3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin Harus Jadi Panutan Seakan Ia Manusia Setengah Dewa? Ah, Omong Kosong…

Narendra Permana by Narendra Permana
February 2, 2018
in Opini

Ilustrasi diolah dari Google

APA sih itu pemimpin? Dan siapa orang yang pantas menjadi pemimpin?

Bukankah pemimpin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari kata “pimpin” yang berarti dibimbing, dituntun. Jadi “Pemimpin” adalah orang yang membimbing, menuntun, (orang yang memimpin).

Lalu siapakah orang yang pantas menjadi “pemimpin” itu? Apakah orang yang mempunyai kekuasaan? Orang yang memiliki banyak uang? Atau orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan?

Omong kosong menurutku. Semua orang bisa menjadi pemimpin, walaupun ia tidak memimpin sebuah organisasi kecil seperti organisasi universitas maupun organisasi besar seperti pemerintahan. Setidaknya ia telah memimpin dirinya sendiri untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Lalu apakah pemimpin harus menjadi panutan? Panutan siapa? Anggotanya? Banyak orang? Sekali lagi menurutku omong kosong, jika ia bisa membimbing dan menuntun banyak orang sudah cukup menjadi seorang “pemimpin” menurut definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tetapi masih banyak orang yang mengharuskan seorang pemimpin yang memiliki sifat yang baik, sopan, ramah, dan segala macam kebaikannya. Hanya bisa melihat fisik luarnya saja tanpa pernah melihat kerjanya baik dalam membimbing maupun menuntun dan memimpin anggotanya maupun banyak orang.

Pokoknya kalau ngerokok tidak cocok jadi pemimpin katanya, pokoknya kalau suka minum minuman keras tidak cocok jadi pemimpin katanya, pokoknya kalau bertato tidak cocok jadi pemimpin katanya, dan masih banyak kebutuhan pokok lainnya katanya.

Pemimpin Dalam Organisasi Kecil (Universitas)

Mengapa saya bilang kecil, karena yang saya bilang besar itu adalah organisasi pemerintahan. Selain pemerintahan, ya, kecil, hahaha.

Dalam kuliah, jika pernah diajar oleh pimpinan fakultas seperti dekan atau wakil dekan, atau jajarannya, sering membuat kita agak maklum. Biasanya, jika dihitung-hitung jam mengajarnya, para pemimpin itu sering tidak mengajar secara penuh dalam 16 kali pertemuan, (walaupun beberapa dosen juga seperti itu). Alasannya, ya, karena kesibukan beliau dalam urusan-urusan kepemimpinannya.

Belum lagi, pimpinan fakultas maupun pimpinan universitas, kadang juga membuat mahasiswa gigit jari. Beliau yang telah diundang oleh para mahasiswa yang selalu dicintai dan dibanggakan sebagaimana disebut dalam setiap pidato pembukaan, tapi para pemimpin itu jarang menghadiri undangan untuk berbaur bersama mahasiswa dalam sebuah acara mahasiswa. Tentu saja, ya, karena alasan kesibukan kepemimpinannya.

Tetapi apakah kita harus melihat kepemimpinan seseorang hanya dari sudut pandang pengajaran maupun dalam mengadiri undangan sebuah acara nahasiswa saja? Tentu saja tidak. Kita memang harus maklum bahwa para pemimpin tersebut memiliki banyak kesibukan baik dalam kesibukan kepemimpinannya bahkan sampai kesibukan pribadinya yang tidak bisa ditinggalkan.

Pemimpin dalam Organisasi Besar (Pemerintahan)

Dimulai dari Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap kita sapa Ahok. Pemimpin yang satu ini merupakan Gubernur DKI Jakarta ke-17 yang sekarang jabatannya sedang diperebutkan. Pemimpin ini gaya bicaranya ceplas-ceplos. Pemimpin kita ini kerap dibilang tidak sopan (ya karena cepals ceplos itu), bahkan disebut sebagai penista agama.

Lalu, ada Susi Pudjiastuti, pemimimpin yang satu ini merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia putus sekolah pada kelas dua SMA, merokok, dan bertato, dan kerap kali di-bully di media sosial sebagai menteri yang hanya lulusan SMP, merokok, dan bertato.

Belum lagi Bapak Negara kita yaitu Presiden Joko Widodo atau yang kerap kita sapa Jokowi ini sering kali eksis di media sosial dengan tingkah polosnya dari video blog (vlog) sang anak Kaesang maupun dari vlog-nya sendiri. Jokowi juga kerap memberikan pertanyaan kepada masyarakat jika ia sedang berkunjung ke suatu tempat, seperti pertanyaan nama-nama ikan, dan biasanya hadiahnya sebuah sepeda.

Hmm… begitulah Para Pemimpin kita dalam organisasi pemerintahan, apakah ada yang salah? Sekali lagi jangan kita lihat dari fisik luarnya saja tetapi coba kita lihat kemajuan yang telah mereka lakukan pada Negara ini, seperti mencoba menanggulangi banjir dan kemacetan, membuat rumah susun, menenggelamkan kapal asing pencuri ikan, membayar utang Negara dan masih banyak lagi.

Apakah beberapa hal dari pemimpin di atas, baik dalam organisasi kecil (universitas) maupun organisasi besar (pemerintahan), bisa kita sebut sebagai panutan? Omong kosong. Karena mereka tentu bukan dewa, malaikat, atau orang suci. Jika mau menjadikan panutan, jangan hanya melihat fisiknya, caranya berucap, atau gayanya sehari-hari. Silahkan dipilih dan dipilah sendiri, yang mana hal yang baik untuk “ditiru” sesuai dengan karakter kita.

Jika tak suka sama pemimpin merokok, jangan perilaku merokoknya dijadikan panutan. Lihat bagaimana ia menuntun anggotanya agar menjadi maju. Jika tak bisa ngomong ceplas-ceplos, misalnya karena sejak kecil sudah diajari sopan-santun selevel dewa, maka jangan ceplas-ceplosnya dijadikan panutan. Lihat bagaimana sikap tegasnya dalam memberantas kebatilan.

Jadi, yang dijadikan panutan bukan fisiknya, melainkan apa yang sudah dikerjakan sehingga sebuah organisasi menjadi berkembang dan maju terus. Jelaslah, mana hal yang tak perlu dicontoh dan mana hal yang tidak patut dicontoh.

Pemimpin juga manusia, bukan manusia setengah dewa (seperti kata Iwan Fals), apalagi dewa. Sebagai manusia ia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tidak hanya memiliki sifat baik selayaknya orang suci, ia juga memiliki sifat yang “secara umum” sering dikatagorikan sebagai hal yang buruk (seperti merokok, ngomong cepals-ceplos sehingga dianggap tak sopan). Mereka juga memiliki kepentingan yang berbeda-beda pula, mereka bebas menentukan jalan hidupnya. Dan apabila suatu hari nanti mereka terjerat kasus hukum, sekali lagi, mereka juga manusia yang tak luput dari dosa. (T)

Tags: kemanusiaanpemimpin
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Naga Basuki, Besakih, dan Perayaan Sugihan

Next Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kritik Teater, Interpretasi, Manipulasi

Narendra Permana

Narendra Permana

Bernama lengkap I Nengah Narendra Permana atau biasa dipanggil Rendra Kalem. Lahir di Jakarta, 26 April 1997. Anak kedua dari pasangan I Ketut Subagia dan Sri Hartatik.

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kritik Teater, Interpretasi, Manipulasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co