22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin Harus Jadi Panutan Seakan Ia Manusia Setengah Dewa? Ah, Omong Kosong…

Narendra Permana by Narendra Permana
February 2, 2018
in Opini

Ilustrasi diolah dari Google

APA sih itu pemimpin? Dan siapa orang yang pantas menjadi pemimpin?

Bukankah pemimpin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari kata “pimpin” yang berarti dibimbing, dituntun. Jadi “Pemimpin” adalah orang yang membimbing, menuntun, (orang yang memimpin).

Lalu siapakah orang yang pantas menjadi “pemimpin” itu? Apakah orang yang mempunyai kekuasaan? Orang yang memiliki banyak uang? Atau orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan?

Omong kosong menurutku. Semua orang bisa menjadi pemimpin, walaupun ia tidak memimpin sebuah organisasi kecil seperti organisasi universitas maupun organisasi besar seperti pemerintahan. Setidaknya ia telah memimpin dirinya sendiri untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Lalu apakah pemimpin harus menjadi panutan? Panutan siapa? Anggotanya? Banyak orang? Sekali lagi menurutku omong kosong, jika ia bisa membimbing dan menuntun banyak orang sudah cukup menjadi seorang “pemimpin” menurut definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tetapi masih banyak orang yang mengharuskan seorang pemimpin yang memiliki sifat yang baik, sopan, ramah, dan segala macam kebaikannya. Hanya bisa melihat fisik luarnya saja tanpa pernah melihat kerjanya baik dalam membimbing maupun menuntun dan memimpin anggotanya maupun banyak orang.

Pokoknya kalau ngerokok tidak cocok jadi pemimpin katanya, pokoknya kalau suka minum minuman keras tidak cocok jadi pemimpin katanya, pokoknya kalau bertato tidak cocok jadi pemimpin katanya, dan masih banyak kebutuhan pokok lainnya katanya.

Pemimpin Dalam Organisasi Kecil (Universitas)

Mengapa saya bilang kecil, karena yang saya bilang besar itu adalah organisasi pemerintahan. Selain pemerintahan, ya, kecil, hahaha.

Dalam kuliah, jika pernah diajar oleh pimpinan fakultas seperti dekan atau wakil dekan, atau jajarannya, sering membuat kita agak maklum. Biasanya, jika dihitung-hitung jam mengajarnya, para pemimpin itu sering tidak mengajar secara penuh dalam 16 kali pertemuan, (walaupun beberapa dosen juga seperti itu). Alasannya, ya, karena kesibukan beliau dalam urusan-urusan kepemimpinannya.

Belum lagi, pimpinan fakultas maupun pimpinan universitas, kadang juga membuat mahasiswa gigit jari. Beliau yang telah diundang oleh para mahasiswa yang selalu dicintai dan dibanggakan sebagaimana disebut dalam setiap pidato pembukaan, tapi para pemimpin itu jarang menghadiri undangan untuk berbaur bersama mahasiswa dalam sebuah acara mahasiswa. Tentu saja, ya, karena alasan kesibukan kepemimpinannya.

Tetapi apakah kita harus melihat kepemimpinan seseorang hanya dari sudut pandang pengajaran maupun dalam mengadiri undangan sebuah acara nahasiswa saja? Tentu saja tidak. Kita memang harus maklum bahwa para pemimpin tersebut memiliki banyak kesibukan baik dalam kesibukan kepemimpinannya bahkan sampai kesibukan pribadinya yang tidak bisa ditinggalkan.

Pemimpin dalam Organisasi Besar (Pemerintahan)

Dimulai dari Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap kita sapa Ahok. Pemimpin yang satu ini merupakan Gubernur DKI Jakarta ke-17 yang sekarang jabatannya sedang diperebutkan. Pemimpin ini gaya bicaranya ceplas-ceplos. Pemimpin kita ini kerap dibilang tidak sopan (ya karena cepals ceplos itu), bahkan disebut sebagai penista agama.

Lalu, ada Susi Pudjiastuti, pemimimpin yang satu ini merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia putus sekolah pada kelas dua SMA, merokok, dan bertato, dan kerap kali di-bully di media sosial sebagai menteri yang hanya lulusan SMP, merokok, dan bertato.

Belum lagi Bapak Negara kita yaitu Presiden Joko Widodo atau yang kerap kita sapa Jokowi ini sering kali eksis di media sosial dengan tingkah polosnya dari video blog (vlog) sang anak Kaesang maupun dari vlog-nya sendiri. Jokowi juga kerap memberikan pertanyaan kepada masyarakat jika ia sedang berkunjung ke suatu tempat, seperti pertanyaan nama-nama ikan, dan biasanya hadiahnya sebuah sepeda.

Hmm… begitulah Para Pemimpin kita dalam organisasi pemerintahan, apakah ada yang salah? Sekali lagi jangan kita lihat dari fisik luarnya saja tetapi coba kita lihat kemajuan yang telah mereka lakukan pada Negara ini, seperti mencoba menanggulangi banjir dan kemacetan, membuat rumah susun, menenggelamkan kapal asing pencuri ikan, membayar utang Negara dan masih banyak lagi.

Apakah beberapa hal dari pemimpin di atas, baik dalam organisasi kecil (universitas) maupun organisasi besar (pemerintahan), bisa kita sebut sebagai panutan? Omong kosong. Karena mereka tentu bukan dewa, malaikat, atau orang suci. Jika mau menjadikan panutan, jangan hanya melihat fisiknya, caranya berucap, atau gayanya sehari-hari. Silahkan dipilih dan dipilah sendiri, yang mana hal yang baik untuk “ditiru” sesuai dengan karakter kita.

Jika tak suka sama pemimpin merokok, jangan perilaku merokoknya dijadikan panutan. Lihat bagaimana ia menuntun anggotanya agar menjadi maju. Jika tak bisa ngomong ceplas-ceplos, misalnya karena sejak kecil sudah diajari sopan-santun selevel dewa, maka jangan ceplas-ceplosnya dijadikan panutan. Lihat bagaimana sikap tegasnya dalam memberantas kebatilan.

Jadi, yang dijadikan panutan bukan fisiknya, melainkan apa yang sudah dikerjakan sehingga sebuah organisasi menjadi berkembang dan maju terus. Jelaslah, mana hal yang tak perlu dicontoh dan mana hal yang tidak patut dicontoh.

Pemimpin juga manusia, bukan manusia setengah dewa (seperti kata Iwan Fals), apalagi dewa. Sebagai manusia ia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tidak hanya memiliki sifat baik selayaknya orang suci, ia juga memiliki sifat yang “secara umum” sering dikatagorikan sebagai hal yang buruk (seperti merokok, ngomong cepals-ceplos sehingga dianggap tak sopan). Mereka juga memiliki kepentingan yang berbeda-beda pula, mereka bebas menentukan jalan hidupnya. Dan apabila suatu hari nanti mereka terjerat kasus hukum, sekali lagi, mereka juga manusia yang tak luput dari dosa. (T)

Tags: kemanusiaanpemimpin
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Naga Basuki, Besakih, dan Perayaan Sugihan

Next Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kritik Teater, Interpretasi, Manipulasi

Narendra Permana

Narendra Permana

Bernama lengkap I Nengah Narendra Permana atau biasa dipanggil Rendra Kalem. Lahir di Jakarta, 26 April 1997. Anak kedua dari pasangan I Ketut Subagia dan Sri Hartatik.

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kritik Teater, Interpretasi, Manipulasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co