12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Perempuan Mungil “Tak Laku Jual”? – Tentang Aku dan Tubuh

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Opini

Foto: Ole

PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia.

Tapi, bagaimana dengan perempuan yang memiliki tinggi badan tak sampai 150 cm, berat hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang? Bisa dibayangkan. Tak ada seorang pun yang ingin melirik perempuan dengan postur tubuh seperti itu. Ya, itulah aku saat ini, perempuan yang tidak dilirik oleh lelaki manapun, perempuan yang selalu menjadi bahan bully-an, dan perempuan yang selalu “ditinggalkan”.

Banyak perempuan mengeluh karena memiliki berat badan 50 kg dan berlomba-lomba melakukan diet ketat. Hey, that’s perfect body! Can you imagine how I am? Nobody looks at me now. Tapi, aku, justru ingin menambah berat badan.

Banyak cara yang telah aku lakukan untuk menambah berat badan. Dimulai dengan makan tiga kali sehari dan selalu ditutup dengan menyemil makanan kecil sebelum pergi tidur di malam hari. Dan hasilpun tetap nihil.

Banyak bully-an yang aku dapat dan juga dengar karena memiliki tubul mungil. Pernah suatu ketika, saat aku sedang bercanda gurau dengan teman-teman organisasiku, aku mendengar kata yang membuat hatiku begitu sesak dan meneteskan air mata.

“Kalau si A dijual, harganya mahal. Badannya, aduhhh.. bagus banget! Kalau kamu yang dijual sih, nggak laku. Badanmu ngga isi apa-apa” dan kemudian diiringi dengan tawaan teman-temanku yang lain.

Jujur, aku sangat shock saat itu. Segitu burukkah badanku ini? Haruskah aku mendapat hinaan itu? Aku hanya tersenyum. Seketika aku memikirkan cara-cara agar aku memiliki badan yang indah seperti teman-temanku yang lain. Aku tahu itu hanya candaan tapi hati tetap sakit mendengar candaan seperti itu.

Tidak hanya itu, banyak kicau-kicauan yang aku dengar dan nasib buruk yang aku terima, seperti “Kok kamu kurus sekali sih? Kamu ngga pernah makan ya?”. Atau  “Kamu kelas berapa?”, “Kamu SMP atau sudah SMA?”.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul membuatku begitu muak, ingin sekali rasanya berteriak di depan wajah mereka dan memberi tahu bahwa aku seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di Bali. Namun, ku urungkan niatku dan menjawab pertanyaan mereka sewajarnya.

Dampak lain yang aku terima dengan memiliki postur tubuh seperti ini adalah “ditinggalkan”. Gadis berusia 20 tahun dengan tinggi tak sampai 150 cm, berat badan hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang.

Benarkah tubuh mungil tak laku “dijual”? Jika tubuh adalah komoditi mungkin jawaban ya. Banyak orang tertipu membeli barang hanya karena orang itu lebih tertarik pada bentuk, bukan pada isi. Tapi banyak juga orang tidak merasa tertipu meskipun mereka sudah membeli barang tanpa isi, tentu karena orang itu bisa disebut sebagai orang pemuja bentuk. Dalam hal manusia, memang ada banyak lelaki menjadi pemuja tubuh, tak peduli apa pun isi di dalam tubuh.

Padahal tubuh itu unik. Ia diciptakan untuk membuat manusia kelihatan dengan jelas di mata sesamanya. Di sisi lain, tubuh justru menutupi kemanusiaan seseorang, sehingga banyak yang tak paham atau salah paham tentang orang lain, meski tubuhnya sudah terlihat dengan jelas.

Pada foto seseorang di media sosial yang tampak adalah tubuh dan wajah. Jika ingin melihat lebih dalam, apa yang ada di dalam tubuh dan di balik wajah orang itu, kita harus memperhatikan lagi secara lebih seksama. Misalnya, memperhatikan isi-isi status yang ditulis pengguna media sosial itu, foto apa atau berita apa yang kerap mereka share, siapa saja teman-teman yang mereka ajak saling komentar, dan apa saja isi-isi komentar itu.

Jika belum yakin, maka biasanya orang mengajak kopi darat. Bertemu di dunia nyata. Tapi anehnya di dunia nyata pun orang tetap melihat semata-mata tubuh dan wajah, bukan ingin melihat apa-apa yang tidak bisa mereka lihat di media sosial. Misalnya tutur kata di bibir yang nyata, suara yang biasa sembunyi di hati, dan apa saja isi di otaknya.

Aku tak habis pikir. Dan selalu menghadapi kenyataan pahit dengan tubuh yang mungil ini.

Ya, banyak lelaki menyukai perempuan cantik, dengan tinggi sewajarnya, badan semok, dan perempuan berkulit putih. Dan itu semua tidak ada dalam diriku, tidak ada. Aku sering melakukan kopi darat dengan teman lelakiku yang kukenali dari dunia maya. Dan banyak dari mereka yang meninggalkanku setelah pertemuan itu. Miris.

Aku selalu berusaha untuk tampil cantik sebelum bertemu dengan teman baruku. Memakai pakaian yang sewajarnya (sopan dan tidak terbuka), make-up tipis, dan selalu berbicara dengan ramah layaknya ketika kita chatting. Memang ketika bertemu dan bercakap-cakap, mereka menunjukan ketertarikannya kepadaku. Selalu menatap ketika aku berbicara, menceritakan dunianya kepadaku, dan saling membalas candaan yang kami lontarkan.

Namun, pada saat kami berpisah dan kembali ke rumah masing-masing, tak ada kabar sedikitpun, mereka hilang. Aku tak tahu telah melakukan kesalahan apa, aku tak tahu salahku di mana, mereka selalu meninggalkanku setelah kopi darat.

Aku selalu berpikir bahwa mereka sebenarnya tidak pernah tertarik padaku. Ya, memiliki tubuh indah dan paras cantik tampaknya menjadi suatu keharusan bagi setiap perempuan. Padahal sebenarnya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan dan selalu menjaga apa yang Tuhan telah titipkan. (T)

 

Tags: gaya hidupmedia sosialPerempuanTubuh
Share153TweetSendShareSend
Previous Post

Identitas, Madu Sekaligus Racun Bagi Kemanusiaan

Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

Read moreDetails

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
0
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

Read moreDetails

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
0
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

Read moreDetails

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails
Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co