24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 10, 2026
in Panggung
Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

PENILAIAN seni memang subjektif. Namun pada akhirnya, karya yang mampu menyatukan gagasan, visual, dan pementasan sering kali menonjol dengan sendirinya.

Itulah yang terjadi pada ogoh-ogoh berjudul “Wit Kawit” karya Sekaa Teruna (ST) Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Karya tersebut berhasil meraih juara I dalam ajang Kasanga Festival 2026 yang digelar di kawasan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.

Keputusan itu diumumkan pada penutupan festival, Minggu malam, 8 Maret 2026, setelah dua hari sebelumnya ribuan warga menyaksikan pawai ogoh-ogoh (Peed Aya) di kawasan Patung Catur Muka Denpasar. Hari itu, suasana kota berubah menjadi panggung besar bagi 16 ogoh-ogoh terbaik se-Kota Denpasar.

Fragmentari Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Di tengah parade yang penuh energi tersebut, ogoh-ogoh “Wit Kawit” tampil mencolok. Figur utamanya, Gowaksa ─ makhluk berwujud kera dengan wajah menyerupai burung gagak ─ digambarkan berada di tengah adegan dramatis bersama sejumlah figur manusia yang terlempar dari pijakan. Komposisi ini menghadirkan fragmen cerita yang kuat, seolah-olah penonton sedang menyaksikan potongan adegan dari kisah epik kuno.

Dari segi fragmen dan arakan, karya ini memang terlihat sedikit lebih matang dibandingkan yang lain. Gerak ogoh-ogoh, komposisi tokoh, hingga alur pementasan berpadu dalam format karnaval yang memikat perhatian penonton di sepanjang rute pawai.

Dalam pengumuman resmi, juara II diraih oleh ogoh-ogoh karya ST Sukarela, Banjar Kepisah, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. Sementara juara III diraih ST Swadharmita, Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Adapun juara harapan I diraih ST Satya Dharma Banjar Pekandelan, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan. Juara harapan II diraih ST Swastika Banjar Pekambingan, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat dan juara harapan III diraih ST Mekar Sari Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, mengatakan seluruh peserta yang masuk 16 besar mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta. Sementara enam besar memperoleh tambahan hadiah.

“Juara I mendapat Rp 50 juta, juara II Rp 40 juta dan juara III Rp 30 juta. Untuk juara harapan I Rp 20 juta, harapan II Rp 15 juta, dan harapan III Rp 10 juta. Sedangkan juara favorit memperoleh Rp 10 juta,” jelasnya.

Namun lebih dari sekadar hadiah, kemenangan ini menegaskan kekuatan ide di balik karya tersebut.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Ogoh-ogoh “Wit Kawit” mengangkat kisah tokoh Gowaksa yang ceritanya bersumber dari Lontar Ketaka Parwa. Dalam kisah tersebut, Gowaksa digambarkan sebagai makhluk berwujud kera dengan wajah menyerupai burung yang menimbulkan keresahan karena rupanya yang tidak lazim.

Meski demikian, dalam narasi mitologis, kehadirannya justru memiliki peran penting. Gowaksa menjadi salah satu palawaga (pasukan/prajurit) yang membantu Rama dalam menaklukkan kerajaan Alengka. Kisah ini juga berkaitan dengan kutukan Dewa Siwa yang menyebabkan para dewa memiliki keturunan berwujud kera.

Istilah “Wit Kawit” sendiri memiliki makna mendalam: awal mula sebuah keturunan atau kelahiran. Dalam konteks cerita ini, istilah tersebut merujuk pada titik awal munculnya tokoh Gowaksa dalam silsilah panjang makhluk-makhluk yang kelak berperan dalam kisah besar Ramayana.

Fragmentari Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Narasi karya ini bahkan ditarik lebih jauh ke awal cerita tentang perebutan air amerta, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di alam semesta. Peristiwa Cupu Manik kemudian menyebabkan tokoh Arya Bang dan Arya Kuning berubah wujud menjadi kera, yang menjadi awal kelahiran Hanoman. Dari rangkaian peristiwa itulah lahir Gowaksa sebagai representasi akibat dari perbuatan masa lalu.

Dalam visual ogoh-ogoh tersebut, pesan simbolik itu diterjemahkan melalui tiga representasi kuat. Tokoh Gowaksa menjadi simbol nyata dari konsekuensi sebuah tindakan. Burung gagak melambangkan pola pikir awal dari suatu proses. Sementara figur rakyat yang ditampilkan menggambarkan pihak yang paling terdampak dari setiap proses atau kebijakan yang berjalan.

Kombinasi simbol-simbol itu menciptakan refleksi tentang kehidupan modern: bagaimana sebuah tindakan, keputusan, atau perubahan bisa memunculkan akibat yang panjang.

Di sisi lain, dinamika penilaian juga terlihat dari hasil yang diraih ogoh-ogoh lain.

Ogoh-ogoh Banyu Pinaruh karya ST Cantika Banjar Sedana Mertha, Ubung, sebelumnya sempat meraih nilai tertinggi saat penilaian langsung di banjar. Karya yang menggambarkan Dewi Saraswati tersebut bahkan sempat menjadi perbincangan luas di masyarakat. Namun pada akhirnya karya tersebut tidak masuk enam besar dan hanya meraih juara favorit pilihan masyarakat.

Ogoh-ogoh ‘Banyu Pinaruh’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu juri, I Gede Anom Ranuara, menjelaskan keputusan itu bukan karena ogoh-ogoh sempat roboh setelah pawai. Pertimbangan utama justru terletak pada aspek estetika dan logika anatomi.

Menurutnya, figur Dewi Saraswati digambarkan berdiri dengan satu kaki terangkat atau ‘nengkleng’, sesuatu yang dinilai tidak sesuai dengan ikonografi yang selama ini dikenal dalam tradisi seni dan pendidikan.

“Secara estetika dan logika tidak masuk, karena posisi Dewi Saraswati berdiri nengkleng. Hal itu bisa menimbulkan persepsi keliru bagi masyarakat,” ujar Anom.

Ia menambahkan bahwa penilaian ogoh-ogoh tidak hanya melihat bentuk visual semata. Ada sejumlah aspek penting yang diperhatikan, mulai dari anatomi, proporsi, sudut pandang, hingga psikoplastis atau ekspresi visual karya.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Selain itu, penampilan saat pawai juga memiliki bobot penilaian sebesar 35 persen. Dewan juri turut menilai efektivitas penggunaan mesin dalam ogoh-ogoh serta keseimbangan antara pementasan fragmen dengan pergerakan ogoh-ogoh dalam format karnaval.

Di tengah kompleksitas penilaian itulah “Wit Kawit” akhirnya muncul sebagai karya yang dianggap paling utuh. Melalui kisah Gowaksa, para yowana Banjar Tengah Sidakarya tidak hanya menghadirkan ogoh-ogoh sebagai tontonan visual, tetapi juga sebagai medium refleksi. Mereka menggali kembali nilai-nilai dasar manusia di tengah arus modernisasi yang terus mengubah pola kehidupan masyarakat Bali. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026
Dari Sketsa, Tapel, hingga Ogoh-Ogoh Mini: Ketika Generasi Muda Denpasar Adu Kreativitas di Kasanga Festival 2026
Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Tags: Kesanga Festivalogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perang Iran dan Kebangkrutan Solidaritas Multipolar

Next Post

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails
Next Post
Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co