3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Ahmad Anif Alhaki by Ahmad Anif Alhaki
March 3, 2019
in Khas
Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Diskusi Compok Basi, berbincang buku Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir karya Jaswanto di sebuah kafe di Singaraja


“Kesuksesan itu diraih dengan mengembangkan kekuatan kita, bukan dengan mencoba menyingkirkan kelemahan kita” — (Marilyn Vos Savant)

Tulisan ini muncul setelah teman-teman dari Compok Basi selesai berbincang buku yang berjudul Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir karya Jaswanto yang biasa juga dipanggil Aswan. Kegiatan bincang-bincang buku tersebut berlangsung pada hari Jum’at, 1 Maret 2019 di sebuah kafe yang kebetulan belum resmi menjadi sponsor kami.

Pembicara dalam bincang-bincang buku itu adalah Jaswanto sendiri yang kebetulan tidak sedang kencan bersama pacarnya,  (karena memang belum punya pacar). Sedangkan yang memoderatori adalah Ahmad Fanani, seorang lelaki tampan yang bercita-cita menjadi pembawa acara seperti Karni Ilyas-tidak apa-apa, karena pepatah Compok Basi sendiri mengatakan: tidak ada kata bisa kalau tidak mau berusaha, termasuk dalam mewujudkan cita-cita.

Buku Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir ini merupakan kumpulan esai yang diterbitkan oleh Mahima dan tatkala.co pada akhir tahun 2018.

Berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh penulisnya, bahwa tulisan-tulisan yang kemudian menjadi sebuah buku itu, pada mulanya adalah tulisan-tulisan di status facebook. Oleh karena adanya saran dari penulis senior yang tidak diragukan lagi akan karya-karyanya, maka status-status di facebook itu kemudian dikumpulkan dan diperbaiki sehingga menjadi satu buku.

Jaswanto sendiri mengatakan kalau hidup sangat banyak sekali komedinya apabila dipikir-pikirkan. Tidak usah yang terlalu jauh-jauh, pengalaman hidup susah dan kemudian diusahakan untuk tidak susah saja adalah jalan dari perkomedian. Menjadi komedi karena kita terjebak di dalam kesusahan dan tidak percaya akan bisa terlepas dari kesusahan-kesusahan itu. Padahal selama ini kita sudah percaya kalau setelah susah pasti ada senang seperti kata pepatah: berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, baru kemudian bersenang-senang. Kalau kita bisa percaya dengan pepatah itu, kenapa terlepas dari kesusahan saja kita tidak bisa percaya?

Komedi lain lagi yang sering muncul pada penulis-penulis pemula seperti saya ini, misalnya: kejadian susah, payah, gelisah, resah, ah sudahlah pasrah… Kejadian itu sering timbul pada saat saya menulis. Pada saat menulis, saya sering sekali menggonta-ganti kata, menggonta-ganti kalimat, seakan-akan bahasa saya harus harus harus bahasa luar biasa bahkan kalau bisa bahasa luar angkasa. Tidak hanya sekedar bahasanya saja yang harus luar biasa, tapi isinya pun saya wajibkan di luar perkara.

Setelah berjam-jam saya menulis, biasanya saya cuma mendapatkan hasil kurang lebih 3 sampai 4 paragraf. Karena hasil itu tidak memuaskan, kemudian saya mulai menyalahkan diri sendiri, stres, galau, menghinakan diri, bahkan kadang-kadang menginjak harga diri. Padahal selama ini saya lupa bahwa saya ini masih bisa menulis yang biasa-biasa saja seperti tulisan saya sekarang ini. Bukankah itu komedi banget jika dipikirkan?

Tulisan itu tidak menuntut kita menyampaikan yang susah-susah dan tidak menuntut kita menggunakan bahasa yang luar biasa gawat darurat. Tidak ada satu tulisan pun yang berbicara bahwa tulisan itu harus luar biasa. Tulisan tidak akan megutuk kita kalau seandainya kita tidak menggunakan bahasa “langit”. Tidak pernah ada wacana seperti itu di Sekolah Compok Basi. Kalau tidak percaya silahkan datang ke Sekolah Compok Basi sendiri…

Kita ini belum bisa dikatakan adil kalau terlalu sering menyalahkan diri secara berlebih-lebihan seperti apa yang saya alami itu. Kekurangan kita dalam hal bahasa dan keilmuan-keilmuan tertentu, saya rasa tidak harus kemudian dengan mengutuk-ngutuk diri sekehenak hati sendiri. Kekurangan itu pun penting ada pada diri kita. Ia sebagai antitesa dari kemampuan kita untuk terus berkembang dalam hidup ini. Bahkan seorang kolumnis, Marilyn Vos Savant berpendapat bahwa kesuksesan itu diraih dengan mengembangkan kekuatan kita, bukan dengan mencoba menyingkirkan kelemahan kita, lalu mengapa kita malah harus singkirkan kelemahan kita yang sebenarnya kita butuhkan itu?

Kegiatan bincang-bincang buku yang telah dilakukan oleh teman-teman dari Compok Basi tersebut memicu saya untuk mulai menulis. Saya mesti memulai dengan tulisan ini, yang mana sangat bisa saja tidak baik bagi para pembaca, tapi pasti sangat baik bagi ibu saya karena tulisan ini sudah menjadi cucunya. Berikut ini saya telah merangkum 3 masalah umum bagi penulis pemula ketika melakukan kegiatan menulis:

Terlalu Menuntut Diri

Masalah pertama yang membuat tulisan kita tidak selesai-selesai adalah karena terlalu menuntut diri supaya tulisan kita menjadi paling sempurna. Padahal rata-rata penduduk Indonesia sering sekali mengatakan: tidak ada satu pun di muka bumi ini yang sempurna. Masalah pertama ini bisa membuat tulisan tidak kunjung selesai karena mengharuskan diri untuk menulis persoalan yang di luar kempuan kita. Padahal masalah sepele sehari-hari seperti, cara sederhana menggosok gigi saja bisa kita tuliskan dengan bahasa yang biasa-biasa saja.

Tidak Suka Membaca

Masalah kedua yang membuat terhambat dalam menulis adalah tidak suka membaca. Ketidaksukaan membaca akan membuat kita kurangnya wawasan dan pengetahuan tentang karya tulis dan apa yang ingin kita tulis. Padahal ada istilah mengatakan bahwa guru dari menulis itu sendiri adalah membaca.

Tidak Percaya Diri

Masalah ketiga adalah kurangnya kepercayaan diri. Masalah ini bisa muncul karena masalah pertama dan kedua belum bisa terpenuhi. Terlalu menuntut diri untuk menghasilkan karya paling sempurna akan membuat tulisan kita tidak kunjung terselesaikan. Begitupun dengan masalah ketidaksukaan dalam membaca, itu bisa menghambat kita dalam proses menulis. Karena masalah pertama dan kedua belum kita lalui maka hasilnya sama seperti saya ini: tidak percaya diri kalau saya bisa melahirkan karya tulis.

Demikian pula saya memahami bahwa menulis merupakan salah satu cara untuk bisa hidup lebih lama di muka bumi yang siklusnya tidak tentu ini. Tulisan yang kita buat akan masih bisa bertahan hidup meskipun kita sudah kalah dalam kehidupan. Seperti apa yang kemaren dikatakan oleh Ahmad Fanani alias moderator keunggulan dari Compok Basi: menulislah kamu sebelum kamu dituliskan di batu nisan. [T]

Tags: BukumahasiswamenulisPendidikanresensi
Share111TweetSendShareSend
Previous Post

Wabup Bagi-bagi Tas dan Saya Merenung Tentang Riwayat Pasar Tabanan

Next Post

Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Ahmad Anif Alhaki

Ahmad Anif Alhaki

Biasa dipanggil Anif. Lahir di Sumatera Barat. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa di jurusan Penidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Tak tahu hobinya apa, tapi merasa senang menulis.

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co