12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Naga Basuki, Besakih, dan Perayaan Sugihan

Sugi Lanus by Sugi Lanus
February 2, 2018
in Esai

Foto: Agung Putradhyana

Naga Basuki suki nikang lemah

‘Naga Basuki adalah poros atau pusat rotasi bumi’

(Kakawin Ramayana, 15.31)

 

Etimologi Basuki

Ungkapan tersebut di atas sangat mendalam, punya dua makna, secara geologi dan juga mitologis. Secara mitologis diyakini bahwa ada keyakinan makhluk mitologis bernama Naga Basuki yang menjadi pengendali poros atau pusat rotasi daripada per putaran bumi.

Sementara secara geologis, bisa dipaparkan sebagai berikut.

Dalam bahasa Jawa Kuno kata ba sama dengan wa, yang berarti coal (batu bara), atau piece of burning material which is aglow (benda terbakar yang mana mengeluarkan panas-cahaya-radiasi).[1] Kata suki berarti hub, axle (poros, axis, pusat).[2] Ba-suki dengan demikian berarti pusat atau poros rotasi yang berpijar yang mengeluarkan bara api).

Naga Basuki dengan demikian mempunyai makna etimologis yang cocok dengan ilmu geologi dan pengetahuan modern bahwa pada poros bumi ada pusat api atau magma yang sangat panas. Pusat panas bumi ini disebut dalam bahasa mitologi sebagai Naga Basuki.

Referensi Kesastraan

Tentang Basuki dalam sejarah Kerajaan Bima, disebutkan sebagai berikut.

Sang Yang Tunggal has two sons, Bhatara Indra Guru and Sang Hyang Wenang, but the lineage continues with Bhatara Indra Guru, and not with Sang Hyang Wenang as his parentage comes from evil spirits and devils. Bhatara Indra Guru has one son Bhatara Indra Brahma and a grand- son Maharaja Indra Palasyara. Palasyara bears the title of bhagawan. Bhagawan Palasyara in his turn has two sons, Maharaja Tunggal Pandita and Bhatara Indra. The lineage proceeds with Maharaja Tunggal Pandita who has two sons, named Bhagawan Biyasa and Bhagawan Basugi, who rule over the spirits of the west and the abode of the gods (kahyangan)[3].

Pokok perhatian saya pada nama Bhagawan Basugi, yang di Jawa kata ini tiada lain dari kata basuki. Ba-sugi adalah pengucapan lain dari ba-suki. Istilah bhagawan dengan naga adalah kata sandang untuk makhluk mitologis yang bisa saling menggantikan, kadang disebut Bhagawan Basuki dan atau Naga Basuki, makhluk mitologis yang penjaga “alam bawah” atau yang bersembunyi di bawah bumi menjaga tatanan keseimbangan kosmik, keselamatan.

Naskah Korawagrama menjelaskan ada tiga lapis dunia atau Tri Patala: lapisan pertama dikuasai oleh Baruna, penguasa lautan, yang mana dalam Nawarucci  disebutkan bertahta di Surga; lapis kedua dikuasai oleh Basuki; dan lapisan ketiga, Antabogha, dunia naga, yang menguasai ‘dunia bawah’. Jika gempa bumi terjadi, dalam cerita rakyat Asia dikatakan naga di bumi sedang bergerak. Keseimbangan bumi atau keselamatan identik dengan Basuki, di Jawa sendiri kata basuki berarti selamat. Ada pendapat yang mengatakan pemujaan untuk keselamatan dengan memuja Basuki ini salah satunya menjadi cikal bakal tradisi selametan atau basukihan.

Dalam sejarah Pura Besakih disebutkan bahwa kata Besakih berasal dari kata besuki atau basuki. Diyakini, sebagaimana cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Besakih dan Bali, di titik yang kita kenal sekarang sebagai Pura Besakih itulah upakara suci atau selametan (basukihan) pertama kali dilakukan untuk memulai “peradaban baru” atau membuka tanah hutan menjadi kawasan suci dan pusat kosmik peradaban Bali. Cerita ini terkait dengan cerita rakyat tentang kedatangan penduduk Gunung Raung, Jawa Timur, yang diyakini di awal masehi hijrah ke Bali dan membuka tanah perdikan dan kehidupan baru di Bali.

Perayaan selamatan yaitu basukihan atau basugihan yang kemudian mengalami pemendekan ucapan menjadi Sugihan, punya korelasi kuat bahwa Pura Basukihan (selanjutnya sekarang dikenal nama Pura Besakih), seperti disebutkan dalam banyak literatur (di antaranya dalam lontar Usana Bali), telah menjadi titik spiritual dan cikal-bakal Bali dalam tradisi selamatan atau basukihan-basugihan. Di sana dikatakan telah ditanam panca datu yang punya kekuatan yang secara rohaniah bisa berkontribusi pada keselamatan dan keseimbangan bumi Bali.

Perayaan Sugihan dalam Konteks Pelintangan

Tradisi memuja keselamatan bumi (basugihan atau basukihan) yang telah sedemikian mengakar dan teragendakan dalam perhitungan wariga (kalender Bali) yang siklusnya datang setiap 210 hari sekali, kita kenal sebagai perayaan Sugihan yang tak lepas dari konteks perayaan besar Galungan.

Jika kita melihat makna ritual Sugihan, yang terbagi menjadi Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, maknanya tidak lain daripada upacara selamatan dan penyucian (basugihan atau basukihan). Perayaan Sugihan tidak lepas dari konteks perayaan Galungan di mana Sugihan merupakan momentum untuk menyambut perayaan Galungan dengan sarana Banten Pengresik (Sesaji sarana penyucian) dan Canang Burat Wangi (Bunga persembahan pengarum-arum). Pada saat parayaan Sugihan, Banten Pengeresik dan Burat Wangi menjadi sarana permohonan kesucian dan keselamatan.

Jika ditilik dari pelintangan (perhitungan penanggalan Bali)[4], perayaan Sugihan Jawa jatuh pada hari dimana Aras Kembang–Tunggak Semi: Kembang terbuahi–Batang tumbuh bersemi. Dua istilah ini merujuk pada awal baik melakukan “penanaman dan menghidupkan”, menyemai dan meneguhkan kesadaran untuk tumbuh. Pada Sugihan Jawa, bumi dalam pengaruh Laku Bulan–Wisesa Segara: Benderang cahaya (dan gravitasi) Bulan berpadu kekuatan laut, mereka saling ‘bersapa’. Lantas memuncak pada Galungan yang punya perangai Laku Surya–Lebu Ketiup Angin: Terang benderang Cahaya Matahari (di luar dan di dalam diri)–Debu (keruh pikiran dan kekotoran dunia) ditiup angin.

Perayaan Sugihan menuju Galungan dalam tinjauan pelintangan ini, sangat terang maknanya, dari Aras Kembang–Tunggak Semi menuju Laku Surya –Lebu Ketiup Angin.  Berangkat dari kesadaran menanam dan menghidupkan tunggak dalam diri untuk tumbuh, menuju terang benderang Cahaya Matahari di dalam dan luar diri. Perayaan Sugihan adalah momentum membuka cakrawala diri agar debu pikiran habis ditiup angin. (T)

Catatan:

[1] Lihat Old Javanese-English Dictionary II, karya P.J. Zoetmulder, halaman 2160.

[2] Lihat Old Javanese-English Dictionary II, karya P.J. Zoetmulder, halaman 1840.

[3] The Worship of Bhima, The representations of Bhima on Java during the Majapahit Period, Marijke Duijker, Amsterdam in 1944. Volume I: Text. EON Pers Amstelveen 2010.

[4] Lihat Kalender Bali oleh Bambang Gde Rawi atau Kalender Bali lainnya.

Tags: besakihhari raya galungansugihan
Share161TweetSendShareSend
Previous Post

Musik Fusion – Sejumlah Pertanyaan Sejumlah Jawaban

Next Post

Pemimpin Harus Jadi Panutan Seakan Ia Manusia Setengah Dewa? Ah, Omong Kosong…

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post

Pemimpin Harus Jadi Panutan Seakan Ia Manusia Setengah Dewa? Ah, Omong Kosong…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co