2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Daha-Teruna” di Bungaya: 3 Hari “Non Gadget”, Tahan Kantuk dan Dahaga

Putu Hendra Wirawan by Putu Hendra Wirawan
February 2, 2018
in Khas

Foto-foto: koleksi penulis

PADA zaman maya saat ini, seorang remaja tanpa menyentuh gadget atau handphone selama satu hari saja sudah termasuk hebat. Tapi di Desa Bungaya, Karangasem, Bali, ratusan remaja putra-putri dan pemuda lajang lain lebih dari sekadar hebat.

dangsil26Para remaja putri yang biasa disebut daha dan remaja putra yang disebut teruna yang jumlahnya ratusan orang itu tahan untuk tidak memegang gadget selama hampir tiga hari. Padahal, seperti remaja lain di seluruh dunia, sehari-hari mereka juga punya pergaulan di dunia maya. Lebih hebat lagi, selama hampir tiga hari mereka kuat menahan rasa kantuk dan lelah, kadang juga menahan lapar dan dahaga.

Itu terjadi ketika daha dan teruna di Desa Bungaya begitu suntuk mengikuti upacara Usada Dangsil yang dipusatkan di Pura Bale Agung dengan rangkaian ritual yang cukup panjang. Resminya upacara diselenggarakan 28-29 Agustus 2016. Namun beberapa hari sebelumnya mereka juga ikut melaksanakan berbagai macam persiapan.

Big apreciate dulu untuk para daha dan teruna Bungaya yang punya peran besar dalam prosesi adat yang jarang sekali terjadi ini. Prosesi Usaba Dangsil yang baru digelar tahun ini sebenarnya sudah pernah digelar tahun-tahun sebelumnya. Terakhir diselenggarakan tahun 2002. Memang tidak seperti usaba biasanya yang datangnya hampir tiap tahun, Usaba Dangsil digelar jika suatu kali ada pawisik.

Tokoh-tokoh utama dalam upacara ini adalah para daha-teruna Desa Bungaya. Setelah melakukan berbagai persiapan, remaja dengan wajah-wajah yang murni dan alami itu mengikuti prosesi manda, 28 Agustus. Rangkaian prosesi dimulai sejak siang, sore, malam hingga pagi besoknya.

Seperti ditulis di tatkala.co sebelumnya, rangkaian tarinya bercerita tentang semangat pasukan Rsi Markendya merabat hutan dari wilayah Gunung Raung di Jawa hingga ke Gunung Agung di Bali. Sampai kemudian masuk Desa Bungaya.

Mereka tidak tidur. Sejak pagi, 29 Agustus, mereka mengikuti ritual mekales. Dalam ritual mekales ini, siapa pun yang melanggar peraturan dalam berpakaian, mereka akan dikales. Larangan itu ialah tidak boleh menggunakan perhiasan, tidak boleh menggunakan jam tangan atau gelang. Tidak boleh memakai baju, dan larangan-larangan lainnya.

Contohnya larangan membawa barang yang digantungkan di tubuh. Semua yang mengikuti upacara Usada Dangsil ini patut hukumnya menggunakan pakaian adat layaknya yang digunakan oleh desa setempat. Jika tidak, siap-siaplah untuk dikales oleh ambu-ambu (janur muda) yang sudah disiapkan oleh para teruna Bungaya ini. Barang yang dilarang itu akan ditarik dengan menggunakan ambu.

Ambu yang digunakan dalam ritual mekales tak boleh menyentuh tanah. Jika menyentuh maka ambu tidak boleh dipergunakan untuk prosesi. Mekales artinya menarik salah satu bagian tubuh pelanggar apabila nantinya ditemukan pelanggaran-pelanggaran. Seperti contohnya memakai alas kaki, jam tangan, perhiasan, tas atau sejenisnya, bahkan motor lalu lalang juga akan dikales.

dangsil24Setelah itu, daha-teruna bersiap mengikuti puncak upacara, yakni medangsilan. Dalam upacara itu, mereka akan mengusung bangunan sejenis meru yang dibuat dari kayu tertentu. Bangunan itu dihiasi berbagai pala gantung, seperti buah-buahan. Bangunan itulah yang disebut dangsil. Dangsil itu akan diusung dengan gembira, sambil berteriak, menari, dan saling sikut dengan riang-gembira.

Bisa dibayangkan para daha-teruna selama nyaris tiga hari harus kuat menahan kantuk, kadang lapar dan dahaga. Mereka tidak bermain gadget saat upacara. Sampai permisi buang air pun sama sekali tidak diperbolehkan. Apalagi pada saat ritual mailehan yang merupakan bagian dari prosesi manda, mereka dilarang memutus barisan yang panjang. Sehingga mau tidak mau walau kantuk, kaki pegal, tetap jalan saja. Salut. Benar-benar salut.

Salutnya lagi pada saat puncak upacara, warga dari desa-desa tetangga yang masih memiliki hubungan kekerabatan ikut bergabung dalam acara pengusungan dangsil ini. Desa itu di antaranya Tenganan dan sekitarnya mencakup Tenganan Pegringsingan, Dauh Tukad, Gumung, Bukit. Juga Desa Bugbug, Desa Asak, Timbrah, Batudawa, Ababi dan desa lain di sekitarnya.

Dangsil yang jumlah 7 bangunan itu dinaiki oleh keturunan Puri Karangasem. Ada juga yang dinaiki oleh keturunan Puri Semarapura. Sisanya hanya diarak begitu saja oleh warga.

Suasana sakral memang sangat terasa kala itu. Bayangkan saja, lautan manusia memenuhi desa ini dengan busana adat yang tak biasa. Pria yang mengikuti prosesi pengusungan dangsil ini menggunakan kain bercorak dan tanpa alas kaki.

dangsil25Diawali dengan pengusungan jempana, barulah dangsil diusung menuju Pura Penataran. Warga telah siap untuk melaksanakan pengusungan dengan gembira. Lautan manusia sudah memenuhi desa ini sejak pagi. Suasana desa terasa sangat klasik, karena tak satu orang berani berpakaian modern.

Para wanita hanya memakai kamben dalam prosesi ini. Tamu mancanegara atau domestik pun harus mengikuti ketentuan ini. Jadi sepertinya kita berada pada zaman tempoe doloe yang kerap dilukiskan seni pertunjukan di Bali. Kebersamaan dan kekerabatan memang kental walau memang mereka para pengusung dangsil tidak pernah bertemu sebelumnya.

Walaupun terik matahari, angin kencang, kaki kepanasan di atas aspal, mereka tetap bergerak. Setelah dangsil diletakkan, acara usai sekitar pukul 14.30 wita. Keesokan harinya warga sudah bisa bersembahyang seperti biasa.

Usada Dangsil adalah tradisi yang dipelihara warga Bungaya secara turun-temurun. Seperti upacara sejenis lain di sejumlah desa tua di Bali, upacara itu lebih dimaksudkan untuk memohon kesuburan dan kesejahteraan. (T)

Tags: balikarangasemTradisiupacara
Share604TweetSendShareSend
Previous Post

Doa Bulan untuk Nuryana – Sebuah Ulasan Buku Puisi

Next Post

Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing

Putu Hendra Wirawan

Putu Hendra Wirawan

Lahir di Selumbung, sebuah desa tua di Karangasem Bali. Memulai karirnya sebagai guru di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2012, namun kini ia aktif mengajar di SD N Hindu 1 Bukian, salah satu Sekolah Dasar di Payangan, Gianyar. Ia baru saja menyelesaikan Study Magisternya di Universitas Pendidikan Ganesha pada Program Pendidikan Dasar. Selain mengajar ia rutin membuat Buku Cerita Anak dengan menggandeng penggiat sastra dan ilustrator lokal.

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post

Mahasiswa Kos dan Mahasiswa Rumahan: Punya Galau Masing-masing

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co