan orang tuanya bisa digunakan untuk keperluan yang lain.

Sedangkan kita melihat mahasiswa anak kos, jika dilihat dari segi yang sama yaitu konsumsi, mereka memang diberikan juga uang oleh orang tuanya, akan tetapi uang tersebut harus dipakai untuk membeli lauk setiap harinya bagi kos-kosan yang tidak memiliki dapur seperti saya untuk membeli sayur-mayur dan dimasak sendiri agar lebih irit bagi kos-kosan yang memiliki dapur, dan lain sebagainya. Jadi uang mereka yang diberikan oleh orang tuanya bisa saja 80% untuk kebutuhan konsumsi setiap harinya, dan 20% untuk uang jajan atau kegunaan yang lain.

Kita lihat lagi dari segi lain seperti dari segi cuci bersih pakaian. Jika mahasiswa anak rumahan dari segi cuci pakaian mereka masih bisa nyuci sendiri di rumah, tanpa harus laundry, dan itu bisa menghemat uang dan waktu juga.

Akan tetapi jika mahasiswa anak kos itu istilahnya mereka mood-mood-an, artinya jika mereka sedang sibuk kegiatan atau padatnya jadwal kuliah sehingga pakaian mereka sudah menumpuk di cucian dan akhirnya rasa malas itu datang. Atau ketika ingin mencuci tetapi jemuran sedang penuh dipakai anak kos lainnya, disitulah mahasiswa dengan cepat tanggap membawa pakaian mereka ke jasa cuci pakaian atau yang disebut dengan laundry.

Hal seperti itu juga membuat kita mengeluarkan tenaga, waktu dan uang, bahkan uang jajan yang seharusnya kita gunakan untuk membeli makanan jika benar-benar keadaan mendesak seperti itu mau tidak mau uang jajan itu digunakan untuk membayar laundry tersebut.

Kita lihat lagi dari segi kesehatan. Jika mahasiswa anak rumahan jatuh sakit, maka mereka langsung ditangani cepat oleh orang tuanya untuk masalah pengobatan dan lain sebagainya, sedangkan jika mahasiswa anak kos, apalagi yang merantau dari luar pulau jauh dari orang tua, ketika mereka jatuh sakit apa yang bisa lakukan?

Mereka pasti dibantu oleh teman-temannya saja, untuk soal biaya pengobatan orang tua mereka akan memberikan melalui transfer ke rekening mereka. Akan tetapi terkadang anak kos juga merelakan uang jajan mereka yang mereka punya untuk dijadikan biaya pengobatan mereka sendiri, karena mereka juga berpikir tidak ingin terus meminta ke orang tua terlalu banyak.

Jika kita lihat lagi dari segi keaktifan di organisasi, di dalam organisasi jika kita sebagai pengurus maka pastilah ada yang namanya iuran pengurus, karena salah satu pemasukan untuk organisasi itu didapat dari iuran pengurus. Jika mahasiswa anak rumahan yang aktif di organisasi, mungkin mereka bisa saja meminta langsung uang di luar uang jajan mereka kepada orang tua untuk membayar iuran tersebut. Sedangkan mahasiswa anak kos untuk masalah iuran tersebut mau tidak mau mereka juga terkadang harus merelakan uang jajan mereka untuk membayar kewajibannya tersebut.

Nah, jika kita melihat lagi nih dari segi mahasiswa yang senang berbelanja online, belanja online sudah menjadi kesenangan bagi kebanyakan mahasiswi jaman now ya, sebagian besar mahasiswi jika sudah melihat barang-barang bagus di online shop (toko online) ingin membeli barang tersebut, akan tetapi mahasiswi tersebut sebelum membeli barang, mereka pasti akan melihat harga dan biaya pengiriman barang tersebut hingga sampai di tujuan.

Jika mahasiswi anak rumahan untuk membeli barang yang diinginkan tersebut kebanyakan mereka meminta uang langsung kepada orang tuanya, sedangkan mahasiswi anak kos, mereka akan merelakan uang jajan atau bahkan merelakan uang konsumsi untuk barang tersebut.

Jadi jika kita simpulkan dari berbagai segi tersebut jelas tentu sudah berbeda dalam hal keuangan, istilahnya mahasiswa anak kos lebih besar pengeluarannya daripada pemasukannya, atau dengan kata lain lebih besar kredit, daripada debit.

  • Agar seimbang, baca juga tulisan mahasiswa rumahan:
  • Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing

Nah jika sudah begitu bagaimana sekarang mahasiswa anak kos dapat menambah uang jajan mereka? Apakah dengan cara meminta terus menerus kepada orang tua? Jika kita hanya bergantung pada uang orang tua saja apakah kita tidak merasa malu sebagai mahasiswa?

Mahasiswa anak kos jaman now harus membawa perubahan agar tidak menyusahkan orang tua, kita sebagai mahasiswa harus bisa berpikir, bertindak, melihat risiko-risiko yang akan dihadapi, serta solusi dari berbagai masalah yang ada. Mahasiswa harus bisa mengelola keuangan dengan baik, agar uang tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Bercerita sedikit tentang teman saya nih mahasiswa anak kos, sebut saja “Anto”, dia asli dari Tuban, merantau ke seberang pulau untuk pendidikan di perguruan tinggi, jauh dari orang tua, uang yang didapat untuk kehidupan sehari-harinya tidak hanya berasal dari orang tua saja, tetapi dari beasiswa bidikmisi, akan tetapi dia berpikir “kehidupan anak kos tidak bisa hanya mengandalkan uang orang tua dan bidikmisi saja, tetapi bagaimana caranya agar dapat menambah uang jajan lagi”.

Suatu hari, ketika dia sedang main di kos teman akrabnya  yang hobby menulis, sebut saja “Opik”, seketika itu Opik melihat Anto memegang handphone-nya yang hanya melihat status-status cewek, dan Opik pun berkata “jangan hanya stalking cewe aja, ayo belajar menulis”.

Disitulah Anto mulai termotivasi untuk memulai awal menulis. Singkat cerita, Anto pun semakin berkembang dalam penulisannya, hingga pada akhirnya dia berhasil menerbitkan sebuah novel yang berjudul “Munajat Hati”, dan disitulah Anto berhasil mendapatkan uang jajan tambahan dari hasil penjualan novel tersebut.

Jadi salah satu cara untuk mendapatkan uang jajan tambahan bisa dengan cara berkarya. Termotivasi, bukan? Semua bisa berkarya apabila ada niat dan usaha.

Bukan hanya itu saja caranya menambah uang jajan, ada beberapa tips lagi nih, yang selanjutnya yaitu dengan cara menjual pulsa handphone, menjual kuota internet, dan sejenisnya.

Apalagi di kalangan mahasiswa jaman now bisa dikatakan “internet adalah nyawa”, artinya mahasiswa sangat bergantung pada internet, karena mahasiswa lebih baik tidak makan daripada tidak punya paket data internet, bukankah begitu? Sebagian besar pasti mengatakan iya, termasuk saya.

Walaupun keuntungan dari penjualan tersebut tidak seberapa, jika dikumpulkan terus menerus maka akan bisa menambah penghasilan, jadi dapat menambah uang jajan tanpa harus meminta lebih kepada orang tua.

Cara selanjutnya juga bisa dengan menabung, jadi ketika orang tua kita memberikan uang kepada kita, coba kita sisihkan uang tersebut ke dalam celengan kurang lebih 10% dari setiap uang yang ditransfer, dengan begitu bisa menambah uang jajan.

Cara selanjutnya yaitu dengan menyusun anggaran belanja rutin, memang cara ini terkadang sulit untuk diterapkan dikalangan mahasiswa, akan tetapi jika cara ini bisa dilakukan secara konsisten dan niat, pasti bisa menambah uang jajan, yaitu pertama haruslah menuliskan di catatan kebutuhan-kebutuhan pokok yang pasti dibutuhkan setiap bulannya, seperti uang bensin, uang makan, biaya kos bagi yang per bulan bayarnya, dan lain sebagainya, dengan begitu anggaran telah terstruktur untuk pengeluaran tiap bulannya dan mahasiswa pun bisa mengelola uang jajan juga dengan baik.

Itulah beberapa cara agar mendapat uang jajan tambahan, dengan begitu kesimpulannya adalah pandai-pandailah dalam mengelola uang, jangan sampai mahasiswa yang dipermainkan oleh uang, namun jadilah mahasiswa yang gemar mendebit. Kekayaan adalah hal relatif, karena ia yang memiliki sedikit uang dan sedikit keinginan lebih kaya, daripada dia yang memiliki banyak uang dan banyak keinginan. Kekayaan adalah bukan berapa banyak uang yang anda hasilkan, tetapi berapa uang yang anda simpan, seberapa keras uang bekerja untuk anda. (T)

Tags: anak kosekonomikampusmahasiswaPendidikan
Share30TweetSendShareSend
Previous Post

Di Klungkung, Skateboard Makin Ngetrend – Pemain Mimpi Punya Skate Park

Next Post

Bergerak Jika Ada Jarak – Curhatan Orang yang Gagal Menulis Opini

Fatika Arum Rahmawati

Fatika Arum Rahmawati

Lahir di Tabanan, 28 Juli 1997. Wanita karier sekaligus seorang istri.

Related Posts

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails
Next Post

Bergerak Jika Ada Jarak - Curhatan Orang yang Gagal Menulis Opini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co