2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naga Basuki, Besakih, dan Perayaan Sugihan

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Foto: Agung Putradhyana

Naga Basuki suki nikang lemah

‘Naga Basuki adalah poros atau pusat rotasi bumi’

(Kakawin Ramayana, 15.31)

 

Etimologi Basuki

Ungkapan tersebut di atas sangat mendalam, punya dua makna, secara geologi dan juga mitologis. Secara mitologis diyakini bahwa ada keyakinan makhluk mitologis bernama Naga Basuki yang menjadi pengendali poros atau pusat rotasi daripada per putaran bumi.

Sementara secara geologis, bisa dipaparkan sebagai berikut.

Dalam bahasa Jawa Kuno kata ba sama dengan wa, yang berarti coal (batu bara), atau piece of burning material which is aglow (benda terbakar yang mana mengeluarkan panas-cahaya-radiasi).[1] Kata suki berarti hub, axle (poros, axis, pusat).[2] Ba-suki dengan demikian berarti pusat atau poros rotasi yang berpijar yang mengeluarkan bara api).

Naga Basuki dengan demikian mempunyai makna etimologis yang cocok dengan ilmu geologi dan pengetahuan modern bahwa pada poros bumi ada pusat api atau magma yang sangat panas. Pusat panas bumi ini disebut dalam bahasa mitologi sebagai Naga Basuki.

Referensi Kesastraan

Tentang Basuki dalam sejarah Kerajaan Bima, disebutkan sebagai berikut.

Sang Yang Tunggal has two sons, Bhatara Indra Guru and Sang Hyang Wenang, but the lineage continues with Bhatara Indra Guru, and not with Sang Hyang Wenang as his parentage comes from evil spirits and devils. Bhatara Indra Guru has one son Bhatara Indra Brahma and a grand- son Maharaja Indra Palasyara. Palasyara bears the title of bhagawan. Bhagawan Palasyara in his turn has two sons, Maharaja Tunggal Pandita and Bhatara Indra. The lineage proceeds with Maharaja Tunggal Pandita who has two sons, named Bhagawan Biyasa and Bhagawan Basugi, who rule over the spirits of the west and the abode of the gods (kahyangan)[3].

Pokok perhatian saya pada nama Bhagawan Basugi, yang di Jawa kata ini tiada lain dari kata basuki. Ba-sugi adalah pengucapan lain dari ba-suki. Istilah bhagawan dengan naga adalah kata sandang untuk makhluk mitologis yang bisa saling menggantikan, kadang disebut Bhagawan Basuki dan atau Naga Basuki, makhluk mitologis yang penjaga “alam bawah” atau yang bersembunyi di bawah bumi menjaga tatanan keseimbangan kosmik, keselamatan.

Naskah Korawagrama menjelaskan ada tiga lapis dunia atau Tri Patala: lapisan pertama dikuasai oleh Baruna, penguasa lautan, yang mana dalam Nawarucci  disebutkan bertahta di Surga; lapis kedua dikuasai oleh Basuki; dan lapisan ketiga, Antabogha, dunia naga, yang menguasai ‘dunia bawah’. Jika gempa bumi terjadi, dalam cerita rakyat Asia dikatakan naga di bumi sedang bergerak. Keseimbangan bumi atau keselamatan identik dengan Basuki, di Jawa sendiri kata basuki berarti selamat. Ada pendapat yang mengatakan pemujaan untuk keselamatan dengan memuja Basuki ini salah satunya menjadi cikal bakal tradisi selametan atau basukihan.

Dalam sejarah Pura Besakih disebutkan bahwa kata Besakih berasal dari kata besuki atau basuki. Diyakini, sebagaimana cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Besakih dan Bali, di titik yang kita kenal sekarang sebagai Pura Besakih itulah upakara suci atau selametan (basukihan) pertama kali dilakukan untuk memulai “peradaban baru” atau membuka tanah hutan menjadi kawasan suci dan pusat kosmik peradaban Bali. Cerita ini terkait dengan cerita rakyat tentang kedatangan penduduk Gunung Raung, Jawa Timur, yang diyakini di awal masehi hijrah ke Bali dan membuka tanah perdikan dan kehidupan baru di Bali.

Perayaan selamatan yaitu basukihan atau basugihan yang kemudian mengalami pemendekan ucapan menjadi Sugihan, punya korelasi kuat bahwa Pura Basukihan (selanjutnya sekarang dikenal nama Pura Besakih), seperti disebutkan dalam banyak literatur (di antaranya dalam lontar Usana Bali), telah menjadi titik spiritual dan cikal-bakal Bali dalam tradisi selamatan atau basukihan-basugihan. Di sana dikatakan telah ditanam panca datu yang punya kekuatan yang secara rohaniah bisa berkontribusi pada keselamatan dan keseimbangan bumi Bali.

Perayaan Sugihan dalam Konteks Pelintangan

Tradisi memuja keselamatan bumi (basugihan atau basukihan) yang telah sedemikian mengakar dan teragendakan dalam perhitungan wariga (kalender Bali) yang siklusnya datang setiap 210 hari sekali, kita kenal sebagai perayaan Sugihan yang tak lepas dari konteks perayaan besar Galungan.

Jika kita melihat makna ritual Sugihan, yang terbagi menjadi Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, maknanya tidak lain daripada upacara selamatan dan penyucian (basugihan atau basukihan). Perayaan Sugihan tidak lepas dari konteks perayaan Galungan di mana Sugihan merupakan momentum untuk menyambut perayaan Galungan dengan sarana Banten Pengresik (Sesaji sarana penyucian) dan Canang Burat Wangi (Bunga persembahan pengarum-arum). Pada saat parayaan Sugihan, Banten Pengeresik dan Burat Wangi menjadi sarana permohonan kesucian dan keselamatan.

Jika ditilik dari pelintangan (perhitungan penanggalan Bali)[4], perayaan Sugihan Jawa jatuh pada hari dimana Aras Kembang–Tunggak Semi: Kembang terbuahi–Batang tumbuh bersemi. Dua istilah ini merujuk pada awal baik melakukan “penanaman dan menghidupkan”, menyemai dan meneguhkan kesadaran untuk tumbuh. Pada Sugihan Jawa, bumi dalam pengaruh Laku Bulan–Wisesa Segara: Benderang cahaya (dan gravitasi) Bulan berpadu kekuatan laut, mereka saling ‘bersapa’. Lantas memuncak pada Galungan yang punya perangai Laku Surya–Lebu Ketiup Angin: Terang benderang Cahaya Matahari (di luar dan di dalam diri)–Debu (keruh pikiran dan kekotoran dunia) ditiup angin.

Perayaan Sugihan menuju Galungan dalam tinjauan pelintangan ini, sangat terang maknanya, dari Aras Kembang–Tunggak Semi menuju Laku Surya –Lebu Ketiup Angin.  Berangkat dari kesadaran menanam dan menghidupkan tunggak dalam diri untuk tumbuh, menuju terang benderang Cahaya Matahari di dalam dan luar diri. Perayaan Sugihan adalah momentum membuka cakrawala diri agar debu pikiran habis ditiup angin. (T)

Catatan:

[1] Lihat Old Javanese-English Dictionary II, karya P.J. Zoetmulder, halaman 2160.

[2] Lihat Old Javanese-English Dictionary II, karya P.J. Zoetmulder, halaman 1840.

[3] The Worship of Bhima, The representations of Bhima on Java during the Majapahit Period, Marijke Duijker, Amsterdam in 1944. Volume I: Text. EON Pers Amstelveen 2010.

[4] Lihat Kalender Bali oleh Bambang Gde Rawi atau Kalender Bali lainnya.

Tags: besakihhari raya galungansugihan
Share161TweetSendShareSend
Previous Post

Musik Fusion – Sejumlah Pertanyaan Sejumlah Jawaban

Next Post

Pemimpin Harus Jadi Panutan Seakan Ia Manusia Setengah Dewa? Ah, Omong Kosong…

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post

Pemimpin Harus Jadi Panutan Seakan Ia Manusia Setengah Dewa? Ah, Omong Kosong…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co