4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 10, 2026
in Panggung
Tak Disangka Tak Terduga, Dari Kisah Gowaksa, “Wit Kawit” Antar ST Taruna Dharma Castra Juara I Kasanga Fest 2026

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

PENILAIAN seni memang subjektif. Namun pada akhirnya, karya yang mampu menyatukan gagasan, visual, dan pementasan sering kali menonjol dengan sendirinya.

Itulah yang terjadi pada ogoh-ogoh berjudul “Wit Kawit” karya Sekaa Teruna (ST) Taruna Dharma Castra, Banjar Tengah, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Karya tersebut berhasil meraih juara I dalam ajang Kasanga Festival 2026 yang digelar di kawasan Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.

Keputusan itu diumumkan pada penutupan festival, Minggu malam, 8 Maret 2026, setelah dua hari sebelumnya ribuan warga menyaksikan pawai ogoh-ogoh (Peed Aya) di kawasan Patung Catur Muka Denpasar. Hari itu, suasana kota berubah menjadi panggung besar bagi 16 ogoh-ogoh terbaik se-Kota Denpasar.

Fragmentari Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Di tengah parade yang penuh energi tersebut, ogoh-ogoh “Wit Kawit” tampil mencolok. Figur utamanya, Gowaksa ─ makhluk berwujud kera dengan wajah menyerupai burung gagak ─ digambarkan berada di tengah adegan dramatis bersama sejumlah figur manusia yang terlempar dari pijakan. Komposisi ini menghadirkan fragmen cerita yang kuat, seolah-olah penonton sedang menyaksikan potongan adegan dari kisah epik kuno.

Dari segi fragmen dan arakan, karya ini memang terlihat sedikit lebih matang dibandingkan yang lain. Gerak ogoh-ogoh, komposisi tokoh, hingga alur pementasan berpadu dalam format karnaval yang memikat perhatian penonton di sepanjang rute pawai.

Dalam pengumuman resmi, juara II diraih oleh ogoh-ogoh karya ST Sukarela, Banjar Kepisah, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. Sementara juara III diraih ST Swadharmita, Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Adapun juara harapan I diraih ST Satya Dharma Banjar Pekandelan, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan. Juara harapan II diraih ST Swastika Banjar Pekambingan, Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat dan juara harapan III diraih ST Mekar Sari Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, mengatakan seluruh peserta yang masuk 16 besar mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 30 juta. Sementara enam besar memperoleh tambahan hadiah.

“Juara I mendapat Rp 50 juta, juara II Rp 40 juta dan juara III Rp 30 juta. Untuk juara harapan I Rp 20 juta, harapan II Rp 15 juta, dan harapan III Rp 10 juta. Sedangkan juara favorit memperoleh Rp 10 juta,” jelasnya.

Namun lebih dari sekadar hadiah, kemenangan ini menegaskan kekuatan ide di balik karya tersebut.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Ogoh-ogoh “Wit Kawit” mengangkat kisah tokoh Gowaksa yang ceritanya bersumber dari Lontar Ketaka Parwa. Dalam kisah tersebut, Gowaksa digambarkan sebagai makhluk berwujud kera dengan wajah menyerupai burung yang menimbulkan keresahan karena rupanya yang tidak lazim.

Meski demikian, dalam narasi mitologis, kehadirannya justru memiliki peran penting. Gowaksa menjadi salah satu palawaga (pasukan/prajurit) yang membantu Rama dalam menaklukkan kerajaan Alengka. Kisah ini juga berkaitan dengan kutukan Dewa Siwa yang menyebabkan para dewa memiliki keturunan berwujud kera.

Istilah “Wit Kawit” sendiri memiliki makna mendalam: awal mula sebuah keturunan atau kelahiran. Dalam konteks cerita ini, istilah tersebut merujuk pada titik awal munculnya tokoh Gowaksa dalam silsilah panjang makhluk-makhluk yang kelak berperan dalam kisah besar Ramayana.

Fragmentari Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

 

Narasi karya ini bahkan ditarik lebih jauh ke awal cerita tentang perebutan air amerta, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di alam semesta. Peristiwa Cupu Manik kemudian menyebabkan tokoh Arya Bang dan Arya Kuning berubah wujud menjadi kera, yang menjadi awal kelahiran Hanoman. Dari rangkaian peristiwa itulah lahir Gowaksa sebagai representasi akibat dari perbuatan masa lalu.

Dalam visual ogoh-ogoh tersebut, pesan simbolik itu diterjemahkan melalui tiga representasi kuat. Tokoh Gowaksa menjadi simbol nyata dari konsekuensi sebuah tindakan. Burung gagak melambangkan pola pikir awal dari suatu proses. Sementara figur rakyat yang ditampilkan menggambarkan pihak yang paling terdampak dari setiap proses atau kebijakan yang berjalan.

Kombinasi simbol-simbol itu menciptakan refleksi tentang kehidupan modern: bagaimana sebuah tindakan, keputusan, atau perubahan bisa memunculkan akibat yang panjang.

Di sisi lain, dinamika penilaian juga terlihat dari hasil yang diraih ogoh-ogoh lain.

Ogoh-ogoh Banyu Pinaruh karya ST Cantika Banjar Sedana Mertha, Ubung, sebelumnya sempat meraih nilai tertinggi saat penilaian langsung di banjar. Karya yang menggambarkan Dewi Saraswati tersebut bahkan sempat menjadi perbincangan luas di masyarakat. Namun pada akhirnya karya tersebut tidak masuk enam besar dan hanya meraih juara favorit pilihan masyarakat.

Ogoh-ogoh ‘Banyu Pinaruh’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu juri, I Gede Anom Ranuara, menjelaskan keputusan itu bukan karena ogoh-ogoh sempat roboh setelah pawai. Pertimbangan utama justru terletak pada aspek estetika dan logika anatomi.

Menurutnya, figur Dewi Saraswati digambarkan berdiri dengan satu kaki terangkat atau ‘nengkleng’, sesuatu yang dinilai tidak sesuai dengan ikonografi yang selama ini dikenal dalam tradisi seni dan pendidikan.

“Secara estetika dan logika tidak masuk, karena posisi Dewi Saraswati berdiri nengkleng. Hal itu bisa menimbulkan persepsi keliru bagi masyarakat,” ujar Anom.

Ia menambahkan bahwa penilaian ogoh-ogoh tidak hanya melihat bentuk visual semata. Ada sejumlah aspek penting yang diperhatikan, mulai dari anatomi, proporsi, sudut pandang, hingga psikoplastis atau ekspresi visual karya.

Ogoh-ogoh ‘Wit Kawit’ di Kasanga Fest 2026│Foto: tatkala.co/Dede

Selain itu, penampilan saat pawai juga memiliki bobot penilaian sebesar 35 persen. Dewan juri turut menilai efektivitas penggunaan mesin dalam ogoh-ogoh serta keseimbangan antara pementasan fragmen dengan pergerakan ogoh-ogoh dalam format karnaval.

Di tengah kompleksitas penilaian itulah “Wit Kawit” akhirnya muncul sebagai karya yang dianggap paling utuh. Melalui kisah Gowaksa, para yowana Banjar Tengah Sidakarya tidak hanya menghadirkan ogoh-ogoh sebagai tontonan visual, tetapi juga sebagai medium refleksi. Mereka menggali kembali nilai-nilai dasar manusia di tengah arus modernisasi yang terus mengubah pola kehidupan masyarakat Bali. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA JUGA:

Ketika Para Bocah Mengarak Ogoh-Ogoh di Kasanga Festival 2026
Dari Sketsa, Tapel, hingga Ogoh-Ogoh Mini: Ketika Generasi Muda Denpasar Adu Kreativitas di Kasanga Festival 2026
Dari Senja di Kawasan Catur Muka, 16 Ogoh-Ogoh Terbaik Denpasar Buka ‘Kasanga Festival 2026’
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Tags: Kesanga Festivalogoh-ogoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perang Iran dan Kebangkrutan Solidaritas Multipolar

Next Post

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Takbiran dalam Gening: Ngempet Raga di Tanah Dewata

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co