24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

Angga Wijaya by Angga Wijaya
February 28, 2026
in Cerpen
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

Ilustrasi tatkala.co | Canva

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri dan dua anak yang makin besar. Untuk bekerja, dia lebih sering berada di toko modern. Membeli kopi kemasan, dengan laptop keluaran lama, ia mengetik berita-berita hasil liputan.

Di kamar kos, itu semua mustahil ia lakukan. Konsentrasinya terganggu. Istri menonton televisi, anak-anak bermain sendiri, ditingkahi suara tertawa juga menangis (ah, bukankah itu sama dengan hidup, kadang tertawa, kadang menangis?). Ia merenung seperti biasa.

Wartawan itu merindukan rumah. Di kampung halamannya, rumah bukan lagi rumah. Apalagi setelah bapak dan ibunya berpulang, keadaan tak seperti dulu lagi. Amanat untuk saling menyayangi sesama saudara menguap bersama waktu.

Rumah, rumah, sering ia hanya pulang dalam mimpi-mimpi malam atau dini hari.

Kesempatan itu datang tanpa ia duga. Sebuah penerbitan di Yogyakarta menawarinya menjadi penulis buku lepas. Ia membaca surel itu berulang kali, memastikan dirinya tak salah paham. Selama ini ia hanya menulis berita dan sesekali esai. Buku, baginya, adalah impian yang ia simpan diam-diam sejak muda.

Ia menerima tawaran itu dengan hati berdebar. Malam-malamnya berubah. Jika dulu ia menulis berita dengan tenggat harian, kini ia harus menyusun bab demi bab dengan napas panjang. Ia belajar disiplin baru, bangun lebih pagi sebelum anak-anak terjaga, menulis saat rumah masih setengah sunyi.

Dua tahun berjalan, telah banyak buku yang ia tulis. Naskah-naskah itu membuat namanya mulai dikenal di kalangan tertentu. Honor yang awalnya kecil perlahan lebih stabil. Ia dan istrinya mulai berani berbicara tentang sesuatu yang dulu terasa mustahil: membeli rumah sendiri.

Mereka mengajukan KPR, mencicil rumah di pinggiran kota yang tidak terlalu sesak oleh penduduk. Rumah sederhana dengan halaman kecil dan dua kamar tidur. Saat menandatangani berkas di bank, tangannya sedikit gemetar. Ia sadar, ini bukan sekadar membeli bangunan, melainkan menandatangani tanggung jawab panjang.

Apalagi istrinya juga mendapat pekerjaan sebagai pengajar bahasa Inggris di sebuah bimbingan belajar tak jauh dari lokasi rumah baru. “Setidaknya aku bisa ikut membantu,” kata istrinya. Wartawan itu tersenyum. Selama ini ia merasa memikul beban sendirian, padahal istrinya selalu berdiri di sampingnya.

Hari pindah itu datang dengan langit cerah. Wartawan itu merasa haru ketika mesti meninggalkan rumah kos. Banyak sekali kenangan di sana. Tangisan bayi di tengah malam. Obrolan lirih tentang uang yang menipis. Pertengkaran kecil yang berakhir dengan pelukan canggung.

Namun ia tak mau berlama-lama larut dalam emosi. Anak-anaknya sudah semakin besar. Kamar kos tak cukup lagi menampung empat orang yang masing-masing menyimpan mimpi. Ia pamit pada tetangga kos, pada ibu penjual nasi di ujung gang, pada lorong sempit yang selama ini menjadi saksi.

Di rumah barunya, ia menyiapkan ruang tamu sebagai tempat kerja dan perpustakaan kecil. Buku-buku yang sejak muda ia kumpulkan kini tak lagi tersimpan dalam kardus. Ia susun rapi di rak kayu sederhana. Meja kerja diletakkan di dekat jendela yang menghadap halaman.

Istrinya tampak senang. Anak-anak berlari-lari di halaman yang tak begitu luas, tetapi bagi mereka terasa lapang. Sore itu, tawa mereka memantul di dinding yang masih berbau cat baru. Wartawan itu berdiri di ambang pintu, menatap pemandangan kecil itu dengan dada hangat.

Malam pertama di rumah baru, ia duduk sendirian di ruang kerjanya. Ia teringat masa-masa ketika harus menulis di toko modern, membeli kopi agar bisa duduk lama. Kini ia memiliki ruang sendiri. Bukan ruang besar, tetapi cukup untuk menaruh mimpi.

Namun kebahagiaan tak pernah sepenuhnya tanpa cemas. Cicilan KPR menunggu setiap bulan. Menjadi penulis lepas berarti hidup berdampingan dengan ketidakpastian. Kadang naskah diterima cepat, kadang revisi datang bertubi-tubi. Kadang honor cair tepat waktu, kadang tertunda.

Ia belajar mengatur diri. Setiap pagi setelah mengantar anak sekolah, ia masuk ke ruang kerja. Menulis seribu kata sehari, tak peduli sedang ingin atau tidak. Ia tahu, rumah ini dibangun dari kalimat-kalimat yang ia ketik dengan tekun.

Sesekali ia rindu menjadi wartawan lapangan. Hiruk-pikuk konferensi pers. Tawa rekan-rekan di warung kopi. Tetapi ia tak menyesal. Menulis buku memberinya ruang lebih dalam untuk menyelami gagasan. Ia tetap wartawan dalam jiwa; mencatat, mengamati, dan bertanya. Hanya medan kerjanya yang berubah.

Suatu sore hujan turun pelan. Ia dan istrinya duduk di teras, memandangi anak-anak menggambar di ruang tamu. “Kita benar-benar punya rumah,” bisik istrinya.

Ia mengangguk. Kata-kata terasa kecil untuk menggambarkan perjalanan panjang mereka. Dari kamar kos sempit, dari kopi kemasan di toko modern, dari rasa gundah yang sering ia sembunyikan.

Anak sulungnya pernah bertanya, “Ayah, kenapa Ayah suka menulis?”

Ia menjawab pelan, “Karena dengan menulis, Ayah bisa membangun rumah.”

“Rumah ini?”

“Bukan hanya ini. Rumah di dalam hati.”

Waktu berjalan. Pohon jambu kecil di halaman mulai berbuah. Anak-anak memetiknya dengan wajah riang. Istrinya semakin sibuk dengan murid-murid lesnya. Buku-buku baru terbit dengan namanya di sampul. Ia tak menjadi kaya, tetapi cukup untuk membayar cicilan dan menabung sedikit demi sedikit.

Suatu malam listrik padam. Mereka duduk melingkar diterangi lilin. Tawa anak-anak memecah gelap. Wartawan itu menyadari sesuatu yang dulu tak ia miliki: ketenangan.

Ia tak lagi hanya merindukan rumah dalam mimpi-mimpi malam atau dini hari. Ia telah membangunnya. Bukan rumah mewah, bukan rumah besar, tetapi rumah yang lahir dari kesabaran dan keberanian.

Kini setiap kali ia menghela napas dalam-dalam, bukan lagi karena gundah. Melainkan karena syukur. [T]

Denpasar,  14 Februari 2026

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Aura Syfa Muliasari  |  Mampir di Nakarempe

Next Post

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails

Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
March 27, 2026
0
Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

AKU menatap layar laptop yang kosong. Luas, sunyi, dan membuat kepala terasa berdenyut. Kursor berkedip di pojok kiri atas dokumen,...

Read moreDetails

Umpan | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
March 22, 2026
0
Umpan | Cerpen Putri Harya

Aku tidak merasa melanggar norma. Aku juga tidak sedang melakukan dosa. Aku hanya mengusahakan takdirku dengan meniru apa yang sering...

Read moreDetails

Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
March 21, 2026
0
Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

DI kepalaku masih terngiang-ngiang oleh frasa nomina sayur bening dan lele goreng yang keluar dari mulut Darmuji. Sepertinya, itu merupakan...

Read moreDetails

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
0
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

Read moreDetails
Next Post
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co