3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
in Panggung
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026 itu menghadirkan lima karya inovatif mahasiswa angkatan 2022 sebagai representasi capaian pembelajaran mereka.

Bagi I Made Upadana, mahasiswa asal Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, malam itu memiliki makna yang lebih dalam. Ia tidak hanya menampilkan karya tugas akhir, melainkan juga mempersembahkan tafsir artistiknya terhadap tradisi yang tumbuh dan hidup di kampung halamannya.

Tak sekadar menjadi bagian dari ujian akademik, diseminasi tersebut menjadi panggung pembuktian kemampuan mahasiswa dalam mengolah gagasan, mewujudkan kreativitas artistik, mengelola produksi, hingga membangun kolaborasi untuk menghadirkan sebuah pertunjukan yang utuh. Khusus di Prodi Sendratasik UPMI Bali, tugas akhir kini dapat diwujudkan dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan. Meski demikian, setiap karya tetap dilengkapi laporan tugas akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban proses kreatif sekaligus penjelasan mengenai relevansinya dengan pembelajaran seni budaya maupun pendidikan seni budaya secara umum.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Dalam konteks itulah ‘Ruwating Bumi’ lahir. Karya tabuh kreasi ini terinspirasi dari tradisi sakral Perang Gandu di Desa Adat Tumbak Bayuh, sebuah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai simbol penyucian, rasa syukur, dan keseimbangan alam semesta. Tradisi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Tumpek Uye sebagai bentuk penghormatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Rare Angon, sekaligus menjadi sarana memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat.

Dari tradisi itulah Upadana menggali gagasan utama karyanya. Ia mengangkat konsep Rwa Bhineda – filosofi tentang keberadaan dua kekuatan berbeda namun saling melengkapi. Dalam ‘Ruwating Bumi’, konsep tersebut diterjemahkan menjadi gambaran kehidupan manusia yang selalu berada di antara dua kutub berlawanan, yakni baik dan buruk, Purusa dan Pradana, serta hubungan antara manusia dengan alam semesta. Melalui bahasa musik, pertarungan dua kekuatan tersebut tidak dihadirkan sebagai konflik yang berujung pada kemenangan salah satu pihak. Sebaliknya, keduanya diarahkan menuju keseimbangan yang menjadi inti kehidupan.

Secara musikal, karya ini dibangun melalui alur yang runtut dan dramatik. Garapan diawali dengan suasana hening dan sakral. Nada-nada yang muncul perlahan membangun kesan kontemplatif, seolah mengajak penonton memasuki ruang spiritual tempat manusia merefleksikan diri di hadapan alam dan Sang Pencipta. Memasuki bagian berikutnya, musik berkembang menjadi lebih dinamis. Permainan ritme yang semakin rapat, aksen sinkopasi, serta dialog antarinstrumen menghadirkan ketegangan yang terus meningkat. Bagian ini merepresentasikan semangat dan energi yang hidup dalam tradisi Perang Gandu.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketegangan mencapai puncaknya ketika seluruh elemen musikal berpadu dalam ledakan bunyi yang menggambarkan prosesi perang simbolis. Dalam tafsir Upadana, perang tersebut bukanlah bentuk permusuhan, melainkan pelepasan energi negatif sekaligus proses penyucian bumi. Setelah mencapai klimaks, musik perlahan kembali tenang. Suasana harmonis kembali hadir sebagai simbol terciptanya keseimbangan baru dan harapan bagi kehidupan manusia. Penonton seolah diajak menyaksikan perjalanan dari kegelisahan menuju ketenteraman, dari pertentangan menuju harmoni.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Upadana memilih menggunakan gamelan Semar Pegulingan. Pilihan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, karakter Semar Pegulingan memiliki kemampuan menghadirkan berbagai suasana musikal yang dibutuhkan dalam karya tersebut.

“Saya memilih barungan Semar Pegulingan karena suasana yang dibutuhkan dalam aransemen karya ini bisa terwadahi semuanya, tidak hanya pada patet yang umum. Karena itu saya memilih Semar Pegulingan untuk menggarap ‘Ruwating Bumi’ yang berangkat dari konsep tradisi Perang Gandu,” ujarnya.

Melalui pilihan instrumen tersebut, Upadana berupaya menghadirkan kekayaan ekspresi musikal yang mampu menggambarkan perjalanan emosional dan spiritual dalam karya. Di tangannya, Semar Pegulingan tidak hanya menjadi media bunyi, tetapi juga medium untuk menyampaikan nilai-nilai yang hidup dalam tradisi masyarakat Tumbak Bayuh. Ia berharap karya tersebut dapat memberi manfaat sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Perang Gandu kepada masyarakat luas.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Di balik pementasan malam itu, terdapat proses panjang yang tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Upadana selama proses penciptaan adalah mengatur jadwal para pendukung karya. Hal itu menjadi semakin rumit karena proses persiapan berlangsung pada bulan Mei, saat banyak pendukung karya terlibat dalam kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Kendala terbesar ada pada penabuh dan pendukung karya. Mengatur jadwal dengan mereka cukup rumit karena bertepatan dengan persiapan dan kegiatan Pesta Kesenian Bali. Jadi tantangannya adalah menyesuaikan waktu latihan dengan seluruh pendukung karya,” ungkapnya.

Meski demikian, berbagai hambatan tersebut berhasil dilalui berkat dukungan banyak pihak. Dalam proses penggarapannya, Upadana melibatkan Komunitas Seni Semara Astagina, UKM Pepalit Mahadewa, SKG Menur Agung, serta dukungan keluarga dan kru yang turut menyukseskan pertunjukan. Gamelan yang digunakan berasal dari Sukmalaras Gong, sementara kebutuhan kostum didukung oleh Kicuk Collection dan Swarapala.

Pementasan tabuh kreasi ‘Ruwating Bumi’ karya I Made Upadana│Foto: Dok. UPMI Bali

Ketika pertunjukan berakhir, rasa lega sekaligus bahagia tampak jelas dari wajah Upadana. Baginya, malam itu menjadi momen yang sangat berarti. Ia berhasil menuntaskan ujian tugas akhir sekaligus menjadi bagian dari sejarah baru di Prodi Sendratasik UPMI Bali yang mulai menerapkan tugas akhir non-skripsi dalam bentuk proyek inovatif seni pertunjukan.

“Saya sangat bahagia karena bisa melewati ujian ini dengan baik. Ini juga menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena untuk pertama kalinya di Prodi Pendidikan Sendratasik UPMI Bali ada ujian tugas akhir non-skripsi yang dipentaskan secara langsung. Syukur, semuanya bisa berjalan lancar dan sukses,” tandasnya.

Melalui ‘Ruwating Bumi’, Upadana tidak hanya menyelesaikan kewajiban akademiknya. Ia juga menunjukkan bahwa tradisi yang diwariskan leluhur dapat terus hidup melalui sentuhan kreatif, yaitu berkarya. [T]

Reprter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Tags: Desa Tumbak Bayuhkarawitan balikesenian baliUPMI Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

Next Post

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

Read moreDetails

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails

Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

by Made Chandra
May 25, 2026
0
Bumi Bajra : Ruang Tumbuh yang Menubuh

DI sudut gang yang dari luar tampak tak sepenuhnya meyakinkan, tampak sebuah ruang yang terasa begitu hangat karena dipeluk tertawaan...

Read moreDetails

Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 25, 2026
0
Janger Pegok, Janger Tua di Bali: Dokumentasi Video Ditemukan di Jerman, Kini Dipentaskan di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA suasana hening dari masyarakat dan para undangan, tabuh mulai dimainkan. Muda-mudi yang didominasi para remaja itu menari lepas tanpa...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Janger Beringkit

by IGP Weda Adi Wangsa
May 23, 2026
0
Catatan Perjalanan Janger Beringkit

JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit,...

Read moreDetails

Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

by Dede Putra Wiguna
May 22, 2026
0
Sekar Mas, Seka Serbabisa: Ruang Kreativitas Anak Muda untuk Bertumbuh

DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang,...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co