13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Ahmad Anif Alhaki by Ahmad Anif Alhaki
March 3, 2019
in Khas
Menulislah Sebelum Kamu Ditulis di Batu Nisan

Diskusi Compok Basi, berbincang buku Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir karya Jaswanto di sebuah kafe di Singaraja


“Kesuksesan itu diraih dengan mengembangkan kekuatan kita, bukan dengan mencoba menyingkirkan kelemahan kita” — (Marilyn Vos Savant)

Tulisan ini muncul setelah teman-teman dari Compok Basi selesai berbincang buku yang berjudul Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir karya Jaswanto yang biasa juga dipanggil Aswan. Kegiatan bincang-bincang buku tersebut berlangsung pada hari Jum’at, 1 Maret 2019 di sebuah kafe yang kebetulan belum resmi menjadi sponsor kami.

Pembicara dalam bincang-bincang buku itu adalah Jaswanto sendiri yang kebetulan tidak sedang kencan bersama pacarnya,  (karena memang belum punya pacar). Sedangkan yang memoderatori adalah Ahmad Fanani, seorang lelaki tampan yang bercita-cita menjadi pembawa acara seperti Karni Ilyas-tidak apa-apa, karena pepatah Compok Basi sendiri mengatakan: tidak ada kata bisa kalau tidak mau berusaha, termasuk dalam mewujudkan cita-cita.

Buku Hidup Adalah Komedi bagi Orang-Orang yang Mau Berpikir ini merupakan kumpulan esai yang diterbitkan oleh Mahima dan tatkala.co pada akhir tahun 2018.

Berdasarkan apa yang telah disampaikan oleh penulisnya, bahwa tulisan-tulisan yang kemudian menjadi sebuah buku itu, pada mulanya adalah tulisan-tulisan di status facebook. Oleh karena adanya saran dari penulis senior yang tidak diragukan lagi akan karya-karyanya, maka status-status di facebook itu kemudian dikumpulkan dan diperbaiki sehingga menjadi satu buku.

Jaswanto sendiri mengatakan kalau hidup sangat banyak sekali komedinya apabila dipikir-pikirkan. Tidak usah yang terlalu jauh-jauh, pengalaman hidup susah dan kemudian diusahakan untuk tidak susah saja adalah jalan dari perkomedian. Menjadi komedi karena kita terjebak di dalam kesusahan dan tidak percaya akan bisa terlepas dari kesusahan-kesusahan itu. Padahal selama ini kita sudah percaya kalau setelah susah pasti ada senang seperti kata pepatah: berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, baru kemudian bersenang-senang. Kalau kita bisa percaya dengan pepatah itu, kenapa terlepas dari kesusahan saja kita tidak bisa percaya?

Komedi lain lagi yang sering muncul pada penulis-penulis pemula seperti saya ini, misalnya: kejadian susah, payah, gelisah, resah, ah sudahlah pasrah… Kejadian itu sering timbul pada saat saya menulis. Pada saat menulis, saya sering sekali menggonta-ganti kata, menggonta-ganti kalimat, seakan-akan bahasa saya harus harus harus bahasa luar biasa bahkan kalau bisa bahasa luar angkasa. Tidak hanya sekedar bahasanya saja yang harus luar biasa, tapi isinya pun saya wajibkan di luar perkara.

Setelah berjam-jam saya menulis, biasanya saya cuma mendapatkan hasil kurang lebih 3 sampai 4 paragraf. Karena hasil itu tidak memuaskan, kemudian saya mulai menyalahkan diri sendiri, stres, galau, menghinakan diri, bahkan kadang-kadang menginjak harga diri. Padahal selama ini saya lupa bahwa saya ini masih bisa menulis yang biasa-biasa saja seperti tulisan saya sekarang ini. Bukankah itu komedi banget jika dipikirkan?

Tulisan itu tidak menuntut kita menyampaikan yang susah-susah dan tidak menuntut kita menggunakan bahasa yang luar biasa gawat darurat. Tidak ada satu tulisan pun yang berbicara bahwa tulisan itu harus luar biasa. Tulisan tidak akan megutuk kita kalau seandainya kita tidak menggunakan bahasa “langit”. Tidak pernah ada wacana seperti itu di Sekolah Compok Basi. Kalau tidak percaya silahkan datang ke Sekolah Compok Basi sendiri…

Kita ini belum bisa dikatakan adil kalau terlalu sering menyalahkan diri secara berlebih-lebihan seperti apa yang saya alami itu. Kekurangan kita dalam hal bahasa dan keilmuan-keilmuan tertentu, saya rasa tidak harus kemudian dengan mengutuk-ngutuk diri sekehenak hati sendiri. Kekurangan itu pun penting ada pada diri kita. Ia sebagai antitesa dari kemampuan kita untuk terus berkembang dalam hidup ini. Bahkan seorang kolumnis, Marilyn Vos Savant berpendapat bahwa kesuksesan itu diraih dengan mengembangkan kekuatan kita, bukan dengan mencoba menyingkirkan kelemahan kita, lalu mengapa kita malah harus singkirkan kelemahan kita yang sebenarnya kita butuhkan itu?

Kegiatan bincang-bincang buku yang telah dilakukan oleh teman-teman dari Compok Basi tersebut memicu saya untuk mulai menulis. Saya mesti memulai dengan tulisan ini, yang mana sangat bisa saja tidak baik bagi para pembaca, tapi pasti sangat baik bagi ibu saya karena tulisan ini sudah menjadi cucunya. Berikut ini saya telah merangkum 3 masalah umum bagi penulis pemula ketika melakukan kegiatan menulis:

Terlalu Menuntut Diri

Masalah pertama yang membuat tulisan kita tidak selesai-selesai adalah karena terlalu menuntut diri supaya tulisan kita menjadi paling sempurna. Padahal rata-rata penduduk Indonesia sering sekali mengatakan: tidak ada satu pun di muka bumi ini yang sempurna. Masalah pertama ini bisa membuat tulisan tidak kunjung selesai karena mengharuskan diri untuk menulis persoalan yang di luar kempuan kita. Padahal masalah sepele sehari-hari seperti, cara sederhana menggosok gigi saja bisa kita tuliskan dengan bahasa yang biasa-biasa saja.

Tidak Suka Membaca

Masalah kedua yang membuat terhambat dalam menulis adalah tidak suka membaca. Ketidaksukaan membaca akan membuat kita kurangnya wawasan dan pengetahuan tentang karya tulis dan apa yang ingin kita tulis. Padahal ada istilah mengatakan bahwa guru dari menulis itu sendiri adalah membaca.

Tidak Percaya Diri

Masalah ketiga adalah kurangnya kepercayaan diri. Masalah ini bisa muncul karena masalah pertama dan kedua belum bisa terpenuhi. Terlalu menuntut diri untuk menghasilkan karya paling sempurna akan membuat tulisan kita tidak kunjung terselesaikan. Begitupun dengan masalah ketidaksukaan dalam membaca, itu bisa menghambat kita dalam proses menulis. Karena masalah pertama dan kedua belum kita lalui maka hasilnya sama seperti saya ini: tidak percaya diri kalau saya bisa melahirkan karya tulis.

Demikian pula saya memahami bahwa menulis merupakan salah satu cara untuk bisa hidup lebih lama di muka bumi yang siklusnya tidak tentu ini. Tulisan yang kita buat akan masih bisa bertahan hidup meskipun kita sudah kalah dalam kehidupan. Seperti apa yang kemaren dikatakan oleh Ahmad Fanani alias moderator keunggulan dari Compok Basi: menulislah kamu sebelum kamu dituliskan di batu nisan. [T]

Tags: BukumahasiswamenulisPendidikanresensi
Share111TweetSendShareSend
Previous Post

Wabup Bagi-bagi Tas dan Saya Merenung Tentang Riwayat Pasar Tabanan

Next Post

Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Ahmad Anif Alhaki

Ahmad Anif Alhaki

Biasa dipanggil Anif. Lahir di Sumatera Barat. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa di jurusan Penidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. Tak tahu hobinya apa, tapi merasa senang menulis.

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Melasti Kekinian Tak Perlu “Ma-songket-an” dan “Nyalon”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co