23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Ahmad Anif Alhaki by Ahmad Anif Alhaki
March 3, 2019
in Khas
Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Diskusi Compok Basi, berbincang buku Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir karya Jaswanto di sebuah kafe di Singaraja


“Kesuksesan itu diraih dengan mengembangkan kekuatan kita, bukan dengan mencoba menyingkirkan kelemahan kita” — (Marilyn Vos Savant)

Tulisan ini muncul setelah teman-teman dari Compok Basi selesai berbincang buku yang berjudul Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir karya Jaswanto yang biasa juga dipanggil Aswan. Kegiatan bincang-bincang buku tersebut berlangsung pada hari Jum’at, 1 Maret 2019 di sebuah kafe yang kebetulan belum resmi menjadi sponsor kami.

Pembicara dalam bincang-bincang buku itu adalah Jaswanto sendiri yang kebetulan tidak sedang kencan bersama pacarnya,  (karena memang belum punya pacar). Sedangkan yang memoderatori adalah Ahmad Fanani, seorang lelaki tampan yang bercita-cita menjadi pembawa acara seperti Karni Ilyas-tidak apa-apa, karena pepatah Compok Basi sendiri mengatakan: tidak ada kata bisa kalau tidak mau berusaha, termasuk dalam mewujudkan cita-cita.

Buku Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir ini merupakan kumpulan esai yang diterbitkan oleh Mahima dan tatkala.co pada akhir tahun 2018.

Berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh penulisnya, bahwa tulisan-tulisan yang kemudian menjadi sebuah buku itu, pada mulanya adalah tulisan-tulisan di status facebook. Oleh karena adanya saran dari penulis senior yang tidak diragukan lagi akan karya-karyanya, maka status-status di facebook itu kemudian dikumpulkan dan diperbaiki sehingga menjadi satu buku.

Jaswanto sendiri mengatakan kalau hidup sangat banyak sekali komedinya apabila dipikir-pikirkan. Tidak usah yang terlalu jauh-jauh, pengalaman hidup susah dan kemudian diusahakan untuk tidak susah saja adalah jalan dari perkomedian. Menjadi komedi karena kita terjebak di dalam kesusahan dan tidak percaya akan bisa terlepas dari kesusahan-kesusahan itu. Padahal selama ini kita sudah percaya kalau setelah susah pasti ada senang seperti kata pepatah: berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, baru kemudian bersenang-senang. Kalau kita bisa percaya dengan pepatah itu, kenapa terlepas dari kesusahan saja kita tidak bisa percaya?

Komedi lain lagi yang sering muncul pada penulis-penulis pemula seperti saya ini, misalnya: kejadian susah, payah, gelisah, resah, ah sudahlah pasrah… Kejadian itu sering timbul pada saat saya menulis. Pada saat menulis, saya sering sekali menggonta-ganti kata, menggonta-ganti kalimat, seakan-akan bahasa saya harus harus harus bahasa luar biasa bahkan kalau bisa bahasa luar angkasa. Tidak hanya sekedar bahasanya saja yang harus luar biasa, tapi isinya pun saya wajibkan di luar perkara.

Setelah berjam-jam saya menulis, biasanya saya cuma mendapatkan hasil kurang lebih 3 sampai 4 paragraf. Karena hasil itu tidak memuaskan, kemudian saya mulai menyalahkan diri sendiri, stres, galau, menghinakan diri, bahkan kadang-kadang menginjak harga diri. Padahal selama ini saya lupa bahwa saya ini masih bisa menulis yang biasa-biasa saja seperti tulisan saya sekarang ini. Bukankah itu komedi banget jika dipikirkan?

Tulisan itu tidak menuntut kita menyampaikan yang susah-susah dan tidak menuntut kita menggunakan bahasa yang luar biasa gawat darurat. Tidak ada satu tulisan pun yang berbicara bahwa tulisan itu harus luar biasa. Tulisan tidak akan megutuk kita kalau seandainya kita tidak menggunakan bahasa “langit”. Tidak pernah ada wacana seperti itu di Sekolah Compok Basi. Kalau tidak percaya silahkan datang ke Sekolah Compok Basi sendiri…

Kita ini belum bisa dikatakan adil kalau terlalu sering menyalahkan diri secara berlebih-lebihan seperti apa yang saya alami itu. Kekurangan kita dalam hal bahasa dan keilmuan-keilmuan tertentu, saya rasa tidak harus kemudian dengan mengutuk-ngutuk diri sekehenak hati sendiri. Kekurangan itu pun penting ada pada diri kita. Ia sebagai antitesa dari kemampuan kita untuk terus berkembang dalam hidup ini. Bahkan seorang kolumnis, Marilyn Vos Savant berpendapat bahwa kesuksesan itu diraih dengan mengembangkan kekuatan kita, bukan dengan mencoba menyingkirkan kelemahan kita, lalu mengapa kita malah harus singkirkan kelemahan kita yang sebenarnya kita butuhkan itu?

Kegiatan bincang-bincang buku yang telah dilakukan oleh teman-teman dari Compok Basi tersebut memicu saya untuk mulai menulis. Saya mesti memulai dengan tulisan ini, yang mana sangat bisa saja tidak baik bagi para pembaca, tapi pasti sangat baik bagi ibu saya karena tulisan ini sudah menjadi cucunya. Berikut ini saya telah merangkum 3 masalah umum bagi penulis pemula ketika melakukan kegiatan menulis:

Terlalu Menuntut Diri

Masalah pertama yang membuat tulisan kita tidak selesai-selesai adalah karena terlalu menuntut diri supaya tulisan kita menjadi paling sempurna. Padahal rata-rata penduduk Indonesia sering sekali mengatakan: tidak ada satu pun di muka bumi ini yang sempurna. Masalah pertama ini bisa membuat tulisan tidak kunjung selesai karena mengharuskan diri untuk menulis persoalan yang di luar kempuan kita. Padahal masalah sepele sehari-hari seperti, cara sederhana menggosok gigi saja bisa kita tuliskan dengan bahasa yang biasa-biasa saja.

Tidak Suka Membaca

Masalah kedua yang membuat terhambat dalam menulis adalah tidak suka membaca. Ketidaksukaan membaca akan membuat kita kurangnya wawasan dan pengetahuan tentang karya tulis dan apa yang ingin kita tulis. Padahal ada istilah mengatakan bahwa guru dari menulis itu sendiri adalah membaca.

Tidak Percaya Diri

Masalah ketiga adalah kurangnya kepercayaan diri. Masalah ini bisa muncul karena masalah pertama dan kedua belum bisa terpenuhi. Terlalu menuntut diri untuk menghasilkan karya paling sempurna akan membuat tulisan kita tidak kunjung terselesaikan. Begitupun dengan masalah ketidaksukaan dalam membaca, itu bisa menghambat kita dalam proses menulis. Karena masalah pertama dan kedua belum kita lalui maka hasilnya sama seperti saya ini: tidak percaya diri kalau saya bisa melahirkan karya tulis.

Demikian pula saya memahami bahwa menulis merupakan salah satu cara untuk bisa hidup lebih lama di muka bumi yang siklusnya tidak tentu ini. Tulisan yang kita buat akan masih bisa bertahan hidup meskipun kita sudah kalah dalam kehidupan. Seperti apa yang kemaren dikatakan oleh Ahmad Fanani alias moderator keunggulan dari Compok Basi: menulislah kamu sebelum kamu dituliskan di batu nisan. [T]

Tags: BukumahasiswamenulisPendidikanresensi
Share111TweetSendShareSend
Previous Post

Wabup Bagi-bagi Tas dan Saya Merenung Tentang Riwayat Pasar Tabanan

Next Post

Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Ahmad Anif Alhaki

Ahmad Anif Alhaki

Biasa dipanggil Anif. Lahir di Sumatera Barat. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa di jurusan Penidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Tak tahu hobinya apa, tapi merasa senang menulis.

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co