14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pemimpin Harus Jadi Panutan Seakan Ia Manusia Setengah Dewa? Ah, Omong Kosong…

Narendra Permana by Narendra Permana
February 2, 2018
in Opini

Ilustrasi diolah dari Google

APA sih itu pemimpin? Dan siapa orang yang pantas menjadi pemimpin?

Bukankah pemimpin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berasal dari kata “pimpin” yang berarti dibimbing, dituntun. Jadi “Pemimpin” adalah orang yang membimbing, menuntun, (orang yang memimpin).

Lalu siapakah orang yang pantas menjadi “pemimpin” itu? Apakah orang yang mempunyai kekuasaan? Orang yang memiliki banyak uang? Atau orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan?

Omong kosong menurutku. Semua orang bisa menjadi pemimpin, walaupun ia tidak memimpin sebuah organisasi kecil seperti organisasi universitas maupun organisasi besar seperti pemerintahan. Setidaknya ia telah memimpin dirinya sendiri untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Lalu apakah pemimpin harus menjadi panutan? Panutan siapa? Anggotanya? Banyak orang? Sekali lagi menurutku omong kosong, jika ia bisa membimbing dan menuntun banyak orang sudah cukup menjadi seorang “pemimpin” menurut definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Tetapi masih banyak orang yang mengharuskan seorang pemimpin yang memiliki sifat yang baik, sopan, ramah, dan segala macam kebaikannya. Hanya bisa melihat fisik luarnya saja tanpa pernah melihat kerjanya baik dalam membimbing maupun menuntun dan memimpin anggotanya maupun banyak orang.

Pokoknya kalau ngerokok tidak cocok jadi pemimpin katanya, pokoknya kalau suka minum minuman keras tidak cocok jadi pemimpin katanya, pokoknya kalau bertato tidak cocok jadi pemimpin katanya, dan masih banyak kebutuhan pokok lainnya katanya.

Pemimpin Dalam Organisasi Kecil (Universitas)

Mengapa saya bilang kecil, karena yang saya bilang besar itu adalah organisasi pemerintahan. Selain pemerintahan, ya, kecil, hahaha.

Dalam kuliah, jika pernah diajar oleh pimpinan fakultas seperti dekan atau wakil dekan, atau jajarannya, sering membuat kita agak maklum. Biasanya, jika dihitung-hitung jam mengajarnya, para pemimpin itu sering tidak mengajar secara penuh dalam 16 kali pertemuan, (walaupun beberapa dosen juga seperti itu). Alasannya, ya, karena kesibukan beliau dalam urusan-urusan kepemimpinannya.

Belum lagi, pimpinan fakultas maupun pimpinan universitas, kadang juga membuat mahasiswa gigit jari. Beliau yang telah diundang oleh para mahasiswa yang selalu dicintai dan dibanggakan sebagaimana disebut dalam setiap pidato pembukaan, tapi para pemimpin itu jarang menghadiri undangan untuk berbaur bersama mahasiswa dalam sebuah acara mahasiswa. Tentu saja, ya, karena alasan kesibukan kepemimpinannya.

Tetapi apakah kita harus melihat kepemimpinan seseorang hanya dari sudut pandang pengajaran maupun dalam mengadiri undangan sebuah acara nahasiswa saja? Tentu saja tidak. Kita memang harus maklum bahwa para pemimpin tersebut memiliki banyak kesibukan baik dalam kesibukan kepemimpinannya bahkan sampai kesibukan pribadinya yang tidak bisa ditinggalkan.

Pemimpin dalam Organisasi Besar (Pemerintahan)

Dimulai dari Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap kita sapa Ahok. Pemimpin yang satu ini merupakan Gubernur DKI Jakarta ke-17 yang sekarang jabatannya sedang diperebutkan. Pemimpin ini gaya bicaranya ceplas-ceplos. Pemimpin kita ini kerap dibilang tidak sopan (ya karena cepals ceplos itu), bahkan disebut sebagai penista agama.

Lalu, ada Susi Pudjiastuti, pemimimpin yang satu ini merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia putus sekolah pada kelas dua SMA, merokok, dan bertato, dan kerap kali di-bully di media sosial sebagai menteri yang hanya lulusan SMP, merokok, dan bertato.

Belum lagi Bapak Negara kita yaitu Presiden Joko Widodo atau yang kerap kita sapa Jokowi ini sering kali eksis di media sosial dengan tingkah polosnya dari video blog (vlog) sang anak Kaesang maupun dari vlog-nya sendiri. Jokowi juga kerap memberikan pertanyaan kepada masyarakat jika ia sedang berkunjung ke suatu tempat, seperti pertanyaan nama-nama ikan, dan biasanya hadiahnya sebuah sepeda.

Hmm… begitulah Para Pemimpin kita dalam organisasi pemerintahan, apakah ada yang salah? Sekali lagi jangan kita lihat dari fisik luarnya saja tetapi coba kita lihat kemajuan yang telah mereka lakukan pada Negara ini, seperti mencoba menanggulangi banjir dan kemacetan, membuat rumah susun, menenggelamkan kapal asing pencuri ikan, membayar utang Negara dan masih banyak lagi.

Apakah beberapa hal dari pemimpin di atas, baik dalam organisasi kecil (universitas) maupun organisasi besar (pemerintahan), bisa kita sebut sebagai panutan? Omong kosong. Karena mereka tentu bukan dewa, malaikat, atau orang suci. Jika mau menjadikan panutan, jangan hanya melihat fisiknya, caranya berucap, atau gayanya sehari-hari. Silahkan dipilih dan dipilah sendiri, yang mana hal yang baik untuk “ditiru” sesuai dengan karakter kita.

Jika tak suka sama pemimpin merokok, jangan perilaku merokoknya dijadikan panutan. Lihat bagaimana ia menuntun anggotanya agar menjadi maju. Jika tak bisa ngomong ceplas-ceplos, misalnya karena sejak kecil sudah diajari sopan-santun selevel dewa, maka jangan ceplas-ceplosnya dijadikan panutan. Lihat bagaimana sikap tegasnya dalam memberantas kebatilan.

Jadi, yang dijadikan panutan bukan fisiknya, melainkan apa yang sudah dikerjakan sehingga sebuah organisasi menjadi berkembang dan maju terus. Jelaslah, mana hal yang tak perlu dicontoh dan mana hal yang tidak patut dicontoh.

Pemimpin juga manusia, bukan manusia setengah dewa (seperti kata Iwan Fals), apalagi dewa. Sebagai manusia ia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tidak hanya memiliki sifat baik selayaknya orang suci, ia juga memiliki sifat yang “secara umum” sering dikatagorikan sebagai hal yang buruk (seperti merokok, ngomong cepals-ceplos sehingga dianggap tak sopan). Mereka juga memiliki kepentingan yang berbeda-beda pula, mereka bebas menentukan jalan hidupnya. Dan apabila suatu hari nanti mereka terjerat kasus hukum, sekali lagi, mereka juga manusia yang tak luput dari dosa. (T)

Tags: kemanusiaanpemimpin
Share8TweetSendShareSend
Previous Post

Naga Basuki, Besakih, dan Perayaan Sugihan

Next Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kritik Teater, Interpretasi, Manipulasi

Narendra Permana

Narendra Permana

Bernama lengkap I Nengah Narendra Permana atau biasa dipanggil Rendra Kalem. Lahir di Jakarta, 26 April 1997. Anak kedua dari pasangan I Ketut Subagia dan Sri Hartatik.

Related Posts

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

by I Gede Joni Suhartawan
April 13, 2026
0
BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

BEGINILAH sebuah paradoks yang dilakoni Bali ketika berada di jagat politik anggaran Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta: Bali adalah si...

Read moreDetails

BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

by I Gede Joni Suhartawan
April 12, 2026
0
BALI DALAM JEPITAN —Membaca Skenario di Balik Tekanan Terhadap Koster

BELAKANGAN ini, wajah politik di Bali tampak tidak sedang baik-baik saja. Jika kita jeli membaca arah angin dari Jakarta, ada...

Read moreDetails

Singkong dan Dosa Orde Baru

by Jaswanto
April 9, 2026
0
Singkong dan Dosa Orde Baru

RASANYA gurih, meski hanya dibubuhi garam. Teksturnya lembut sekaligus sedikit lengket di lidah. Tampilannya sederhana saja, mencerminkan masyarakat yang mengolah...

Read moreDetails
Next Post

Catatan Kecil Putu Wijaya: Kritik Teater, Interpretasi, Manipulasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co