23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wabup Bagi-bagi Tas dan Saya Merenung Tentang Riwayat Pasar Tabanan

Made Nurbawa by Made Nurbawa
March 3, 2019
in Khas
Wabup Bagi-bagi Tas dan Saya Merenung Tentang Riwayat Pasar Tabanan

Di Pasar Tabanan (2/3/2019), sosialisasi pengurangan sampah plastik oleh Wabup Tabanan dibarengi dengan pembagian ratusan tas kainyang

Rahina Sanicara Umanis Medangkungan Sabtu 2 Maret 2019, di Kota Tabanan ada dua momentum penting yang patut kita apresiasi dan maknai bersama.

Pertama, adanya ajakan Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., MM untuk mengurangi pengunaan tas plastik di Pasar Tabanan, pagi. Kedua, masih di hari yang sama dilaksanakan upacara Melasti oleh Krama Desa Pakraman Kota Tabanan menyambut Hari Nyepi Caka 1941.

Jika kita apresiasi, keduanya memiliki makna dan dampak yang sama yaitu menuju penyucian atau pelestarian lingkungan dalam arti luas-sekala maupun niskala.

Di Pasar Tabanan (2/3/2019), sosialisasi pengurangan sampah plastik oleh Wabup Tabanan dibarengi dengan pembagian ratusan tas kainyang mendapat sambutan luar biasa dari warga kota. Begitu juga saat malam hari, ribuan warga mengikuti proses Pelastian menuju pantai Yeh Gangga yang telah lama menjadi “Segara Kebek” (pantai yang memakmurkan) bagi rakyat Tabanan.

Jika kita cermati, keberadaan Pasar Tabanan bukan saja menjadi pusat perekonomian tetapi juga dapat menjadi sumber pengetahuan budaya dan sejarah. Di Bali pada umumnya, kata “pasar” bukan saja berarti tempat pertemuan antara permintaan (demand) dan penawaran (suplay) tetapi juga tempat dimana adanya penghormatan segala bentuk penciptaan oleh Hyang Maha Kuasa dalam beragam produk.

Di tengah Pasar Tabanan yang masih tergolong pasar tradisional itu, kita bisa melihat adanya keragaman warga (pedagan dan pembeli) yang berasal dari berbagai wilayah dan asal usul. Mereka mampu bersatu dan berdampingan untuk bersama-sama mencari penghidupan, bukan saja dalam aktivitas pekerjaan, tetapi juga bersatu dalam keyakinan spirit yang ditandai adanya penghormatan terhadap “taksu kemakmuran” yang ditandai adanya Pura Melanting di rengah papas dengan segala filosofi dan tatanan budayanya.

Di tengah Pasar Tabanan kita bisa banyak belajar tentang hakekat keragaman, persatuan, demokrasi, termasuk implementasi nyata semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu : “Bhinneka Tunggal Ika” dan prinsip-prinsip ekonomi Pancasila.

Sementara dari sisi pengetahuan sejarah, di tengah Pasar Tabanan kita bisa belajar banyak hal. Keberadaan Pasar Tabanan bisa menjadi penanda jejak-jekak peradaban dan pembangunan yang ada di pusat kota Tabanan. Tidak ada cacatan yang pasti tahun berapa Pasar Tabanan yang sekarang ini dibangun atau diresmikan.

Tetapi beberapa sumber memberi petunjuk pada tahun 1961 di areal Pasar Tabanan sekarang pernah ada Sekolah Rakyat (SR) dan sekolah rakyat tersebut pada tanggal 1 Juli 1961 pernah dipinjam (era Bupati TK. II Tabanan Ida Bagus Pudja 1955-1967) untuk penerimaan siswa baru SMA Negeri Tabanan yang kini menjadi SMA Negeri 1 Tabanan.

Pemanfaatan gedung SR untuk gedung pertama SMA Negeri Tabanan saat itu berlangsung hingga 1 Agustus 1961 dan kemudian setelah selesai pembangunan gedung sekolah yang baru pindah ke lokasi SMA Negeri 1 Tabanan sekarang di Banjar Pasekan.

Dalam catatan yang lain, hingga awal abad XX (1900-an masehi) lokasi Pasar Tabanan ternyata ada di sekitar perepatan Catus Pata Desa Pakraman Kota, tepatnya di sekitar pohon beringin kota bersebelahan dengan Pura Puseh sekarang. Setidaknya catatan dan foto pemerintah kolonila Belanda hingga terjadinya peristiwa pendudukan Puri Agung Tabanan tahun 1906 disebut dalam keterangan poto—-“sisi utara Ancak Saji  Puri Agung Tabanan kearah barat. Nampak gerbang utara menuju pasar, Pura Puseh dan Pura Anglurah”- (Weede, 1908 dan KITL V) yang bisa memberi petunjuk bahwa hingga tahun 1906 masehi lokasi pasar induk atau pasar utama kota Tabanan ada di sekitar pohon beringin sekarang–utara Gedung Kesenian Ketut Maria. Lebih jauh lagi di jaman republik keberadaan Pasar Tabanan tersebut akhirnya dijadikan tonggak dalam pembagian wilayah desa yaitu : Dajan Peken, Delod Peken dan Dauh Peken. 

Konon dulu oleh para punggawa atau pemimpin kerajaan, keberadaan pasar tradisional bisa dijadikan indikator untuk mengenali kondisi perekonomian masyarakat yang ada diberbagai pelosok desa di Tabanan. Terutama wilayah Tabanan sebagai kawasan pertanian (agraris) yang sangat berpengaruh bagi Bali yang memasok berbagai kebutuhan pangan dan bahan-bahan upakara alami keagamaan.  Misalnya jika ada produk-produk khas sepi di pasaran, maka pihak pungawa kerajaan akan melakukan pengecekan ke wilayah tersebut untuk mencari tahu penyebabnya, apakah karena cuaca, hama atau bentuk-bentuk gangguan lainnya.

Tidak cukup satu hari untuk mengupas sejarah Kota Tabanan, tetapi setidaknya sosialisasi pengurangan penggunaan tas plastik oleh Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., MM pada hari Sabtu (2/3/2019) di tengah pasar Tabanan bisa menjadi pengingat bersama bahwa pola dan “prilaku pasar“ di masa depan perlu pengaturan dan kebijakan dalam merespon issu-issu lingkungan yang pendekatannya bisa dikemas dalam beragam demensi, baik demensi politik, hukum, ekonomi maupun sosial budaya.

Tentu sangat tepat dan wajar, menjelang penyenggaraan pesta demokrasi Pemilu serentak 2019 (17 April 2019), sejumlah pihak bisa menyatukan langkah, menyelipkan program dan kebijakan-kebijakan lingkungan yang murah, praktis dan menyadarkan bagi banyak orang, sehingga tatanan spirit dan hakekat budaya Bali seperti dijelaskan dalam tatanan filosofis “Sat Kertih” (Nangun Sat Kertih Loka Bali) benar-benar bisa terwujud dan akhirnyaberujung pada pelestarian dan keharmonisan lingkungan Jagat Bali (Tri Hita Karana). [T]

Tags: lingkunganpasarsejarahtabanan
Share5TweetSendShareSend
Previous Post

Hardiman di Nias 13 – Persembahan Usai Sidang Terbuka Promosi Doktor

Next Post

Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Made Nurbawa

Made Nurbawa

Tinggal di Tabanan dan punya kecintaan yang besar terhadap tetek-bengek budaya pertanian. Tulisan-tulisannya bisa dilihat di madenurbawa.com

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co