15 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 10, 2026
in Panggung
Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

PENILAIAN seni memang subjektif. Namun pada akhirnya, karya yang mampu menyatukan gagasan, visual, dan pementasan sering kali menonjol dengan sendirinya.

Itulah yang terjadi pada ogoh-ogoh berjudul “Wit Kawit” karya Sekaa Teruna (ST) Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Karya tersebut berhasil meraih juara I dalam ajang Kasanga Festival 2026 yang digelar di kawasan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.

Keputusan itu diumumkan pada penutupan festival, Minggu malam, 8 Maret 2026, setelah dua hari sebelumnya ribuan warga menyaksikan pawai ogoh-ogoh (Peed Aya) di kawasan Patung Catur Muka Denpasar. Hari itu, suasana kota berubah menjadi panggung besar bagi 16 ogoh-ogoh terbaik se-Kota Denpasar.

Fragmentari Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Di tengah parade yang penuh energi tersebut, ogoh-ogoh “Wit Kawit” tampil mencolok. Figur utamanya, Gowaksa ─ makhluk berwujud kera dengan wajah menyerupai burung gagak ─ digambarkan berada di tengah adegan dramatis bersama sejumlah figur manusia yang terlempar dari pijakan. Komposisi ini menghadirkan fragmen cerita yang kuat, seolah-olah penonton sedang menyaksikan potongan adegan dari kisah epik kuno.

Dari segi fragmen dan arakan, karya ini memang terlihat sedikit lebih matang dibandingkan yang lain. Gerak ogoh-ogoh, komposisi tokoh, hingga alur pementasan berpadu dalam format karnaval yang memikat perhatian penonton di sepanjang rute pawai.

Dalam pengumuman resmi, juara II diraih oleh ogoh-ogoh karya ST Sukarela, Banjar Kepisah, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. Sementara juara III diraih ST Swadharmita, Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Adapun juara harapan I diraih ST Satya Dharma Banjar Pekandelan, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan. Juara harapan II diraih ST Swastika Banjar Pekambingan, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat dan juara harapan III diraih ST Mekar Sari Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, mengatakan seluruh peserta yang masuk 16 besar mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta. Sementara enam besar memperoleh tambahan hadiah.

“Juara I mendapat Rp 50 juta, juara II Rp 40 juta dan juara III Rp 30 juta. Untuk juara harapan I Rp 20 juta, harapan II Rp 15 juta, dan harapan III Rp 10 juta. Sedangkan juara favorit memperoleh Rp 10 juta,” jelasnya.

Namun lebih dari sekadar hadiah, kemenangan ini menegaskan kekuatan ide di balik karya tersebut.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Ogoh-ogoh “Wit Kawit” mengangkat kisah tokoh Gowaksa yang ceritanya bersumber dari Lontar Ketaka Parwa. Dalam kisah tersebut, Gowaksa digambarkan sebagai makhluk berwujud kera dengan wajah menyerupai burung yang menimbulkan keresahan karena rupanya yang tidak lazim.

Meski demikian, dalam narasi mitologis, kehadirannya justru memiliki peran penting. Gowaksa menjadi salah satu palawaga (pasukan/prajurit) yang membantu Rama dalam menaklukkan kerajaan Alengka. Kisah ini juga berkaitan dengan kutukan Dewa Siwa yang menyebabkan para dewa memiliki keturunan berwujud kera.

Istilah “Wit Kawit” sendiri memiliki makna mendalam: awal mula sebuah keturunan atau kelahiran. Dalam konteks cerita ini, istilah tersebut merujuk pada titik awal munculnya tokoh Gowaksa dalam silsilah panjang makhluk-makhluk yang kelak berperan dalam kisah besar Ramayana.

Fragmentari Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Narasi karya ini bahkan ditarik lebih jauh ke awal cerita tentang perebutan air amerta, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di alam semesta. Peristiwa Cupu Manik kemudian menyebabkan tokoh Arya Bang dan Arya Kuning berubah wujud menjadi kera, yang menjadi awal kelahiran Hanoman. Dari rangkaian peristiwa itulah lahir Gowaksa sebagai representasi akibat dari perbuatan masa lalu.

Dalam visual ogoh-ogoh tersebut, pesan simbolik itu diterjemahkan melalui tiga representasi kuat. Tokoh Gowaksa menjadi simbol nyata dari konsekuensi sebuah tindakan. Burung gagak melambangkan pola pikir awal dari suatu proses. Sementara figur rakyat yang ditampilkan menggambarkan pihak yang paling terdampak dari setiap proses atau kebijakan yang berjalan.

Kombinasi simbol-simbol itu menciptakan refleksi tentang kehidupan modern: bagaimana sebuah tindakan, keputusan, atau perubahan bisa memunculkan akibat yang panjang.

Di sisi lain, dinamika penilaian juga terlihat dari hasil yang diraih ogoh-ogoh lain.

Ogoh-ogoh Banyu Pinaruh karya ST Cantika Banjar Sedana Mertha, Ubung, sebelumnya sempat meraih nilai tertinggi saat penilaian langsung di banjar. Karya yang menggambarkan Dewi Saraswati tersebut bahkan sempat menjadi perbincangan luas di masyarakat. Namun pada akhirnya karya tersebut tidak masuk enam besar dan hanya meraih juara favorit pilihan masyarakat.

Ogoh-ogoh ‘Banyu Pinaruh’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu juri, I Gede Anom Ranuara, menjelaskan keputusan itu bukan karena ogoh-ogoh sempat roboh setelah pawai. Pertimbangan utama justru terletak pada aspek estetika dan logika anatomi.

Menurutnya, figur Dewi Saraswati digambarkan berdiri dengan satu kaki terangkat atau ‘nengkleng’, sesuatu yang dinilai tidak sesuai dengan ikonografi yang selama ini dikenal dalam tradisi seni dan pendidikan.

“Secara estetika dan logika tidak masuk, karena posisi Dewi Saraswati berdiri nengkleng. Hal itu bisa menimbulkan persepsi keliru bagi masyarakat,” ujar Anom.

Ia menambahkan bahwa penilaian ogoh-ogoh tidak hanya melihat bentuk visual semata. Ada sejumlah aspek penting yang diperhatikan, mulai dari anatomi, proporsi, sudut pandang, hingga psikoplastis atau ekspresi visual karya.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Selain itu, penampilan saat pawai juga memiliki bobot penilaian sebesar 35 persen. Dewan juri turut menilai efektivitas penggunaan mesin dalam ogoh-ogoh serta keseimbangan antara pementasan fragmen dengan pergerakan ogoh-ogoh dalam format karnaval.

Di tengah kompleksitas penilaian itulah “Wit Kawit” akhirnya muncul sebagai karya yang dianggap paling utuh. Melalui kisah Gowaksa, para yowana Banjar Tengah Sidakarya tidak hanya menghadirkan ogoh-ogoh sebagai tontonan visual, tetapi juga sebagai medium refleksi. Mereka menggali kembali nilai-nilai dasar manusia di tengah arus modernisasi yang terus mengubah pola kehidupan masyarakat Bali. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026
Dari Sketsa, Tapel, hingga Ogoh-Ogoh Mini: Ketika Generasi Muda Denpasar Adu Kreativitas di Kasanga Festival 2026
Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Tags: Kesanga Festivalogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perang Iran dan Kebangkrutan Solidaritas Multipolar

Next Post

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
0
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails
Next Post
Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co