2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Benarkah Perempuan Mungil “Tak Laku Jual”? – Tentang Aku dan Tubuh

Yusna Safitri by Yusna Safitri
February 2, 2018
in Opini

Foto: Ole

PEREMPUAN mana sih yang tidak menginginkan tubuh indah dan dipuji banyak orang? Memiliki tubuh indah adalah impian setiap perempuan di dunia.

Tapi, bagaimana dengan perempuan yang memiliki tinggi badan tak sampai 150 cm, berat hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang? Bisa dibayangkan. Tak ada seorang pun yang ingin melirik perempuan dengan postur tubuh seperti itu. Ya, itulah aku saat ini, perempuan yang tidak dilirik oleh lelaki manapun, perempuan yang selalu menjadi bahan bully-an, dan perempuan yang selalu “ditinggalkan”.

Banyak perempuan mengeluh karena memiliki berat badan 50 kg dan berlomba-lomba melakukan diet ketat. Hey, that’s perfect body! Can you imagine how I am? Nobody looks at me now. Tapi, aku, justru ingin menambah berat badan.

Banyak cara yang telah aku lakukan untuk menambah berat badan. Dimulai dengan makan tiga kali sehari dan selalu ditutup dengan menyemil makanan kecil sebelum pergi tidur di malam hari. Dan hasilpun tetap nihil.

Banyak bully-an yang aku dapat dan juga dengar karena memiliki tubul mungil. Pernah suatu ketika, saat aku sedang bercanda gurau dengan teman-teman organisasiku, aku mendengar kata yang membuat hatiku begitu sesak dan meneteskan air mata.

“Kalau si A dijual, harganya mahal. Badannya, aduhhh.. bagus banget! Kalau kamu yang dijual sih, nggak laku. Badanmu ngga isi apa-apa” dan kemudian diiringi dengan tawaan teman-temanku yang lain.

Jujur, aku sangat shock saat itu. Segitu burukkah badanku ini? Haruskah aku mendapat hinaan itu? Aku hanya tersenyum. Seketika aku memikirkan cara-cara agar aku memiliki badan yang indah seperti teman-temanku yang lain. Aku tahu itu hanya candaan tapi hati tetap sakit mendengar candaan seperti itu.

Tidak hanya itu, banyak kicau-kicauan yang aku dengar dan nasib buruk yang aku terima, seperti “Kok kamu kurus sekali sih? Kamu ngga pernah makan ya?”. Atau  “Kamu kelas berapa?”, “Kamu SMP atau sudah SMA?”.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul membuatku begitu muak, ingin sekali rasanya berteriak di depan wajah mereka dan memberi tahu bahwa aku seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di Bali. Namun, ku urungkan niatku dan menjawab pertanyaan mereka sewajarnya.

Dampak lain yang aku terima dengan memiliki postur tubuh seperti ini adalah “ditinggalkan”. Gadis berusia 20 tahun dengan tinggi tak sampai 150 cm, berat badan hanya 41 kg, dan memiliki warna kulit sawo matang.

Benarkah tubuh mungil tak laku “dijual”? Jika tubuh adalah komoditi mungkin jawaban ya. Banyak orang tertipu membeli barang hanya karena orang itu lebih tertarik pada bentuk, bukan pada isi. Tapi banyak juga orang tidak merasa tertipu meskipun mereka sudah membeli barang tanpa isi, tentu karena orang itu bisa disebut sebagai orang pemuja bentuk. Dalam hal manusia, memang ada banyak lelaki menjadi pemuja tubuh, tak peduli apa pun isi di dalam tubuh.

Padahal tubuh itu unik. Ia diciptakan untuk membuat manusia kelihatan dengan jelas di mata sesamanya. Di sisi lain, tubuh justru menutupi kemanusiaan seseorang, sehingga banyak yang tak paham atau salah paham tentang orang lain, meski tubuhnya sudah terlihat dengan jelas.

Pada foto seseorang di media sosial yang tampak adalah tubuh dan wajah. Jika ingin melihat lebih dalam, apa yang ada di dalam tubuh dan di balik wajah orang itu, kita harus memperhatikan lagi secara lebih seksama. Misalnya, memperhatikan isi-isi status yang ditulis pengguna media sosial itu, foto apa atau berita apa yang kerap mereka share, siapa saja teman-teman yang mereka ajak saling komentar, dan apa saja isi-isi komentar itu.

Jika belum yakin, maka biasanya orang mengajak kopi darat. Bertemu di dunia nyata. Tapi anehnya di dunia nyata pun orang tetap melihat semata-mata tubuh dan wajah, bukan ingin melihat apa-apa yang tidak bisa mereka lihat di media sosial. Misalnya tutur kata di bibir yang nyata, suara yang biasa sembunyi di hati, dan apa saja isi di otaknya.

Aku tak habis pikir. Dan selalu menghadapi kenyataan pahit dengan tubuh yang mungil ini.

Ya, banyak lelaki menyukai perempuan cantik, dengan tinggi sewajarnya, badan semok, dan perempuan berkulit putih. Dan itu semua tidak ada dalam diriku, tidak ada. Aku sering melakukan kopi darat dengan teman lelakiku yang kukenali dari dunia maya. Dan banyak dari mereka yang meninggalkanku setelah pertemuan itu. Miris.

Aku selalu berusaha untuk tampil cantik sebelum bertemu dengan teman baruku. Memakai pakaian yang sewajarnya (sopan dan tidak terbuka), make-up tipis, dan selalu berbicara dengan ramah layaknya ketika kita chatting. Memang ketika bertemu dan bercakap-cakap, mereka menunjukan ketertarikannya kepadaku. Selalu menatap ketika aku berbicara, menceritakan dunianya kepadaku, dan saling membalas candaan yang kami lontarkan.

Namun, pada saat kami berpisah dan kembali ke rumah masing-masing, tak ada kabar sedikitpun, mereka hilang. Aku tak tahu telah melakukan kesalahan apa, aku tak tahu salahku di mana, mereka selalu meninggalkanku setelah kopi darat.

Aku selalu berpikir bahwa mereka sebenarnya tidak pernah tertarik padaku. Ya, memiliki tubuh indah dan paras cantik tampaknya menjadi suatu keharusan bagi setiap perempuan. Padahal sebenarnya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan dan selalu menjaga apa yang Tuhan telah titipkan. (T)

 

Tags: gaya hidupmedia sosialPerempuanTubuh
Share153TweetSendShareSend
Previous Post

Identitas, Madu Sekaligus Racun Bagi Kemanusiaan

Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Yusna Safitri

Yusna Safitri

Lahir di Pekalongan, 20 Februari 1996. Bermain teater dan belajar menulis di Komunitas Mahima. Kini tercatat sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Undiksha Singaraja

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post

Genjek Kolosal, Politik Warna, dan Kebiasaan Buruk Politikus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co