24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Galungan dan Hal yang Ditunggu: Diskon, Konvoi Motor dan Gebyar “BC-Leng”

Julio Saputra by Julio Saputra
July 18, 2019
in Opini

Foto: Van Amri

BAGI umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali, Hari Raya Galungan dan Kuningan tentu menjadi hari raya yang paling ditunggu-tunggu. Hari raya ini diperingati setiap 6 bulan sekali (sesuai penanggalan umat Hindu di Bali), tepatnya pada Budha Kliwon Dungulan.

Selain besar, rangkaian hari raya ini juga panjang. Mulai dari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, Panyekeban, Panyajahan, Panampahan, Galungan, Manis Galungan, Pemaridan Guru, Pemacekan Agung, Panampahan Kuningan, Kuningan dan Manis Kuningan.

Saat  itu dapat disaksikan bagaimana umat Hindu di Bali secara serentak melakukan persembahyangan, mencakupkan tangan dan memanjatkan syukur bersama atas kemenangan dharma (kebaikan) melawan kebatilan (adharma) sambil ditemani harum dupa dan lantunan mantra suci.

Namun, di balik itu semua, ternyata ada beberapa hal yang paling ditunggu-tunggu ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan akan tiba.

Libur Sekolah

Siswa dikirim ke sekolah untuk belajar. Tapi jika ditanya apa yang paling disukai siswa SD atau SMP bahkan SMA, juga anak kuliahan, jawabanya hampir pasti: libur sekolah. Nah, Galungan ditunggu-tunggu siswa, salah satu alasannya karena libur agak panjang.

Ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan, murid-murid akan mendapat libur selama kurang lebih 2 minggu. Itu liburan terpanjang setelah libur pergantian tahun ajaran baru. Lumayan. Libur ini biasanya dimulai dari penyajahan atau penampahan Galungan sampai Manis Kuningan.

Pasti ada murid yang sudah menghitung dan memperkirakan semuanya dan menyusun rencana liburan yang dapat dibayangkan dengan sangat menyenangkan. Misalnya memperingati hari raya sambil liburan ke kampung halaman ayah atau ibu. Ada juga berencana mengisi waktu libur dengan jalan-jalan bersama pacar, kumpul-kumpul dengan keluarga, manggang ikan dengan teman-teman  dan kegiatan lain yang menyenangkan.

Biasanya libur ini hanya berlaku bagi sekolah-sekolah yang ada di Bali saja. Tak heran Bali disebut sebagai “Bali” alias Banyak Liburnya.

THR

Di mana ada gula, di sana juga ada semut. Di mana ada hari raya, di sana juga pasti ada tunjangan hari raya atau yang lebih dikenal dengan singkatan THR. THR ini nantinya akan menjadi pelengkap masa libur di Hari Raya Galungan dan Kuningan. Ini tentu saja berlaku bagi orang yang bekerja di sebuah kantor atau instansi. Tak berlaku bagi petani, buruh, tukang, apalagi pengangguran.

THR bisa digunakan untuk membeli barang baru, atau sebagai bekal jalan-jalan, atau juga sebagai tabungan. Jumlah THR yang didapat bisa bermacam-macam  sesuai kebijakan kantor tempat bekerja, pegawai instansi pemerintah atau pegawai swasta bisa mendapat lebih dari 1 juta rupiah.

THR untuk murid juga ada. Jumlahnya tergantung pada ayah atau ibunya, atau mungkin juga kakek dan neneknya, atau juga pamannya. Atau semua memberikan THR, meski sedikit-sedikit jumlahnya totalnya tentu bisa banyak. Jika ayahnya dermawan atau bares, si anak bisa mendapatkan THR dengan jumlah yang lumayan. Jika pelit atau demit, si anak bisa menerima jumlah yang sedikit, atau mungkin tidak dapat sama sekali.

Diskon dan Promo

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, banyak sekali pusat perbelanjaan dan institusi sejenis menggelar diskon, bahkan diskon yang digelar bisa mencapai 50% atau lebih. Hal inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum remaja wanita pada umumnya.

Disinilah THR yang mereka dapatkan menjadi berguna. Bahkan, beberapa dari mereka rela menabung dulu selama 6 bulan kemudian baru membelanjakannya ketika ada dikson hari raya tersebut.

“Bos, hari ini ada diskon kan?” begitulah kira-kira hal yang paling sering terucap di kasir. Memuaskan. Mereka bisa mendapatkan lebih banyak barang daripada membeli dengan harga normal alias tanpa diskon.

Berbagai macam promo juga ditawarkan, seperti promo “Beli 1 gratis 1” atau “Beli Barang Gratis Barang”. Disamping itu, paket khusus juga tidak kalah menarik. Ada yang menawarkan harga tiket masuk temapt pariwisata lebih murah jika menunjukan KTP Bali, dan masih banyak lainnya. Hari raya Galungan dan Kuningan benar-benar menyediakan berkah, ya.

Gebyar “BC-Leng”

Jika pernah mendengar tentang Gebyar BCA (program yang dimiliki oleh BCA), maka ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali, kita akan mendengar Gebyar BC-Leng (baca: Be Celeng) atau Gebyar Daging Babi.

Berbagai hidangan berbahan babi banyak dihidangkan. Ada babi guling, urutan babi (semacam sosis), sate babi, kerupuk kulit babi, babi genyol, babi kecap dan masih banyak lagi makanan enak khas Bali lainnya. Yang lain, ada jukut nangka, jukut ares, tum atau pepes. Tak heran banyak berat badan dan lebar badan seseorang bertambah ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Kebaya Baru

Nah, untuk yang satu ini mungkin agak sedikit menngkhusus ke kaum wanita. Beberapa ibu-ibu dan beberapa remaja wanita eksis di Bali menunggu Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai momen menggunakan pakaian adat atau kebaya baru.

Ada juga beberapa dari mereka selalu membuat yang baru ketika hari raya Galungan dan Kuningan akan tiba. Bahkan, 3 bulan sebelum hari raya tiba, mereka sudah inguh, mereka sudah gelisah. Ingin tampil maksimal, ingin punya model kebaya brokat terbaru, dengan warna dan design terbaru pula. Kebaya Brokat Prancis atau Kebaya biasa? Silakan dipilih.

Menghibur Diri dengan Judi

Judi juga merupakan salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan, terutama oleh kaum lelaki dewasa. Kenapa? Karena pada saat hari rayalah judi bisa “dimaklumi”.

Melakukan judi saat hari raya pun semakin terasa seru dan penuh semangat. Ketika hari rayalah mereka bisa berkumpul bersama, ada yang merupakan teman sepermainan waktu kecil, tetangga, dan lain-lain.  Judi yang mereka lakukan bisa bermacam-macam, seperti meceki, metajen, dan sebagainya.  Tapi, hati-hati, meski “dimaklumi”, banyak juga warga ditangkap polisi karena berjudi saat Hari Raya Galungan.

Secara normatif judi adalah dosa. Tapi tanya pada sebagian besar warga yang berjudi saat hari raya, apa tujuan mereka? Jawabannya pasti menghibur diri setelah bekerja siang-malam pada hari-hari biasa.  Karena sebagian besar dari mereka bukanlah penjudi murni alias bebotoh geruh.

Apakah menghibur diri adalah dosa? Ah, itu pertanyaan bodoh.  Lupakanlah.

Konvoi Sepeda Motor

Yang satu ini paling ditunggu oleh anak-anak muda atau remaja di Bali. Sehari setelah Galungan dan Kuningan, yaitu pada Manis Galungan dan Kuningan, masyarakat Bali menggunakan momen tersebut untuk plesiran atau jalan-jalan. Ada yang menuju tempat wisata terdekat, ada juga yang pergi ke tempat wisata di luar daerah atau kabupaten. Ada juga yang berkunjung ke rumah saudara.

Nah, pada saat Manis Galungan inilah banyak anak-anak muda melakukan konvoi ke tempat wisata tertentu, beramai-ramai, menggunakan seragam yang sama dengan identitas kelompok masing-masing, seperti karang taruna, sekaa teruna, klub sepeda motor, organisasi masyarakat, dan lain-lain.

Bahkan ada juga yang membawa bendera kebesaran sendiri. Ada juga yang sengaja memodifikasi motornya agar dapat disombongkan ketika konvoi. Tentu hal-hal seperti atribut dan modifikasi sudah dipersiapkan jauh sebelum Manis Galungan dan Kuningan tiba, dan siap-siap jalan raya akan sangat padat selama satu hari full.

Karena konvoi ini, jalur-jalur wisata akan memiliki tingkat kemacetan lalu-lintas makin tinggi, seperti jalur Denpasar-Bedugul.

Akhirnya, Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan dan selamat untuk hal-hal yang ditunggu, yang akan segera tiba. Selamat menikmati segala berkah yang ada. (T)

Tags: agamahari raya galunganpermainanupacara
Share90TweetSendShareSend
Previous Post

Pasca-KKN: Hati yang Tertinggal dan Kita pun Menangis Mengenangnya…

Next Post

Galungan dan Anggota Dewan: Kena “Todong”, Ada HP Mati, Ada Tenang Saja

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Galungan dan Anggota Dewan: Kena “Todong”, Ada HP Mati, Ada Tenang Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co