23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Shortcut” Denpasar-Singaraja? Ah, Pemalas Bahagia Pilih Jalan Berliku

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 2, 2018
in Opini

Foto: Ole

SIAPA pun yang bicara jalur shortcut Denpasar-Singaraja selalu tampak bersemangat. Optimis. Seakan-akan setelah jalur shortcut terwujud, masyarakat akan langsung sejahtera.

Padahal sesungguhnya siapa sih orang yang sangat berkepentingan dengan jalur shortcut? Rakyat yang hanya sekali-sekali saja lewat jalur Singaraja-Denpasar tentu tak begitu peduli apakah jalan itu mau lurus atau berliku, mau datar atau berundak-undak.

Mereka, para rakyat itu, toh hanya akan sesekali saja lewat, itu pun untuk urusan yang tak dianggap penting oleh Negara, misalnya ikut rombongan ngantar tetangga atau keponakan menikah ke luar kabupaten, atau kebetulan matirtayatra ke Pura yang lokasinya cukup jauh, atau sekadar jalan-jalan di hari raya.

Urusan-urusan rakyat semacam itu tentu tak pernah dijadikan pertimbangan penting agar jalur shortcut itu segera terwujud. Yang jadi pertimbangan adalah percepatan ekonomi, pariwisata, dan tentu saja politik. Urusan ngantar orang nikah atau urusan dolan-dolan yang cuma bisa dilakukan saat Hari Raya Galungan tak masuk daftar penting.

***

WACANA pembangunan shortcut (atau apa pun namanya) sudah merebak gencar sejak sekitar sepuluh tahun lalu. Wacana paling heboh biasanya terjadi menjelang Pilkada. Tentu karena akses penting Denpasar-Singaraja selalu laris jadi jualan politik. Seakan-akan ada anggapan, siapa pun orang yang berhasil memperjuangkan pembangunan jalan mulus bin lurus Denpasar-Singaraja layak menjadi pemimpin di Bali.

Sampai akhirnya terbaca di media kalau Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII Sayeful Anwar memberi pemaparan di Ruang Rapat Gubernur Bali, Selasa 2 Agustus 2016. Disebutkan, akan dibangun 10 shortcut di sepanjang jalur Denpasar-Singaraja.

Namun dari 10 shortcut tersebut hanya 4 shortcut yang memungkinkan untuk segera dibangun, sisanya masih memiliki permasalahan terkait dengan kelandaian yang melebihi 10 persen.

Artinya, sudah ada titik terang. Artinya lagi, jalan lurus plus mulus di jalur Denpasar-Singaraja segera terwujud. Karena tikungan tajam akan ditumpulkan, turunan curam dan tanjakan tinggi dinormalkan. Waktu tempuh dipotong karena jarak pun diringkas. Mobil-mobil tak lagi terengah-engah, sopir lega, si bos bisa tidur lelap di jok belakang.

***

BISA diduga, jika jalur shortcut sudah terwujud secara keseluruhan, orang paling senang adalah para kepala dinas, kepala bagian, dan pejabat-pejabat penting lain di Pemkab Buleleng. Atau rektor, pembantu rektor, para dekan dan para dosen di perguruan tinggi yang ada di Singaraja semacam Undiksha. Atau para pejabat di BUMN yang punya cabang di Bali Utara.

Mereka-mereka itulah sebenarnya orang yang sangat memerlukan jalur cepat untuk urusan kenegaraan. Traffic mereka sangat tinggi. Hampir setiap hari ada pejabat dari Buleleng keluar daerah untuk berbagai urusan.

Paling dekat mereka ke Denpasar untuk rapat atau menghadiri acara Pemprov. Jika ke Denpasar, hanya untuk rapat saja mereka memerlukan waktu seharian. Rapatnya sih hanya dua jam, tapi di jalan bisa sekitar 8 jam.

Apalagi banyak pejabat pulang-pergi ke Jakarta seperti pulang-pergi ke kampung halaman saja. Urusannya tentu penting, seperti menghadap menteri atau dirjen untuk bicara masalah rakyat. Tapi mereka selalu galau jika memikirkan betapa tak asyik menempuh waktu ke bandara.

Bali-Jakarta sih tak lebih dari dua jam naik pesawat, tapi Singaraja-Bandara bisa ditempuh berjam-jam. Belum lagi kerjaan di kantor masih numpuk, dan panggilan acara di Jakarta terus terngiang-ngiang. Sopir pun kadang kena getah, padahal tak ikut makan nangka.

Tapi masalah semacam itu tak pernah jadi alasan penting kenapa shortcut harus diperjuangkan. Alasan yang kerap didengungkan adalah kesejahteraan masyarakat. Hitunganya begini: jika jalan sudah lurus dan lempeng, turis tak mabuk lagi sehingga makin banyak yang jajan ke Bali Utara. Pengurus travel agent juga tak cemas lagi mengantar tamu mereka.

Jika turis sudah melimpah, barang jualan warga tentu akan laris-manis. Investor pun datang berbondong. Jika banyak investasi, pendapatan asli daerah (PAD) pun meningkat. Jika PAD melimpah, program untuk kesejahteraan rakyat akan lancar.

Buiiiik, jalan ternyata masih tetap berliku untuk sampai pada kesejahteraan masyarakat.

Untuk urusan mendatangkan turis, travel agent dan investor ke Buleleng bukan hanya diperlukan jalan mulus dan lempeng. Banyak hal juga harus mulus dan lempeng, misalnya service, hubungan baik, dan tentu saja komisi dan tetek-bengek yang hanya diketahui orang pariwisata.

***

BELUM diketahui secara pasti, setelah jalur shortcut beres, apakah jalan lama yang berliku masih dibiarkan seperti semula, atau diurug jadi hutan? Jika masih dibiarkan, orang-orang pemalas yang bahagia mungkin saja akan tetap memilih jalan berliku. Orang yang tak pernah ditunggu meja rapat tentu juga lebih suka menempuh jalur berkelok dengan gas mobil yang sedang-sedang saja.

Di jalan berliku yang memaksa kita untuk santai, para pemalas yang bahagia bisa singgah di warung kopi, sembari ngopi ditemani kicau burung liar. Atau menikmati sate dan rawon babi sambil ngobrol tentang hujan yang jatuh di musim kemarau. Atau mereka bisa berhenti dan kencing sesukanya di semak-semak sambil memandang mobil-mobil dengan sopir bermata awas dan bos berwajah tegang meluncur di jalur shortcut.

Para pemalas yang bahagia biasanya tak tergantung banyak pada pemerintah. Mereka tak peduli urusan turis dan investasi. Mereka tak hirau politik. Mereka hanya tahu di mana tempat ngopi yang nyaman. Orang-orang semacam itu antara lain para seniman jalanan yang biasa pameran lukisan di Tokyo atau New York, pengangguran tua banyak deposito yang anak-anaknya sudah diwarisi sejumlah perusahaan, atau petani cengkeh yang baru saja panen raya.

Setelah shortcut kelar, orang yang butuh waktu serba-cepat pastilah senang. Tapi orang-orang itu, orang-orang yang biasa tegang kena deadline kerja, orang yang selalu dikejar rapat dan acara seremonial, orang yang setiap menit ditelpon karyawan untuk urusan rugi-laba, dan orang yang selalu menepuk punggung sopirnya karena cemas ditinggal pesawat, sesekali pastinya ingin menyamar sebagai pemalas yang bahagia.

Mereka ingin sesekali masuk kembali ke jalan berliku-liku dan ngopi di warung bawah pohon sesuka waktu. (T)

Tags: denpasarPariwisataPembangunanSingaraja
Share222TweetSendShareSend
Previous Post

Semua Orang Bali Selebritis

Next Post

Membela Cinlok saat KKN – Itu Pengamalan Tema Sosial Budaya

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

Read moreDetails

Rekonstruksi Hak Waris dalam Perkawinan Beda Agama: Perspektif Hukum Keluarga dan Agraria

by I Made Pria Dharsana
May 27, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

HUKUM seringkali berbicara dalam bahasa kepastian, tetapi realitas sosial tidak selalu berjalan dalam garis yang sama. Perkawinan beda agama menjadi...

Read moreDetails

Koperasi Merah Putih: Mengulang Jejak KUD, Menabrak BUMDes, atau Membangun Jalan Baru?

by I Made Pria Dharsana
May 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Di tengah semangat membangun kemandirian ekonomi nasional, gagasan Koperasi Merah Putih kembali diangkat sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Ia bukan...

Read moreDetails

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

Read moreDetails

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

Read moreDetails

MKN Bukan Tameng Impunitas: Notaris Berintegritas, Penegak Hukum  Taati Prosedur

by I Made Pria Dharsana
May 9, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

MAHKAMAH Konstitusi melalui Putusan Nomor 65/PUU-XXIV/2026 menegaskan bahwa persetujuan Majelis Kehormatan Notaris (MKN) sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Undang-Undang Nomor...

Read moreDetails

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

Read moreDetails

Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

by KH Ketut Imaduddin Jamal
May 2, 2026
0
Kapan Pejabat BGN Meresmikan MBG Khusus Pesantren di Bali?

ADA satu penyakit lama dalam kebijakan publik kita: negara sering merasa telah bekerja hanya karena program sudah diumumkan, anggaran sudah...

Read moreDetails
Next Post

Membela Cinlok saat KKN – Itu Pengamalan Tema Sosial Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co