22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Perempuan Mungil “Tak Laku Jual”? – Tentang Aku dan Tubuh

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Opini

Foto: Ole

PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia.

Tapi, bagaimana dengan perempuan yang memiliki tinggi badan tak sampai 150 cm, berat hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang? Bisa dibayangkan. Tak ada seorang pun yang ingin melirik perempuan dengan postur tubuh seperti itu. Ya, itulah aku saat ini, perempuan yang tidak dilirik oleh lelaki manapun, perempuan yang selalu menjadi bahan bully-an, dan perempuan yang selalu “ditinggalkan”.

Banyak perempuan mengeluh karena memiliki berat badan 50 kg dan berlomba-lomba melakukan diet ketat. Hey, that’s perfect body! Can you imagine how I am? Nobody looks at me now. Tapi, aku, justru ingin menambah berat badan.

Banyak cara yang telah aku lakukan untuk menambah berat badan. Dimulai dengan makan tiga kali sehari dan selalu ditutup dengan menyemil makanan kecil sebelum pergi tidur di malam hari. Dan hasilpun tetap nihil.

Banyak bully-an yang aku dapat dan juga dengar karena memiliki tubul mungil. Pernah suatu ketika, saat aku sedang bercanda gurau dengan teman-teman organisasiku, aku mendengar kata yang membuat hatiku begitu sesak dan meneteskan air mata.

“Kalau si A dijual, harganya mahal. Badannya, aduhhh.. bagus banget! Kalau kamu yang dijual sih, nggak laku. Badanmu ngga isi apa-apa” dan kemudian diiringi dengan tawaan teman-temanku yang lain.

Jujur, aku sangat shock saat itu. Segitu burukkah badanku ini? Haruskah aku mendapat hinaan itu? Aku hanya tersenyum. Seketika aku memikirkan cara-cara agar aku memiliki badan yang indah seperti teman-temanku yang lain. Aku tahu itu hanya candaan tapi hati tetap sakit mendengar candaan seperti itu.

Tidak hanya itu, banyak kicau-kicauan yang aku dengar dan nasib buruk yang aku terima, seperti “Kok kamu kurus sekali sih? Kamu ngga pernah makan ya?”. Atau  “Kamu kelas berapa?”, “Kamu SMP atau sudah SMA?”.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul membuatku begitu muak, ingin sekali rasanya berteriak di depan wajah mereka dan memberi tahu bahwa aku seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di Bali. Namun, ku urungkan niatku dan menjawab pertanyaan mereka sewajarnya.

Dampak lain yang aku terima dengan memiliki postur tubuh seperti ini adalah “ditinggalkan”. Gadis berusia 20 tahun dengan tinggi tak sampai 150 cm, berat badan hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang.

Benarkah tubuh mungil tak laku “dijual”? Jika tubuh adalah komoditi mungkin jawaban ya. Banyak orang tertipu membeli barang hanya karena orang itu lebih tertarik pada bentuk, bukan pada isi. Tapi banyak juga orang tidak merasa tertipu meskipun mereka sudah membeli barang tanpa isi, tentu karena orang itu bisa disebut sebagai orang pemuja bentuk. Dalam hal manusia, memang ada banyak lelaki menjadi pemuja tubuh, tak peduli apa pun isi di dalam tubuh.

Padahal tubuh itu unik. Ia diciptakan untuk membuat manusia kelihatan dengan jelas di mata sesamanya. Di sisi lain, tubuh justru menutupi kemanusiaan seseorang, sehingga banyak yang tak paham atau salah paham tentang orang lain, meski tubuhnya sudah terlihat dengan jelas.

Pada foto seseorang di media sosial yang tampak adalah tubuh dan wajah. Jika ingin melihat lebih dalam, apa yang ada di dalam tubuh dan di balik wajah orang itu, kita harus memperhatikan lagi secara lebih seksama. Misalnya, memperhatikan isi-isi status yang ditulis pengguna media sosial itu, foto apa atau berita apa yang kerap mereka share, siapa saja teman-teman yang mereka ajak saling komentar, dan apa saja isi-isi komentar itu.

Jika belum yakin, maka biasanya orang mengajak kopi darat. Bertemu di dunia nyata. Tapi anehnya di dunia nyata pun orang tetap melihat semata-mata tubuh dan wajah, bukan ingin melihat apa-apa yang tidak bisa mereka lihat di media sosial. Misalnya tutur kata di bibir yang nyata, suara yang biasa sembunyi di hati, dan apa saja isi di otaknya.

Aku tak habis pikir. Dan selalu menghadapi kenyataan pahit dengan tubuh yang mungil ini.

Ya, banyak lelaki menyukai perempuan cantik, dengan tinggi sewajarnya, badan semok, dan perempuan berkulit putih. Dan itu semua tidak ada dalam diriku, tidak ada. Aku sering melakukan kopi darat dengan teman lelakiku yang kukenali dari dunia maya. Dan banyak dari mereka yang meninggalkanku setelah pertemuan itu. Miris.

Aku selalu berusaha untuk tampil cantik sebelum bertemu dengan teman baruku. Memakai pakaian yang sewajarnya (sopan dan tidak terbuka), make-up tipis, dan selalu berbicara dengan ramah layaknya ketika kita chatting. Memang ketika bertemu dan bercakap-cakap, mereka menunjukan ketertarikannya kepadaku. Selalu menatap ketika aku berbicara, menceritakan dunianya kepadaku, dan saling membalas candaan yang kami lontarkan.

Namun, pada saat kami berpisah dan kembali ke rumah masing-masing, tak ada kabar sedikitpun, mereka hilang. Aku tak tahu telah melakukan kesalahan apa, aku tak tahu salahku di mana, mereka selalu meninggalkanku setelah kopi darat.

Aku selalu berpikir bahwa mereka sebenarnya tidak pernah tertarik padaku. Ya, memiliki tubuh indah dan paras cantik tampaknya menjadi suatu keharusan bagi setiap perempuan. Padahal sebenarnya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan dan selalu menjaga apa yang Tuhan telah titipkan. (T)

 

Tags: gaya hidupmedia sosialPerempuanTubuh
Share153TweetSendShareSend
Previous Post

Identitas, Madu Sekaligus Racun Bagi Kemanusiaan

Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

Read moreDetails

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

Read moreDetails

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

Read moreDetails

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
0
Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

Read moreDetails

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails
Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co