2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Perempuan Mungil “Tak Laku Jual”? – Tentang Aku dan Tubuh

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Opini

Foto: Ole

PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia.

Tapi, bagaimana dengan perempuan yang memiliki tinggi badan tak sampai 150 cm, berat hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang? Bisa dibayangkan. Tak ada seorang pun yang ingin melirik perempuan dengan postur tubuh seperti itu. Ya, itulah aku saat ini, perempuan yang tidak dilirik oleh lelaki manapun, perempuan yang selalu menjadi bahan bully-an, dan perempuan yang selalu “ditinggalkan”.

Banyak perempuan mengeluh karena memiliki berat badan 50 kg dan berlomba-lomba melakukan diet ketat. Hey, that’s perfect body! Can you imagine how I am? Nobody looks at me now. Tapi, aku, justru ingin menambah berat badan.

Banyak cara yang telah aku lakukan untuk menambah berat badan. Dimulai dengan makan tiga kali sehari dan selalu ditutup dengan menyemil makanan kecil sebelum pergi tidur di malam hari. Dan hasilpun tetap nihil.

Banyak bully-an yang aku dapat dan juga dengar karena memiliki tubul mungil. Pernah suatu ketika, saat aku sedang bercanda gurau dengan teman-teman organisasiku, aku mendengar kata yang membuat hatiku begitu sesak dan meneteskan air mata.

“Kalau si A dijual, harganya mahal. Badannya, aduhhh.. bagus banget! Kalau kamu yang dijual sih, nggak laku. Badanmu ngga isi apa-apa” dan kemudian diiringi dengan tawaan teman-temanku yang lain.

Jujur, aku sangat shock saat itu. Segitu burukkah badanku ini? Haruskah aku mendapat hinaan itu? Aku hanya tersenyum. Seketika aku memikirkan cara-cara agar aku memiliki badan yang indah seperti teman-temanku yang lain. Aku tahu itu hanya candaan tapi hati tetap sakit mendengar candaan seperti itu.

Tidak hanya itu, banyak kicau-kicauan yang aku dengar dan nasib buruk yang aku terima, seperti “Kok kamu kurus sekali sih? Kamu ngga pernah makan ya?”. Atau  “Kamu kelas berapa?”, “Kamu SMP atau sudah SMA?”.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul membuatku begitu muak, ingin sekali rasanya berteriak di depan wajah mereka dan memberi tahu bahwa aku seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di Bali. Namun, ku urungkan niatku dan menjawab pertanyaan mereka sewajarnya.

Dampak lain yang aku terima dengan memiliki postur tubuh seperti ini adalah “ditinggalkan”. Gadis berusia 20 tahun dengan tinggi tak sampai 150 cm, berat badan hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang.

Benarkah tubuh mungil tak laku “dijual”? Jika tubuh adalah komoditi mungkin jawaban ya. Banyak orang tertipu membeli barang hanya karena orang itu lebih tertarik pada bentuk, bukan pada isi. Tapi banyak juga orang tidak merasa tertipu meskipun mereka sudah membeli barang tanpa isi, tentu karena orang itu bisa disebut sebagai orang pemuja bentuk. Dalam hal manusia, memang ada banyak lelaki menjadi pemuja tubuh, tak peduli apa pun isi di dalam tubuh.

Padahal tubuh itu unik. Ia diciptakan untuk membuat manusia kelihatan dengan jelas di mata sesamanya. Di sisi lain, tubuh justru menutupi kemanusiaan seseorang, sehingga banyak yang tak paham atau salah paham tentang orang lain, meski tubuhnya sudah terlihat dengan jelas.

Pada foto seseorang di media sosial yang tampak adalah tubuh dan wajah. Jika ingin melihat lebih dalam, apa yang ada di dalam tubuh dan di balik wajah orang itu, kita harus memperhatikan lagi secara lebih seksama. Misalnya, memperhatikan isi-isi status yang ditulis pengguna media sosial itu, foto apa atau berita apa yang kerap mereka share, siapa saja teman-teman yang mereka ajak saling komentar, dan apa saja isi-isi komentar itu.

Jika belum yakin, maka biasanya orang mengajak kopi darat. Bertemu di dunia nyata. Tapi anehnya di dunia nyata pun orang tetap melihat semata-mata tubuh dan wajah, bukan ingin melihat apa-apa yang tidak bisa mereka lihat di media sosial. Misalnya tutur kata di bibir yang nyata, suara yang biasa sembunyi di hati, dan apa saja isi di otaknya.

Aku tak habis pikir. Dan selalu menghadapi kenyataan pahit dengan tubuh yang mungil ini.

Ya, banyak lelaki menyukai perempuan cantik, dengan tinggi sewajarnya, badan semok, dan perempuan berkulit putih. Dan itu semua tidak ada dalam diriku, tidak ada. Aku sering melakukan kopi darat dengan teman lelakiku yang kukenali dari dunia maya. Dan banyak dari mereka yang meninggalkanku setelah pertemuan itu. Miris.

Aku selalu berusaha untuk tampil cantik sebelum bertemu dengan teman baruku. Memakai pakaian yang sewajarnya (sopan dan tidak terbuka), make-up tipis, dan selalu berbicara dengan ramah layaknya ketika kita chatting. Memang ketika bertemu dan bercakap-cakap, mereka menunjukan ketertarikannya kepadaku. Selalu menatap ketika aku berbicara, menceritakan dunianya kepadaku, dan saling membalas candaan yang kami lontarkan.

Namun, pada saat kami berpisah dan kembali ke rumah masing-masing, tak ada kabar sedikitpun, mereka hilang. Aku tak tahu telah melakukan kesalahan apa, aku tak tahu salahku di mana, mereka selalu meninggalkanku setelah kopi darat.

Aku selalu berpikir bahwa mereka sebenarnya tidak pernah tertarik padaku. Ya, memiliki tubuh indah dan paras cantik tampaknya menjadi suatu keharusan bagi setiap perempuan. Padahal sebenarnya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan dan selalu menjaga apa yang Tuhan telah titipkan. (T)

 

Tags: gaya hidupmedia sosialPerempuanTubuh
Share153TweetSendShareSend
Previous Post

Identitas, Madu Sekaligus Racun Bagi Kemanusiaan

Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails
Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co