3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing

Wira Dharma Asha by Wira Dharma Asha
February 2, 2018
in Opini

Foto: koleksi penulis

SUDAH banyak yang bicara soal mahasiswa kos atau bicara soal merantau. Mahasiswa kos yang memikul harapan orang tua sejauh ratusan kilometer dari rumah ke kampus demi cita-cita dan tujuan mulia. Seperti poster slogan di dinding sekolahan “Aku Datang Demi Sebuah Cita-Cita”.

Banyak meme di dunia maya yang mencoba menganekdotkan kehidupan mahasiswa perantauan. Karena mahasiswa kos memang eksis dengan banyak keunikan yang lucu, bahkan penderitaan pun jadi sangat lucu jika diceritakan. Mahasiswa kos memang punya galau tersendiri.

Namun, jauh dari kamar kos, terdapat sejumlah mahasiswa asli yang tinggal di kota kelahirannya sendiri. Sebut saja mahasiswa rumahan. Mahasiswa rumahan inipun punya cerita yang mungkin patut didengarkan. Mereka punya kegalauan sendiri.

Kehidupan kampus  bagi mahasiswa rumahan ini mungkin berbeda dengan yang biasa didengar dan dicerita, baik dalam cerita pendek (cerpen) novel, maupun roman picisan. Berbeda, mulai dari cara membuat tugas,  beli makanan sendiri, pergi ke laundry, dan yang tak kalah penting, ya pulang kampung. Pada dasarnya, banyak hal yang berbeda di antara kedua jenis mahasiswa ini.

Ya, begitulah. Mahasiswa kos dan mahasiswa rumahan punya kegalauan masing-masing.

Saat pulang dari kampus, mungkin sebagian besar dari mahasiswa perantauan akan mampir sebentar di warung-warung makan, sekadar membeli lauk atau paket komplit dengan es teh. Namun, mahasiswa rumahan akan langsung pulang.

Tiba di rumah langsung masuk dapur, lalu mengambil piring. Lauk tinggal pilih, nasi tinggal ambil, tapi ingat cuci piring.

Maka, jangan heran bila terkadang mahasiswa rumahan ini bingung jika ditanya tempat warung makan yang enak dan murah di sekitar kampus atau di kotanya sendiri. Berbeda dengan mahasiswa perantauan yang hapal dengan warung dengan nasi enak, dan terutama warung murah. Karena hari-harinya sepulang kampus selalu diisi dengan eksplorasi dagang nasi, dari dekat kampus, dekat kos, hingga warung di gang-gang paling tersembunyi.

Bagi kaum perantauan, orang tua jelas sudah mengerti bahwa si anak rantau pergi dari rumah memang untuk belajar. Dari pengamatan saya terhadap teman-teman perantuan, setiap kali dihubungi orang tua jawabannya selalu “Masih buat tugas, sudah makan kok, tenang ya, Ma”.

Jawaban berbeda datang dari anak rumahan. Ketika dihubungi jawabannya “Sebentar pulang, masih buat tugas…”.

Bagaimanapun juga tugas kuliah memang berbeda dengan zaman SMA. Tugasnya berat, mental harus kuat, bisa-bisa otak sampai berkarat (bagi yang serius sih, hehehe). Tugas itu menuntut untuk diselesaikan, walaupun hingga larut malam. Bagi mahasiswa perantuan mungkin hal lumrah berada di kos teman, bertukar pikiran hingga larut malam, membuat tugas, sambil makan gorengan Telkom.

Namun, banyak hal beda yang dirasakan si anak rumahan. Perasaan tidak enak kerap kali menghampiri, terutama saat meninggalkan rumah. Apalagi bagi anak perempuan. Tidak enak rasanya jika harus sampai malam, tidak enak rasanya jika harus menggedor pintu rumah saat semua sudah tidur. Pokoknya tidak enak.

Bicara libur adalah bicara surga bagi mahasiswa rantau. Namun sayang, mungkin mahasiswa non perantuan punya rasanya sendiri. Saat semua temannya pergi, jadilah ia sendiri. Seketika suasana yang penuh hiruk pikuk kampus dan candaan teman berubah menjadi kesepian. Ia bukannya tidak punya teman melainkan ditinggalkan teman.

Di sisi lain, temannya di rumah justru sedang merantau ke negeri orang. Sedangkan temannya di kampus sudah pulang kampung. Tak heran, sebagai mahasiswa rumahan, kadang saya bingung ketika ditanya dosen “Liburannya ngapain saja?”.  Ya, jawabannya, “Di rumah saja…”

Ada satu kegalauan lain bagi mahasiswa rumahan. Kita tahu bahwa orang Bali suka menyamabraya, apalagi saat sedang ada upacara di salah satu keluarga. Nah, mahasiswa rumahan tak bisa mengelak. Mereka harus bisa menempatkan diri sebagai orang Bali. Terjun langsung membantu nyama sendiri adalah keharusan.

Bukan main-main lagi ataupun sekadar basa-basi, karena mereka harus punya tanggung jawab yang tinggi. Dengan kekuatan yang besar maka timbulah tanggung jawab yang besar pula. Apalagi dalam kasus ini mahasiswa rumahan namping nyama, masa iya kita tidak medelokan atau meopinan?

Sialnya, jika rentetan upacara ini berbarengan dengan segala macam kegiatan kampus dan tetek-bengeknya.  Kuliah yang mewajibkan kehadiran  minimal 75 persen kadang membuat mahasiswa bingung.

Ambil sajalah contohnya saat di kampus kita boleh izin sebanyak empat kali, dua kali sudah kita gunakan saat sakit, dua kali juga sudah kita gunakan saat izin saat ada keperluan pribadi yang penting.  Nah, ketika ada upacara penting dan berbarengan dengan kuliah, middle test, apalagi final test, mohon dimengerti saja kalau mahasiswa rumahan harus mengorbankan salah satunya. Lagi-lagi, perasaan tidak enak menghampiri.

Tidak berhenti sampai di situ saja, mahasiswa rumahan ini harus pintar-pintar dalam meyakinkan orang tua kalau apa yang dia lakukan di kampus adalah sungguh-sungguh penting. Selain itu, ia harus pintar dalam menyiasati waktu, membagi waktu dalam kuliah dan membantu pekerjaan rumah. Tinggal dengan orang tua sendiri tidak serta merta berarti kita bebas ke sana ke sini dong?

Pada akhirnya, memang semua akan kembali kepada siapa yang menjalani. Tidak semua orang merasakan hal yang sama, dan tidak pula diharapkan agar merasakan hal yang sama. Namun, tanpa ada maksud menyamaratakan, begitulah kisah mahasiswa rumahan ini.  Bukan maksud membandingkan, tapi hanya ingin berbagi karena semua orang punya kisahnya masing-masing. (T)

Tags: anak koskampusmahasiswa
Share381TweetSendShareSend
Previous Post

“Daha-Teruna” di Bungaya: 3 Hari “Non Gadget”, Tahan Kantuk dan Dahaga

Next Post

In Memoriam Made Wijaya: Buatlah Desain Taman Paling Indah di Surga

Wira Dharma Asha

Wira Dharma Asha

Lahir dan tinggal di Singaraja. Mahasiswa yang punya hobi fotografi ini belakangan mulai suka menulis

Related Posts

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

Read moreDetails

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

Read moreDetails

Tanah Dijual, Adat Ditinggal —Alarm Krisis Tanah Bali di Tengah Arus Investasi

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MASYARAKAT Bali sejatinya tidak kekurangan aturan untuk menjaga tanahnya yang kerap diuji , justru adalah keteguhan untuk mempertahankannya. Di tengah...

Read moreDetails
Next Post

In Memoriam Made Wijaya: Buatlah Desain Taman Paling Indah di Surga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co