13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pasca-KKN: Hati yang Tertinggal dan Kita pun Menangis Mengenangnya…

Putri Handayani by Putri Handayani
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis

Saya adalah salah satu dari banyak orang yang sangat menikmati momen KKN, meski saya tidak mengetahui detail kisah KKN kalian satu per satu tapi saya berusaha mewakili rasa rindu kalian dengan tulisan ini. Cobalah baca tulisan isi sambil mendengarkan lagu khas yang sering kalian putar ketika KKN bersama teman-teman kalian.

TAHUN ajaran baru telah di mulai. Ada gaya hidup baru yang tumbuh serta atmosfer baru yang mengudara. Mahasiswa baru telah melepas atribut ospeknya dan mulai menapak di kampus yang baru, sementara mahasiswa semester 2, 4, dan 6 sudah naik ke semester 3, 5, dan 7.

Bagaimana dengan mahasiswa KKN? Apakah cerita semasa KKN masih mereka kenang atau telah ditutup rapat-rapat seiring dengan cinta lokasi yang tiba-tiba kandas karena masa aktifnya telah habis? Maaf jika cinta kalian harus berakhir karena saya masih meyakini bahwa di buku pedoman KKN ‘ajang mencari jodoh’ memang tidak tertera. Maka, terimalah takdir kalian.

Tanggal 27-28 Agustus 2016 adalah tanggal yang kalian tunggu untuk mengakhiri segala tetek bengek KKN, sebut saja hari itu adalah Ujian KKN. Ada yang senang karena bisa cepat-cepat pulang kampung untuk bertemu sanak saudara atau bertemu sahabat jika punya, atau bertemu pacar jika belum putus akibat uji coba kesetiaan  KKN, ada juga yang termenung karena KKN akan segera berakhir.

Termenung bukan hanya karena akan berbisah dari yang selalu ada atau yang istimewa, tapi juga akan sangat merindukan momen-momen kebersamaan bersama teman-teman selama di posko dengan segala suka-duka yang terselip di dalamnya. Kalian yang mana? Kalau saya pastinya yang kedua karena saya sudah lulus uji coba kesetiaan KKN. Haha.

Sambil mengetik laporan, artikel, atau mengurusi jurnal dan juga LPJ yang seakan tiada akhir, lalu kalian mulai berangan dan memutar balik waktu di pikiran kalian untuk sekedar menyapa kembali momen yang telah kalian lalui bersama teman-teman.

Kalian akan mengenang kebiasaan-kebiasaan yang pernah kalian lakukan, seperti bangun pagi, senam atau jogging bersama, minum kopi atau energen sambil duduk bersila, jadwal piket bergilir, tugas memasak, mencuci piring, menunggu baju kering atau tentang siapa giliran membawa baju kotor ke tempat laundry, mendengarkan musik yang itu-itu saja sampai kalian hafal lirik-tempo-beatnya dan akhirnya lagu itu menjadi lagu khas KKN kalian, sampai ke hal-hal konyol yang terkadang membuat kesal atau malah menambah rindu.

Ada yang kentut sembarangan, sendawa berlebihan, menguasai tempat tidur yang sempit, kalah bermain kartu sampai diharuskan memakai helm diolesi bedak atau kopi, menertawakan hal-hal yang tidak penting, membuat jargon-jargon khusus yang isi dan artinya hanya kalian yang tahu, sampai saat-saat menyedihkan ketika air di posko kalian mati dan kalian harus numpang mandi di rumah-rumah warga atau terpaksa mandi di sungai.

Ketika KKN mungkin tempat tidur kalian akan lebih sempit dari sebelumnya, kasur dan bantal kalian tidak seempuk kasur dan bantal di rumah atau di kost. Di kiri-kanan kalian ada wajah-wajah dengan nafas bau atau dengkur yang keras, wajah-wajah konyol ketika tidur lelap dan ketidaknyamanan lainnya.

Tapi, pernahkah kalian berpikir jika ketika kalian tiba-tiba terbangun di kamar kalian dan kalian sendiri. Lalu kalian menoleh kiri dan kanan, sudah tidak ada lagi wajah-wajah menyebalkan yang menghiasi malam dan pagi kalian selama satu bulan?

Tidak ada lagi seruan khas yang setiap pagi membangunkan kalian. Tidak lagi duduk melingkar dan makan bersama. Pernahkah kalian berpikir akan seakrab ini dengan teman-teman KKN kalian? Atau bagaimana jadinya ketika keakraban itu tiba-tiba lenyap saat ujian berakhir? Tentu kalian akan kembali pada rutinitas masing-masing bukan?

Kalian masih mengetik laporan jahanam itu, baru sampai di laporan cluster. Lalu, kalian ingat wajah-wajah teman kalian satu-satu beserta kebiasaan mereka. Ingat cara mereka tertawa, mengejek, atau menangis.

Ingat kemampuan-kemampuan aneh mereka, ada yang suka kerauhan atau sering melihat penampakan hantu hingga bulu kuduk kalian bergidik dan kalian menjadi paranoid, tidak berani ke kamar mandi sendiri. Ingat program kerja yang berhasil atau terkendala tapi kalian selalu kompak dan ada rasa bangga ketika program kalian akhirnya berhasil dan selesai.

Ingat Pak Kades yang baik hati sampai yang jarang memperdulikan kalian, atau warga yang selalu membawakan kalian makanan gratis ke posko terlepas dari niat baik atau niat “tersembunyi” di baliknya. Sambil mengingat hal-hal itu, lalu kalian tersenyum sendiri.

Perpisahan KKN merupakan momen yang antara kalian menunggu-nunggunya atau takut jika hari itu akan tiba. Diam-diam kalian saling bersandiwara pada teman-teman bahwa kalian sangat menunggu datangnya hari perpisahan itu hanya karena gengsi jika mereka tahu bahwa kalian sangat sedih bila berpisah dengan teman-teman menyebalkan itu.

Lalu, kalian tetap saja sok sibuk mendekorasi panggung sambil sesekali memandangi teman-teman yang juga sok sibuk mendekorasi. Tapi ternyata diam-diam kalian saling mencuri pandang, yang cinlok juga akan sok perhatian dengan cinlokannya.

Bisa jadi mereka juga sudah memikirkan dari jauh-jauh hari tentang perpisahan itu, lalu tiba-tiba akan ada yang baper. Ketika acara perpisahan selesai kalian berkumpul mengadakan rapat evaluasi atau sekedar merayakan perpisahan secara pribadi.

Ini momen yang sangat saya benci, akan ada yang menangis di sana-sini, berpelukan sambil bermaaf-maafan, lalu salah satu dari mereka akan nyeletuk sendiri. “Ingat tidak ketika pertama kali kita terjun ke tempat ini? Dan kita blablabla..” lalu tangis akan pecah kembali.

Laporan kalian sudah selesai bahkan sudah ter-upload. Tiba saatnya kalian ujian. Dosen penguji sudah siap dengan berbagai pertanyaannya. Kalian berusaha menjawab dengan berbagai daya upaya. Dan ujian pun selesai.

Ketika itu, kalian sudah tidak memiliki kata-kata indah lagi untuk dibagi. Kalian terdiam dan hanya bisa melihat kebersamaan ini untuk yang terakhir kalinya. Kalian akan tersenyum atau tertawa satu sama lain, entah itu tawa manis atau pahit hanya kalian yang tahu.

Kalian berkemas dan dalam hati akan selalu ingat letak tidur, letak benda atau baju yang tergantung di sana-sini. Kamar itu kan kosong kembali. Posko itu akan sepi seperti biasa.

Warga mengucapkan selamat tinggal dan terimakasihnya, anak SD berdatangan membawa surat yang mereka tulis sendiri atau kado sederhana untuk disimpan. Kalian akan terharu dan menangis lagi, ada juga yang memaksakan diri untuk tegar.

Lalu, tiba saatnya kalian pulang meninggalkan desa, rasanya ada sesuatu yang hilang ketika kalian melewati batas desa. Bukan masalah barang-barang kecil atau potongan sabun yang sengaja kalian tinggalkan di sana, bukan juga masalah cinta lokasi yang harus kalian sudahi. Tapi lebih kepada hati yang tertinggal di lokasi KKN beserta kenangan yang terselip di dalamnya.

Dan kita tak akan malu untuk menangis, mengenangnya. (T)

Tags: cintakampusKKNmahasiswa
Share851TweetSendShareSend
Previous Post

Selamat Galungan, Selamat “Maceki”, Semoga Menang!

Next Post

Galungan dan Hal yang Ditunggu: Diskon, Konvoi Motor dan Gebyar “BC-Leng”

Putri Handayani

Putri Handayani

Bernama lengkap Desak Ketut Putri Handayani. Lahir di Klungkung. Adalah penulis pemula yang punya niat besar untuk terus berkembang

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Galungan dan Hal yang Ditunggu: Diskon, Konvoi Motor dan Gebyar “BC-Leng”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co