3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Galungan dan Hal yang Ditunggu: Diskon, Konvoi Motor dan Gebyar “BC-Leng”

Julio Saputra by Julio Saputra
July 18, 2019
in Opini

Foto: Van Amri

BAGI umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali, Hari Raya Galungan dan Kuningan tentu menjadi hari raya yang paling ditunggu-tunggu. Hari raya ini diperingati setiap 6 bulan sekali (sesuai penanggalan umat Hindu di Bali), tepatnya pada Budha Kliwon Dungulan.

Selain besar, rangkaian hari raya ini juga panjang. Mulai dari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali, Panyekeban, Panyajahan, Panampahan, Galungan, Manis Galungan, Pemaridan Guru, Pemacekan Agung, Panampahan Kuningan, Kuningan dan Manis Kuningan.

Saat  itu dapat disaksikan bagaimana umat Hindu di Bali secara serentak melakukan persembahyangan, mencakupkan tangan dan memanjatkan syukur bersama atas kemenangan dharma (kebaikan) melawan kebatilan (adharma) sambil ditemani harum dupa dan lantunan mantra suci.

Namun, di balik itu semua, ternyata ada beberapa hal yang paling ditunggu-tunggu ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan akan tiba.

Libur Sekolah

Siswa dikirim ke sekolah untuk belajar. Tapi jika ditanya apa yang paling disukai siswa SD atau SMP bahkan SMA, juga anak kuliahan, jawabanya hampir pasti: libur sekolah. Nah, Galungan ditunggu-tunggu siswa, salah satu alasannya karena libur agak panjang.

Ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan, murid-murid akan mendapat libur selama kurang lebih 2 minggu. Itu liburan terpanjang setelah libur pergantian tahun ajaran baru. Lumayan. Libur ini biasanya dimulai dari penyajahan atau penampahan Galungan sampai Manis Kuningan.

Pasti ada murid yang sudah menghitung dan memperkirakan semuanya dan menyusun rencana liburan yang dapat dibayangkan dengan sangat menyenangkan. Misalnya memperingati hari raya sambil liburan ke kampung halaman ayah atau ibu. Ada juga berencana mengisi waktu libur dengan jalan-jalan bersama pacar, kumpul-kumpul dengan keluarga, manggang ikan dengan teman-teman  dan kegiatan lain yang menyenangkan.

Biasanya libur ini hanya berlaku bagi sekolah-sekolah yang ada di Bali saja. Tak heran Bali disebut sebagai “Bali” alias Banyak Liburnya.

THR

Di mana ada gula, di sana juga ada semut. Di mana ada hari raya, di sana juga pasti ada tunjangan hari raya atau yang lebih dikenal dengan singkatan THR. THR ini nantinya akan menjadi pelengkap masa libur di Hari Raya Galungan dan Kuningan. Ini tentu saja berlaku bagi orang yang bekerja di sebuah kantor atau instansi. Tak berlaku bagi petani, buruh, tukang, apalagi pengangguran.

THR bisa digunakan untuk membeli barang baru, atau sebagai bekal jalan-jalan, atau juga sebagai tabungan. Jumlah THR yang didapat bisa bermacam-macam  sesuai kebijakan kantor tempat bekerja, pegawai instansi pemerintah atau pegawai swasta bisa mendapat lebih dari 1 juta rupiah.

THR untuk murid juga ada. Jumlahnya tergantung pada ayah atau ibunya, atau mungkin juga kakek dan neneknya, atau juga pamannya. Atau semua memberikan THR, meski sedikit-sedikit jumlahnya totalnya tentu bisa banyak. Jika ayahnya dermawan atau bares, si anak bisa mendapatkan THR dengan jumlah yang lumayan. Jika pelit atau demit, si anak bisa menerima jumlah yang sedikit, atau mungkin tidak dapat sama sekali.

Diskon dan Promo

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, banyak sekali pusat perbelanjaan dan institusi sejenis menggelar diskon, bahkan diskon yang digelar bisa mencapai 50% atau lebih. Hal inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh kaum remaja wanita pada umumnya.

Disinilah THR yang mereka dapatkan menjadi berguna. Bahkan, beberapa dari mereka rela menabung dulu selama 6 bulan kemudian baru membelanjakannya ketika ada dikson hari raya tersebut.

“Bos, hari ini ada diskon kan?” begitulah kira-kira hal yang paling sering terucap di kasir. Memuaskan. Mereka bisa mendapatkan lebih banyak barang daripada membeli dengan harga normal alias tanpa diskon.

Berbagai macam promo juga ditawarkan, seperti promo “Beli 1 gratis 1” atau “Beli Barang Gratis Barang”. Disamping itu, paket khusus juga tidak kalah menarik. Ada yang menawarkan harga tiket masuk temapt pariwisata lebih murah jika menunjukan KTP Bali, dan masih banyak lainnya. Hari raya Galungan dan Kuningan benar-benar menyediakan berkah, ya.

Gebyar “BC-Leng”

Jika pernah mendengar tentang Gebyar BCA (program yang dimiliki oleh BCA), maka ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali, kita akan mendengar Gebyar BC-Leng (baca: Be Celeng) atau Gebyar Daging Babi.

Berbagai hidangan berbahan babi banyak dihidangkan. Ada babi guling, urutan babi (semacam sosis), sate babi, kerupuk kulit babi, babi genyol, babi kecap dan masih banyak lagi makanan enak khas Bali lainnya. Yang lain, ada jukut nangka, jukut ares, tum atau pepes. Tak heran banyak berat badan dan lebar badan seseorang bertambah ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Kebaya Baru

Nah, untuk yang satu ini mungkin agak sedikit menngkhusus ke kaum wanita. Beberapa ibu-ibu dan beberapa remaja wanita eksis di Bali menunggu Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagai momen menggunakan pakaian adat atau kebaya baru.

Ada juga beberapa dari mereka selalu membuat yang baru ketika hari raya Galungan dan Kuningan akan tiba. Bahkan, 3 bulan sebelum hari raya tiba, mereka sudah inguh, mereka sudah gelisah. Ingin tampil maksimal, ingin punya model kebaya brokat terbaru, dengan warna dan design terbaru pula. Kebaya Brokat Prancis atau Kebaya biasa? Silakan dipilih.

Menghibur Diri dengan Judi

Judi juga merupakan salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu ketika Hari Raya Galungan dan Kuningan, terutama oleh kaum lelaki dewasa. Kenapa? Karena pada saat hari rayalah judi bisa “dimaklumi”.

Melakukan judi saat hari raya pun semakin terasa seru dan penuh semangat. Ketika hari rayalah mereka bisa berkumpul bersama, ada yang merupakan teman sepermainan waktu kecil, tetangga, dan lain-lain.  Judi yang mereka lakukan bisa bermacam-macam, seperti meceki, metajen, dan sebagainya.  Tapi, hati-hati, meski “dimaklumi”, banyak juga warga ditangkap polisi karena berjudi saat Hari Raya Galungan.

Secara normatif judi adalah dosa. Tapi tanya pada sebagian besar warga yang berjudi saat hari raya, apa tujuan mereka? Jawabannya pasti menghibur diri setelah bekerja siang-malam pada hari-hari biasa.  Karena sebagian besar dari mereka bukanlah penjudi murni alias bebotoh geruh.

Apakah menghibur diri adalah dosa? Ah, itu pertanyaan bodoh.  Lupakanlah.

Konvoi Sepeda Motor

Yang satu ini paling ditunggu oleh anak-anak muda atau remaja di Bali. Sehari setelah Galungan dan Kuningan, yaitu pada Manis Galungan dan Kuningan, masyarakat Bali menggunakan momen tersebut untuk plesiran atau jalan-jalan. Ada yang menuju tempat wisata terdekat, ada juga yang pergi ke tempat wisata di luar daerah atau kabupaten. Ada juga yang berkunjung ke rumah saudara.

Nah, pada saat Manis Galungan inilah banyak anak-anak muda melakukan konvoi ke tempat wisata tertentu, beramai-ramai, menggunakan seragam yang sama dengan identitas kelompok masing-masing, seperti karang taruna, sekaa teruna, klub sepeda motor, organisasi masyarakat, dan lain-lain.

Bahkan ada juga yang membawa bendera kebesaran sendiri. Ada juga yang sengaja memodifikasi motornya agar dapat disombongkan ketika konvoi. Tentu hal-hal seperti atribut dan modifikasi sudah dipersiapkan jauh sebelum Manis Galungan dan Kuningan tiba, dan siap-siap jalan raya akan sangat padat selama satu hari full.

Karena konvoi ini, jalur-jalur wisata akan memiliki tingkat kemacetan lalu-lintas makin tinggi, seperti jalur Denpasar-Bedugul.

Akhirnya, Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan dan selamat untuk hal-hal yang ditunggu, yang akan segera tiba. Selamat menikmati segala berkah yang ada. (T)

Tags: agamahari raya galunganpermainanupacara
Share90TweetSendShareSend
Previous Post

Pasca-KKN: Hati yang Tertinggal dan Kita pun Menangis Mengenangnya…

Next Post

Galungan dan Anggota Dewan: Kena “Todong”, Ada HP Mati, Ada Tenang Saja

Julio Saputra

Julio Saputra

Alumni Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris Undiksha, Singaraja. Punya kesukaan menulis status galau di media sosial. Pemain teater yang aktif bergaul di Komunitas Mahima

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Galungan dan Anggota Dewan: Kena “Todong”, Ada HP Mati, Ada Tenang Saja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co