24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
February 8, 2026
in Panggung
Tribute 70 Tahun Kadek Suardana, Mengenang Empat Dekade Kreativitas Teater Bali: “Sing Melah Sing Masolah”

Kadek Suardana, karya, dan krew-nya (Repro Buku Srenggi) (Foto-foto Putu Suasta).

PERINGATAN 70 tahun kelahiran seniman teater Bali, Kadek Suardana (7 Februari 1956), digelar melalui acara “Tribute to Kadek Suardana” pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, di Kalangan Ayodhya, Art Centre Denpasar. Acara ini menjadi momen penting karena sejak kepergian Kadek Suardana Oktober 2013, belum pernah diselenggarakan agenda khusus yang secara kolektif memberi penghormatan atas kiprah dan warisan keseniannya.

Legasi Kadek Suardana dalam berkesenian bisa dirumuskan dengan kutipan “sing melah sing masolah” atau “tak pentas kalau belum pantas”; atau “sebelum baik tak akan tampil di publik”. Rumusan ini merefleksikan betapa Kadek menghargai proses dan kerja keras penuh integritas dalam laku berkesenian, langkah yang mesti dijalani untuk menjadi seniman.

Tribute tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh seniman dan budayawan Bali lintas bidang, termasuk pelukis, sastrawan, akademisi, dan pegiat seni pertunjukan. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dosen agama Dr. I Ketut Donder, Agus Maha Usada Ketua NCPI (Nawa Cita Pariwisata Indonesia) Bali, Gde Yudane, Agung Rai ARMA, aktivis Putu Suasta, pelukis Made Budhiana, serta Rektor ISI Bali Prof. Kun Adnyana. Ada juga lawyer (pengacara) yang dulu waktu muda menjadi bagian dari Sanggar Putih Kadek Suardana.

Membahas buku persembahan untuk Kadek Suardana: Prof. IDG Palguna, Fajar Arcana, Joni Suhartawan, dan moderator Prof. Darma Putra (kanan)

Acara berlangsung hangat dan reflektif, diisi dengan berbagai pentas seni seperti pembacaan puisi, monolog, dan teater, serta kolaborasi tari, puisi, dan seni rupa. Selain itu, ditampilkan pula enggang-enggung nukilan puisi Gambuh Masutasoma yang memperlihatkan dialog antara tradisi dan ekspresi seni kontemporer, sebuah wilayah kreatif yang lekat dengan perjalanan artistik Kadek Suardana.

Salah satu agenda utama dalam tribute ini adalah peluncuran dan diskusi buku Srenggi: Ibadah Seni Kadek Suardana yang memotret sosok Kadek Suardana dan dunia kreatifnya. Diskusi buku menghadirkan editor Fajar Arcana, penulis Joni Suhartawan, serta Prof. I Dewa Gede Palguna, dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan dipandu oleh Prof. I Nyoman Darma Putra, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Enggang Enggung Nukilan Puisi Gambuh Masutasoma, Sanggar Bumi Bajra (Foto-foto Putu Suasta)

Sebagai moderator, Darma Putra menjelaskan bahwa buku Srenggi mengupas perjalanan Kadek Suardana dan kreativitasnya dalam dunia seni teater Bali selama hampir empat dekade, sejak 1980-an hingga 2010-an. Kiprah tersebut terutama melalui Sanggar Putih yang didirikannya dan kemudian berlanjut melalui Yayasan Arti atau Arti Foundation. Proses berkesenian dan karya-karya yang dihasilkan dibahas secara mendalam oleh para penulis buku, antara lain Ketut Yuliarsa, Dr. Agung Mas Ruscitadewi, Prof. Wayan Dibia, Joni Suhartawan, Gde Yudane, dan Gde Aryantha Soethama. Dua puisi juga dimuat masing-masing karya Warih Wisatsana berjudul “Simpang Jalan” dan puisi berbahasa Bali Mas Ruscitadewi “Bli Kadek, Galahe Masolah” (Bli Kadek, Saatnya Pentas).

Menurut Darma Putra, walau buku sudah dengan ringkas padat dan baik menyajikan sosok Kadek Suardana dan karya-karyanya, namun tentu masih banyak aspek kehidupan, proses kreatif, dan legasi Kadek Suardana yang perlu dibahas. Menyinggung hal tersebut, Ketut Yuliarsa (Ketua Panitia Trubute) dan Fajar Arcana (editor buku) akan melihat kemungkinan untuk menerbitkan edisi berikutnya dengan menambah sumbangan tulisan dari para penulis.

Tulisan-ulasan tentang Kadek Suardana, menurut Darma Putra, tidak akan menjadi potret tentang Kadek semata tetapi menjadi ilanskap perkembangan teater di Bali dari sosok Kadek Suardana dan karyanya.

Jejak brosur Lomba Drama Modern yang dilaksanakan senat mahasiswa Fakultas Sastra Unud

Darma Putra juga mengingat kembali relasi personal dan historisnya dengan Sanggar Putih. Ia merupakan Ketua Panitia Lomba Drama Modern Fakultas Sastra Universitas Udayana tahun 1983. Dalam ajang tersebut, Sanggar Putih berhasil meraih juara II, sedangkan juara I diraih oleh Sanggar Nyuh Gading.

Dalam kiprah selanjutnya, Sanggar Putih tampil sebagai salah satu kelompok teater terdepan di Bali, dengan Kadek Suardana hadir dalam berbagai pementasan penting, baik di Bali maupun di luar Bali. Karya-karya monumentalnya yang memadukan tradisi dan modern adalah Gambuh Macbet dan Sri Tanjung. Karya ini merangsang pelaksanaan festival Gambuh di Bali, semuanya inisiatif dan hasil kreativitas Kadek Suardana dan tim-nya di Sanggar Putih/ Arti Foundation.

Selain aktif di dunia teater, Kadek Suardana juga terlibat dalam produksi film. Ia tercatat menyusun musik untuk film “Api Cinta Antonio Blanco” pada 1999–2000 dan ikut bermain dalam film “Noesa Penida: Pelangi Cinta Pandansari” pada 1988, yang menunjukkan kelenturan pencapaian artistiknya lintas medium.

Menutup diskusi buku, Darma Putra merumuskan konsep berkesenian Kadek Suardana dalam ungkapan bahasa Bali “Sing melah, sing masolah”, yang bermakna jika belum baik, tidak akan dipentaskan di ruang publik; atau “kalau belum pantas jangan dulu pentas”.

Prinsip inilah yang menjelaskan mengapa setiap pentas Kadek Suardana selalu tampil kuat dan memikat, karena proses persiapan dan latihan dijalani dengan total sungguh-sungguh, dan karya hanya dihadirkan ke hadapan publik ketika telah mencapai kualitas yang diyakini matang atau ‘pantas’. Seperti apa ‘pantas’ itu, mungkin bisa ditangkap sepintas dari sajak Mas Ruscitadewi:

Yang kiri adalah bait pembuka, yang kanan bait penutup. Bait pertama melukiskan kesungguhan awal belajar masolah, bait terakhir melukiskan siap tampil, pantas pentas, karena semuanya sudah menjadi, seperti irama seruling sudah indah memukau; laksana cahaya yang sudah berapi-api.

Jika diringkaskan, kiranya sajak ini menegaskan bahwa pentas hanya bisa dilakukan kalau segalanya sudah pantas, seperti teladan dari para pragina (penari, seniman) Bali dahulu. Yang jadi hanya yang nadi; atau yang nadi hanya yang jadi. Taksu tak pernah kesusu.

Tribute ini tidak hanya menjadi peringatan hari kelahiran, tetapi juga penegasan kembali posisi Kadek Suardana sebagai figur penting dalam sejarah teater Bali modern, seorang seniman dengan integritas dan komitmen artistik yang meninggalkan jejak panjang dalam dunia kesenian dan kebudayaan Bali.

Kesedihan kerabat dan pengagumnya atas kepergian Kadek Suardana yang begitu cepat diobati dengan legasinya yang terus hidup dalam bentuk spirit berkesenian yang cemerlang. [T]

Tags: BukuSanggar PutihTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tumpek Uye: Menguatkan Harmoni dan Kearifan Lokal

Next Post

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails

Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

by Son Lomri
April 12, 2026
0
Membaca Buleleng dalam Museum Soenda Ketjil —Catatan Kecil dari Festival Wayang Bali Utara 2026

MALAM itu, Kamis, 9 April 2026, ada pertunjukan wayang kulit serangkaian Festival Wayang Bali Utara (FWB) di Wantilan Pelabuhan Tua...

Read moreDetails

Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

by I Nengah Juliawan
April 11, 2026
0
Museum Soenda Ketjil: Kebanggaan Budaya atau Sekadar Ketakutan Akan Kehilangan?

MUSEUM Soenda Ketjil di Singaraja tidak hanya menjadi ruang sunyi yang menyimpan masa lalu, melainkan juga ruang publik yang terus...

Read moreDetails

Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 11, 2026
0
Tradisi yang Mulai Bernegosiasi dengan Zaman —Dari Pentas Wayang Bungkulan di Festival Wayang Bali Utara 2026

WAYANG sebagai produk masa lalu yang kini diratapi, ditangisi oleh orang-orang karena hampir hilang di tengah hiburan dunia digital. Pertunjukan...

Read moreDetails

Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

by tatkala
April 5, 2026
0
Ubud Artisan Market dalam Kehangatan Paskah, Rayakan Kreativitas, Komunitas, dan Akhir Pekan di Ubud

Yayasan Mudra Swari Saraswati dengan bangga kembali menghadirkan Ubud Artisan Market (UAM), curated market yang merayakan kreativitas, komunitas, dan kerajinan...

Read moreDetails

Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Api yang Tak Pernah Kenyang: Ketika ‘Lobha’ Menjelma dalam Ogoh-Ogoh STT Eka Budhi, Banjar Danginjalan, Guwang, Sukawati 2026

DI Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, kreativitas anak muda kembali menemukan bentuknya dalam karya ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi Caka...

Read moreDetails

Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

by Nyoman Nadiana
March 23, 2026
0
Les Ngembak Festival 2026: Merawat Jejak dari Bukit ke Laut

PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Puisi-puisi Karst Mawardi | Aktual, Residu, Multiple Exposure

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co